Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Kisah masa lalu


__ADS_3

Akhir pekan tiba, sesuai janjinya kepada Marlyn Li, Clara mengunjunginya bersama Robin di kediamannya, mereka banyak berbincang bersama, Marlyn menyukai Robin lebih dari apapun, Robin disuapinya cake yang ia buat dengan tangannya sendiri. ia sengaja membuat membuat cake dari hari sebelumnya khusus untuk cucu laki laki kecilnya, kemudian mereka berjalan jalan di Mall, Marlyn Li membelikan Robin banyak sekali baju dan sepatu, makan makanan enak bersama sampai bermain bersama di arena bermain Mall, mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia.. masalah seakan tak pernah ada diantara mereka, kemudian mereka pulang setelah sore hari.


Namun saat mereka menuju tempat parkir mobil tiba tiba Marlyn merasa pusing dan kemudian pingsan, Clara dan Robin sangat terkejut sampai menangis, kemudian pak supir membawa Marlyn ke rumah sakit terdekat.


"Bagaimana keadaan Ibuku Clara? " tanya Kelvin yang tergesa gesa datang setelah dikabari.


"Kata dokter Nyonya Marlyn telah sejak lama menderita penyakit komplikasi, maaf karena kami ibumu kelelahan dan jatuh pingsan" ucap Clara menyesal sembari memangku Robin yang tertidur.


"Ini bukan salah kalian, aku yang salah.. sebagai anaknya satu satunya aku tak tahu Ibuku sakit dan sejak kapan aku tak tahu, aku memang orang yang sangat egois, jika aku menyesal sekarang dan ingin memperbaiki semuanya apa aku tidak terlalu terlambat? " ratap Kelvin sedih.


"Tentu saja tidak ada kata terlambat, saat kami jalan bersama ibumu terlihat sangat bahagia, ia sangat menyayangi Robin sampai aku tak berani membantah keinginannya yang ingin membelikan semua untuk Robin, sepertinya beliau telah menemukan kedamaiannya."


"Benarkah? Ibuku bahagia? "


"Iyaa, tenanglah semua akan baik baik saja" ucap Clara menghibur.


(Padahal kemarin kami ribut hebat.. tapi sekarang kami saling menghibur seperti tak ada apa apa diantara kami, hemm yang paling dibutuhkan Kak Kelvin sekarang adalah support dan itu yang pling penting untuk saat ini) pikir clara dalam hati.


"Kalian harus pulang ini sudah larut" ucap Kelvin.


"Apa Kak Kelvin tak apa apa? "

__ADS_1


"Tentu saja aku tak baik baik saja tapi besok Robin harus sekolah kalian pasti capek seharian diluar, maaf aku tak bisa mengantar kalian biar supir Ibu yang mengantar."


"Baiklah, kau tak perlu memikirkan kami.. fokuslah menemani Ibumu dan jaga kesehatanmu juga."


"Iya, berhati hatilah."


Setelah larut malam Clara dan Robin meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah, Kelvin dengan tenang menemani Ibunya yang telah dinyatakan koma, tak lama datanglah Marissa dan Ayahnya untuk membesuk Marlyn.


"Vin.. Kelvin.. " ucap Herawan Howie membangunkan Kelvin yang tertidur disamping ibunya


"Ahh Om sama Marissa? Kapan datang? " ucap Kelvin sembari mengusap usap mata.


"Kami baru saja datang bagaimana keadaan ibumu? "


"Kak Kelvin pasti lelah, pulanglah aku akan menjaga tante" ucap Marissa.


"Nggak usah, aku ingin menebus kesalahanku kepada Ibuku dengan menjaganya disini.. hanya ini yang bisa kulakukan, aku juga mau minta maaf sama Om Herawan atas sikapku kepada Om selama ini."


"Sudahlah kau nggak usah merasa bersalah kepadaku, kau bersikap seperti itu juga karena aku sendiri yang tak memberimu penjelasan, sampai akhirpun aku masih merasa bersalah kepada Hariman, bagaimanapun semua terjadi karenaku."


"Memang sebenarnya sampai sekarang akupun susah mencerna permasalahan Ayah dan Ibu tapi aku cukup ingin berusaha memahaminya sekarang."

__ADS_1


"Ibumu selalu memintaku untuk tidak menjelaskan apapun kepadamu ia bilang dengan kau membenci dan menyalahkan Ibumu rasa bersalahnya kepada Ayahmu menjadi berkurang meskipun tak mengubah kenyataan bahwa ia yang telah bersalah, dengan itu ia merasa sedikit membayar dosanya."


"Apa dengan seperti itu ia menjadi lega? "


"Sama sekali nggak, dia nggak mengakuinya tetapi aku tahu dia sangat tertekan dengan ketidaknyamanan hubungan kalian."


"Dia wanita yang sangat keras kepala."


"Apa kau penasaran seerat apa buhungan kami? "


"Aku sangat perasaan Om, bisakah kau memberitahuku agar aku lebih mengerti? "


"Persahabatan kami bertiga terjalin dari kami memulai kuliah, Aku, Marlyn dan Ibunya Marissa, Marlyn sejak awal dikenal sebagai seorang konglomerat yang cuek angkuh perfeksionis dan sombong , ia selalu sendirian. Sedangkan Ibunya marissa bersifat keterbalikannya Marlyn, ia gadis yang cantik ramah anggun dan baik hati tetapi dengan sifatnya itu ia juga dibenci oleh kebanyakan gadis di kampus karena ia dianggap suka mencari perhatian pria karena sifatnya yang ramah pada siapapun tanpa pandang bulu termasuk aku salah satu dari pria pria itu, aku mengaguminya dan tak menyerah meski sekian kali ditolaknya sampai pada akhirnya ibunya marissa dikucilkan,dikerjai oleh anak gadis satu jurusan yang paling parah mereka mengeroyok Ibunya marissa di suatu ruangan dan melakukan pelecehan dengan menelanjanginya dan memotretnya namun ditengah tengah itu marlyn muncul dengan menendang pintu ruangan terbengkalai itu dan mengancam mereka bahwa ia telah memanggil polisi dan mereka pasti diadili, para gadis itu ketakutan dan melepaskan ibunya marissa dengan kesal salah satu gadis itu hendak memukul Marlyn menggunakan balok dari belakang dan dengan kerennya marlyn menghindar dan memukuli anak itu, apa kau tahu apa yang dikatakannya saat itu? " ayokk kalo berani lawan semuanya jangan satu satu, silakkan hajar aku paling kalian akan diblokir sama semua Universitas dan mendekam dipenjara, sebenarnya aku malas mengurusi ulah orang rendahan seperti kalian tapi ini sudah sangat keterlaluan wanita memperlakukan sesama wanita dengan seperti ini, dasar binatang" begitu katanya, Marlyn melempar kamera yang mereka pakai untuk memotret, lalu mereka bergegas melarikan diri. tanpa banyak berkata Marlyn melemparkan hodie yang ia pakai kepada Ibunya marissa, anak anak yang bersalah segera diadili oleh pihak kampus, Ibunya marissa sering sekali menceritakan itu kepadaku dulu jadi aku sangat mengingatnya sampai sekarang, sejak itulah Ibunya marissa selalu mengejar ngejar Marlyn untuk berteman setelah sekian lama akhirnya aku bisa berpacaran dengannya namun Marlyn akhirnya membuka dirinya kepada Ibunya marissa, ia punya syarat untuknya jika ingin berteman dengannya yaitu Ibunya marissa harus memilih antara dirinya atau aku, tanpa ragu ia memilih Marlyn pas didepanku, aku hanya bisa menerima keputusannya.. namun seiring kedekatannya dengan Marlyn aku selalu mengganggu mereka mengikuti kemanapun mereka pergi. Melihat kegigihanku akhirnya Marlyn mengijinkannya untuk terus berpacaran dengannya asalkan kami berjanji tidak akan berpisah kamipun sering kali berkencan bertiga sampai pada akhirnya marlyn dijodohkan untuk pernikahan bisnis dengan ayahmu, tapi ia tak pernah mengeluh soal ayahmu kepada kami dan berusaha mencintai ayahmu sepenuh hati, semakin hari hubungan marlyn dan ayahmu semakin berjalan baik namun setelah ibunya marissa sering sakit sakitan ayahmu semakin mencurigai hubunganku dan Marlyn padahal Marlyn datang hanya untuk merawatnya dan saat masa masa itu Marissa sangat membutuhka ibunya, sebisa mungkin Marlyn berusaha menghibur Marissa dengan membawamu, hubungannya dengan ayahmu mulai dingin tapi mereka masih tetap mempertahankan penikahan karena kau Kelvin namun semakin memanas sampai akhirnya terjadi kecelakaan itu. Begitulah kisah kami kuharap kau mengerti posisi Ibumu lebih dari orang lain."


"Aku mengerti Om, terimakasih telah bersedia menceritakannya padaku."


"Wahh.. ternyata kisah kalian sangat mengharukan seperti drama, akupun baru mendengarnya sekarang" ucap Marissa.


"Ahh ini sudah sangat larut Kelvin tidurlah kami akan pulang sekarang."


"Terimakasih Om dan Marissa, hati hati dijalan."

__ADS_1


bersambung


__ADS_2