
Sudah menjadi hal biasa bagi shenna bangun saat langit masih gelap, bahkan terkadang ia bangun sebelum alarm di ponselnya berbunyi .
Hari ini harapannya hanya satu bekerja dengan lancar tanpa ada hal yang membuatnya merasa sedih bahkan ia sampai berfikir dyoza tidak muncul di hadapannya hari ini, yaa hari ini saja . tapi, itu tidak mungkin terjadi sebab shenna memang di tugaskan untuk melayani kebutuhan dyoza.
"Se,selamat pagi tu,tuan Arkan"
Shenna menundukkan kepalanya setelah melihat Arkan sedang duduk dan menikmati sarapannya di dekat dapur , Arkan hanya mengangguk dan tersenyum melihat shenna.
Entah apa yang shenna rasakan, tapi ia merasa sedikit canggung bertemu dengan Arkan ahhh tidak tidak tidak ini tidak sedikit. Shenna menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan nafasnya sedikit kasar.
Shenna kembali beraktivitas seperti biasa setelah melayani kebutuhan sebelum Dyoza berangkat bekerja.
"Oke fokus shenna, jangan halu, jangan terjebak dengan perasaan yang tidak jelas ini dan ingat kamu di sini bekerja. ya, hanya bekerja"
Shenna berbicara pada dirinya sendiri, ia menyemangati dirinya agar tidak melakukan kesalahan apapun terutama masalah hati.
**
Arkan tersenyum manis pagi ini, entah kenapa hatinya seperti merasakan kebahagiaan yang entah karna apa ia pun belum bisa memastikannya . Bahkan tanpa Arkan sadari ia bersiul dengan riang.
"Ar"
"Ya tuan"
"Sepertinya kau sedang bahagia sekali"
"Ma, maksud tuan ?."
"Yaaa, tidak biasanya saja kau berisik di dalam mobil."
"Ah, maaf tuan sa,saya...."
"Sudah lupakan saja."
**
Di kantor
"Apakah makan siang hari ini aku bebas Ar ?."
"Hari ini sebenarnya ada yang mengajak anda untuk bertemu di caffe dekat kantor tuan, tapi saya menolaknya"
kening Dyoza mengkerut.
"Siapa ?."
"Mmmmmhhh Nona Giska"
"Giska ?"
"Ya tuan Nona Giska, mantan terindah tuan yang sangat tuan banggakan dan tuan sayangi sebelum ia pergi untuk... Awwww"
"Kenapa kau cerewet sekali Ar, tidak perlu di jelaskan kau mengerti".
Arkan menunduk dan menahan senyumnya.
"Hei .. hei .. kau mentertawakan ku ?"
"Ti,tidak tuan"
"Awas saja kau berani mentertawakan ku, ku injak batang leher mu."
Arkan seketika memegang lehernya.
Dyoza bergegas meninggalkan Arkan yang sedang meringis kesakitan karena kakinya di injak cukup kuat oleh Dyoza.
"Kenapa dia marah, bukan kah itu memang benar ?."
Arkan menggeleng dengan senyum manisnya.
.
.
.
Senja sudah mulai terlihat dan shenna bersiap untuk masuk ke dalam kamar dyoza, ia menyiapkan pakaian ganti yang akan di kenakan Dyoza nanti.
Masih ada waktu 15 menit untuk bersantai ria di dalam kamar majikannya itu, ia duduk dan bersandar di sofa dengan nyaman. Rasanya, sangat lelah untuk hari ini.
"Ceklek"
Suara pintu terbuka, shenna terlonjak kaget dan berdiri dengan tegak.
"Kenapa dia sudah pulang."
ucap shenna dalam hati
"Selamat datang tuan Dyoza."
Tanpa menunggu jawaban dari Dyoza shenna segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
Dyoza duduk di sofa dengan tubuh yang lelah, ia menatap setiap pergerakan yang shenna lakukan. Entah, kenapa mata Dyoza selalu berfokus pada pelayannya saat ini.
"Tuan silahkan, airnya sudah siap."
lalu, shenna meletakkan barang-barang dyoza sesuai tempatnya. Dan saat bergegas pergi Dyoza menahan lengan shenna.
Mata mereka saling memandang, shenna terdiam dan segera melepaskan tangannya dari genggaman Dyoza.
"Ada apa Tuan ?."
__ADS_1
"Ti,tidak."
Dyoza pun berlalu dan menuju kamar mandi.
"Ada apa dengannya, aneh sekali."
**
"Selamat sore Nona Shenna."
"Se,selamat sore tuan Arkan."
Mereka saling terdiam satu sama lain saat Arkan berdiri tepat di depan shenna dengan jarak yang cukup dekat.
"Ya Tuhan kenapa perut ku terasa mulas dan jantung ku seperti lompat-lompat".
Gumam shenna
"Apa kau masih sibuk nona ?."
"Hah ? Ahh ti,tidak tuan. Apa kau butuh sesuatu ?."
"Aku ingin minum kopi."
Shenna memberanikan diri menatap mata Arkan dengan sekuat tenaga.
"A,apa tuan selalu minum kopi ?."
"Tentu saja! kenapa ?."
"Kopi tidak baik untuk kesehatan jika tuan meminumnya setiap waktu, apa tuan tidak mau mencoba minum yg lain saja ?."
"Apa itu ?."
"Mau ku buatkan air jahe ?."
"Jika tidak merepotkan mu."
"Tentu saja tidak, yasudah tuan duduklah di sana akan saya buatkan untuk tuan."
.
.
.
"Silahkan tuan."
"Terimakasih nona."
"Terimakasih kembali tuan."
Arkan menyeruput air jahe hangat dengan pelan dan menimbang-nimbang rasanya.
"Ini enak."
Arkan kembali meminum air jahe nya.
"Ah syukurlah."
"Apa ini kau yang membuatnya ?."
"Tentu saja tuan, apa tuan mau saya buatkan setiap hari ?."
"Jika kau bersedia."
"Tentu saja saya bersedia."
Shenna tersenyum manis membuat Arkan merasa senyumannya itu menyentuh hatinya.
"Duduklah!."
"Apa kau mau mandi di sini tuan, biar saya siapkan jika ingin mandi di sini."
"Tidak perlu, aku hanya ingin kau menemaniku di sini."
"Baiklah!."
"Apa kau betah kerja di sini ?."
"Te,tentu saja tuan."
"Apa kau menyukai pekerjaan mu ?."
"Ya, tentu saja."
"Apa kau tidak suka aku mengirim pesan untuk mu ?."
Deg
jantung shenna terasa berdetak lebih hebat saat Arkan menanyakan hal itu padanya.
"Sa,saya... saya."
"Kau tidak suka ?."
"Bu,bukan itu tuan. Saya hanya terkejut."
"Lalu apa kau suka ?."
"Hah ?."
__ADS_1
"Ke,kenapa ini ? kenapa dengan tuan Arkan ? ahh tidak tidak bukan tuan Arkan, tapi kenapa dengan ku. kenapa aku begitu canggung dengannya bahkan saat ini jantung ku...."
"Nona ?."
"I,iya tuan saya...."
Shenna tersadar dari lamunannya
"Sudahlah tidak perlu kau jawab, apa aku boleh mengirim pesan untukmu ?."
"saya...."
"Jika kau tidak ingin membalasnya, tidak apa-apa nona."
"Sa,saya akan membalasnya jika sempat tuan."
jawaban cepat keluar begitu saja dari mulutnya.
"Ya tentu saja, jangan bermain ponsel saat kau sedang bekerja. kau mengerti ?."
"Ba,baik tuan."
Shenna merasa detak jantung nya semakin bergejolak tidak karuan, bahkan ia membuang muka ke sembarang arah. Tanpa ia ketahui Arkan sedang senyum sambil menikmati air jahe buatan shenna.
**
Shenna begitu lelap dengan tidurnya, semenjak kejadian tadi shenna seperti orang gila menunggu pesan dari Arkan. namun, tidak ada pesan masuk sama sekali darinya.
Dyoza dan Arkan sedang asyik mengobrol di balkon kamar milik Dyoza. Sambil memainkan ponselnya Arkan melihat jam ternyata sudah pukul 23.15, sampai lupa waktu jika sudah mengobrol dengan dyoza.
sambil memainkan ponselnya Arkan pun mengirim pesan manis untuk Shenna.
"Selamat tidur nona, selamat beristirahat."
Arkan memutar-mutar ponsel di tangannya terkadang ia menggigit kuku jari tangannya, menunggu pesan nya di balas oleh shenna. Nihil, tidak ada pesan masuk dari shenna. Sudah bisa di tebak shenna sudah masuk dalam mimpinya.
"Kau menunggu telpon dari siapa Ar ?."
sontak Arkan menjatuhkan ponselnya, membuat Dyoza terkejut.
"Apa aku mengagetkan mu Ar ?."
"Ma,maaf tuan saya sedang tidak fokus."
"Tidak apa-apa, apa ponsel mu rusak ?."
"Tidak tuan."
"Kau belum menjawab pertanyaan ku ?."
"Hah ? ahhh tidak tuan hanya menunggu pesan dari teman."
"Teman ? teman yg mana, bahkan semua teman mu aku mengenalnya."
"Te,teman yang tinggal di...."
"Sebentar Ar, aku mau mengangkat telpon."
"Silahkan tuan."
Arkan menghembus nafas nya dengan kasar, sedikit lega karna pertanyaan Dyoza teralihkan dengan adanya telpon.
"Maafkan saya tuan. tapi, saya tidak bisa terbuka dalam hal ini"
Arkan merasa bersalah karna tidak berkata jujur dengan dyoza.
..
"Kau menginap saja Ar!."
"Tapi tuan, saya tidak membawa baju ganti."
"Pakailah baju ku, kenapa kau jadi kaku begitu."
"Baiklah tuan, saya akan menginap, apa saya perlu menemani mu tidur sekalian tuan."
Dyoza menatap tajam pada Arkan.
"Kau ini."
"Hahaha saya hanya bercanda tuan."
"Dasar sekretaris gila, apa segitu frustasi nya kau karna terlalu lama sendiri sampai tidak menyukai wanita."
Mereka pun tertawa terbahak-bahak sampai perut mereka terasa keram.
.
.
.
**Hallo semuanya, aku kaget banget pas liat banyak yang komen bahkan like juga banyak makasih yaaa udah mampir dan dengan senang hati pencet tombol love nya.
inshaAllah aku usahakan up secepat mungkin, mudah-mudahan mood ku bagus tiap waktu hehe maklum aku ibu muda beranak satu.
Terimakasih atas dukungan kalian, semoga kalian terhibur dengan kehaluan ku ini hehe .
terimakasih juga udah suport aku yang masih anak bawang.
salam kenal yaaa , selamat membaca. dukung aku terus yaaa readers .. 🥰🥰
__ADS_1
jangan lupa follow Ig ku yaaa @intanpermata0606
🥰🥰**