Mantanku Majikanku

Mantanku Majikanku
Tanda-tanda persaingan


__ADS_3

Bara sedang dalam perjalanan menuju rumah kalya, ia membawa beberapa buah tangan untuk di nikmati bersama.


"Semoga kalya suka dengan makanan yang ku bawa." Gumamnya semangat


Dengan wajah sumringah bara mengetuk pintu dengan semangat. Kalya dan Daniel sempat saling pandang saat mendengar suara ketukan pintu dari luar, akhirnya kalya membuka pintu dengan penuh tanda tanya siapa yang di luar sana.


"Hai kalya." Bara menyapa setelah pintu terbuka


"ka,kakak." Ucap kalya terkejut


"Boleh aku masuk ?."


"Bo..leh kak silahkan."


Saat memasuki rumah kalya senyum bara seketika menghilang saat melihat sosok yang ia kenal.


Daniel yang melihat kehadiran bara hanya memutar bola mata nya dengan malas.


"Silahkan duduk kak, aku akan buatkan minum dulu."


"Kalya."


"Iya kak."


"Duduklah, aku bisa ambil sendiri. Lagi pula aku kan sering main ke rumah mu."


Mendengar ucapan bara Daniel mengernyitkan keningnya.


"Apa maksud cecunguk ini ?."


"Hah ?." Kalya hanya memasang wajah bingung tanpa berbicara lagi.


"Sejak kapan kak bara sering main kerumah ?."

__ADS_1


Daniel yang mendengar ucapan bara pun hanya mengernyitkan keningnya, wajah nya seketika muram. Ia rasa bara sedang menunjukkan bahwa bara sangat dekat dengan kalya.


"Seperti nya laki-laki ini sedang mengibarkan bendera perang."


"Kalya bagaimana kalau akhir pekan kita jalan-jalan?." Daniel buka suara


"Ah ka,kalau itu saya akan sesuai kan jadwal pekerjaan dulu tuan."


"Hei kenapa kau masih menggunakan bahasa formal begitu ? kita kan sudah berjanji tadi."


"Eh ma,maaf kak a,aku belum terbiasa lagi."


"Maka dari itu biasakanlah mulai sekarang."


"Ba,baik kak."


"Ingat kal cafe sedang ramai akhir-akhir ini, jadi aku harap untuk weekend kamu tetap masuk." Bara menyambar


"Ba,baik kak, aku akan ingat hal itu."


"Tuan Daniel apa kau tidak punya kerjaan, bukankah kau pimpinan perusahaan sekarang."


"Bagaimana kau tau ?."


"Siapa sih yang tidak tau kau." Bara tersenyum smirk


Daniel mengangkat satu alisnya memperhatikan bara dengan seksama, ia memicingkan matanya. Ia tampak berfikir siapa laki-laki di hadapannya ini. Nihil ia tidak tau siapa laki-laki itu, yg ia tau laki-laki itu pemilik cafe.


"Hei kau pemilik cafe, apa tujuanmu datang kesini ?."


"Tentu aku menjenguk karyawan terbaik ku. Ada apa memangnya?."


Kalya melihat bara lalu bergantian melirik Daniel yg sudah berdiri sambil menatap satu sama lain, kalya pun seketika berdiri di antara mereka.

__ADS_1


"Kalian ini kenapa ? ayo duduk!!".


"Mereka ini kenapa sih ? "


"Kalya apa kau sudah makan ?."


"Duduklah kak bara, aku sudah makan kok. Kak Daniel juga duduk!."


Daniel duduk dengan perasaan tidak nyaman, niat hati ingin berlama-lama tapi malah ada pengganggu.


"Kalya kalau begitu aku pulang ya, terimakasih sudah menerima maaf ku." Daniel kembali berdiri.


"Ah i,iya kak".


"Hati-hati ya tuan Daniel." ucap bara seraya tersenyum


"Hemmm". Daniel menjawab dengan malas.


"Aku akan antar sampai depan." Ucap kalya


...


"Aku pulang dulu ya kalya!."


"Ba,baik kak, hati-hati!!."


"Jangan canggung begitu, aku benar-benar berharap hubungan kita kembali membaik."


Kalya tersenyum dan mengangguk pertanda ia akan mengabulkan harapan Daniel.


"Ya sudah kalau begitu, bye kalya."


"Hati-hati kak."

__ADS_1


...


Bersambung..


__ADS_2