
"Ar".
"Ya tuan ?"
"Aku tidak suka kau berduaan dengan shenna!".
"Maaf tuan, sepertinya tuan salah lihat. Saya tidak pernah berduaan dengan shenna semenjak kami sudah tidak ada hubungan".
"Iya aku tahu."
"Lalu maksud tuan apa ?".
"Ya aku tidak suka jika shenna akan berduaan denganmu, meskipun itu kau lakukan karna perintah ayah. Mulai sekarang tolak hal tentang shenna, karna aku yang akan menemani nya".
"Apa... tuan cemburu ?".
"Ti,tidak siapa yang cemburu ? aku hanya tidak suka saja calon istri ku berduaan dengan laki-laki termasuk kau. Apalagi kau itu mantan kekasih nya".
"Itu namanya cemburu, dasar posesif".
"Baik Tuan".
--
Dyoza dan Arkan telah kembali ke rumah setelah jam kerja telah usai, rasanya sangat melelahkan untuk hari ini.
"Ar kau boleh pulang!".
"Baik tuan permisi, selamat beristirahat".
Arkan pun berlalu.
Saat Dyoza hendak menaiki tangga, ia melihat shenna dan Daniel sedang tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang sedang mereka bicarakan.
Dyoza mengerang kesal melihat adik sepupunya itu sangat akrab dengan shenna.
"Kenapa shenna begitu senang ? apa yang mereka bicarakan ?".
Dyoza pun menghampiri shenna dan Daniel.
"Ehemmm".
"Eh kakak, kau sudah pulang rupanya ?".
"Sedang apa kalian ?".
"Sedang mengobrol, kenapa kak ada yang kakak butuhkan ?".
"Shenna". Bukan nya menjawab justru Dyoza mengabaikan adik sepupunya itu.
"Ya ?".
"Ikut aku sekarang!". Tanpa menunggu jawaban, Dyoza pun bergegas.
Shenna melirik Daniel dengan tatapan bingung sedang Daniel hanya mengedikkan bahunya.
"Daniel, aku temui tuan raja dulu ya!".
"Hahaha baiklah, sana temui dia sebelum rumah ini terbelah menjadi dua".
"Hihi kau ini ada-ada saja!".
Shenna bergegas menyusul calon suaminya itu dengan sedikit berlari.
Sedangkan Daniel hanya menggeleng sambil tersenyum kecut.
Shenna membuka pintu yang tidak tertutup rapat, menelusuri mencari sosok calon suami.
Jreppp
"Dyoza a,apa yang kau lakukan ?".
"Hmmm kenapa ? aku hanya ingin memelukmu".
"Ta, tapi...
"Aku merindukan mu". Dyoza berbisik memotong ucapan shenna.
Shenna terdiam membiarkan sang empu memeluknya dari belakang, detak jantung shenna berdesir begitu pun dengan Dyoza. Kini tubuh mereka menempel tanpa jarak, shenna memejamkan matanya menikmati kehangatan yang di berikan Dyoza.
Dyoza melepaskan pelukannya dan mengarahkan shenna agar menghadap dirinya.
__ADS_1
"Ke,kenapa kau menatapku seperti itu ?".
"Kenapa ? aku sedang menatap calon istri ku sendiri."
"Kau mau mandi sekarang ?".
Dyoza mengangguk pelan.
"Ya sudah aku siapkan air untuk mu".
Shenna berlalu dan menyiapkan keperluan calon suaminya itu.
"Tunggu aku, jangan keluar kamar!".
"Ke,kenapa ? aku akan siapkan makan malam untuk mu".
"Aku ingin makan malam di kamar berdua denganmu!".
"Ta,tapi ada paman sama bibi".
"Mereka makan malam diluar, Barusan mengabariku".
"Hmmmm baiklah! Yasudah sana mandi".
Dyoza pun masuk ke dalam kamar mandi.
20 menit kemudian Dyoza keluar sudah menggunakan pakaian dengan handuk kecil yang melilit di lehernya sambil mengeringkan rambutnya.
"Sebentar lagi makan malam mu datang!".
"Emmmm".
Dyoza duduk tepat di samping shenna sambil menatap nya, shenna yang sedang fokus menonton acara tv pun tidak menyadari bahwa ia sedang di tatap oleh Dyoza.
"Apa yang kau lakukan dengan Daniel ?".
Shenna masih fokus pada layar tv
"Kami hanya mengobrol, kenapa ?".
"Ngobrol apa ? kenapa sampai sesenang itu mengobrol dengan nya ?".
"Lawakan ?".
"He'em".
"Lawakan apa ?".
"Ya lawakan, lelucon!".
"Kenapa kau tidak menatap ku saat berbicara ?".
"Dyoza diamlah, aku sedang menonton tv".
Klik
"Hei kenapa kau matikan TV nya ? sini remote nya!! Dyoza!!!!!!".
Dyoza mengangkat remote tv dengan tangannya hingga shenna tidak dapat meraihnya.
"Dyoza!!!".
"Ambil saja kalau bisa!".
"Ah kau ini, tidak boleh melihat ku senang sedikit ya ? Dyoza cepat kembalikan remote nya!!!!".
"Tidak!!!".
"Argh! sudahlah aku keluar saja".
"Eh eh shenna!".
"APA????".
Shenna gelagapan menangkap saat Dyoza melempar remote tv padanya.
"Aku hanya bercanda kenapa kau emosi begitu ?". Mood Dyoza seketika berubah buruk dan ia membaringkan tubuhnya dengan posisi tengkurap.
Shenna menatap Dyoza dengan sedikit tidak enak hati, benar kata Dyoza kenapa ia emosi ya ? padahal ia tahu Dyoza pasti sedang mengajaknya bercanda.
"Dyoza". Panggil shenna lembut
__ADS_1
Shenna mendekat saat tak mendapat jawaban
"Dyoza, kau marah ya ?".
Dyoza membuang muka.
"Maaf ya, aku tidak terbiasa melihat Tingkah mu yang seperti barusan."
"Pergilah! aku ingin tidur".
"Tapikan kau belum makan".
"Aku tidak lapar!".
"Dyoza kau....
Tok tok tok.
Shenna membuka pintu dan mendapati salah satu pelayan yang cukup dekat dengannya membawa nampan berisi makan malam.
"Terimakasih ya Nia".
Nia pun tersenyum dan segera pergi.
"Dyoza ini makan malamnya sudah siap, ayo makan dulu!".
"Dyoza!".
"Aku tidak lapar, kau makan saja!
"Dyoza, jangan begitu!!!!! Cepat bangun, ayo makan dulu. Kalau kau sakit bagaimana ?".
Dyoza masih setia dengan posisinya, ia benar-benar kesal dengan shenna. Dengan Daniel saja dia bisa tertawa lepas, kenapa dengannya tidak seperti itu.
"Dyoza!". Shenna menusuk-nusuk punggung Dyoza dengan jarinya, berharap Dyoza merespon.
"Jangan memancing ku shenna!".
"Memancing apa ? memang nya kau ini ikan ?".
"Diamlah!! kau berisik sekali.
"Dyoza! cepat bangun, nanti keburu dingin".
Shenna menarik nafas kasar karna tidak mendapatkan jawaban dari calon suaminya itu.
"DYOZA!!!!!." Teriak shenna keras
Dyoza merubah posisi nya dan menarik shenna ke dalam pelukan nya.
"Dyoza!". Shenna gelagapan saat dirinya berada dalam pelukan Dyoza
"Sudah ku bilang jangan memancing ku!!".
"Kenapa kau senang sekali melakukan ini ? kau ini mesum sekali sih!".
"Aku memang mesum saat bersama mu!".
Shenna bergidik ngeri mendengar nya, bagaimana bisa Dyoza mengucap nya dengan sangat santai.
"Shenna aku sudah tidak sabar menjadikan mu istri"
Shenna membeku mendengar ucapan dyoza yang membisik di telinga. Nafas Dyoza menerpa telinga nya membuat ia merinding.
Mata shenna membulat saat merasakan di bawah sana mengganjal dengan keras.
"Aaaaaaaaa". Teriak shenna panik
"Dyoza dasar mesum, dasar gila!!!!".
Shenna berlari keluar dari kamar Dyoza tanpa menoleh.
Dyoza yang merasa malu pun hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil senyum-senyum.
"Eh Junior, sabarlah sedikit! jangan bangun dulu, saat ini belum waktunya kau mengerti?."
"Hah! karna ini kesalahan mu aku bisa maklumi".
Dyoza pun menyuap hidangan yang tersedia di depannya sambil tersenyum manis mengingat shenna yang panik.
"Ahahahahahahhahahaa". Dyoza pun tertawa terbahak-bahak mengingatnya.
__ADS_1