Mantanku Majikanku

Mantanku Majikanku
Ngidam


__ADS_3

"Huekk huekk."


"Tuan apa anda sakit ?." Arkan khawatir


"Sudah beberapa Minggu ini setiap pagi aku merasa mual, tapi yang ini lebih parah. Aku seperti akan mengeluarkan sesuatu dari dalam perut ku. Huekkk." Dyoza berlari menuju toilet


Arkan pun membuntuti dengan wajah yang sangat khawatir. Benar saja, Dyoza memuntahkan seluruh sarapannya sekaligus hingga kakinya lemas.


Arkan memijat Tengkuk leher Dyoza dan sesegera mungkin ia mengambil minyak kayu putih untuk mengolesi di area leher dan hidung agar rasa mualnya berkurang, tidak lupa di area perut dan punggung.


"Sepertinya tuan masuk angin."


"Apa masuk angin itu di rasakan setiap pagi ?."


"Mungkin karna tuan sudah terlalu lelah, tuan lebih baik beristirahat. Saya akan menyelesaikan pekerjaan."


Dyoza mengangguk dan segera mencuci seluruh wajahnya.


**


***


Sesampainya di rumah bibi Hanum melihat dyoza yang terlihat lemas dan pucat, ia sangat khawatir dan segera menghampiri.


"Dyoza kau kenapa ? kenapa wajahmu pucat begitu ?."


"Sepertinya tuan dyoza kelelahan bi, tolong bibi antar tuan ke kamarnya. saya akan menelpon dokter."


"Baiklah! Dyoza sudah bibi bilang kan perhatikan kesehatan mu."


"Sudahlah bi nanti saja ceramahnya, kepala ku pusing." Protes dyoza


Shenna sangat terkejut mendapati suaminya dengan bibi Hanum.


"Sayang kamu kenapa ?." Shenna beranjak dari duduknya


"Aku tidak apa-apa sayang."


"Tapi wajahmu pucat begitu."


"Dyo kelelahan sayang, seperti nya butuh istirahat banyak.". Ucap bibi Hanum menjelaskan


"Benar sayang kamu hanya kelelahan ?." Shenna masih khawatir


"Iya sayang, beberapa Minggu ini aku sering muntah tapi baru Kali ini sampai aku merasa lemas."


Bibi Hanum mengernyitkan keningnya lalu menatap shenna yg terlihat begitu segar.


"Jangan-jangan kamu ngidam ." Ceplos bibi Hanum


"Shenna yang hamil bi, kenapa jadi aku yg ngidam." Dyoza menyandarkan bahu nya di atas ranjang.


"Itu bisa saja terjadi, banyak juga kok yang mengalami hal seperti itu. Coba kamu lihat shenna, Dia sedang hamil tapi terlihat segar dan baik-baik saja."


Dyoza memperhatikan shenna


"Kamu sehat kan sayang ?." Ucap dyoza

__ADS_1


"Aku sehat dan baik-baik saja."


"Tuh kan, kamu tidak merasa mual kan ?." sambung bibi Hanum


"Justru nafsu makan ku akhir-akhir ini bertambah bi."


"Nahhhhh berarti benar, kau yang mengalami masa ngidam di saat istri mu sedang hamil hahaha kasian sekali." ucap bibi Hanum meledek


"bibi bergurau, aku pasti kelelahan. Mana ada yang seperti itu."


"Ada!."


"Siapa ?."


"Kau! hahahahaa."


.


.


.


Di tempat lain..


"Kal kau sedang apa ?."


Kalya menoleh ke sumber suara.


"Ada apa kak ?."


"Tidak kak, hanya merapikan tas."


"Mau kemana ?."


"Pulang."


Bara melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ya ampun aku lupa kau shift pagi."


Kalya hanya tersenyum lalu segera memakai tasnya.


"Mau ku antar ?."


"Tidak perlu kak! aku mau ke supermarket dulu, stok makanan dirumah hampir habis."


"Rupanya kau mau belanja, aku ikut ya ?."


"Serius ?."


"Memangnya wajahku terlihat bercanda ?."


"Heheh, yasudah yukk!."


Kalya dan bara akhirnya memutuskan untuk pergi bersama. Kalya sebenarnya masih canggung jika terlalu dekat dengan bara, meskipun begitu bara selalu memberikan rasa nyaman pada kalya sehingga kalya bisa melupakan rasa canggung pada dirinya.


Sesampainya di supermarket...

__ADS_1


"Kau sering belanja di sini ?."


"Iya kak."


Kalya sibuk memilih cemilan yang akan ia beli, terkadang ia berfikir untuk mengambil nya atau tidak.


"Kenapa tidak jadi di ambil ?."


"Tidak apa-apa kak, yang ini saja cukup!." Ucap kalya lalu mendorong trolinya.


Bara pun menatap punggung mungil itu sambil tersenyum lalu ia mengambil beberapa cemilan yang kalya pegang.


Kalya terkejut mendapati bara meletakkan cemilan di trolinya, lalu menatap bara dengan bingung.


"Hmmm aku juga ingin beli cemilan. Tidak apa kan aku menumpang di troli mu ?."


"Tentu saja kak!." Ucap kalya tersenyum manis


"Terimakasih." Balas bara dengan senyum


--


Setelah bara membayar semua belanjaan milik kalya mereka pun kini sedang berada di sebuah cafe.


"Ini untuk terakhir kalinya ya kak!". Tegas kalya


"Kenapa sih harus di perpanjang ? Anggap saja ini teraktiran karena kau sudah bekerja dengan baik."


"Beda jalur kak!."


"Apa bedanya ?."


"Itu pekerjaan."


"Hmmm kalya.. kalya."


Setelah perdebatan berakhir mereka pun makan dengan sangat lahap, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka.


"Ohh iya kal, bagaimana hubungan mu dengan Daniel ?."


Kalya mengernyit menatap bara.


"Kenapa melihat ku seperti itu ?."


"Kenapa tiba-tiba membahas tuan Daniel ?."


"Ya tidak apa-apa, hanya ingin tau saja."


"Hmmm sudahlah kak tidak perlu di bahas."


"Oke oke baiklah, lanjutkan makannya!."


Kalya hanya mengangguk dan kembali menikmati makanan yg sedikit lagi akan habis.


..


..

__ADS_1


__ADS_2