
"Sayang kamu sakit ? muka kamu pucat." Ucap Dyoza khawatir
"Sedikit pusing dan mual, sudah beberapa hari ini aku tidak berselera makan."
"Ya ampun kenapa kamu tidak bilang, kalau parah bagaimana ? kita ke dokter ya!." Dyoza menempelkan punggung tangannya ke kening shenna.
"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat saja. Akhir-akhir ini juga rasanya ingin bermalas-malasan."
"Ya sudah kamu tidak perlu melakukan apapun, lagi pula banyak pelayan di sini. Bibi juga kan sudah melarang mu."
"Tapi kan aku harus melayani mu, kamu kan suamiku."
Dyoza tersenyum hangat mendengar penuturan istri tercintanya itu.
"Tapi jangan memaksakan diri, kamu kan lagi kurang sehat. Benar tidak mau ke dokter ?." Dyoza mengusap kepala shenna
"Tidak perlu, yasudah yukk sarapan nanti kamu telat."
"Yasudah!."
Kini mereka sudah berada di meja makan, begitupun dengan Arkan yang di paksa oleh bibi Hanum untuk sarapan bersama. Padahal dia sudah sarapan dirumahnya sendiri.
"Shenna kenapa makannya cuma di aduk-aduk begitu ?." Bibi Hanum mengernyit
"Aku tidak berselera bi."
"Kamu sakit ?."
"Tidak bi, cuma akhir-akhir ini aku sangat tidak berselera makan. Bahkan kadang setiap pagi aku selalu merasa pusing dan mual."
Bibi Hanum tercengang mendengar penjelasan shenna, ia pun tersenyum penuh arti.
"Yasudah setelah ini kamu istirahat ya, nanti bibi temani di kamar."
"Iya bi."
Arkan hanya menyimak tanpa berkomentar ia pun segera menghabiskan teh hangatnya, sebab sarapan Dyoza sudah habis.
"Kamu benar tidak apa-apa kalau aku bekerja ?."
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, justru kalau di temani kamu aku tidak bisa istirahat."
"Kau ini!." ucap Dyoza gemas mencubit hidup shenna
"Hehe."
"Yasudah aku berangkat ya sayang, muach." kecupan di kening. "Tidak perlu mengantar ku sampai depan. Habiskan saja sarapanmu."
"Baik sayang."
"Bibi kami berangkat ya."
"Hati-hati kalian."
Dyoza dan Arkan pun berlalu..
Kini shenna dan bibi Hanum berada di dalam kamar, bibi Hanum memberikan tespek pada shenna.
"Ini kan...."
"Iyaa ini tespek, bibi curiga kamu sedang hamil muda sayang."
"Kenapa aku tidak ingat kalau aku juga telat datang bulan bi."
"Aku coba ya bi."
Bibi Hanum mengangguk lalu tersenyum hangat.
Setelah beberapa menit kemudian shenna keluar dengan wajah haru, air matanya menggenang di mata cantik nya itu.
"Bagaimana ?."
"Ini bi." Shenna menyodorkan tespek pada bibi Hanum
Seketika kedua mata bibi Hanum membulat penuh, ia menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Benar dugaan bibi, selamat sayang. Bibi Sangat bahagia, ini berita membahagiakan. Kamu segera kasih tahu Dyoza dan orang tua mu! bibi mau ke bawah dulu mau kasih kabar ke ayah dan ibu mertua mu." ujar bibi Hanum begitu bahagia.
Setelah bibi Hanum hilang dari pandangan, shenna pun kembali menatap tespek di tangannya. Ia tersenyum lalu air matanya menetes, rasa bahagia bercampur haru pun menghiasi hatinya. Ia akan menjadi seorang ibu.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Dyoza pulang dengan mata berkaca-kaca, setelah mendapat pesan dari sang istri yang menunjukkan hasil garis dua posisinya sedang meeting dengan klien yang sangat penting.
"Dyoza kenapa kau sudah pulang." Bibi Hanum menautkan kedua alisnya
"Bi shenna dimana ?." Bukannya menjawab
"Ada di dalam kamar."
Dyoza pun berlari menaiki anak tangga, ia sudah tidak sabar memeluk sang istri. Ia sangat bahagia mendapat kabar bahwa ia akan menjadi seorang ayah.
Tanpa mengetuk pintu, Dyoza memeluk shenna yang tersenyum manis melihat suaminya pulang dengan cepat.
"Sayang." Ucap shenna lembut
"Aku merindukan mu." Lirih terdengar di telinga Shenna
Shenna tersenyum dan membalas pelukan sang suami.
Dyoza melepas pelukannya dan beralih memegang perut rata sang istri.
"Apa dia akan menggantikan posisi ku di hatimu ?."
Shenna tersenyum sendu.
"Kau dan calon anak kita akan menempati posisi yang sama di hatiku."
Dyoza mengarahkan shenna agar berhadapan dengannya.
"Dan kau akan selalu menjadi yang utama di hatiku dan calon anak kita."
Shenna menatap mata indah milik suami yang hampir meneteskan air matanya, ia pun segera menghapus air mata itu.
"Ah, ini air mata bahagia sayang."
Dyoza malu-malu mengatakan nya, bahkan shenna bisa melihat itu.
Akhirnya mereka kembali berpelukan.
--
__ADS_1
Hallo readers , maaf banget aku bener" sibuk dengan dunia nyata . Ini pun up karna emang lg ada waktu aja, aku berharap kalia tetap nunggu kisah Dyoza dan shenna yaaa ..
Doa ku semoga kalian semua sehat dan lancar menjalani aktivitas , salam sejahtera 🥰🥰