
"Shenna aku serius!! shenna berhenti! hey bodoh, aku tidak bercanda. Arrrggghhhh!!!". Dyoza kesal sendiri karna shenna benar-benar tidak menanggapinya, ia menjambak sendiri rambutnya dengan geram. Sedangkan yang di panggil tidak memasang telinga untuknya.
--
Tok tok tok...
"Masuk". Ucap Daniel
"Hai!".
"Shenna". Daniel begitu bersemangat saat mendapati siapa yang ada di hadapannya sekarang
"Kau merindukanku ?". Tanya shenna tersenyum
"Tentu saja. Kemarilah aku ingin memelukmu."
Shenna dan Daniel pun saling memeluk satu sama lain, layaknya seorang kakak dan adik. Tapi sayangnya Daniel tidak beranggapan seperti itu.
"Bagaimana keadaan mu Daniel ?."
"Aku semakin sakit jika kau tidak melihat ku hari ini." Jawabnya lirih
"Jangan begitu, kalau kau tidak sembuh dengan cepat bagaimana bisa kau mengajakku jalan-jalan."
"Habis nya kau selalu melayani kakak." Ucapnya merajuk
"Tuan Dyoza sungguh sakit, kau belum lihat kan pinggangnya sangat memar dan bengkak ?".
"Memang apa yang di lakukan kakak ?."
Mendengar pertanyaan Daniel shenna sedikit gugup.
"A,aku tidak tahu." Jawab shenna mengalihkan pandangannya
"Sudahlah jangan bahas kakak."
"Baiklah! kau mau makan sesuatu ?."
"Tidak! aku sudah kenyang, bibi selalu menyuruh ku makan. Lihatlah perut ku sampai buncit begini!!."
Shenna terkekeh mendengar ucapan Daniel yang menurutnya sangat menggemaskan itu, entahlah shenna memang sedari dulu ingin memiliki adik laki-laki yang bisa berbagi cerita. Dan entah takdir atau apa sosok yang shenna inginkan itu ada di Daniel, Tampan, baik hati, menggemaskan dan sedikit polos.
"Kau ini memang adikku yang paling menggemaskan." Ucap shenna seraya mengacak rambut Daniel
Mendengar itu, Daniel tersenyum miris namun ia menyembunyikan nya segera. Ia memaksakan dirinya untuk terlihat senang mendengar ucapan shenna.
"Kalau begitu peluk aku lagi!". Pintanya sambil melebarkan kedua tangannya
"Tentu!." Shenna tersenyum melihat Daniel yang keadaannya sudah membaik
--
"Apa ia menolak ku ?." Ucap Dyoza gelisah
"Aaarrgghhhh!!!!." Dyoza mengacak-acak rambutnya merasa frustasi
"Bagaimana bisa ia menolak sebelum berfikir ? dan apa tadi katanya, becanda ? hah! siapa yang akan becanda seperti itu, dasar gadis bodoh! Kenapa dulu banyak yang menggilai gadis bodoh seperti mu ??? aaarrgghhhh."
__ADS_1
Di dalam kamar, Dyoza terus berbicara sendirian layaknya orang gila. Dyoza benar-benar tidak habis pikir bahwa shenna tidak menanggapinya sama sekali.
"Yasudah aku tinggal dulu ya." Ucap shenna
"Aku masih rindu padamu shenna."
"Aku mau mengambil pakaian di laundry. Bye!."
"Hufffff." Daniel sudah tidak bersemangat lagi saat shenna keluar dari dalam kamar nya.
Tok tok tok...
"Masuk." Ucap Dyoza lesu
Shenna masuk ke ruang pakaian dan segera meletakkan pakain bersih Milik Dyoza.
Dyoza menatap shenna yang sedang memunggunginya.
"Shenna."
"Kenapa, kau butuh sesuatu ?". Tanya shenna masih memunggungi Dyoza
Dyoza berjalan menghampiri shenna dan memeluknya dari belakang.
Mata shenna membulat penuh mendapati dyoza memeluknya dari belakang.
"Dyoza, a,apa yang kau lakukan ?". Shenna membeku
"Sebentar saja, aku ingin memelukmu seperti ini." Ucap Dyoza lirih, hembusan nafasnya mengenai leher shenna membuat nya merinding setengah mati. "Jangan bergerak!".
"A,aku... aku....
Cukup lama Dyoza memeluk nya, shenna pun tidak berani bergerak lagi.
"Dyoza!."
"Shenna apa kau tidak mau memberiku kesempatan lagi ?."
Shenna terdiam
"Aku mohon beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu."
Deg....
Detak jantung shenna berpacu lebih cepat, rasanya waktu seperti berhenti.
Shenna menarik nafas panjang "Dyoza kau jangan bercanda, aku cuma seorang pelayan."
Dyoza melepas pelukannya dan membalikkan tubuh shenna agar saling berhadapan.
Dyoza menatap wajah cantik itu, bibir merahnya yang selalu membuat dirinya tergoda.
"Aku tidak peduli kau seorang pelayan atau apapun, shenna aku mencintaimu dan jangan berfikir aku masih sama seperti dulu."
Shenna membeku, lidahnya terasa kelu. Ia bingung harus menjawab apa.
"Apa kau tidak memiliki perasaan sedikit pun kepadaku ?."
__ADS_1
Shenna menggeleng pelan, namun matanya masih menatap Dyoza.
Dyoza menyentuh wajah shenna dengan lembut, wajah shenna yang halus membuat Dyoza enggan melepas tangannya. Dyoza mengamit dagu shenna ketika shenna menunduk, ia mengarahkan matanya pada bibir shenna.
Dyoza mendekatkan wajahnya hingga jarak yang begitu dekat, shenna mendongak saat tangan Dyoza sedikit memaksa wajahnya.
Cup
Sesuatu yang begitu kenyal dan lembut mendarat dengan sempurna di bibir shenna.
Detak jantung keduanya berdetak hebat, Dyoza melepaskan bibir itu dan menyatukan keningnya pada kening shenna.
"Apa sekarang kau tidak memiliki perasaan padaku ?".
Shenna masih menggeleng kaku
Dan lagi, Dyoza kembali mengecup bibir manis shenna. Namun kali ini sedikit menuntut, kedua tangan nya memeluk pinggang shenna agar menempel pada tubuhnya.
Pagutan yang Dyoza berikan sedikit membuat shenna kehabisan oksigen, bahkan Dyoza tidak memberi kesempatan untuk Shenna. Dyoza mengeratkan pelukannya pada shenna, sepertinya Dyoza sedikit kesal karna shenna tidak mengakui perasaannya pada Dyoza.
Saat di rasa shenna kehabisan nafas, Dyoza pun melepaskan pagutan itu. Dada shenna narik turun membuat buah dada shenna begitu menggoda di mata Dyoza.
"Katakan kau juga mencintai ku shenna". Ucap Dyoza dengan suara yang terdengar seksi di telinga Shenna.
Tidak mendapatkan jawaban, Dyoza menatap sendu mata shenna. Dengan tatapan menginginkan membuat shenna sedikit takut dan waspada.
Sadar akan ketakutan shenna membuat Dyoza memeluk nya dan mengusap lembut kepala shenna.
"Aku akan melakukannya jika kita sama-sama menginginkannya." Ucap Dyoza berbisik
Shenna menggeliat merasa geli dengan hembusan nafas Dyoza yang mengenai telinga nya.
"Shenna, aku mau kau memberiku kesempatan." Ujar Dyoza berharap
Cukup lama shenna terdiam, berfikir jawaban apa yang akan ia berikan. Shenna sebenarnya sedikit memiliki perasaan yang masih tersisa sampai saat ini, tapi ketakutannya membuatnya tidak berani membuka pintu hatinya untuk Dyoza.
Rasa sakitnya masih begitu terasa meskipun ia mencoba untuk berdamai pada masa lalunya itu.
"Aku akan membuktikan padamu tentang perasaan ku ini shenna, apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu." Ucap Dyoza menegaskan
Shenna mengangguk pelan membuat Dyoza tersenyum cerah.
"Apa maksudnya itu ?".
"Aku memberi mu kesempatan, tapi jika kau menyakiti ku. Aku tidak akan pernah kembali membuka hatiku untuk mu Dyoza, kau harusnya tau kenapa aku seperti ini."
Dyoza mengangguk pasti
"Maafkan aku yang dulu, maafkan semua kesalahanku di masa lalu. Aku akan membuktikan bahwa aku sudah berubah".
Shenna mengangguk dan Dyoza memeluknya kembali. Ia kembali mengeratkan pelukannya melingkar kan tangannya di pinggang shenna yang ramping.
Ia kembali menyerang shenna, ciuman kali ini begitu lembut dan tidak menuntut lebih.
--
---
__ADS_1
---
Bersambung ...