
Sudah 1 Minggu Daniel selalu mampir kerumah Kalya untuk menagih makan malamnya, tidak muluk-muluk Daniel hanya meminta di buatkan makan malam yang biasa Kalya buat.
Bahkan kini Daniel sedang asyik menonton tv di rumah Kalya dengan posisi kaki naik ke atas meja.
"Oh Tuhan apa semua orang kaya seperti dia ?."
Kalya menggerutu kesal di buatnya, sebab Daniel selalu betah berlama-lama di rumahnya. Entah apa yang ia cari dari sosok Kalya, bahkan pernah sesekali Daniel berniat menginap dirumahnya. Kalya sampai memohon dengan alasan pemilik rumah yang ia sewa sangat galak.
"Kak Daniel."
"Hmmmm."
"Ih kenapa cuma jawab hmmm coba."
Daniel menatap Kalya saat Kalya tak kunjung berbicara.
"Ada apa ?."
"Apa kamu tidak mau pulang kak ?." Kalya dengan ragu bertanya
"Kenapa kau senang sekali mengusir sih ?." Daniel berdecak lalu mematikan tv. Sepertinya sudah tidak berselera
"Bu,bukan kak. Bukan begitu maksud saya."
"Lalu apa ? Kau tidak senang ya aku datang kesini setiap hari ? jangan-jangan makanan yang selalu kau buatkan untukku itu di dalamnya kau kasih bumbu mantra."
Kalya terbelalak mendengar ucapan Daniel.
"Ma, maksud kakak apa ? saya tidak pernah tuh memberikan bumbu aneh di dalam masakan saya untuk kakak."
"Maksud aku itu bumbu sumpah serapah, kamu pasti tidak ikhlas dan selalu mengumpat di belakang aku kan ?." Daniel gusar
"Astaga kak, tidak kok!! sumpah."
"Lalu kenapa kau selalu mengusir ku, hah ?."
"Maaf kak, sa,saya hanya tidak nyaman saja kakak berlama-lama disini. Saya takut nanti ada teman kerja yang lihat. Kakak kan tahu kalau rumah saya ini dekat dengan cafe, terkadang mereka beramai-ramai suka mampir tiba-tiba."
"Hah." Daniel mendesah
"Maaf kak, jangan tersinggung! saya hanya tidak mau ada yang salah faham. Apalagi saya ini kan hanya seorang pelayan, saya tidak mau teman-teman saya berpikir kalau saya itu mendekati kakak karna ada sesuatu."
Daniel melirik Kalya yang sedang menunduk sedih, Daniel jadi merasa bersalah sekarang. Sejujurnya ia melakukan ini karna ia memang menyukai masakan Kalya yang sangat mirip dengan rasa masakan ibu nya dan tentunya menghindar dari shenna agar ia bisa melupakan perasaannya pada shenna.
"Maafkan aku Kalya, seharusnya aku tidak memanfaatkan mu untuk menghindari gadis yang aku cintai."
"Apa kau menangis ?." Daniel memastikan
Kalya menatap Daniel lalu menggeleng.
"Tidak, siapa yang menangis ?."
"Hmm syukurlah, aku kira kau menangis. Yasudah aku pulang, maaf ya Kalya. Btw besok buatkan aku mie rebus saja, aku ingin makan mie rebus. Oh ya, jangan lupa telur nya setengah matang. Mie nya sudah aku letakkan di dapur."
Kalya tercengang mendengar nya, selama ini Daniel memang selalu menyiapkan bahan mentah agar Kalya tidak perlu menghabiskan uangnya untuk Daniel.
"Selamat malam." Ucap Daniel seraya menutup pintu.
Kalya tersadar lalu dia hanya menatap pintu yang sudah tertutup rapat.
"Bahkan hanya makan mie rebus harus di rumah kecil ku ini ?." Gumam Kalya
__ADS_1
--
"Sayang sini peluk aku." Ucap Dyoza manja
"Sebentar sayang, aku sedang merapikan pakaianmu."
"Ah kenapa lama sekali, kau sengaja ya ?".
Shenna berdecak, suaminya ini benar-benar membuat nya kualahan karna begitu manja.
"Kau ini kenapa tidak sabaran sekali sih ?."
..."Cepatlah! kenapa banyak sekali bicara ?."...
"Yang banyak bicara itu kan kamu."
Dyoza merentangkan kedua tangannya dan memeluk sang istri dengan erat. Ia menghirup aroma tubuh shenna yang membuat nya begitu nyaman.
"Kenapa wangi tubuhmu enak sekali, aku kan jadi ingin memakanmu."
Saat shenna hendak meloloskan diri, namun terlambat. Tubuh shenna sudah jatuh ke dalam Kungkungan Dyoza.
"Mau kabur, hmmm ?." Dyoza tersenyum miring
"Ti, tidak! aku hanya ingin ke kamar mandi."
"Alasan!."
Cup
Dyoza mengecup bibir yang selalu menjadi candu baginya.
Pergulatan di bawah selimut pun di mulai...
"Maaf Tuan Daniel kita sudah tutup." Ucap salah satu pelayan
"Aku mencari Kalya, apa dia ada ?."
"Kalya sedang berkemas di dalam, mau saya panggilkan ?."
"Biarkan saja, aku akan menunggu nya di sini."
Kalya menatap Daniel dengan terkejut.
"Untuk apa dia kesini ?."
"Tuan Daniel."
Daniel tersenyum manis dan menarik erat lengan Kalya lalu bergegas keluar.
"Tuan apa yang kau lakukan ?."
"Kakak!." Ucap Daniel mengingatkan
"Tapi, ini tempat kerja."
"Tapi kan mereka tidak akan mendengar."
"Oke! kak ada apa, kenapa kau kemari ?."
"Aku menjemputmu, aku ingin makan mie rebus buatan mu."
__ADS_1
"Tapi kak, ini sudah lewat jam makan malam. Bahkan saya tadi sudah mengirim pesan kalau saya lembur sampai malam."
"Justru itu aku menjemputmu sekarang, kau tahu tidak aku menahan perutku sampai keroncongan begini."
"Aku tidak menyuruhmu melakukan itu."
"Kenapa diam ? ayo!!!."
"Apa kau menahan rasa lapar demi ingin makan mie rebus buatan ku kak ?."
"Tentu! kenapa bertanya ? ayo!!!."
Daniel menggiring Kalya untuk masuk ke dalam mobilnya, lalu tanpa ragu menuju rumah Kalya.
--
"Wahh ini mie terenak yang pernah aku makan." Ucap Daniel mengusap perutnya
"Kenapa berlebihan sekali."
Kalya hanya tersenyum paksa.
"Besok aku mau makan apa ya ?."
"Uhhukk.. uhukk.."
"Hei kal hati-hati, kenapa terburu-buru makannya ? santai saja!."
"Aku batuk karna ucapanmu!!."
Kalya menenggak air yang di sodorkan Daniel dengan tergesa-gesa.
"Hei pelan-pelan!!."
Kalya mengusap bibir dengan punggung tangannya.
"Kal, besok mau tidak jalan-jalan bersama ku ?."
"Hah, kemana ? saya besok masuk kerja kak!."
"Masuk pagi kan ? yasudah pulang kerja saja, bagaimana ?."
"Memangnya kamu gak kerja kak ?."
"Kerja lah, nanti aku menunggu mu di mall xx kita bertemu di sana."
"Mmmhh baiklah, kita nonton ya!."
"Tentu apapun yang kamu mau."
"Asssiiikk."
Daniel tersenyum melihat Kalya kegirangan.
"Dia sebenarnya manis dan terlihat lucu kalau seperti ini. Sangat menggemaskan, seperti nya aku berhasil memanfaatkan nya agar aku bisa melupakan perasaan ku pada shenna."
Kalya tidur dengan nyenyak saat Daniel sudah pulang. Begitupun dengan Daniel, saat sampai rumah ia hanya bertegur sapa pada bibi kesayangannya lalu izin untuk masuk kamar.
Sedangkan 2 pasang manusia sudah lelap setelah pergulatan yang cukup panjang dan menguras tenaga.
-
__ADS_1
-
Hai jangan lupa like nya yaaaa 🥰