Mantanku Majikanku

Mantanku Majikanku
Hotel


__ADS_3

Shenna berlari menuju kamarnya , entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Ia mengunci pintu kamar nya dengan double kunci yang tersedia di hotel mewah itu takut hal yang sama terulang kembali pikirnya. Ia sebenarnya masih kesal dengan Arkan yang masuk dengan tiba-tiba tanpa permisi, bahkan memiliki satu kunci ganda.


"Ya Tuhan kenapa aku harus di kelilingi dengan dua laki-laki kurang ajar"


Shenna memukul-mukul bantal dengan geram, ia bahkan ingin sekali berteriak sekuat-kuatnya saat ini.


"Apa karena aku seorang pelayan, mereka jadi seenaknya padaku ? hiks"


Shenna menatap wajahnya dari pantulan kaca, ia menghapus segera air matanya.


"Tidak shenna, jangan menangis! kau gadis kuat, oke kita selesaikan hari ini. Bertahanlah! Kau pasti bisa shenna, kau bisa! SEMANGAT!!!!!"


Sementara di kamar lain.


"Apa aku sudah gila, kenapa dada ku terasa sesak ?"


Dyoza memukul-mukul dadanya sedikit keras, dan membuka satu kancing kemeja nya ia terasa gerah saat mengingat kejadian tadi.


"Seharusnya aku tidak menariknya, bodoh! kenapa gadis itu menyebalkan sekali, aaarrggghhhh bodoh!"


Dyoza memaki-maki dirinya sendiri, namun senyuman tipis tergambar dari wajahnya. Seketika rasa bahagia dyoza rasakan saat ini.


Entah apa yang dyoza rasakan saat ini adalah cinta atau hanya hiburan sesaat baginya, tapi dyoza hanya bisa tersenyum.


**


Keesokan harinya Dyoza dan Arkan pergi untuk melakukan pekerjaan, sedangkan shenna hanya menunggu di dalam kamar sambil menikmati sarapan paginya.


"Kenapa aku harus ikut kalau kegiatan ku saja sama seperti setiap harinya ? Dasar Dyoza selalu tidak jelas dari dulu tujuannya apa, padahal Tuan Arkan yang menemani nya itu sudah sangat cukup. buang-buang uang saja"


Shenna terus mengomel sendiri, bahkan sesekali ia melirik jendela. Ingin rasanya ia berjalan-jalan keluar mencari angin segar, tapi sebelum pergi Dyoza sudah melarangnya lebih dulu.


"Kalau kau bukan majikan ku sudah habis ku Jambak rambut mu itu. Hah kesal sekali aku ini, kenapa harus kebetulan seperti itu. Mantan kekasih ku yang benar-benar aku benci sekarang setiap hari aku harus menghadapi nya, bahkan melayaninya. Aaaaaaa mimpi apa aku ini sebenarnya"


Shenna merasa frustasi sendiri jika memikirkan nya, ia segera menghabiskan sarapannya dan tidak tahu akan melakukan apa setelah itu.


**


"Syukurlah kerjasama kita berjalan dengan lancar"


"Sepertinya semua karna pesona mu tuan"


"Haha kau ini terlalu memuji Ar, semua berkat kau yang selalu mendampingi ku"


"Dengan senang hati tuan"


"Sudah waktunya makan siang"


"Apa tuan mau makan di luar ?"


Dyoza terdiam ia teringat shenna.


"Apa shenna sudah makan siang ?"


"Sepertinya ia sedang makan dengan lahap"


"Baiklah! kita makan di luar"


"Mari tuan"


Dyoza dan Arkan akhirnya memilih makan siang di luar hotel, sedangkan shenna masih sangat kesal dengan mereka berdua. Namun, tidak mengurangi rasa lapar di perutnya. Makannya begitu lahap, sepertinya ia sangat senang karna di tinggal sendirian di hotel.


Tidak butuh waktu lama dyoza dan arkan menyelesaikan makan siangnya .


"Kita langsung ke hotel saja Ar, badan ku sedikit pegal"


"Baik Tuan"


Di dalam perjalanan entah mengapa Dyo selalu teringat dengan shenna, pikirannya selalu terbayang akan wajah nya.


"Sepertinya aku sudah gila"


"Ya tuan ?"

__ADS_1


"Ah tidak"


Arkan kembali fokus mengendarai, namun dari kaca ia melihat senyuman tipis dari bibir Dyoza.


**


Dua puluh menit sudah shenna tertidur, ia benar-benar bosan hampir seharian hanya di dalam kamar saja. Rasanya begitu lelah walaupun hanya duduk dan makan saja.


"Tok tok tok"


suara ketukan pintu kamar terdengar namun tidak ada jawaban dari dalam, bahkan Arkan memencet bel berkali-kali pun tetap tidak ada jawaban.


"Sedang apa sebenarnya ia di dalam ?"


"Mungkin sedang mandi Tuan"


"Kau gila ini jam berapa"


Arkan hanya teringat tentang kejadian tempo hari.


"Mungkin sedang tertidur"


"Di saat kerja ia tertidur, enak sekali dia. Ar berikan kunci kamar ini biar aku yang membangunkan nya"


Arkan segera memberikan kunci pada Dyoza.


"Baiklah kau boleh istirahat"


Arkan menundukkan kepalanya dan segera berlalu.


"Bisa-bisanya tertidur di saat bekerja"


Dyoza membuka pintu kamar shenna dengan suara pelan lalu memasuki kamar yang nampak sunyi itu. Ia terus melangkah hingga melihat shenna yang sedang terbaring dengan nyaman.


Dyoza semakin mendekati shenna, sampai ia melihat wajah shenna yang begitu tenang. Dyoza memandangi wajah shenna yang murni tanpa make-up, begitu cantik alami.


"Padahal kamu sangat baik, kenapa dulu aku dengan mudahnya memainkan perasaan kamu ya ? Seandainya aku memberi kesempatan untuk diriku sendiri agar bisa lebih mengenal kamu lebih jauh". Gumam Dyoza


" Hmmm Nyaman sekali ia tidur". Dyoza masih berbicara sendiri sambil menatap wajah shenna.


Dyoza pun segera meninggalkan kamar milik shenna, ia membiarkan shenna tidur dengan nyenyak.


**


Dyoza pun berbaring dalam kamarnya, ia menelpon arkan agar kepulangan nya di tunda hingga besok. Ia ingin membiarkan shenna tidur lebih lama lagi.


Shenna terbangun dari tidurnya ia meluruskan tubuhnya agar lebih nyaman lagi, shenna melihat jam dinding ia pun terkejut karna waktu menunjukkan pukul 15.00 sore.


"Astaga apa tuan dyoza dan tuan Arkan meninggalkan ku di hotel sendirian ?".


shenna pun terburu-buru bangun dari tidurnya dan berniat untuk ke kamar Dyoza.


"Tidak mungkin mereka meninggalkan ku, seharusnya sekarang keberangkatan untuk pulang. Ya Tuhan kenapa mereka tidak membangunkan ku".


Shenna menangis sesegukan, sambil mengetuk pintu kamar dyoza.


"tok..tok..tok"


"Tuan apa kau di dalam ? Tuan, tuan Dyoza"


"Tok.. tok..tok"


"Tuan, hiks. mereka benar-benar meninggalkan ku"


"tok..tok.. tok"


"Tu....*"


ceklek


Suara pintu terbuka membuat shenna terkejut dan menghentikan tangannya untuk mengetuk.


"Kenapa kau berisik sekali ? Aku tidak tuli"

__ADS_1


"Tuan"


Dyoza terkejut karna shenna dengan tiba-tiba memeluknya.


"Kau kenapa ?"


Dan di saat itu pula shenna melepaskan pelukannya.


"Ma, maaf tuan saya kira anda meninggalkan saya. maaf saya ketiduran"


"Kau menangis ?"


Shenna mengangguk pelan.


"Masuklah!"


shenna pun mengangguk pelan.


"Duduklah aku akan mengambilkan air minum untukmu"


shenna masih menunduk dan menghapus air matanya.


"Minumlah! aku tidak mungkin meninggalkan mu, aku bukan laki-laki gila"


"Maafkan saya Tuan, saya bukan bermaksud untuk berkata seperti itu. Saya hanya terkejut saat terbangun, seharusnya ini penerbangan kita untuk pulang"


"Jangan pikirkan itu, aku yang menyuruh Arkan menunda penerbangan kita. aku butuh istirahat sebentar hari ini, jadi besok siang kita akan pulang"


Shenna menatap Dyoza lalu menunduk.


"Ada apa ?"


"Ma,maafkan saya soal tadi. Saya hanya merasa senang ternyata tuan masih ada di dalam kamar"


"Sudah tidak usah di bahas, kalau kau ingin beristirahat kembali silahkan istirahat lah"


"Apa tuan sudah makan ?"


"Aku sudah makan dengan Arkan"


"Baiklah kalau begitu, saya akan kembali ke kamar"


"Shenna"


"Ya tuan"


"Mmmmhhhhh"


"Apa ada yg tuan butuhkan"


"Ah tidak, sudah lupakan saja! kembalilah ke kamar mu"


"Baiklah tuan, permisi"


Shenna meninggalkan kamar dyoza dengan perasaan lega, untung lah ia tidak di tinggalkan oleh dyoza dan Arkan.


"Apa setakut itu sampai dia menangis ? apa dulu sebenernya shenna gadis yang lembut dan hangat"


Dyoza berbicara dengan pikirannya sendiri, sejujurnya ia belum tahu jelas tentang shenna yang sebenarnya. Yang ia tahu adalah shenna gadis cantik yang mempunyai banyak penggemar dan yang ia dengar shenna adalah gadis sombong yang selalu mengacuhkan para penggemarnya itu.


"Ahhh untuk apa juga aku memikirkan nya"


dyoza pun berbaring kembali, matanya menatap langit-langit kamar. seketika bayangan masa lalunya bersama shenna yang bisa di bilang singkat pun hadir dalam kepalanya.


"Pasti kau sedih sekali, sekarang hidup mu berubah 180°. Seharusnya saat ini kau masih menikmati kehidupan mu yang dahulu. Mungkin takdir memang sedang mempertemukan kita Shen, apa kau sadar akan hal itu ? hmmm".


__


Hallo hallo .. kita bertemu lagi, maaf yaaa aku update nya jarang banget karna sibuk ngurus anak dan suami aku hihi ..


yukkk yg udah nungguin cerita selanjutnya, di baca dan jangan lupa komen serta likenya yaaaa .. Upssss vote nya juga jangan lupa .


Happy reading ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2