
Arkan berdiri di depan jendela kamarnya menatap pantulan cahaya lampu gedung. Malam ini entah mengapa hatinya gelisah, bahkan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini selain menatap gedung-gedung tinggi.
Tiba-tiba pikirannya melayang saat dimana ia menjalin hubungan dengan shenna, ia sedikit tersenyum namun seketika sadar dan menggeleng kuat kepala nya.
"Aku sudah move on." Gumamnya menekan
Tapi, ia lemas setelah mengucap kata move on. Ia memilih duduk lalu menyeruput teh hangatnya yang terasa hambar padahal ia sudah memasukkan gula.
"Move on Ar, shenna sudah bahagia dan itu yang kamu mau. Anggap saja dulu adalah sebuah kesalahan. Ya benar! kau dan shenna dulu itu sebuah kesalahan".
Arkan menjambak rambut nya Sendiri, ia merasa frustasi. Seperti nya kata move on yang ia ucapkan hanya sekedar terucap dari mulut saja tetapi hatinya berkata lain.
"Shenna hamil berarti shenna sudah melupakan mu Ar dan itu adalah hal yang kamu inginkan, jadi sekarang kamu harus bisa melupakan shenna. Istri bos mu ar, ingat itu!!!".
Arkan berbicara sendiri untuk menyemangati dirinya. Dengan siapa lagi ia berbicara kecuali dengan dirinya sendiri, ia malu untuk berbagi cerita dengan orang lain. Ia bisa di anggap manusia yang paling tidak tahu malu karna mencintai istri bos nya sendiri.
Malam semakin larut dan kini Arkan sudah merebahkan tubuhnya dengan nyaman, namun matanya masih terjaga menatap langit-langit kamarnya. Rasanya begitu sunyi, padahal hari-harinya setelah pulang bekerja memang sunyi. Tapi, kali ini berbeda. Namun entah apa yang membuatnya berbeda.
..
Matahari pagi menampakkan cahayanya, burung-burung mengeluarkan suaranya saling bersahutan. Wajah tampan itu terkena sinar hangat sang mentari yang cahayanya lolos melalui jendela. Keningnya sedikit berkerut, seperti nya akan terbangun dari tidurnya yang kurang nyenyak.
Akhirnya sang pemilik wajah tampan itu membuka mata indahnya. Arkan mengusap wajahnya lalu melihat jam. Seperti nya lari pagi akan membuat dirinya cukup membaik.
__ADS_1
Di taman kota banyak orang-orang yang berolahraga bahkan ada keluarga kecil yang ikut meramaikan tempat tersebut, bukan hanya sekedar berolahraga tapi sekalian piknik untuk menyenangkan hati anak dan istri. Liburan yang sederhana tapi begitu hangat.
Arkan duduk dan menenggak minuman nya yang baru ia beli, berlari berkeliling taman kota beberapa putaran lumayan menguras tenaganya.
Ia sedikit tersentak saat ada wanita yang tiba-tiba duduk di sebelahnya namun dengan jarak yg lumayan jauh. Arkan melirik sebentar lalu membuang pandangannya kearah lain. Seperti nya habis berolahraga juga, pikir nya.
"Hei hati-hati!!!".
Wanita itu berteriak membuat Arkan sedikit terkejut. Ia melihat wanita yang duduk di sebelahnya itu membantu anak kecil yang jatuh.
"Kau tidak apa-apa?".
"Tidak apa-apa tante!".
"Mana ibumu ?".
Gadis kecil itu menunjuk sang ibu muda yang sedang berlari mendekat.
"Kamu tidak apa-apa nak ?". Sang ibu khawatir
"Tidak apa-apa Bu, Tante cantik ini tadi bantuin aku".
"Terimakasih...".
__ADS_1
"Salsa, namaku salsa". sela salsa
"Ah terimakasih salsa, namaku Ana.
"Sama-sama Ana, hei gadis kecil siapa nama kamu ?".
"Namaku Maurin tante".
"Wah nama yang cantik seperti wajahnya. Lain kali hati-hati ya jangan berlari".
"Baik Tante".
"Kalau begitu kami permisi, terimakasih sekali ya salsa".
"Tidak perlu sungkan, anakmu sangat cantik".
"Terimakasih ya. Ayo nak pamit ke Tante salsa".
"Bye-bye Tante salsa".
"Bye maurin".
Tanpa di sadari Arkan tersenyum melihat interaksi tiga wanita di hadapannya, padahal baru Pertama kali bertemu namun seolah-olah mereka seperti sahabat lama yang baru berjumpa dan melepas rindu.
__ADS_1
Salsa kembali duduk, ia kembali menenggak minuman nya. lalu meluruskan kedua kakinya dan memilih untuk memainkan ponselnya.
Sedangkan Arkan melirik sekilas salsa. Ia pun melihat jam di tangannya dan memilih untuk pergi dari tempat itu.