
Semua pelayan menikmati liburannya dengan gembira, hanya beberapa pelayan saja yang masih bekerja di akhir pekan namun hanya setengah hari.
Shenna adalah termasuk pelayan yang bekerja setengah hari di akhir pekan, namun kepala pelayan memberikan kebebasan untuk tidak bekerja di akhir pekan karna kepala pelayan sendirilah yang akan menggantikan tugasnya.
"Berisitirahat lah Nona, aku yang yg akan menggantikan mu."
"Ta,tapi Kepala pelayan saya tidak enak hati menerimanya."
"Selama ini kau bekerja dengan semangat, anggap saja ini hadiah dariku untukmu."
"Tapi kepala pelayan."
"Sudah sudah, beristirahat lah kau butuh menyegarkan isi kepala mu. Tapi, jangan keluar dari lingkungan rumah, oke!."
"Hmm baiklah, terimakasih banyak kepala pelayan."
"Jangan sungkan."
"Baru saja aku ingin meminta izin untuk pulang bertemu dengan ibu dan ayah. Sepertinya kepala pelayan bisa membaca isi pikiran ku."
Meskipun hanya liburan di rumah majikan, Shenna begitu gembira karna hari ini ia tidak bertemu dengan Dyoza di akhir pekan.
"Tok..tok..tok"
"Masuklah untuk apa kau mengetuk pintu ?."
Dyoza sedang memainkan ponselnya tanpa melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa kau lama sekali, sudah bosan kau bekerja di sini ?."
"Awww , kau ?." Dyoza terkejut saat yang ia lihat adalah kepala pelayan yaitu bibi nya sendiri.
"Apa ?."
"Lohhh kenapa bibi, kemana shenna ? Aduuhhh telinga ku sakit bi."
Bukannya menjawab justru Dyoza mendapat ceramah dari bibi nya.
"Oohhh jadi seperti ini kau memperlakukan nona shenna ? seperti ini kau bersikap padanya ?."
"Bi,bibi tidak seperti itu, aku hanya bercanda bi."
"Sial"
"Dyoza sudah berapa kali bibi bilang bersikap lah yang baik pada nona shenna, kau jangan memperlakukan nya dengan buruk!."
"Kenapa bibi selalu membelanya ?."
"Karna bibi mu ini perempuan, tidak terima dengan perlakuan kasar laki-laki meskipun itu keponakan bibi sendiri. kau mengerti ?!."
Dyoza hanya mengangguk pasrah dengan apa yang bibi nya ucapkan, jika tidak bisa sampai malam bibi nya mengoceh.
"Bibi belum menjawab pertanyaan ku, kemana shenna kenapa bibi yang datang ?."
"Ooohhh kau sudah tidak butuh bibi rupanya ?."
"Kenapa bibi sensitif sekali sih"
"Bibi kenapa kau jadi berfikir yang tidak-tidak."
Dyoza mulai memeluk lengan bibi nya itu.
"Aku kan hanya bertanya, bukankah seharusnya shenna yang melayani ku setengah hari ?."
"Nona shenna libur panjang, jadi bibi mu ini yang menyiapkan semua kebutuhan mu di akhir pekan."
"Apa ? padahal aku ingin sekali liburan di rumah dengan shenna."
"Kenapa kau diam ?."
"Ah tidak bi, baiklah kalau begitu."
"Kau tidak suka ?."
"Tentu saja suka, bibi kan orang yang paling ku sayang."
Kepala pelayan hanum mengusap lembut kepala keponakan nya itu dengan rasa sayang yang tidak pernah berkurang sedikitpun.
**
Shenna mengobrol bersama pelayan lainnya, dengan pakaian rumahan mereka duduk manis bersama di temani banyak cemilan.
Mereka saling bertukar pikiran dan saling mendengar cerita satu sama lain, rasanya shenna begitu beruntung mempunya teman yang saling menerima kondisi dirinya. Bahkan tidak ada yang mencela satu sama lain. Justru dukungan lah yang shenna dapatkan dari mereka.
Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba semua terdiam sejenak saat melihat Arkan datang ke rumah belakang yaitu tempat para pelayan beristirahat.
Semua berdiri hormat pada Arkan.
"Kenapa kalian berdiri ? duduklah kembali, lanjutkan mengobrol nya."
Sinta Salah satu pelayan senior memberanikan diri untuk bertanya.
"Apa ada yang tuan Arkan butuhkan ?."
"Tidak ada, aku hanya kebetulan lewat untuk mengecek ruangan."
__ADS_1
Kening Sinta mengkerut merasa bingung dengan jawaban Arkan, namun tidak berani bertanya lagi ia hanya mengangguk.
Arkan melirik ke arah shenna yang sedang menunduk bersama pelayan lainnya .
Sinta yang sedari tadi memperhatikan tingkah aneh Arkan tersenyum saat mendapati Arkan sedang memandang ke arah shenna.
"Baiklah kalau begitu aku permisi."
"Silahkan tuan."
Setelah Sinta yakin Arkan sudah tidak terlihat ia pun bergegas mengajak pelayan lainnya untuk duduk kembali.
"Sudah, duduklah tuan Arkan sudah pergi."
Mereka membuang nafas lega secara bersamaan, begitu tegangnya mereka yang tiba-tiba kedapatan Arkan datang ke rumah belakang khusus pelayan.
"Kenapa tuan Arkan tiba-tiba datang kesini, tidak seperti biasanya?."
"Entahlah, jantungku langsung berdegub kencang saking takutnya."
"Oohh tuhan aku kira kita membuat kesalahan sampai tuan Arkan datang kesini."
Begitulah ucapan para pelayan lainnya yang begitu takut dengan Arkan, sebab Arkan termasuk orang yang kejam jika mendapati pelayan yang berbuat salah dalam bekerja. Baik di sengaja maupun tidak.
"Apa tuan Arkan seseram itu ?."
Ucap shenna polos.
"Sssstttt shenna kau jangan sembarang bicara, kalau tuan Arkan mendengar nya bagaimana ?."
seketika shenna membungkam mulut nya dengan kedua telapak tangannya.
"Maaf kak aku hanya tidak percaya tuan Arkan begitu menakutkan."
"Yaa begitulah, karna tuan Dyoza itu orang yang sangat perfeksionis jadi tuan Arkan tidak mau ada kesalahan sedikit dalam hal apapun. Bahkan dia itu....*
"Sudah sudah kalian ini senang sekali bergosip, kalau tuan Arkan mendengar bagaimana ?".
Tegas Sinta mengingatkan.
"Maafkan kami kak."
"Sudah jangan bahas mereka disini, kalian itu tidak ada kapoknya sering mendapatkan hukuman."
Shenna mengangguk-angguk kan kepalanya, sedikit ngeri mendengar cerita dari teman sesama pelayan.
Mereka pun kembali ke aktivitas sebelum Arkan yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
Sinta sedari tadi memperhatikan shenna dengan senyuman curiga.
"Kak Sinta kenapa kau senyum-senyum seperti itu ?." Ucap shenna heran
"Ahh tidak, sudah lanjutkan aku mau ke toilet."
.
.
.
Dyoza keluar dari dalam kamarnya ia ingin mencari angin segar, ia pun pergi ke taman belakang di ikuti oleh Arkan.
"Maaf ya Ar aku selalu mengganggu waktu istirahat mu."
"Jangan sungkan tuan."
"Aku bosan sekali Ar."
"Apa tuan mau keluar rumah ?."
"Kira-kira kemana ya ?."
"Saya tidak tahu tuan."
"Kau ini tidak bisa di andalkan."
Arkan hanya tersenyum mendengar ucapan dyoza, sudah tahu dalam urusan seperti ini Arkan tidak bisa di andalkan tapi kenapa masih memanggil nya di saat akhir pekan.
"Bagaimana kalau nanti malam kita mengadakan pesta barbeque di sini ?."
Dyoza menimbang-nimbang ucapan Arkan.
"Apa kau gila kita hanya berdua."
"Bukankah di sini ada kepala pelayan dan pelayan lainnya tuan ?."
"Maksudmu ?."
"Yaaa kita ajak saja mereka untuk meramaikan acara kita, yaa hitung-hitung bonus karna mereka sudah bekerja dengan baik."
Dyoza tersenyum dan begitu semangat mendengar ide Arkan.
"Baiklah! kalau begitu siapkan bahan untuk nanti malam, kita pesta makan besar malam ini."
"Baik tuan."
__ADS_1
Dengan langkah semangat Arkan pun menuju supermarket terdekat untuk memborong bahan barbeque untuk malam ini dengan membawa kepala chef untuk membantu nya .
❤️
❤️
"Tidak seperti biasanya tuan Dyoza mengadakan pesta barbeque ?."
"Sudahlah seharusnya kita senang kan, untung-untung hiburan buat kita."
"Benar, kau ini bagaimana sih justru ini hal yang akan menyenangkan Untuk kita."
"Dengar-dengar sih ini hadiah untuk para pelayan karna sudah bekerja dengan baik."
Begitulah obrolan mereka ketika dapat kabar setengah jam yang lalu dari kepala pelayan hanum bahwa Dyoza mengadakan pesta barbeque untuk para pelayan.
"Baju apa yang akan kita gunakan kak ?".
Salah satu pelayan bertanya pada Sinta.
"Pakailah pakaian rumahan yang sopan, jangan terbuka. ingat meskipun ini acara yang di berikan untuk kita tapi, kita harus tetap berpakaian sopan."
"Baik kak."
jawab mereka serempak.
**
Pesta barbeque di mulai tepat jam 20.00 malam, betapa senangnya para pelayan mendapat hiburan. bahkan dyoza sempat mengucapkan kalau malam ini adalah hari nya para pelayan dan jangan bersikap kaku pada nya dan Arkan. meskipun mereka canggung tapi dyoza dan Arkan berhasil membuat mereka rileks.
Mereka semua tertawa ceria, shenna pun begitu terhibur dengan pesta malam ini. senyum nya tidak lepas dari wajahnya yang cantik, Arkan selalu mencuri pandang padanya. Bahkan Dyoza pun selalu memperhatikan shenna yang begitu bahagia malam ini.
"Shenna apa kau tidak sadar sedang ada yang memperhatikan mu."
Bisik Sinta.
"Hah, siapa kak ?."
"Jangan melihat ke arah manapun, tetap fokus oke."
Shenna mengangguk.
"Aku melihat sedari tadi tuan Arkan selalu memperhatikan mu."
"Kak jangan sembarang bicara, nanti kalau yang lain dengar bagaimana ?."
"Aku tidak sembarang bicara, coba aku hitung satu sampai tiga kau menoleh lah ke arah tuan Arkan."
"u,untuk apa ?."
"ikuti saja apa kataku!."
"Satu... Dua... Tiga."
Seketika shenna menoleh ke arah arkan.
"Ar kau menumpahkan minuman mu di bajuku."
"Ma,maafkan saya tuan, sa,saya tidak sengaja."
"Ah kau ini, aku akan ke kamar mengganti bajuku."
"Perlu saya bantu tuan ?."
"Tidak perlu, kau lanjutkan saja."
"Hihihi benarkan shenna, tuan Arkan sampai menumpahkan minumannya ke baju tuan Dyoza."
"kak, gara-gara kau tuan Arkan dalam masalah."
"Tidak, kau tenang saja."
Arkan melirik ke arah shenna yang sudah menghadap ke arah lain, Arkan hanya bergeleng dan tersenyum manis. Ia heran dengan dirinya sendiri, kepergok memandang shenna sampai membuat nya hilang kendali.
"Kenapa aku jadi Gerogi begini."
ucap shenna merasakan detak jantung nya yang melompat-lompat.
Arkan bergabung dengan para pelayan lainnya, meminum kopi bersama dengan para pelayan laki-laki dan para chef yang khusus memasak dirumah utama.
"Silahkan tuan Arkan."
"Kalian jangan sungkan, malam ini anggap saja kita teman sekolah yang sedang mengadakan reuni."
Mereka tertawa bersama seperti tidak ada dinding pembatas antara mereka.
.
.
.
.
**Cukup dua episode dulu yaaa , mau ngelonin anak hihi .. Btw sahur terakhir nih, sebelumnya minal aidzin wal Faidzin yaaaaaa 🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya yaa kakak2 yang baik hati hihi**