Mantanku Majikanku

Mantanku Majikanku
Malam pertama


__ADS_3

"Bibi ini pesanan mu."


"Waahh terimakasih sayang." Seru bibi senang


"Kau yang belanja ini semua ?." Shenna terkejut


"Tidak! tadi aku di bantu oleh seorang gadis disana."


"Kenapa kau menyusahkan orang lain, kan ada petunjuk di sana." Ucap bibi mengomel


"Sudahlah bi, yang terpenting pesanan bibi semuanya lengkap."


"Kau ini!!! bibi penasaran siapa gadis itu."


Daniel menggelengkan kepalanya tanda malas menanggapi bibi nya.


"Daniel, kau mau ku buatkan teh ?." Ucap shenna menawarkan


"Emmmm boleh jika tidak merepotkan."


"Tentu tidak, duduklah!!!."


"Kakak kemana ?."


"Di atas bersama tuan Arkan, sepertinya masih ada kerjaan." Jelas shenna sambil mengaduk teh. "Ini tehnya!."


"Terimakasih shenna." Daniel menyeruput tehnya dengan hati-hati


"Siapa gadis itu ?." Shenna duduk dan menangkup wajahnya menatap daniel


"Iiiissssshh apa-apaan sih, hanya kebetulan saja." Ucap Daniel malas memutar bola matanya.


"Yahhh aku pikir dia pacarmu, aku ingin mengenalnya."


"Kau ini semakin lama semakin mirip dengan bibi."


"Hei kenapa bawa-bawa aku!!!." Teriak bibi protes mengangkat spatula.


"Hehehe ampun bi, aku kan hanya becanda."

__ADS_1


--


Setelah selesai makan malam shenna dan Dyoza kembali ke kamar untuk beristirahat.


"Sayang." Panggil Dyoza lembut


"Kenapa ?."


"Sini aku mau peluk." Dyoza melebar kan kedua tangannya


"Kenapa kamu jadi manja begini, aku merinding tahu ?."


"Hehehe."


Shenna dan Dyoza saling memeluk satu sama lain, Sebenarnya shenna sangat senang saat di peluk Dyoza ia merasakan kehangatan dan kenyamanan di dalam pelukan sang suami.


Apalagi menghirup aroma tubuh Dyoza yang membuatnya rileks.


"Shenna sayang ?." Panggil nya selembut mungkin


"Kenapa ?."


"Siap untuk apa ?." Shenna menatap Dyoza


"Itu!." Dyoza menaikkan kedua alisnya


"Apa ?." shenna mengerutkan keningnya


"Ayolah sayang, masa kamu tidak paham sih ?".


"Hehehe memangnya kamu sudah siap ?."


"Setiap detik aku selalu siap." Ucapnya mantap


"Hahaha kamu kan memang mesum, jadi selalu siap."


"Eh kau ini mengejekku ya ?."


"Tidak!! Dyoza geli, jangan gelitiki aku!!!."

__ADS_1


Mereka tertawa terbahak-bahak hingga lelah sendiri dan nafas mereka terengah-engah.


Kini posisi Dyoza tepat di atas shenna tertahan oleh kedua tangannya. Mereka saling menatap sampai akhirnya Dyoza mendarat kan ciumannya ke bibir shenna.


Cup


Kecupan lembut di bibir shenna membuatnya memejamkan mata, Dyoza mulai memagut dan di ikuti oleh shenna. Mereka saling mengeratkan pelukan dan memperdalam ciumannya.


Shenna merinding saat Dyoza menyentuh punggung mulusnya dengan lembut, seakan Dyoza tau salah satu titik kelemahannya.


"Emh....


******* tak tertahankan terdengar indah di telinga Dyoza.


"Sayang aku akan memulainya, ini akan terasa sakit, jadi tahan ya!."


Benda pusaka Dyoza yang sedari tadi sudah menegang siap masuk ke dalam gua yang sangat indah itu.


Malam yang panjang akan segera di mulai..


--


Pagi hari 2 pasang manusia masih saling memeluk di bawah selimut.


Tidak lama kemudian Dyoza membuka matanya yang masih sangat berat.


Dyoza tersenyum mendapati shenna begitu erat memeluk dalam tidur nya, ia merapikan rambut shenna yang berantakan, mencium bibir ranum yang selalu menjadi candu baginya dengan lembut, ia menatap wajah cantik itu dengan penuh kebahagiaan.


Sebenarnya ia tidak menyangka istri nya yang masih perawan itu saat ini sudah tidak perawan lagi karna ulahnya, Dyoza terkekeh tanpa suara. Gadis di hadapannya ini dulu sangat membencinya karna ulahnya sendiri sampai akhirnya yang paling mencintai nya.


.


.


.


...Like...


...comment...

__ADS_1


...vote juga boleh 🤭😁...


__ADS_2