Manuver Cinta Elang Khatulistiwa

Manuver Cinta Elang Khatulistiwa
MANUVER CINTA~PART 65


__ADS_3

Kalingga sampai terpingkal melihat ekspresi Russel yang kecut.


"Apa-apaan nih? Balon?!" ia menjiwir satu balon berwarna merah dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


Ryu tergelak, "mamam tuh sesuatu yang menyenangkan, yang bisa bikin melayang! Mendingan gue, dikasih abang 1 juta, buat ngumpulin beli kamera," balasnya, mulut Ryu tak henti-henti mencibir Russel.


"Kualat lo sama ma cut tuh! Udah mulai coba-coba begituan, mulai nyoba nakal!" ujar Clemira, "lo berharap terlalu tinggi kalo Zea beliin lo rum atau wine, dia mana tau barang begituan! Zea tuh anak mami, sekalinya main ke club juga disusulin emak, banteran beli softdrink."


"Gue bilangin abi, biar lo berdua dikirim ke camp militer karena udah nyoba barang haram."


"Gue engga yah! Abang noh!" tunjuk Ryu.


"Ngga mungkin lo ngga coba Ryu, lo berdua tuh paketan komplit. Dimana ada Russel disitu ada lo," ujar Panji.


"Engga juga. Ke toilet kita ngga samaan." debat Ryu.


"Ah anjirrrr! Ngga beres lah," Russel menjatuhkan kotak berisi ratusan balon yang siap tiup ke bawah, dan Kalingga memungutnya.


"Ya, elo lah yang be go. Coba gue mau denger apa yang lo minta sama kak Zea?" tanya pemuda yang gayanya tak seurakan Russel atau Ryu, ia terkesan lebih kalem nan bijaksana meski tak datar macam abangnya.


"Dia minta sesuatu yang menyenangkan bikin melayang," tawa Ryu belum juga usai melihat kekesalan Russel yang nerasa dicurangi Zea. Kalingga mengubek-ubek kotak berisi balon dan menemukan kartu catatan dari Zea, "nih baca. Ada kartunya!"


...To : Russel...


...Sesuai pesanan, sesuatu yang menyenangkan dan bikin melayang, have a nice day 😂😂...


...~ >Sesuatu yang menyenangkan, karena setau gue bocil senengnya balon. Kategori bocil di bawah 17 tahun, dan gue tanya abang umur lo masih belum genap 17 tahun, stop sebelum lo kecanduan, Sel....


...~> Bisa bikin melayang, lo tiup nih balon pake nitrogen, gue jamin dia bakal melayang bahkan terbang....


...~> Tahun produksi, lo bisa liat di bungkusnya kapan dia diproduksi. 2000an angka diatas 1994. Dan percaya atau engga, toko tempat gue beli nih balon, ada di satu komplek deket Shangri-La naik dikit lah sekitar 15 meteran. Toko alat-alat pesta Jaya Plastik, bisa lo cek kesana....


Secarik bon bukti pembelian terlampir pula disana bersama nama dan alamat toko.


Mereka bukan lagi tertawa dibuatnya.


"Lo yang ngga tau, kadar ke'aseman seorang Zea Arumi, Sel." Ucap Clemira meniup salah satu balon di kotak berwarna merah muda, "dah ah, gue mau kuliah dulu! Ketemu lagi ntar sore, sepupu!" gadis berambut panjang itu beranjak masuk menuju belakang rumah.


"Kena prank, brother? Ternyata di dunia ini ada yang lebih jahil dari lo sama Ryu kan? Kasih ucapan selamat datang sama suhunya keusilan!" tawa Panji yang sudah mengenal Zea lebih dahulu.


"Si alan!" Russel mengumpat dan mencari nomor Zea, namun nihil...ia lupa meminta nomor calon kakak iparnya itu.


"Ntar gue kasih tau kak Zea ekspresi lo ini, dia pasti manggil si dora buat nyanyi, berhasil---berhasil----yeee!" Panji ikut berlalu dari sana, sementara Kalingga asik nyemilin kue sejak tadi sambil tertawa melihat sepupunya mencak-mencak.



Selembar undangan dengan nuansa navy tersebar pada setiap orang yang ada di daftar undangan.



Shanneta membuka lembaran undangan yang dikirim kurir dari Zea, ia mengenal Zea saat gadis itu sering datang ke Shangri-La bersama alm. Alicia yang sama-sama anak pejabat.



Ukiran inisial nama Zea dan Sagara tercetak begitu indah di halaman sampul ketika Neta membuka tali pitanya, "bocah, udah merit lagi..." gumamnya.



Neta cukup terpukau melihat foto Zea dan Saga dalam balutan baju kebesaran keluarga militer di halaman pertama, gadis pembuat onar kini berubah jadi ibu prajurit sekarang.


__ADS_1


"Dasar anak menteri gila," kekehnya jika mengingat Zea yang sering bikin Shangri-La macam arena demonstrasi, bahkan Sandi saja selaku manager cukup segan dengan background gadis ini saat ingin menegurnya.



Foto-foto yang diambil Ryu, terpampang pula disana sebagai penyerta alinea indah sepenggal kisah pertemuan kedua calon mempelai, beserta kutipan ayat Al Qur'an. Tentunya undangan ini dibuat langsung oleh tangan sang calon ibu mertua, Faranisa si sarjana desain grafis.



Neta dan sebagian undangan yang biasanya hanya sepersekian detik dan berfokus pada waktu serta tempat saja, kini menghabiskan waktu hampir puluhan menit membaca surat undangan macam baca novel untuk membaca sepenggal kisah manis keduanya.



"Bertemu tanpa sengaja saat dirgahayu negri, dalam moment kabur dari upacara sekolah," gumaman bibir Neta membacanya kemudian ibu 2 orang anak itu tertawa, "kocak anjayyy."



Dan foto yang tercetak di samping adalah Zea yang seolah-olah mengejar Saga di pangkalan.



Zea menganga melihat kata per kata yang dituangkan dalam undangan, "ini pasti bocoran dari Clemira nih!" dengusnya sebal.


Undangan tersebar pula di kesatuan, membuat para istri prajurit yang berada dalam satu kompi menepuk jidatnya berkali-kali mendadak anemia karena undangan yang datang bukan hanya dari Saga melainkan lettu Rudi pula. Hanya saja ada yang membuat mereka memilih asik dengan surat undangan Zea-Saga, yaitu kisah manis pertemuan dan perpisahan yang sempat terjadi diantara keduanya seperti cerita pendek remaja yang lagi hits di kalangan emak-emak berdaster.



Hanya berselang seminggu dari pesta pernikahan anak danyon, Luna dan lettu Rudi. Pangkalan kembali menjadi saksi pernikahan Zea-Saga di bulan ini.



"Ring 3 clear," suara dari ht tim gegana dan detasemen anti teror melakukan pengecekan dan sterilisasi kawasan yang nantinya akan dilewati para petinggi negara termasuk RI 1.




"Ring 1 safety..."



Bridesmaid yang tergabung dari rekan-rekan SMA Zea dan sanak saudara siap dengan pakaian senada dengan calon mempelai wanita di satu aula yang disiapkan termasuk Clemira dan Dina.



Beberapa stasiun televisi nasional sempat menawarkan menayangkan secara eksklusif namun pihak keluarga menolak serta melarang, karena acara ijab kabul akan digelar secara tertutup, bahkan dari tamu undangan.



Menteri agama didaulat menjadi saksi pernikahan secara khusus oleh papa Rangga.



Russel masih merasa gondok dengan kelakuan Zea tempo hari, ia duduk diantara saudara lelakinya dengan wajah kecut.



"Babang Sel, kalo udah ganteng gini jangan cemberut bang....bakalan banyak cewek cantik!" tawa Panji di kekehi pula oleh Kalingga. Ryu masih anteng dengan kamera Al Fath di dekat kursi sakral berbalutkan kain sutra putih nan indah.



Zea cukup dibuat pegal setelah dari subuh ia duduk di kursi rias, menatap pantulan diri yang setiap menitnya bertambah, bertambah pula kecantikannya. Kuku-kuku yang telah terhias nail art dan sarung tangan tipis ciri khas pengantin itu nantinya akan tersemat cincin pengikat dari Saga.

__ADS_1



"Sudah siap?" tanya staf WO berjas yang tentunya milik umma Salwa.



"Udindang!" jawab pria setengah matang yang merias Zea.



"Cucok! Cantik, manglingin..." senyumnya puas melihat pekerjaan diri sendiri.



"Merpati siap..."



Saga membuang nafas gugupnya beberapa kali saat menjabat tangan papa Rangga, dari sorot mata ayah 2 anak ini ia sangat menaruh harapan besar jika Sagara dapat membimbing Zea dengan sepenuh hati dan rasa sayang.



"Ananda Teuku Bumi Sagara Ananta, titip anak papi...bimbing dan ajari dia penuh kelembutan seperti papi mengajarinya tentang kehidupan. Jika Zea salah tegurlah dia dengan baik-baik, jika kamu tak sanggup menegurnya jangan sekali-kali bermain kasar, kembalikanlah lagi Zea pada papi." lirih pesan yang disampaikan papa Rangga membuat ruangan seketika dilingkupi rasa haru.



"Bang," Fara memegang lengan Al Fath erat, seolah menekankan kalimat Rewarangga yang kini menumpahkan segala tanggung jawab atas Zea pada putra pertamanya.



"Sagara sanggup, dan itu pasti. Do'akan rumah tangganya kelak sakinah, mawadah, warahmah." Ucap Al Fath seakan tau apa yang dikhawatirkan Faranisa.



Sagara di balik topi kebesaran dan sumpahnya sebagai prajurit mengangguk menyanggupi, "tanda kehormatan Saga yang akan menjadi taruhannya jika Saga mengingkari," jawabnya.



"Siap pak? Saudara Bumi Sagara?" tanya penghulu bergantian melihat ke arah papa Rangga dan Saga.



"Siap pak."



Ryu dengan pakaian seragam bridesmaidnya tampak tampan berdiri di dekat kursi Saga, siap memotret acara sakral ini.



Meski pihak keluarga menutup acara ini, tetap saja beberapa tamu penting yang hadir membagikan moment ijab ini meski sekedar menjadi status pesan whatsapp, hanya saja fokus mereka terbagi pada anggota keluarga Ananta yang masih muda, dan tentunya jadi sorotan para khalayak muda, terutama kaum hawa.



"Ananda Teuku Bumi Sagara Ananta, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya bernama Zea Arumi Jamilah-----"


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2