Master Of World

Master Of World
Tipe Ideal


__ADS_3

Pakaian serba hitam dikenakannya, dilengkapi dengan jaket hitam yang membalut tubuhnya. Terakhir mengenakan topeng Inari serta sarung tangan. Matanya menatap tajam ke arah cermin. Hal yang akan dilakukannya seorang diri.


Srak!


Suara pintu kaca balkon terbuka. Matanya sedikit melirik ke arah Sena yang tertidur memunggunginya.


Ruang dimensi dibuat olehnya, melompat dari balkon, kemudian menghilang memasuki celah dimensi.


"Enkai!" Sena melihat segalanya, awalnya berpura-pura tertidur. Wanita yang bangkit menuju balkon, matanya menelisik, tidak menemukan Enkai disana.


"A...apa dia terjatuh?" batinnya gemetar ketakutan. Wanita yang masih hanya memakai piyama tidak ingat apapun lagi, tujuannya hanya menuju lantai satu. Berlari hanya menggunakan sandal kelinci yang biasa digunakan di dalam rumah.


Bagian bawah balkon diperiksanya dengan seksama. Benar-benar panik saat ini, ketakutan jika Enkai benar-benar terjatuh dari balkon. Namun, tidak ada apapun di bawah sana. Wanita yang tertegun, duduk di salju yang dingin. Pada akhirnya dirinya menyadari, benar-benar yakin Enkai adalah Dark Hunter yang sering diceritakan Eiji. Seseorang yang menyelamatkan nyawanya.


Haruskah dirinya senang, wanita yang terdiam dengan air mata mengalir. Hidup sederhana tetap seperti ini saja, tidak akan terjadi. Lebih cepat juga burung kecil tidak dapat terbang mengepakkan sayap meninggalkannya.


Wajah rupawan, kecerdasan dan sekarang mungkin status tinggi yang akan dimiliki olehnya. Sena menghela napas kasar, menadahkan tangannya merasakan buliran salju menerpa kulit tangannya yang hangat. Bulir salju yang indah, perlahan mencair meninggalkannya.


*


Hawa dingin yang benar-benar menusuk. Sang pemuda menatap ke arah gudang milik keluarga Zen. Wajahnya tersenyum, berjalan perlahan melewati seorang security.


"Kamu siapa!?" tanya sang security yang menjaga pintu masuk.


Ruang dimensi dibuatnya, terhubung langsung ke atas tubuh sang security. Pemuda yang terjatuh sembari menghantam tengkuk sang security menggunakan sikunya.


Apa yang ada di dalam sana? Banyak hal yang disembunyikan keluarganya Zen saat ini. Termasuk gudang yang menjadi tempat transaksi organ tubuh ilegal. Orang-orang yang ingin menjual ginjal mereka, bahkan ada pula yang menjual kornea mata anggota keluarganya karena terlilit hutang.


Bisnis Ilegal yang tidak pernah terendus pihak kepolisian. Tangannya mengeluarkan ruang dimensi khusus. Tempatnya menyimpan pedang yang didapatkannya dari sang kepala desa.


Sebagai supir pribadi keluarga Zen, dirinya sempat beberapa kali mengantarkan sang kepala keluarga ke tempat ini. Terdapat beberapa monster kecil yang menjaganya, serta 3 monster berukuran dua meter.


Begitu masuk semua makhluk aneh itu menghadangnya. Peliharaan keluarga Zen itulah mereka.


"Dari baumu kamu pernah kemari dengan Haruo apa dia yang menyuruhmu kemari?" tanya sang monster, yang beberapa diantaranya kerap diberi makan mayat tidak dikenal yang ditemukan mati kedinginan di pinggir jalan.


"Tidak, aku kemari untuk menghabisi kalian," jawab Enkai memasang kuda-kuda, kedua tangannya memegang sebuah pedang. Gerakan yang unik, tidak mengacung ke depan, namun ke samping.

__ADS_1


"Punya nyali?" tanya satu-satunya antara belasan monster yang dapat bicara. Wujudnya sekilas bagaikan pohon, tinggi tubuh sekitar 2 meter. Tidak begitu besar, namun sekujur tubuhnya dililit akar. Daun aneh juga ada di bagian tangannya. Di robekan bibirnya terlihat gigi yang runcing.


"Punya..." senyuman menyungging di wajah Enkai. Cepat atau lambat monster-monster ini hanya akan membawa masalah.


Belasan monster berusaha menyerangnya. Enkai membuat ruang dimensi kemudian muncul di bagian atas mereka.


"Laut!" Ucapnya, membuka pintu celah dimensi yang terhubung dengan lautan. Tidak banyak air yang keluar, tidak ingin semua barang bukti menghilang. Tapi siapa yang tau apa saja yang ada di lautan dalam, benda kotak kuning, kepiting, gurita dan bintang laut pink ikut terjatuh kali ini.


Tidak terjadi apapun pada belasan monster itu. Namun membuat monster tipe api tidak dapat mengeluarkan kemampuannya.


Pemuda itu bergerak cepat, pijakan tidak terlihat ada dibawah kakinya. Monster berbentuk cacing besar mengamuk, mulut sang monster juga dipenuhi dengan cacing kecil dengan gigi yang runcing. Berusaha menjerat Enkai.


Srash!


Srash!


Srash!


Tubuh sang cacing dengan diameter tubuh mencapai 50 centimeter itu, dipotong menjadi belasan bagian.


Dor!


Dor!


Dor!


Seekor monster menembakan bola besi bagaikan meriam. Ruang dimensi dibuatnya, menghancurkan sang monster dari belakang.


Monster berbentuk tumbuhan, meraih tubuh Enkai menggunakan tangannya yang berbentuk akar kala pemuda itu tidak waspada.


"Sombong!" Ucap sang monster kala akan memasukkan Enkai ke dalam mulutnya.


"Aku tidak punya cukup banyak waktu untuk ini." Gumam Enkai dengan mata sedikit memerah."Lahar!" teriaknya, bersamaan dengan itu ruang dimensi yang terhubung dalam perut gunung berapi terbuka. Mengeluarkan lava panas yang langsung jatuh ke bagian atas tubuh sang monster.


"Agghhh!" teriakkan yang menggema terdengar. Tubuh monster yang perlahan dikikis oleh lava panas.


Sedangkan Enkai memotong tangan sang monster. Menutup ruang dimensi kala monster itu telah mati. Senyuman menyeringai di wajahnya berjalan memasuki gudang keluarga Zen lebih dalam. Terdapat beberapa dokter dan perawat yang melanggar kode etik profesinya disana. Mengoperasi pasien yang menjual organnya.

__ADS_1


"Ka...kamu siapa?" tanya salah seorang dokter.


"Aku? Aku polisi yang sedang menyamar, lanjutkan operasi! Jangan biarkan mereka mati. Tapi jangan coba melarikan diri." Kalimat dari Enkai terdengar benar-benar dingin. Bagaikan dapat membunuh mereka kapan saja. Ratusan kupu-kupu besi menyebar mengancam para dokter dan perawat.


*


Sementara itu Akihiro kini tengah melatih beberapa Hunter yang baru saja memasuki pasukan khusus. Bersama dengan Sora, wanita cantik dengan pakaian ketat, makeup menghiasi wajahnya, bentuk tubuh jangan ditanya lagi. Wanita yang memiliki kemampuan es, kapten tim pasukan khusus saat melawan monster ikan.


"Senior benar-benar cantik. Boleh aku minta nomor phonecellnya?" tanya seorang Hunter level S.


"Sampah!" geram Sora menendang sang peserta yang mendaftar memasuki pasukan khusus. Pemuda yang terlempar hingga tidak sadarkan diri.


Lima orang peserta lainnya menelan ludahnya. Wanita ini begitu cantik tapi benar-benar mengerikan. Pria seperti apa yang disukainya? Entahlah.


"Sampah seperti kalian ingin masuk ke pasukan khusus!? Jangan bermimpi! Hadapi aku dulu! Kalau kalian dapat bertahan dalam tiga seranganku kalian akan lulus!" Ucap Sora pada juniornya.


Mereka menelan ludah ketakutan. Bahkan Hunter level S tadi tidak sadarkan diri hanya dengan satu tendangan dari hight hells-nya yang berlapis es sekeras batu. Apa lagi tiga serangan? Alamat masuk rumah sakit.


Tidak ada yang berani semua orang gemetaran.


Lingkaran besar aneh tiba-tiba muncul, beberapa orang jatuh dari lingkaran besar di langit-langit ruangan. Seorang pemuda duduk diatas tumpukan orang-orang berseragam ruang operasi tersebut. Pemuda dengan setelan hitam dan topeng Inari-nya.


"Siapa disini yang bernama Akihiro?" tanyanya.


"Aku," Akihiro menunjukkan dirinya, benar-benar penuh karisma.


"Mereka bekerja pada keluarga Zen untuk jual beli organ ilegal. Aku berikan mangsa ini untuk kalian." Kalimat hinaan darinya, penuh senyuman.


"Light! A...aku ingin kita lebih dekat! Jadi---" Kalimat Sora terpotong. Lingkaran yang lebih besar tiba-tiba ada di atas kepalanya. Tubuh belasan monster yang kini terjatuh, tepat menimpanya.


"Tuan Akihiro, ini hadiah lain dariku..." Ucap Enkai, menghilang diantara ribuan kupu-kupu besi yang berada di sekitar tubuhnya.


Akihiro tertawa, menatap sang pemuda yang menghilang. Pemuda yang cukup baik, untuk menjadi tangan kanannya di pasukan khusus.


Sedangkan Sora berusaha bangkit dari tumpukan mayat para monster."Sialan! Aku semakin jatuh cinta..." gumamnya.


Sedangkan kelima orang Hunter yang ada di sana mengenyitkan keningnya. Tipe yang begitu ekstrim bagi seorang wanita seperti Sora. Lebih menyukai psikopat gila.

__ADS_1


__ADS_2