
Ruang rapat yang begitu luas tempat Akihiro berada saat ini. Dirinya lah pemimpin rapat, di hadapan petinggi militer dan beberapa politikus ternama, sebagian besar dari mereka meminta penjelasan tentang dua monster yang tidak dapat dihadapi belakangan ini.
Hiroshi dan Hiroyuki, monster berwujud ular putih dan belalang seukuran manusia. Hal yang aneh, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Karena itulah menjadi semakin tidak wajar, sebab hingga saat ini tidak ada pergerakan sedikitpun dari kedua monster.
Brak!
"Tidak bisa seperti ini! Jika monster-monster itu dibiarkan begitu saja, maka kekacauan akan terjadi! Kita harus memikirkan opini masyarakat!" Seorang politikus menggebrak meja, dengan kemarahan menggebu-gebu. Tidak dapat menerima penjelasan Akihiro.
"Aku dengar kamu menggunakan jasa Dark Hunter. Misi seperti ini malah meminta bantuan orang rendahan! Kita seperti tentara yang meminta bantuan pada mafia!" Sinis salah seorang petinggi militer.
"Sudah cukup bicaranya? Kenapa tidak membawa bom nuklir ke dalam hutan? Atau tidak sekalian saja mengerahkan tentara!" Teriak Akihiro membuat semua orang bungkam.
"Kalian tau bukan? Senjata dari dunia fana tidak berguna! Sudah 20 tahun! 20 tahun! Tapi ras monster dan iblis tidak musnah juga. Kalian fikir aku tidak frustasi! Mereka semakin hari, semakin hebat saja. Atau yang terhebat diantara mereka sedang menyembunyikan diri. Karena itulah kita mengadakan rapat! Bukan untuk saling memojokkan!" Akihiro menatap tajam penuh kharisma.
"Tapi Dark Hunter! Kamu tidak seputus asa itu, hingga menggunakan jasa Dark Hunter yang kemampuannya bahkan dibawah Hunter level C. Bagaimana jika orang luar pemerintah tau! Mereka dapat menyewa Dark Hunter dalam lelang, menyebarkan informasi sehingga---" Kalimat sang politikus disela.
"Ingat kejadian kapal selam dan kapal Ferry yang karam di tengah kota?" tanya Akihiro, tidak ada yang menjawab. Namun, mereka semua terlihat mengingatnya.
"Aku menyewanya. Karena dalam misi ikan ganas kemarin kita bahkan terang-terangan mendapatkan kritik dari Hiderashi yang hanya dari kalangan pengusaha. Dia menyewa Dark Hunter untuk membunuh monster ikan. Mengalahkan tim pasukan khusus! Karena itu, aku memutuskan untuk bekerja sama dengan dark Hunter." Jelas Akihiro.
"Tidak bisa seperti itu! Alasan apapun tidak dapat dibenarkan untuk menyewa Dark Hunter! Lebih baik rekrut dia! Jika levelnya dapat dikatakan lebih tinggi dari level S! Kami akan mengeluarkan anggaran lebih, bayar dia dengan gaji tetap yang tinggi!" Seorang politikus bangkit dari kursinya, dadanya kembang kempis, tidak sabaran, ketakutan jika hal ini diketahui media.
"Kalau kamu mau merekrutnya, rekrut saja! Ini karena tim seleksi kalian yang tidak becus! Dia sudah dua kali mengikuti ujian masuk menjadi Hunter dengan hasil tidak lulus!" Akihiro memijit pelipisnya sendiri, dirinya benar-benar lelah. Orang-orang yang begitu pandai bicara tapi tidak mau bertindak.
Tok!
Tok!
Tok!
Suara ketukan pintu terdengar."Masuk!" perintah Akihiro pada orang diluar sana.
__ADS_1
Seorang tentara membukakan pintu, saat itulah salah seorang petinggi militer yang memiliki pangkat di bawah Akihiro masuk terlihat tidak senang. Diikuti seorang pemuda berambut putih.
"Kamu?" Akihiro mengenyitkan keningnya melihat kehadiran Enkai.
"Ayah!" Enkai menangis memeluk Akihiro erat, pria yang hanya dapat tertegun tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupnya.
"Ayah!?" Akihiro mengulangi ucapan Enkai memastikan pendengarannya.
"Iya! Seharusnya kamu mengakui anakmu. Hampir saja dia diusir oleh resepsionis di lobby. Bagaimanapun ada darahmu dalam tubuhnya. Tidak sepantasnya kamu menelantarkannya." Nasehat dari petinggi militer yang mengantar Enkai masuk.
Semua orang mulai berbisik-bisik membicarakan Akihiro. Sedangkan Akihiro hanya dapat kembali memijit pelipisnya sendiri, berusaha melepaskan pelukan Enkai.
"Ayah!" Enkai memeluknya semakin erat, bahkan akibat pelukan yang terlepas, pemuda itu kini memeluk kaki Akihiro.
Adegan yang mengharukan sekaligus menyedihkan. Manakala Akihiro mengayunkan kakinya, berusaha melepaskan Enkai yang melekat."Kamu bukan putraku!" Kalimat dari Akihiro membuat semua orang semakin membencinya, sekaligus iba pada anak ini.
"Ayah durhaka!" Mungkin itulah yang ada dalam batin orang-orang di ruangan ini.
"Ini tidak seperti yang ada di fikiran kalian! Dia ini Hunter yang baru aku katakan. Orang yang kalian ributkan dalam rapat." Jelas Akihiro, tapi tentu saja semua orang tidak percaya begitu saja.
"Light! Jangan seperti ini. Aku mohon!" pinta Akihiro, kehilangan martabatnya di depan semua orang.
Shin, ajudan Akihiro pada akhirnya menghela napasnya. Mulai angkat bicara."Dia adalah Light, Dark Hunter yang disewa oleh tuan Hiderashi dalam beberapa misi membantu pemerintah. Tidak dipungkiri dia juga yang menyelamatkan hidupku beberapa waktu lalu. Walaupun pada akhirnya aku mengalami cidera yang cukup parah."
"Tidak mungkin, Hunter yang melakukan itu sudah pasti ada di level teratas. Jika level itu ada dapat dikatakan level SS. Anak ini bahkan baru berusia 17 atau 18 tahunan. Sudah, jangan berpura-pura untuk menutupi aib lagi. Dia anak Akihiro di luar nikah kan? Kasihan anak semuda ini harus berjuang seorang diri." Ucap sang petinggi militer yang mengantar Enkai. Sedangkan Enkai hanya menunduk sembari tersenyum, tetap memegang erat kaki Akihiro.
"Benar! Tidak mungkin anak selemah dan semuda ini Hunter yang melakukan begitu banyak pekerjaan besar! Kamu hanya menutupi aibmu kan!?" Kali ini salah seorang politikus senior yang angkat bicara.
"Light, jangan seperti ini ya? Tunjukkan kamu adalah psikopat sejati." Pinta Akihiro berusaha tersenyum.
"Aku dibesarkan oleh kakek dan nenek. Setelah mereka meninggal hanya ada ayah. Ayah rela membuangku?" Ucapnya memelas, air mata yang tertahan, berusaha tidak mengalir. Membuat semua orang lebih dan lebih iba lagi.
__ADS_1
Sang ajudan membenarkan posisi kacamatanya. Pria itu kemudian membuka sebuah laci mengeluarkan dokumen."Dia adalah Light! Dark Hunter yang sebelumnya kita dibicarakan ini profil aslinya. Orang ini anak angkat dari keluarga Zen. Suami dari pemilik kedai ayam goreng!" tegasnya. Mengatakan identitas Enkai.
"S*al! Aku hanya ingin mempermalukannya! Sekaligus bicara secara pribadi." Batin Enkai kesal.
"Ja...jadi dia yang disebut Light!? Jangan bercanda, usia 20 tahun tapi sudah memiliki kemapuan memindahkan lahar dari dalam perut gunung berapi?" Suara tawa salah satu politikus terdengar.
"Aku memiliki hubungan kerabat dengan keluarga Wen. Anak mereka lahir dengan wajah yang cacat. Sengaja dinikahkan dengan putra angkat keluarga Zen yang hanya seorang narapidana karena kasus kepemilikan narkotika. Pria tidak berguna seperti ini adalah Light?" Petinggi dari unit kepolisian ikut tertawa.
"Jaga mulut kalian, jangan bicara seperti itu di depannya." Pinta Akihiro mulai cemas.
"Nak, kamu menipuku dengan mengatakan kamu adalah putra kandung Akihiro. Sebaiknya kamu pergi sekarang, sebelum aku marah dan membawa ini ke jalur hukum. Karena berani menipuku." Ucap petinggi militer yang mengantar Enkai.
Benar-benar dipandang rendah. Itulah statusnya, usia yang masih terlalu muda. Bahkan mantan narapidana. Siapa yang percaya dirinya adalah Light?
"Benar! Keluarga Zen sudah hampir jatuh karena kasus transplantasi organ ilegal. Ditambah dengan memelihara beberapa monster dan iblis tanpa ijin. Yang membongkarnya adalah Light sendiri. Apa kami akan percaya bahwa anak angkat keluarga Zen menghancurkan anggota keluarganya sendiri?" tanya politikus lainnya tertawa.
"Tapi itulah kenyataannya. Jaga mulut kalian." Ucap sang ajudan, melirik ke arah Enkai yang masih tertunduk.
"Tapi dia membuat kami berprasangka buruk pada Akihiro! Ditambah menipu Akihiro dengan mengatakan dirinya Light hanya karena rambutnya yang putih! Ini tidak bisa diampuni dengan mudah. Mungkin jika ijin restaurannya di cabut itu akan membuatnya jera." Tegas orang yang mengantar Enkai.
"Dia tidak berbohong! Dia memang Light! Kalian ingin merekrutnya agar masuk ke Hunter di bawah pemerintah bukan!? Katakan berapa gaji yang kalian tawarkan padanya." Akihiro sudah jenuh menanggapi orang-orang ini. Rapat sudah berlangsung dua jam. Tapi tidak ada jalan keluar. Malah hal aneh seperti ini yang terjadi.
"Jika tidak salah, kamu yang juga menghina Hunter pemerintah sebelumnya bukan? Hingga mendapatkan sangsi sosial!? Akihiro aku mengusulkan menggunakan kasus penipuan untuk memasuki ruang rapat ini, untuk mengalihkan isu. Dengan begini opini publik tentang kegagalan misi sebelumnya akan tertutupi." Ucap politikus lainnya.
Prang!
Prang!
Prang!
Kaca ruangan tiba-tiba pecah berhamburan. Enkai bangkit dari tempatnya bermain. Lebih tepatnya dari bawah kaki Akihiro. Wajahnya tersenyum lebar, senyuman yang aneh. Pupil matanya memerah, kali ini bukan beberapa detik tapi cukup lama.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bermain-main, bercanda dengan Akihiro. Tapi kalian ingin menjadikan candaanku, sebagai jalan menjadikanku batu pijakan? Ingin masyakarat menghinaku dan Sena lagi? Kalian ingin mati?" tanyanya. Entah darimana ribuan kupu-kupu hitam dan putih memasuki ruang rapat.
Terbang seakan siap mengoyak tubuh mereka.