Master Of World

Master Of World
Dungeon


__ADS_3

"Coba kamu fikirkan, bagaimana kamu dapat memasak semua ini," Arashi menyipitkan matanya, menatap ke arah Sena.


"Memasak seperti biasanya, membunuh kepiting dan kalkun. Lalu membersihkan bulu kalkun, setelah semuanya siap, tinggal memotong sayuran, daging dan bumbu. Kemudian..." Kalimat Sena disela.


"Dia memang cepat jika soal memasak." Gumam Enkai menganggap hal yang wajar dalam waktu singkat dapat membuat hidangan yang bahkan membutuhkan waktu berjam-jam untuk dimasak oleh chef profesional. Tidak merasa aneh sama sekali kala Sena memotong daging dengan cepat tanpa kesulitan sedikitpun. Kala memotong sayuran dalam waktu beberapa menit, bahkan dengan melempar sayuran ke udara dapat terpotong dengan cepat. Itu adalah hal yang wajar dimatanya.


Dua orang aneh yang kebetulan menikah. Jadi menganggap prilaku aneh pasangan mereka adalah hal yang wajar.


"Lucunya!" Sena memeluk Magie (sang monster kecil) yang tiba-tiba melompat padanya.


"Dia akan tinggal dalam Dungeon. Jika kamu berubah fikiran tentang yang aku katakan sebelumnya, kamu dapat menemuiku." Sesuatu aneh yang diucapkan Furohito sembari bangkit dari tempat duduknya.


"Magie kemari!" Perintah Furohito, monster kecil yang penurut. Melompat kembali ke bahu sang pemuda.


"Dungeon?" Enkai mengenyitkan keningnya. Pernah mendengarnya tapi entah dimana.


Furohito mengangguk."Benteng atau lebih tepatnya istana yang indah. Dengan tempat yang benar-benar luas di sekitarnya. Aku menunggumu..." ucapnya, mengedipkan sebelah matanya pada Sena. Kemudian melompat dari jendela apartemen.


"Tengil!" batin Enkai menghela napas berusaha tersenyum. Memendam perasaan kesalnya.


"Sebenarnya dia mengatakan apa padamu? Sudah aku bilang kan? Tidak semua pria baik sepertiku terutama Furohito. Jadi, jika kamu ingin mempunyai pacar lebih baik bukan dia." Tegas Enkai masih tetap makan dengan mulut penuh. Ingat mereka hanya teman yang kebetulan menikah.


Sena mengangguk."Seperti kita, aku dan dia hanya teman..." kalimat yang benar-benar membuat semua orang terdiam. Hingga beberapa sekitar 10 detik kemudian Kairi tertawa.


"Kamu berteman dengan istrimu? Mengacuhkan wanita secantik ini? Apa kamu disfungsi er*ksi," Suara tawa yang benar-benar nyaring. Hingga pemuda itu memegangi perutnya sendiri. Tidak menyangka sama sekali Light yang keji, tapi menjadikan istrinya sendiri sebagai sahabat.


"Jadi hubungan kalian hanya sahabat?" Tanya Sora tertarik.


Sena kembali mengangguk."Kami menikah karena dulu wajahku rusak. Keluarga Wen mencari alasan agar aku pergi dari rumah. Dengan jalan pernikahan di usia muda. Begitu juga dengan Enkai, dia anak angkat keluarga Zen. Kami---"

__ADS_1


"Aku nyaman dengan keadaan seperti ini. Tidak ingin pulang ke kediaman keluarga Zen, atau melakukan apapun lagi. Jadi tutup mulutmu!" Enkai menyumpal paksa mulut Sena menggunakan makanan. Wanita yang hanya dapat mengunyah dan menurut. Memang begitulah dirinya dari dulu bukan? Hanya wanita penurut.


*


Sora menghela napas kasar memulai pembicaraan yang lebih serius setelah semua makanan tandas. Sedangkan Sena terlihat tengah mencuci piring di area dapur. Rambut yang diikat ke atas membuat leher jenjangnya terlihat. Benar-benar keindahan yang tidak ingin disia-siakan.


"Bolehkah aku menikahi istrimu?" tanya Kairi, mendapat pukulan kepala dari Enkai.


"Sakit!" pekiknya mengusap-usap kepalanya sendiri.


"Kita mulai saja, pembagian honor akan di transfer ke rekening masing-masing. Selain itu, jika ada tugas lain aku akan segera menemui kalian. Seperti apa yang kalian katakan, kalian hanya pembunuh bayaran yang disewa pemerintah. Aku minta maaf, karena sudah sempat menyuruh kalian untuk mengorbankan nyawa!" Ucap Sora tertunduk.


"Tidak perlu sungkan. Anggap saja kami teman." Ucap Enkai penuh senyuman cerah, benar-benar berbeda kala sedang bertugas. Seperti siang dan malam, gelap dan terang. Wajah rupawannya terlihat hangat, penuh kasih sayang dan canda.


Wanita itu tertegun, bagaimana bisa ada makhluk semanis dan sesempurna ini? Apa sebaiknya menggodanya untuk menikah dan meninggalkan Sena?


Kejam! Benar-benar kejam, mental Sora dipermainkan. Sejenak dirinya ingin berbuat kejam. Sejenak lagi tidak tega, pasangan aneh ini, apa ingin membunuhnya dalam keraguan?


*


Dungeon? Tempat seperti apa sebenarnya? Dalam sebuah prasasti terlihat tulisan kuno yang menjelaskan asal usulnya.Terdapat dalam ruang bawah tanah tempat Furohito mendirikan rumah megahnya. Dalam prasasti hanya bertuliskan tentang sepenggal cerita.


Batu yang tidak begitu besar dengan bahasa dan tulisan kuno. Menyebutkan tentang sebuah pernikahan. Dungeon merupakan hadiah pernikahan dari keturunan langsung raja neraka (pangeran) pada istrinya. Dalam artian, penerus tahta yang memimpin iblis dan monster.


Pria yang terlalu mencintai calon istrinya. Membuatkan dimensi yang indah, dengan energi yang kuat di dalamnya. Berharap calon istrinya yang merupakan pelayan seorang Dewi dapat tinggal nyaman di neraka bersamanya.


Karena itu dimensi yang berbeda, dengan istana indah yang berbeda dibuatkan calon mempelai pria. Setidaknya jika tidak betah di neraka, istrinya dapat membuka gerbang ke dalam Dungeon.


Wanita yang benar-benar bahagia saat itu, melangsungkan acara pernikahan. Dengan banyak hadiah yang didapatkannya. Itulah yang sebenarnya terjadi, tentang asal-usul Dungeon.

__ADS_1


Tulisan dari prasasti terbuat dari tinta emas khusus, dengan campuran tulang naga. Tidak ada dusta tentang tulisan yang ada dalam prasasti. Batu berwarna hitam tempat tulisan tersebut, juga berasal dari neraka.


Seperti biasanya Furohito membuka buku usang yang tertulis mantra dengan simbol khusus tentang cara membuka Dungeon. Pintu aneh yang cukup besar itu tiba-tiba terbentuk, kemudian terbuka. Kali ini Furohito masuk sendiri ke dalamnya, mengantarkan sang monster kecil.


Hampir semua monster dengan kekuatan tingkat tinggi berada di sini. Tidak semuanya terlepas ke dunia manusia. Penyebabnya, karena Furohito akan menangkap monster atau iblis yang dipilihnya. Ini tempat yang benar-benar berbahaya bahkan bagi Hunter sekalipun. Banyak monster atau iblis yang bahkan kekuatannya memiliki level lebih tinggi dari monster laba-laba.


Langkah kakinya memijak ke dalam labirin. Jalan keluar yang benar-benar rumit. Pada akhirnya tempat itu terlihat juga, setelah keluar dari labirin.


Bagaikan rumah kokoh dengan arsitektur yang benar-benar tua. Pepohonan seperti di dunia manusia tidak tumbuh disana. Hanya pohon khusus penambahan energi.


Semua monster dan iblis melakukan pelatihan, maupun pertapaan aneh meningkatkan kemampuan mereka. Beberapa pohon dewa yang dulunya ditanam seseorang masih berdiri kokoh di sana. Memberi asupan nutrisi pada beberapa monster dan iblis.


Berbentuk harimau putih, maupun berbentuk manusia, semuanya adalah dari ras monster dan iblis. Dipilih secara hati-hati oleh Furohito.


Monster kecil dilepaskan olehnya untuk menjaga kastil.


"Tuan..." Ucap iblis berbentuk manusia menyapanya.


"Em..." Hanya itulah kata acuh yang keluar dari mulut Furohito. Sejenak dirinya terdiam, selama 2300 tahun terkurung dalam dimensi yang dibuat oleh Arata, kemudian pintu dimensi retak 20 tahun lalu. Membuat dirinya terlempar ke dalam dunia manusia.


Kali ini Arata memang benar-benar keterlaluan. Namun, buku tua tetap dibawanya selama terkurung. Membuatnya dapat mengakses Dungeon. Mengumpulkan para monster, setidaknya membentuk pasukan.


"Arata sudah kembali menjadi bocah." Furohito menghela napas kasar. Hanya menghela napas saja. Tidak sedikit pun terlihat kecemasan dalam dirinya.


Rencana yang telah tersusun rapi, bibirnya tersenyum."Siapkan segalanya. Arata akan segera ke tempat ini."


"Perjamuan?" tanya sang monster.


"Bukan, siapkan pasukan. Asah senjata kalian. Karena ini akan semakin menarik." Jawaban dari Furohito.

__ADS_1


__ADS_2