Master Of World

Master Of World
Mengikuti


__ADS_3

"Bagaimana cara menghentikannya? Darahnya menjijikkan." Gumam Arashi yang memiliki penglihatan khusus.


Enkai bergerak cepat mengambil pedang dari salah satu pengawal. Mendekat ke arah Kairi."Bagus! Kemampuan yang bagus! Tapi jangan terlalu rakus!" ucapnya pada Kairi yang masih meraung.


Srak!


Srak!


Srak!


Cipratan darah yang terus bergerak berusaha meraih Enkai. Tapi dengan cepat pemuda itu menghindar. Urat nadi Kairi masih berwarna hitam pekat, terlihat menonjol dari urat lehernya. Benar-benar mengerikan, apa yang akan terjadi? Kekuatan yang sulit untuk dikendalikan.


Enkai mengulurkan pedang ke hadapan Kairi. Tanda aneh berbentuk yin dan yang terlihat di bawah kaki Enkai, meluas bagaikan mengurung Kairi serta darahnya dalam jarak jangkauan tanda yin dan yang. Tanda keseimbangan. Sinar putih dan hitam terlihat di bawah telapak kakinya, menjadi pusat dari segel tersebut.


"Kai!" teriak Enkai melesatkan pedangnya menembus jantung Kairi. Tapi hal yang aneh pedang yang menembus bagian dada hingga punggung itu menghilang. Seketika itu darah yang berwarna hitam menjadi kembali berwarna merah. Sedangkan luka yang disebabkan oleh sang iblis dan tikaman pedang oleh Enkai juga lenyap.


Sebuah kutukan penyegel darah diberikan oleh Enkai untuk mengurung kemampuan penuh Kairi hingga dapat dengan mudah dikendalikan. Dapat menggunakannya, tapi dengan pengendalian penuh. Bukan tidak terkendali seperti sebelumnya.


Perlahan jeritan memilukan dari Kairi terhenti. Kesadaran pemuda itu kembali, melihat ke arah sekitarnya."Ada apa? Apa aku tidak mati? Atau ini di surga? Kalau di surga, boleh aku memilih bidadari? Aku ingin yang itu! Yang mirip dengan Sena!" gumamnya menunjuk ke arah lantai dua, mungkin hal terakhir yang diingatnya adalah tubuhnya yang tertebas. Jadi dirinya mungkin sudah mati, masuk surga dan dikelilingi bidadari.


Plak!


Enkai memukul kepala dengan pemikiran mesum itu."Kamu belum mati!" teriaknya, benar-benar kesal pada pemikiran gila sahabatnya.


"Jadi aku belum mati?" tanya Kairi tidak yakin.


"Belum! Tapi," Enkai tersenyum, membentuk medan energi di salah satu jarinya.


Srash!

__ADS_1


Tangan Kairi digores olehnya."Apa yang kamu lakukan!?" teriak Kairi ketakutan, akan mati kehabisan darah. Tapi ada yang aneh, darahnya berwarna hitam menetes bergerak sesuai keinginan hatinya.


"A...apa ini?" tanyanya semakin takut, akan hal menjijikkan yang baru disaksikannya. Darahnya seakan memiliki nyawa.


"Kemampuanmu, mengendalikan darahmu sendiri. Tidak penasaran kenapa setelah mengeluarkan banyak darah sebelumnya kamu tidak mati?" tanya Enkai mengenyitkan keningnya.


"Ke... kenapa? Apa kekuatan superku adalah tidak akan mati?" tanya Kairi penasaran.


"Tentu tidak, kamu dapat mengendalikan darahmu untuk menyerap kemampuan musuh." Jawaban dari Enkai penuh senyuman.


Tapi benar juga, darah iblis yang melawannya terlihat kering bahkan perlahan tubuh itu keropos menjadi debu. Inikah kemampuannya? Bahkan melampaui Hunter level S.


"Jadi ini kemampuanku?" tanya Kairi berlari melakukan selebrasi meluncur di lantai bagaikan pinguin, dengan gerakan yang sama dengan darahnya yang menggumpal hitam di lantai. Benar-benar pria unik yang membuat kesulitan untuk berkata-kata.


*


Kali ini giliran Enkai untuk maju. Pemuda yang memasuki area menunggu siapa sebenarnya lawannya. Tapi tidak ada satu orangpun yang kunjung masuk.


"Sena!?" Ucap Enkai tertegun.


Tangannya yang sedari tadi memegang pedang yang dibelinya asal masih mengacung ke arah depan.


Wanita itu tersenyum."Jika dapat membuat kemampuanmu kembali sepenuhnya, nyawaku adalah tebusannya. Maka akan aku lakukan."


"Sena?" Enkai berusaha tersenyum tidak mengerti dengan kata-kata dari wanita di hadapannya. Berjalan mendekatinya.


Furohito yang ada di lantai dua, menggunakan kemampuannya. Memindahkan tubuh Hime dalam waktu kurang dari satu detik. Pemuda yang berusaha tersenyum walaupun air mata mengalir di pipinya, akan mengakhiri nyawa Hime di tangan Arata. Trauma terbesar yang akan mengembalikan kemapuan dan ingatan Arata sepenuhnya.


"Sesuai kemauanmu, mengembalikan kemampuan Arata. Setelah itu barulah kamu dapat tidur dengan tenang. Karena terbebas dari rasa bersalah..." gumamnya mengetahui beban Hime selama ini.

__ADS_1


Srak!


Tubuh Sena tiba-tiba berada tepat di tengah pedang milik Enkai."Aku mengaku kalah... Arata..." Ucap Sena tersenyum, membuat Enkai membulatkan matanya.


"Sena!" teriaknya mencabut pedang dari perut Sena. Tubuh Sena masih tumbuh manusia, walaupun ingatannya kembali. Roda perputaran reinkarnasi membuatnya memiliki kemampuan spiritual seperti Hime, namun tetap saja tubuh itu terlalu rapuh. Air matanya mengalir, memeluk Sena erat.


"Kenapa kamu melakukan ini!? Aku berbohong! Aku sudah ingat semuanya!" Ucap Enkai menitikan air matanya. Sena tersenyum, meraba pipi Enkai dengan jemari tangannya yang berlumuran darah segar miliknya.


"Sudah kembali? Itu bagus. Sangat bagus, aku hanya ingin kemampuanmu kembali seperti semula. Dapat menjadi Arata yang sombong seperti dulu, membangun sebuah dimensi hanya dengan menjentikkan jarinya." Sena hanya tersenyum, hanya tersenyum dengan wajah yang pucat.


Namun, suara diatas sana terdengar, setelah kasak-kusuk kericuhan terjadi.


"Aku memiliki sebuah pengumuman. Hari ini hukuman mati akan dijatuhkan pada Hime, sesuai keinginan putraku Arata." Kata-kata dari raja neraka membuat perhatian semua orang teralih termasuk Enkai.


"Hu... hukuman mati? Kapan aku bilang aku menginginkannya! Aku hanya mengikuti keinginan kalian!" teriaknya tidak terima.


"Aku yang ingin, dan aku yang meminta. Karena itulah keinginanmu dahulu." Kalimat terakhir, sebelum mata wanita itu tertutup.


Tingkat emosional yang tinggi. Wajahnya tersenyum, memberikan energi yang besar pada Sena. Rantai roh terbentuk, tidak membiarkan roh itu keluar dari jazadnya yang sudah rusak.


Semakin tinggi tingkat emosional ras iblis maka semakin tinggi juga kemampuannya. Tidak dapat menerima wanita ini dilukai sedikit pun. Wajahnya tersenyum semakin lebar, matanya hitam legam sempurna, aura cerah yang biasanya terlihat tiba-tiba menjadi suram, aura berwarna merah mengerikan.


Jika raja neraka mengamuk maka dapat mengalahkan belasan dewa sekaligus. Tapi bagaimana dengan Arata yang memiliki darah dewa dan iblis? Suara petir terdengar cuaca yang tiba-tiba berubah. Inilah ketakutan sebenarnya dari pihak khayangan.


"Ini salah siapa?" gumamnya dengan kemampuan yang tiba-tiba naik ke tingkat 100% dengan kata lain kembali ke kemampuan aslinya. Namun, kemarahan segalanya menyebar menjadi satu.


Tidak hanya dalam Dungeon, dewa iblis yang terbentuk membuat tiga dunia yang ada diluar sana juga ada dalam kekacauan.


"Arata, ingat kenapa ini bisa terjadi? Balas dendam... bantai semua yang ada di khayangan hingga tidak ada yang akan melukaimu. Kita akan kembali ke neraka, setelah semua dewa lenyap..." Ucap raja neraka tanpa ekspresi. Seorang ayah yang iba pada putranya yang mengabdi untuk khayangan. Tapi dikhianati, menjadikan Hime yang tulus pada Arata sebagai senjata untuk membunuhnya.

__ADS_1


Gelombang energi terbentuk, badai terjadi dimana-mana. Alam yang benar-benar tidak seimbang. Wajah Arata tersenyum, dewa iblis yang ingin menyatukan khayangan dengan neraka.


"Li... Light?" Arashi mendekat, bingung bagaimana cara menghentikan psikopat yang mengamuk.


__ADS_2