Master Of World

Master Of World
Penipu


__ADS_3

Mereka bukan berjalan menuju arah kota, tapi lebih tepatnya ke arah pinggir anak sungai. Sebuah rumah kecil terlihat, dengan dua orang yang duduk di area depan rumah.


"Kamu kemana dulu br*ngsek!?" teriak Arashi mencengkeram kerah pakaian Enkai.


"Maaf, kemarin aku bertemu Sena dan merayunya." Jawaban dari Enkai penuh senyuman tidak tahu malu.


"Sudah baikan dengan Sena!? Sekarang ayo cepat pulang!" tegas Kairi mulai tidak nyaman dengan tempat ini.


Enkai menggeleng."Semalam aku menggodanya agar memiliki anak. Tapi dia tetap memutuskan kabur dengan pria lain, setelah mengambil keperjakaanku..." ucapnya bagaikan sedih, bagaikan seorang pria yang dilecehkan.


"Kenapa jadi aku yang bersalah? Aku juga rugi..." batin Sena ingin rasanya memukul kepala pria ini.


"Kamu ditinggalkan? Kalau begitu menyerah saja. Tinggal dengan tenang menjadi dark Hunter. Cari wanita lain yang lebih menggoda! Jika kamu kaya wanita akan mendekat!" Ucap Arashi sudah frustasi rasanya dalam perjalanan mengerikan mencari Sena.


Enkai tiba-tiba menurunkan sang anak. Air matanya mengalir."Dia harus bertanggung jawab karena mengambil keperjakaanku."


"S*alan!" Umpat sang anak dalam hatinya, berusaha tersenyum.


"Masih ada wanita lain yang lebih cantik menantimu untuk mengambil keperawanan mereka." Nasehat dari Kairi yang tidak dapat tidur semalaman setiap mendengar auman para monster.


"Kalian tidak akan tau apa yang aku lewati. Kalian ingin aku mati kurus karena merindukannya? Menggoreng daging ayam, tapi tidak ingin makan. Aku bisa mati karena merindukannya. Mengingat malam yang indah kami lewati bersama," ucapnya dengan air mata mengalir.


"Jangan percaya! Dia bahkan bahkan tertawa sambil berkelahi dua jam yang lalu, dan berkata mati karena merindu!" Gerutu Akihiro dalam hatinya. Menatap sosok tidak tahu malu ini.


Pada akhirnya Arashi dan Kairi menghela napas mereka."Kita cari Sena sama-sama ya? Tapi kamu harus tetap makan. Agar dapat mencari uang untuk kami." Ucap Arashi menguatkan, sang suami yang ditinggal selingkuh oleh istrinya.


Sedangkan Sena mengenyitkan keningnya, memijit pelipisnya sendiri. Semakin hari Enkai semakin mirip dengan Arata. Benar-benar picik menyebalkan.


"Omong-ngomong kenapa kalian disini?" tanya Arashi menatap ke arah Akihiro dan Jasper.

__ADS_1


"Kami disini hanya untuk eksplorasi tidak perlu difikirkan." Jawab Akihiro penuh senyuman, dalam posisi terus merekam. Jujur saja tempat ini bagaikan negeri lain baginya. Tidak ada di belahan bumi, bahkan ikan-ikan yang berenang juga berbeda.


Jasper dan Nicole juga lebih tertegun lagi, bagaimana tempat seperti ini bisa ada dalam ruang bawah tanah yang gelap? Hingga tiba-tiba anak itu mengenyitkan keningnya menatap mereka."Kalian tidak kembali?" tanyanya.


"Tidak anak kecil, kamu..." Kalimat Nicole yang ingin mengusap pucuk kepala sang anak terhenti kala tangannya dicengkeram dengan kuat olehnya.


"Sakit!" pekik Nicole, menarik tangannya dari Sena.


"Kalian pasti sudah mengenal Jasper di misi sebelumnya kan? Ini Nicole, kemampuannya mengendalikan tanah." Ucap Akihiro memperkenalkan bawahannya.


"Halo! Namaku Nicole senang berkenalan dengan kalian." Ucap pria berseragam biru itu.


Sedangkan Jasper masih terlihat acuh, sifat sombong merendahkan yang tidak berubah sama sekali.


"Baik! Sekarang kita ke kota! Menjadi pengawal pribadi Hime, kemudian membawa Sena kabur setelah berhasil menggodanya. Empat hari lagi kita sudah harus pulang!" Target dari Kairi penuh semangat.


Tapi apa benar dapat kembali semudah itu. Pada akhirnya mereka menurut. Berjalan melihat berbagai iblis dan monster yang berpakaian seperti manusia. Namun bedanya tidak ada satupun dari mereka yang terlihat buas atau pemakan daging manusia.


Tapi apa benar? Entahlah apa yang ada di fikirannya saat ini. Dirinya duduk di samping raja neraka.


"Kenapa tidak langsung menyerang saja?" pertanyaan dari Furohito yang sengaja menyamar sebagai Arata, sebagai perintah dari raja neraka.


"Tentu saja karena ingin melihat pilihan Arata. Jika ingatannya kembali kemudian kita membantai manusia agar para dewa turun dari alam atas, kemudian anak itu tidak setuju. Bagaimana?" tanya raja neraka menoleh pada Furohito.


"Tapi mereka sudah keterlaluan. Setelah ingatan Arata menghilang mereka masih mengirim beberapa pelayan dewa untuk mengawasi agar kemampuan Arata tidak kembali. Tiga diantara lima pelayan dewa sudah aku habisi. Dua diantaranya mungkin sedang mengadu ke alam atas." Furohito menghela napas kasar.


"Karena itu, aku baru dapat tenang tinggal di neraka. Jika nyawa putraku berhenti diincar oleh mereka." Raja neraka mengenyitkan keningnya, menghela napas berkali-kali. Pada akhirnya dapat melihat wajah putranya setelah 2300 tahun walaupun hanya dari jauh.


Pemuda yang datang dengan menggendong seorang anak di punggungnya. Wajahnya masih terlalu muda, menyerupai Arata saat baru memulai belajar sihir.

__ADS_1


Seorang anak di punggungnya? Tentu saja itu Hime. Dirinya tidak menyalahkannya, seluruh tanaman yang memiliki energi spiritual ditanam oleh Hime sebelum pernikahan. Kemudian dikembangbiakkan oleh monster dan iblis yang tinggal dalam Dungeon kala mereka disegel oleh Arata.


Namun, wajah wanita itu terlihat jarang tersenyum. Mungkin mengingat segalanya, Arata memang menginginkan kematiannya. Karena merasa telah dikhianati. Remaja dan seorang anak kecil? Raja neraka menghela napas berkali-kali melihat ke arah mereka. Ditambah dikelilingi manusia yang benar-benar lemah.


*


Tog!


Suara gong terdengar, pertanda pendaftaran akan segera dimulai. Enkai berjalan menuliskan namanya tentunya tidak menggunakan nama Arata. Matanya menelisik mengamati orang yang ada diatas sana. Dari energinya sang wanita bukanlah Hime. Sedangkan pria di sampingnya adalah Furohito.


Rencana yang bagus, akting yang bagus. Ayah laknat ini hampir membuat anaknya mati terkena serangan jantung. Hanya untuk memasuki Dungeon. Apa tidak bisa bicara baik-baik!?


Namun, ini juga harus dilewatinya. Menurunkan anak di punggungnya. Mengapa harus mengikuti kompetisi ini? Tentu saja untuk mengasah kemampuannya mengembalikan tingkat kemampuannya dahulu.


Beberapa peserta berbaris. Enkai berusaha tersenyum, menatap Akihiro yang akan ikut bertanding beserta kedua bawahnya.


"Kenapa kalian ikut?" tanya Enkai.


"Dark Hunter kemampuan level D sepertimu saja boleh ikut kenapa aku tidak!?" Ucap Jasper emosional.


"Maksud Jasper sebenarnya kami hanya ingin menguji kemampuan iblis dan monster di tempat ini." Nicole berucap dengan kalimat yang benar-benar ringan.


"Benar! Aku akan merekam semuanya lebih dekat. Itu seperti anggota keluarga kerajaan bukan? Pakaiannya bersulam emas! Persis seperti raja jaman dulu." Ucap Akihiro antusias.


Enkai sedikit menyingkir rasanya dirinya seperti menghadiri pesta di ballroom hotel bersama sekelompok orang desa yang kampungan.


Tong!


Tong!

__ADS_1


"Kompetisi akan dimulai, karena terlalu banyak peserta babak penyisihan akan dilakukan dengan mengitari gunung hutan tenggara. Orang yang berhasil memanjat, mengambil beberapa bendera yang ada di puncak kemudian kembali membawa bendera itu akan lolos babak penyisihan. Tapi ada peringatan, ini adalah musim kawin iblis kelelawar!" Ucap seorang pria yang berpakaian selayaknya Kasim.


Sungguh bagus akting mereka hanya untuk menipu seorang Arata.


__ADS_2