
Penyatuan antara alam bawah dan alam tengah berusaha di tekan oleh kaisar langit, walaupun menyerap setengah energinya.
Tapi apa bisa menghentikan? Tidak, tiga alam memiliki nyawanya masing-masing. Alam atas, tengah dan bawah. Kala lebih dari setengah penghuni alam bawah menghilang dalam waktu yang cukup lama maka, alam bawah akan merangkak untuk menyatu dengan alam tengah untuk mencari penghuninya.
Ini buruk, benar-benar buruk. Badai yang terjadi, sebagai pertanda alam bawah yang merangkak naik.
"Kamu tau apa kesalahanmu!?" tanyanya pada putranya.
"Maafkan saya ayah. Ta...tapi ini juga demi kebaikan. Ayah lihat sendiri kan? Separuh dari bencana ini karena terbentuknya dewa iblis." Ucap pangeran langit terbata-bata.
Senyuman terlihat di wajah kaisar langit, menatap ke arah putranya."Membasmi iblis seperti pahlawan. Itu yang kamu lakukan kan?"
"I...iya...itu maksud saya. Jika iblis tidak ada, jika Arata dapat dihentikan. Maka---" Kalimat pangeran langit disela.
"Ada yang namanya iblis dan monster. Ada juga yang namanya Dewa. Jika iblis tidak ada yang ada hanya manusia dan Dewa. Maka manusia tidak akan takut akan kematian, perlahan melakukan banyak kejahatan. Menjadi iblis sesungguhnya, kala alam bawah dan alam tengah menyatu. Seperti keseimbangan alam. Kamu lihat sendiri apa yang terjadi jika iblis dan monster tidak ada di alam bawah kan? Alam bawah merangkak naik mencari penghuninya," ucapnya.
"Aku hanya bermaksud mencegah sebelum Arata---" Lagi-lagi kaisar langit menyela ucapan putranya.
"Sebelum Arata apa? Informasi terakhir yang aku dapatkan 2300 tahun yang lalu, Arata akan menikah dengan pelayan Dewi alam yang bahkan tidak dapat menghasilkan energi sendiri. Jika dia berencana menjadi dewa iblis dan melawan alam atas, setidaknya dia akan memohon pernikahan dengan Dewi lain yang memiliki kemampuan lebih tinggi. Ayah fikir semua baik-baik saja, tapi kalian terlalu pandai menutupinya." Raut wajah sang kaisar langit terlihat tidak senang.
Matanya menelisik, mungkin ada beberapa dewa lain yang terlibat dengan ini, menyembunyikan kenyataan darinya, karena tidak ingin terlibat masalah dengan pangeran langit dan Dewi alam.
"Tentang kalian, aku akan memutuskan hukuman nanti. Tugas kalian pertahankan alam tengah. Aku akan mencari keberadaan raja neraka dan putranya." Ucap kaisar langit. Kata-kata yang tidak dapat dibantah satu orangpun. Semuanya menunduk memberi hormat, pria yang kemudian menghilang, mencari sumber energi dewa iblis yang perlahan terbentuk.
Sementara ratusan dewa dan prajurit serta pelayan langit lainnya menyebar. Tidak dapat mencegah, hanya dapat memperlambat penyatuan alam.
Bencana yang benar-benar besar. Ada di beberapa titik tanah yang sebelumnya subur, menjadi sungai lahar. Benar-benar definisi dari neraka dunia.
__ADS_1
Menggunakan energi mereka, sedikit mendorong alam bawah. Tapi cukup sulit karena alam bawah akan merangkak kembali.
*
Sementara dalam Dungeon kemarahan Enkai semakin disulut. Ini menyenangkan bagi Furohito, pria yang dapat menghindari semua serangan dengan mudah.
"Kembalikan..." Ucap Enkai yang belum dapat bergerak. Akibat menyerap energi yang cukup banyak, pria yang hanya mengapung di udara. Bola matanya sepenuhnya menghitam. Urat nadi yang terlihat pada area lehernya juga ikut menghitam.
Suara petir menggelegar, serangan cakram melayang dengan cepat.
Apa tujuan semua ini? Tentu saja untuk membuat Arata sulit untuk ditandingi. Entah apapun keputusan putranya, akan menentang langit atau tidak. Setidaknya sebagai darah keturunan iblis dan dewa anaknya memiliki kemampuan lebih untuk melindungi diri. Bagaikan seekor landak yang dikelilingi duri tajam.
Semakin banyak, kupu-kupu putih pemakan daging berubah menjadi iblis berbentuk manusia dengan memakai pakaian putih. Menyerang ke arah Furohito.
"Satu centimeter lagi..." Furohito terkekeh, melihat serangan yang hampir mengenai dirinya."Arata! Aku selalu menyayangkan kematianmu hanya karena Hime." Teriaknya tertawa, mengeluarkan pedang dari telapak tangannya. Seakan bersiap menyayat tubuh Sena.
Mengetahui dirinya akan mati. Jika Arata sudah semarah ini. Masa lalu yang dikenangnya kala melihat seseorang yang menduduki kursi raja neraka. Seorang anak yang memakai mahkota kebesaran milik ayahnya. Seseorang yang dipanggil sebagai putra mahkota. Jenius yang sering mengerjakan pekerjaan raja neraka.
Wajah Furohito tersenyum, setelah ribuan tahun dirinya selalu mengikuti putra mahkota. Dilatih untuk dapat mengendalikan emosi Arata saat pelatihan. Pengawal? Bukan itulah tugasnya, tugasnya mengendalikan Arata yang memiliki emosi tidak stabil.
Tidak boleh marah atau memiliki napsu. Hanya boleh menunjukkan kemarahannya kala pelatihan untuk meningkatkan level kemampuannya. Bagaimana pun Arata berasal dari ras iblis, tingkat kemampuannya akan naik secara instan jika berselimut kemarahan.
Brak!
Brak!
Brak!
__ADS_1
Tanda tato aneh terlihat di sekujur tubuh Furohito. Untuk pertama kalinya memancing kemarahan Arata, sampai ke tingkat ini. Pemuda yang menggunakan kemampuan penuh pada akhirnya.
Tapi apa bisa? Kemampuan menciptakan, menambah kemampuan dari prajurit Iblis dari kupu-kupu putih yang dibuatnya.
"Bagaimana jika tubuh Hime aku hancurkan!?" Satu pertanyaan dari Furohito, menusukan pedang dari belakang pada tubuh Sena. Luka yang baru disembuhkan Arata, kali ini terlihat luka baru yang melebar.
Hingga pada akhirnya, wajah itu tersenyum. Pria yang sudah dapat bergerak. Mengibaskan tangannya, tubuh Furohito terlempar. Tanpa disentuh olehnya, bersamaan dengan tubuh Sena yang melayang, kembali direbut oleh Arata.
Wajah pemuda itu tanpa ekspresi. Apa harus membunuh semuanya saja, agar dirinya dapat hidup tenang seperti dulu?
Pedang hitam tercipta di tangannya. Melempar dengan cepat ke arah Furohito yang baru saja bangkit.
"Aku akan mati!" Furohito berteriak sembari tersenyum. Tujuan hidupnya dari awal memang hanya pengabdian.
Tapi kala pedang itu hampir menghujam tubuhnya. Raja neraka mengangkat tangannya ingin membuat perisai. Tapi bersamaan dengan itu seseorang muncul.
Memakai pakaian putih dengan sulaman berbentuk naga dari benang emas. Pria yang menghentikan serangan Arata. Pedang hitam yang lenyap hancur berkeping-keping.
Wajah pria itu terlihat tidak senang. Semua penghuni alam bawah ada di tempat ini. Raja neraka, putra mahkota dari alam bawah, puluhan ribu iblis dan monster dengan level kemampuan hampir setara dengan dewa.
Apa yang direncanakan raja neraka? Apa pemberontakan? Mengapa dengan sengaja membuat putranya menaikan level kemampuan melalui tekanan mental.
"Arata hentikan!" perintah dari kaisar langit.
Namun, hanya senyuman yang terlihat di bibirnya."Aku hanya ingin hidup tenang di neraka. Tapi kalian yang memulai semua ini, sebuah lelucon selama 2300 tahun..."
Kaisar langit menghela napas kasar. Meskipun dari ras iblis, sifat Arata tidak begitu buruk, tidak juga menginginkan kekuasaan."Apa tujuanmu?"
__ADS_1
"Awalnya hanya hidup tenang. Tapi sekarang aku ingin menjadikan dunia debu. Membuat dunia yang baru..." Jawaban dari Arata pada akhirnya.
Tidak dapat dibiarkan, kaisar langit mengeluarkan pedangnya. Kaisar yang sama sekali tidak menua itu tersenyum. Untuk pertama kalinya akan mendapatkan lawan imbang.