
Arashi benar-benar dipaksa menikah dengan bangsa iblis kali ini. Air matanya mengalir, menangisi seseorang tapi bukan seorang wanita yang seharusnya membuat pengantin pria jatuh hati. Dirinya menangisi seorang pria, sahabat br*ngseknya.
"Light..." Gumamnya lirih, tengah dirias oleh orang-orang dari kepala suku iblis yang mendiami tempat tersebut.
Kupu-kupu hitam tiba-tiba mendatangi kupu-kupu putih yang sebelumnya membimbing Arashi.
Iblis wanita mendekat, seorang pelayan yang akan merias Arashi yang telah berpakaian merah.
Srash!
Kupu-kupu hitam melukai tangan sang pelayan. Seketika tangan itu melepuh, racun dari kupu-kupu hitam yang bersifat korosif. Iblis wanita itu terjatuh di lantai."Tolong! Tolong! Tolong!" teriaknya dengan tubuh mulai menghitam.
"Waktunya lari!" Ucap Arashi segera berlari melewati lorong rumah yang terbuat dari kayu. Mata tajamnya yang dapat melihat tembus pandang, mengamati kepala suku akan lewat melalui lorong sebelah kanan. Maka dirinya akan melewati lorong sebelah kiri.
"Mau pergi kemana kamu!?" bentak seorang pengawal.
Srash!
Lagi-lagi kupu-kupu hitam yang membimbing jalannya melukai penjaga. Membuat sang penjaga terjatuh kesakitan merasakan lengannya bagaikan meleleh, kulitnya menghitam.
"Apa tidak apa-apa?" gumamnya iba. Tapi masih saja berlari kabur.
Satu? Tidak ada sekitar 18 pengawal yang mengejarnya. Melewati jembatan, melewati anak sungai, bahkan melewati kandang monster tetangga sebelah. Hingga pada akhirnya kupu-kupu hitam yang membimbing jalannya, mundur ke belakang.
Srash!
Srash!
Srash!
Semuanya diberikan luka gores kecil. Pada akhirnya terjatuh dengan tubuh keracunan. "Aku akan selamat!" teriaknya senang pada akhirnya Light mengirim kupu-kupu kecil ini untuk menyelamatkannya.
Namun dirinya menelan ludahnya, berfikir sejenak. Mungkin ini benar-benar kupu-kupu iblis pemakan daging. Tapi itu artinya Light bukanlah manusia, sama seperti Sena.
Tapi tidak apa, yang terpenting dirinya dapat hidup. Itulah jalan Hunternya!
*
__ADS_1
Di tempat lain Kairi pada akhirnya mendaki ke arah gunung mengikuti arahan kupu-kupu putih dan hitam miliknya. Rasa yang benar-benar lelah, perlu waktu beberapa jam baginya untuk sampai di puncak. Hingga pria br*ngsek itu terlihat juga. Tengah tersenyum, benar-benar terlihat tengil.
"Akhirnya sampai juga, omong-ngomong apa godaan terbesar dalam hidupmu?" tanya Enkai memberikan bendera dan sebotol air minum, serta makanan.
Kairi menelan ludahnya, dirinya masih mengingat. Kala seekor kupu-kupu hitam mengalahkan kawanan serigala. Bagaimana jika Light tahu godaan terbesarnya adalah Sena?
"Mampus!" batinnya.
Pada akhirnya Kairi mengatur raut wajahnya, berusaha tersenyum."Godaan terbesarku adalah Kyo. Mereka berpura-pura menjadi Kyo dan Tuan Hiderashi memberikan satu kontainer uang," dustanya tidak ingin mati sia-sia. Walaupun dirinya masih penasaran bagaimana rupa Sena memakai bikini.
"Begitu?" Enkai mengenyitkan keningnya. Godaan yang benar-benar mudah, biasanya iblis kelelawar akan bermain-main dengan keinginan terdalam. Tapi mengapa godaan Kairi begitu mudah? Mungkin memang keinginan pria ini begitu sederhana.
Hingga orang terakhir yang datang membuat mereka menahan tawanya. Benar-benar tampan dengan pakaian merah itu, bahkan entah bagaimana rambut Arashi dapat berubah menjadi panjang dalam hitungan jam. Tatanan rambut pria jaman dahulu, benar-benar tampan, tapi sayangnya memakai pakaian mempelai pria.
Enkai menipiskan bibir menahan tawanya."Kamu akan menikah?" tanyanya.
"Iya! Kamu membawa pengantin prianya kabur! Puas!?" bentak Arashi. Malah dijawab dengan tawa oleh Kairi dan Enkai.
"Siapa yang mau menikahimu? Apa anak sultan? Wanita karier? Ibu rumah tangga? Wanita imut?" tanya Kairi seketika rasa lelahnya menghilang entah kemana.
Namun, hanya sejenak. Langkahnya tiba-tiba terhenti. Tangan seorang anak kecil terulur memberikan butiran bersinar padanya. Mungkin sebesar permen karet.
"Jika kakak akan tetap berteman dengan kakak berambut putih (Enkai). Aku akan memberikan permen." Ucap Sena, masih dengan wujud anak kecil.
"Permen?" Arashi menghela napasnya. Hendak mengembalikannya. Namun dengan cepat Enkai memaksa Arashi menelannya.
Tato aneh terlihat di area lengannya. Pemuda yang mengenyitkan keningnya tidak mengerti."Ini apa?"
"Biji tanaman dewa. Hanya berbuah 100 tahun sekali. Dapat menaikkan level kemampuan manusia, untuk naik tingkat. Jika aku perkirakan mungkin kemampuanmu sekarang setara pelayan dewa tingkat rendah." Jelas Sena pada pria di hadapannya.
Arashi memincingkan matanya."Mata laser!" teriaknya, namun tidak ada yang terjadi, walaupun dirinya memelototi sebuah pohon cukup lama.
Plak!
"Apanya yang mata laser!?" Enkai memukul bagian belakang kepala Arashi.
"Sakit! Lalu kalau bukan mata laser apa!? Apa aku bisa mengangkat batu besar!? Atau kekuatan menghancurkan batu?" tanya Arashi antusias.
__ADS_1
"Batu! Batu! Kamu manusia batu!" Enkai menggeleng-gelengkan kepalanya.
Anak itu mendekat."Kekuatan penyegelan roh. Dalam artian kamu dapat membimbing roh, mengambil atau menyentuh mereka."
"Ja... jadi aku menjadi penyihir ilmu hitam yang setiap hari bertemu hantu?" tanya Arashi ketakutan.
"Ini kekuatan yang menyenangkan. Mungkin karena tanaman penghasil biji sempat disentuh oleh Arata. Kemampuanmu akan bagaikan pelayan dewa yang sesuai dengan tugas Arata." Penjelasan singkat dari Sena.
Arashi mengenyitkan keningnya, mengingat nama jenius muda. Maaf salah, jenius tua yang dibicarakan semua orang itu. Dirinya akan memiliki tipe kemampuan yang sesuai dengan Arata."Jadi apa tugas Arata?"
"Penjaga perbatasan alam bawah dan alam tengah." Jawaban anak itu membuat Arashi menghela napasnya.
"Tapi aku tidak berbohong, kekuatan ini cukup keren. Arahkan tanganmu pada Kairi tepat ke bagian lehernya." Arahan dari Sena yang masih juga menjadi anak kecil.
Dan benar saja.
Srak!
Rantai aneh dengan sinar merah keluar dari tangannya. Tepat mengenai leher Kairi, secara otomatis seketika tubuh Kairi roboh. Rohnya keluar tertarik.
"Kembalikan, buat tanda penghenti dengan mempertemukan ibu jari kanan dengan ibu jari kiri, jari tengah kanan dengan jari tengah kiri!" perintah Sena cepat, sebelum Kairi benar-benar mati.
"Baik!" Arashi yang panik segera menurut, rantai terputus, roh Kairi kembali ke tubuhnya.
Mata Kairi tiba-tiba terbuka. Tidak mengerti dengan dirinya sendiri, terlihat ling-lung bagaikan baru terbangun dari mimpinya. Tapi keadaan sekitar yang sama, dirinya tidak mengerti benar-benar bingung sesaat.
"Kemampuan yang hebat! Aku coba lagi!" Ucapnya antusias mengarahkan tangannya pada Jasper. Tapi tidak ada rantai yang keluar sama sekali.
"Kenapa tidak bisa?" tanyanya pada sang anak kecil.
"Memang tidak bisa, jika kemapuan lawan ada diatas kemampuanmu. Karena itu, semakin banyak kamu berlatih maka akan semakin hebat." Sena tersenyum, senyuman yang benar-benar mencurigakan.
Dalam imajinasinya jika dapat meningkatkan kemampuan Arashi setara dengan dewa. Maka Arata akan memiliki pelayan dewa dengan kekuatan besar.
Benar-benar imajinasi tingkat tinggi, dimana kala perang terjadi Arashi akan melayang, mengeluarkan ratusan rantai dari tangannya. Menjerat arwah ratusan prajurit khayangan.
Tersenyum-senyum bahkan tertawa-tawa sendiri. Hingga tiba-tiba Kairi mendekatinya."Apa tidak ada kemampuan yang cocok untukku?"
__ADS_1