Master Of World

Master Of World
Teman


__ADS_3

"Maaf, apa pesanan anda?" tanya Sena berusaha keras untuk tersenyum.


"Kentang goreng dan cheese burger, satu banana split. Aku terbiasa di udara pantai, jadi jangan terlalu dingin." Kalimat aneh darinya tetap disambut dengan senyuman oleh Sena.


"Apa peduliku," batinnya, berlalu pergi hendak membawa lembaran kertas itu pada Enkai.


Kala Sena berbalik pergi saat itulah Akihiro kembali bertanya pada ajudannya. Dirinya masih memandang curiga."Light benar-benar ada disini?"


Sang ajudan yang merupakan Hunter level A mengangguk yakin. Sedangkan Eiji mengenyitkan keningnya.


"Bukan, aku sudah mencoretnya dari daftar orang-orang yang kemungkinan besar adalah Light." Sela Eiji, memakan kentang goreng miliknya.


"Kenapa?" tanya Akihiro penasaran.


"Suami pemilik restauran ini meskipun berambut putih tapi tetap saja tingkah lakunya utarakan. Sering sembarangan bertindak. Dia hanya seorang pemuda yang bercita-cita menjadi koki." Jawaban dari Eiji.


"Kamu begitu yakin?" tanya sang ajudan.


"Tentu saja, aku setiap hari curhat padanya. Menjelek-jelekkan Light di hadapannya. Jika dia benar-benar Light dengan jiwa psikopat nya itu, mungkin aku sudah mati dari lama." Kalimat yang diucapkan Eiji.


Sedangkan Akihiro melirik ke arah ajudannya. Sang ajudan mengangguk menyakini pemuda bernama Enkai ini adalah Light yang sebenarnya.


Pada akhirnya pesanan mereka diantarkan sendiri oleh Sena. Wanita yang tetap menunduk menyembunyikan setengah wajahnya yang mengalami rusak parah.


"Aku ingin bertemu dengan orang yang membuat makanan ini. Aku menyukainya, cukup pas dengan seleraku." Ucap Akihiro memakan sedikit cheese burger.


"Maaf, suamiku sedang sibuk menggoreng ayam." Kalimat yang diucapkan Sena penuh senyuman.


"Aku hanya ingin bertemu dengannya, akan aku berikan tips yang besar." Pria paruh baya itu mengenyitkan keningnya tidak suka dibantah.


"Tuan, jika ingin bertemu siapa yang meracik daging cheese burger, serta campuran tepung pada ayam goreng anda sudah bertemu dengannya." Ucap Sena ramah.


"Jadi aku sudah pernah bertemu dengannya?" tanya Akihiro meyakini pemuda bernama Enkai adalah Light. Raut wajahnya serius menatap ke arah Sena.


"Tentu saja sudah, yang membuat adalah saya sendiri. Suami saya hanya memanggang daging dan menggoreng ayam." Jawaban wanita itu tanpa rasa bersalah penuh senyuman memuakan.


Akihiro memegang kerah pakaian Sena."Wanita br*ngsek! Aku ingin bertemu dengan suamimu!" teriaknya, mengeluarkan angin kencang, seperti biasanya Sena hanya tersenyum.

__ADS_1


"Tidak bisa..." Itulah jawaban darinya.


"Buruk rupa! Aku---" Kalimatnya terhenti seseorang keluar dari dapur memakai appron nya.


Seorang pemuda rupawan dengan senyuman secercah langit pagi. Terlihat benar-benar ramah."Tuan maaf atas kelancangan istri saya. Dia sedikit pencemburu," ucapnya, bagaikan malaikat tanpa dosa.


"Aku ingin mencincangmu." Batin Enkai, dengan beberapa kupu-kupu besi kecil menempel di balik appron-nya.


Akihiro menghela napas kasar, rambut putih, tinggi badan yang sama namun karakter dan aura yang berbeda. Seperti dua orang kembar, atau satu tubuh yang dimiliki dua orang.


"Tidak apa-apa, aku ingin bicara secara pribadi denganmu." Ucap Akihiro padanya, menepuk bahunya bagaikan anak hip-hop.


"Tidak boleh, aku tidak bisa menjaga restauran sendirian." Sena mencegahnya.


"Hanya sebentar," Akihiro bersikeras.


"Tidak boleh! Seperti katanya aku memang posesif! Bagaimana jika kalian saling mencintai!?" tanya Sena menahan rasa malunya. Dirinya hanya tidak ingin Akihiro mengetahui identitas Enkai.


Enkai menahan tawanya, melihat tingkah wanita ini. Tidak menyadari Sena telah mengetahui segalanya. Pemuda yang mendekat penuh senyuman, mengecup keningnya."Jaga restauran baik-baik. Hanya ada tiga order yang belum out. Aku hanya pergi selama 15 menit." Kalimat yang diucapkannya membuat Sena tertegun. Kemudian tersenyum dan mengangguk.


Wanita yang membiarkan Enkai pergi bersama Akihiro.


Kring!


Suara lonceng depan pintu terdengar. Wanita itu segera menoleh, pelanggan tetap mereka. Seorang pemuda yang melepaskan topinya segera duduk di meja sudut ruangan, dekat etalase.


"Mau pesan apa?" tanya Sena pada pemuda di hadapannya.


"Ayam goreng bagian paha atas, dan minumannya teh hangat." Jawab sang pemuda. Sena segera berbalik hendak pergi membuatkan pesanan.


Hingga sekitar 15 menit kemudian makanan dan minuman dihidangkannya."Tunggu! Aku perlu teman bicara." Ucap sang pemuda, membuat Sena menghentikan langkahnya.


Sena berbalik menatap ke arahnya."Aku cukup sibuk jadi---"


"Sudah lama aku tidak memiliki teman. Jika kamu bersedia menjadi temanku, aku akan menyembuhkan wajahmu. Perkenalkan namaku Furohito." Furohito mengulurkan tangannya, benar-benar terlihat ramah.


"Wajahku tidak dapat disembuhkan. Tapi jika kamu memerlukan teman. Perkenalkan, namaku Sena..." Sena menyambut uluran tangan Furohito.

__ADS_1


Pemuda itu masih setia tersenyum, mempersilahkan Sena duduk di kursi yang bersebrangan dengannya. Dua orang yang terlihat akrab, memiliki pokok pembicaraan yang sama. Sesekali tertawa, entah apa yang mereka bicarakan.


"Dia bintang yang tidak tergapai bagimu, lambat laun akan mengacuhkanmu. Karena itu aku akan membawamu untuk tinggal dalam Dungeon," Itulah yang ada di fikiran Furohito saat ini.


Pemuda yang masih tersenyum dan tertawa. Terkadang membuat lelucon aneh untuk Sena.


"Jika ada seorang nenek tenggelam di laut, dimana kelihatannya?" tanya Furohito.


"Di dermaga? pinggir pantai?" Jawab Sena tidak yakin.


"Di koran atau televisi. Pembawa acara akan menampilkan foto sang nenek, dilaporkan seorang nenek tenggelam di laut." Jawaban dari Furohito tertawa bersama Sena. Wanita yang tidak begitu banyak memiliki teman.


Merahasiakan sesuatu, maka akan banyak kesalahan pahaman yang timbul. Saat itu rasa benci akan tercipta, berpaling dalam rasa sakit untuk pergi.


*


Sedangkan di tempat lain Enkai tetap tersenyum, menatap ke arah Akihiro. Private room dalam sebuah restauran menjadi pilihan sang pemimpin pasukan khusus.


Memulai pembicaraan dengan pemuda di hadapannya. Hanya ditemani seorang ajudan di belakangnya."Kamu Light kan?" tanyanya.


"Light?" Enkai mengenyitkan keningnya, kemudian tersenyum."Aku tidak pernah mendengarnya."


"Kamu Dark Hunter yang membuat kekacauan di tengah kota!" Sang ajudan melemparkan semua bukti ke meja di hadapan Enkai.


"Jika aku memang benar orang ini, maka aku sudah kaya. Tidak mungkin aku menumpang hidup di restauran ayam goreng milik istriku. Aku tinggal memilih bergabung ke Hunter pemerintah atau menjadi Dark Hunter." Ucap Enkai masih setia tersenyum.


Prang!


Tiba-tiba Akihiro melempar sebuah mangkuk kecil pada Enkai. Pemuda itu hanya memiringkan sedikit kepalanya menghindar.


"Respon yang cepat. Kamu mau katakan apa lagi?" tanya Akihiro.


"Jika kalian tau, lebih baik kalian mati..." jawaban tenang dari Enkai dengan kupu-kupu besi telah terbang di sekitar leher Akihiro dan ajudannya.


Akihiro tersenyum, menggunakan kemampuannya menghentikan waktu 10 detik. Kemampuan yang dapat digunakan tanpa batasan waktu, mungkin hanya memerlukan waktu lima menit untuk menggunakannya kembali.


Waktu terhenti, pria yang menggapai kupu-kupu besi milik Enkai yang mengapung dekat lehernya.

__ADS_1


"Bisa menghentikan waktu?" tanya Enkai kala gerakan semua orang masih terhenti. Membuat Akihiro mengenyitkan keningnya.


__ADS_2