Master Of World

Master Of World
Seimbang


__ADS_3

Seimbang, begitulah tingkat kemampuan dewa iblis dengan sang kaisar langit. Segel yang terpecah, tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menghentikannya.


Kecepatan yang begitu tinggi, Arata bergerak cepat hendak menebas sang kaisar langit. Namun kaisar langit menangkis serangannya. Bagaikan kilatan petir bergerak cepat, benar-benar cepat.


"Arata! Jika begini terus bukan hanya Dungeon, tapi alam tengah juga akan hancur!" Ucap sang kaisar langit berusaha menghentikannya.


"Apa peduliku... itulah tujuanku. Menciptakan dunia yang baru, jika manusia, dewa, maupun iblis dan monster sudah pernah merasakan kehancuran, mereka akan hanya berbuat baik sesuai aturan. Tidak akan ada yang mengusik hidupku!" teriak Arata bertambah murka. Gerakan tangannya terhenti sejenak, memundurkan langkahnya. Pedang miliknya menimbulkan sinar hitam pekat. Matanya memancarkan sinar kemerahan penuh.


Lautan lava terbentuk di bumi, alam bawah benar-benar merangkak naik. Roh-roh jahat berkeliaran berusaha dihentikan oleh para dewa.


Kaisar langit berusaha menenangkan dirinya, menekan alam bawah. Tapi kali ini tidak ada hasil sama sekali. Tenaga dalam yang terbagi menjadi alasannya. Dirinya tidak dapat memusatkan kemampuannya di dua tempat. Selain itu alam bawah ada dalam kendali penuh dari Arata, dirinya hanya dapat mengendalikan kesadaran alam atas.


Kala tenaga dalamnya terbagi untuk memisahkan sementara alam tengah dan bawah itulah Arata mengambil kesempatan. Bergerak cepat, mencengkeram leher kaisar langit. Wajahnya tersenyum, urat-urat nadi yang menghitam.


Kaisar langit mencoba melawan tapi percuma, setengah tenaganya digunakan untuk menyelamatkan umat manusia. Tapi untuk pertama kalinya dirinya bersentuhan langsung dengan Arata, memasuki apa yang sebenarnya ada dalam alam bawah sadar sang dewa iblis.


Bagaikan memasuki fikiran, dunia ilusi bercampur dengan ingatan. Kaisar langit menatap ke arah Arata kecil yang memakan makanannya ketika menunjukkan bakat ribuan tahun lalu.


"Tidak ada yang bisa diajak bicara. Ini membosankan, aku ingin pulang..." itulah yang ada di fikiran anak tanpa ekspresi itu.


Kaisar langit mengenyitkan keningnya. Mengira Arata kecil begitu antusias untuk mengalahkan bakat anak para dewa dan pangeran-pangeran langit. Tapi tidak? Jadi ini hanya untuk membanggakan raja neraka?


Apa yang terjadi setelahnya? Dirinya mengikuti ingatan dan keinginan itu lebih dalam lagi. Tidak ada apapun setelahnya, Arata kecil yang sering menggantikan ayahnya menjalankan tugas sebagai raja neraka. Memakai jubah dan mahkota kebesaran.


"Bosan..." hanya itulah yang ada difikiran Arata.


Hari demi hari berlalu, kala hukuman mati dijatuhkan pada ibu kandungnya yang merupakan seorang Dewi. Sang ayah (raja neraka) mencoba menenangkannya. Tapi tetap saja tidak ada ekspresi yang terlihat di wajahnya yang masih terlalu muda.

__ADS_1


"Yang mati ibu? Aku tidak mengenalnya, kenapa harus menangis?" Kalimat yang tertahan tidak diungkapkan olehnya. Hanya membalas pelukan sang ayah.


Kaisar langit menyaksikan segalanya. Mengetahui isi hati dan apa ada yang ada difikiran Arata selama ini.


Hingga kala dirinya remaja, mendapatkan banyak cibiran dari para dewa, sebagai keturunan iblis. Kaisar langit terlihat cemas, apa karena ini Arata memiliki dendam?


Tapi tidak, pemuda yang beranjak dewasa itu terlalu arogan. Meminum tehnya sembari tersenyum.


"Mereka hanya iri bukan? Kalian terlalu rendah..." isi fikiran Arata.


Lalu apa yang membuat Arata, seorang dewa yang taat menjadi sekeji ini? Lebih dalam, dan lebih dalam lagi.


Beberapa ingatan pahit dan indah terlihat. Angin yang bertiup, khayalan yang tidak terwujud tinggal di neraka dengan ayah dan wanita yang dicintainya. Ingatan saat menjadi Enkai ikut pula tercampur, membuat orderan yang tidak kunjung habis.


Kaisar langit tertegun, berbagai macam perasaan bercampur aduk kini. Sedih dan senang yang tidak dapat dikendalikannya. Menjadi orang normal, hanya itulah keinginannya. Kembali ke awal.


*


Beberapa kata aneh yang tidak memiliki arti diucapkan oleh sang kaisar langit. Hingga membuat Arata terdorong.


"Aku tetap akan membunuhmu..." Ucap Arata tersenyum, masih cukup sulit untuk dihentikan.


"Kita kembali ke keadaan semula. Kumpulkan monster dan iblis agar kembali ke neraka. Para dewa sudah terlalu takut dan mengetahui kemampuanmu. Mereka tidak akan mengusik mu. Jika dunia ini hancur dimana kamu akan tinggal dan menjual ayam dengan istrimu?" tanya kaisar langit.


"Omong kosong, kalian berbohong bukan!? Setelah aku tidak waspada kalian akan membunuhku, ayah dan Hime!" teriaknya murka.


Kaisar langit menggeleng."Kekuatan kita seimbang, jika terus seperti ini, tidak akan ada yang menang atau kalah. Aku berjanji dengan nyawaku, tidak akan ada yang mengusikmu, istrimu dan ayahmu lagi." Pria yang sejatinya jauh lebih tua dari Arata, namun terlihat memiliki wajah seumuran itu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Arata terlihat ragu, tapi perlahan menyentuh tangan sang kaisar langit. Segel Ying dan Yang terbentuk diantara mereka. Menyebarkan dua macam sinar yang berbeda. Perlahan penyatuan neraka dan alam tengah terhenti, bahkan kembali ke sedia kala. Tidak ada retakan di tanah, roh-roh terseret ke neraka.


Kala musim semi yang indah kembali tiba. Begitu juga dalam Dungeon. Energi aneh membuat kekuatan iblis dan monster di tempat itu lebih terkendali.


Arata menonggakkan kepalanya."Aku akan memenggalmu, jika kamu mengingkari janji." Ucapnya yang perlahan berubah menjadi Enkai, terlihat berusia lebih muda dari Arata walaupun dengan wajah yang serupa.


*


Bagaikan guguran bintang yang bertaburan, satu persatu monster dan iblis memancarkan sinar aneh, terbang berjalan menuju gerbang neraka. Furohito membawa buku guna mencatatnya. Menghela napas kasar, masih banyak yang terlepas dan harus ditangkap oleh para Hunter.


Sementara kaisar langit, tiba-tiba datang membawa pangeran pertama dan Dewi alam menggunakan rantai."Terserah kalian bagaimana caranya untuk menghukum mereka. Bahkan ribuan tahun juga tidak apa-apa," ucapnya tersenyum membawa biang keladi permasalahan.


"Terimakasih, yang mulia. Aku akan pastikan mereka merasakan hukuman paling dalam dari neraka. Bagaimana jika digoreng saja..." Ucap Furohito berfikir sepasang dewa dan Dewi yang tidak memiliki kemampuan lagi sama sekali.


"Ayah jangan!" Ucap pangeran pertama. Tapi sayang sekali Kaisar Langit malah pergi melarikan diri meninggalkan mereka dengan cepat.


"Ayo berbaris!" Ucap Furohito membawa cambuk.


*


Segalanya berjalan dengan baik-baik saja, benar-benar baik-baik saja. Setiap malam Enkai, Furohito, Kairi dan Arashi, menjalankan tugas mereka, menangkap monster dan iblis yang masih ada dalam Dungeon dan berkeliaran di alam tengah. Sedangkan pada siang hari, segalanya berlangsung berbeda.


Kedai ayam goreng yang kembali buka benar-benar dipadati pengunjung. Sebagian dari mereka adalah para Hunter yang tidak mengetahui tentang Enkai maupun identitas asli Light. Lokasi yang strategis, pohon sakura yang bermekaran sepanjang tahun di tempat tersebut.


"Paket take a way! Lima ayam goreng bagian dada..." Sena memberikan orderannya ke bagian dapur. Wajahnya terlihat tersenyum, pada pemuda yang mengenakan pakaian koki.


"Segera siap...sayang..." Ucap Enkai mengecup pipinya.

__ADS_1


Tamat


Akan ada ekstra part. Update nanti malam 😁


__ADS_2