
Seminggu kemudian Bu Mela resmi resign dari perusahaan.Semua sedih , mengingat Ia sudah lama bekerja di situ.Acara perpisahan sekalian serah terima jabatan dari dirinya kepada Rika diadakan di aula kantor.Direktur hadir dalam acara tersebut.
" Saya mengucapkan terima kasih kepada Mela yang telah banyak memberikan kontribusi pada perusahaan ini.Selanjutnya kepada Rika saya ucapkan selamat bekerja" Direktur memberikan pidato singkat.Banyak orang terkejut pada pengangkatan Rika, karena Ia termasuk karyawan baru.Tetapi mereka yang sudah pernah berhubungan kerja dengan Rika tahu memang Ia sangat kompeten, pasti Direktur tidak salah pilih.
Semua menyalami Rika memberikan selamat dan mengucapkan salam perpisahan pada Bu Mela.Acara diakhiri dengan makan bersama.
Rika dan Bu Mela menjadi pusat perhatian.
Rika akhirnya menyadari bahwa keputusan kenaikan jabatannya harus diterimanya dengan rasa syukur, ini merupakan sebuah anugerah bukan untuk ditakuti, ia menjawab semua ucapan selamat dengan tenang.Tidak perlu ada yang ditakutkan, katanya dalam hati.
Bahkan kemarin sepulang kerja Ia sempatkan ke salon untuk melakukan perawatan wajah dan kulit.Ia menyadari, tugasnya yang baru menuntutnya berpenampilan prima, karena harus sering bertemu dengan client di luar perusahaan.Penampilannya sangat menentukan image perusahaan.
" Selamat ya Rika..." terdengar suara yang tidak asing baginya.
" Terimakasih pak Tanu..." Rika tersenyum, dilihatnya pak Tanu juga tersenyum lebar.Sepertinya dia sudah melupakan kejadian tempo hari.
Sehabis acara Rika kembali ke ruangannya.Di sana Bu Mela sudah menunggu.Rika langsung memeluknya sambil menangis, baginya Bu Mela tidak hanya seorang atasan tapi sekaligus adalah Kakak dan sahabat.Rika sangat sedih ditinggal.
Bu Mela menepuk-nepuk bahunya,
" Sudah Rika, sudah, ga enak nanti dilihat orang.Kamu toh masih bisa meneleponku"
Rika mengusap air matanya, lalu mengambil tas yang dipegang Bu Mela .
" Biar saya bawakan Bu..."
Bu Mela mengangguk, kemudian keduanya memasuki lift menuju lobi.
Mobil yang akan mengantar Bu Mela sudah siap di depan lobi.
" Saya pamit ya Rik, selamat bertugas"
Sekali lagi mereka berpelukan, lalu Bu Mela ke luar memasuki mobilnya.Rika terus memandangi mobil itu sampai menghilang di tikungan, kemudian kembali naik ke ruangannya.
Ia memulai tugas barunya sebagai sekretaris.Sebelumnya memang Bu Mela sudah sering memberikan tugas -tugas penting kepadanya, sehingga ia sudah tidak canggung lagi.Walaupun belum genap dua tahun ia bekerja, tetapi tugas kesekretariatan sudah dikuasai.Awalnya pada saat pertama kali Bu Mela menyampaikan kabar kenaikan jabatan ia sempat gugup dan ragu akan kemampuannya, tetapi setelah dipikir lagi dengan kepala dingin ia yakin akan bisa bekerja dengan baik.
Saat ia tengah sibuk bekerja telepon di mejanya berdering,
" Ke ruangan saya..." suara khas Direktur terdengar di telepon.
Bergegas Rika masuk ke ruangan Direktur.
" Ya Tuan...?"
" Minggu depan saya mau tunangan sama Cristy, tolong kamu siapkan semua"
" Baik tuan.., acaranya mau di rumah atau di gedung ?"
__ADS_1
" Di rumah saja, saya hanya akan mengundang relasi dekat"
" Baik Tuan.Oh ya , besok ada meeting dengan Direktur PT.Aru jam 10"
" Kamu saja , saya ga ke kantor besok"
" Baik Tuan..."
Kemudian Rika berlalu, ia agak lega sekarang Direktur agak cair sikapnya tidak seperti dulu.
Meeting dengan Direktur PT.Aru ia ga masalah, yakin bisa menghadapi.Direktur Perusahaan itu akan membahas evaluasi proyek yang dikerjakan bersama dengan perusahannya. Tapi menyiapkan pertunangan Tuan ?Rika bimbang, ia tidak tahu apa saja yang harus disiapkan, dirinya saja belum pernah tunangan.Ah, telepon Bu Mela, serunya dalam hati.
" Halo...Bu Mela"
" Rika ada apa?" terdengar suara Bu Mela di seberang sana.
" Bu Mela kapan berangkat?"
" Lusa , ini lagi siap- siap"
" Maaf Bu mengganggu, Tuan mau tunangan Minggu depan, apa saja ya yang harus disiapkan?"
" Hah...jadi tunangan?" terdengar suara Bu Mela meninggi , Rika mengangguk walaupun ia sadar Bu Mela tidak akan melihat.Ia jadi ingat pernah ketemu Non Cristy berduaan dengan seorang lelaki.Rika baru menyadari kenapa Bu Mela terkesan tidak begitu menyukai calon tunangan Tuan ini.
Lalu Bu Mela memberi tahu apa saja yang harus disiapkan untuk acara tunangan.
Hari - hari selanjutnya Rika sibuk luar biasa.Menangani urusan kantor dan menyiapkan acara tunangan Direktur.Hampir Setiap hari ia pulang malam dan langsung tidur.Capai, tapi ia tetap bersemangat.Ia ingat perjuangan Ibunya dulu pagi - pagi memasak lalu pergi ke sawah dan pulang pada saat hari sudah gelap.Inilah yang sampai sekarang memberikan semangat dan diteladani oleh Rika dalam menjalankan pekerjaannya.
Weekend ini Rika tidak libur , ia harus membeli souvernir dan beberapa pernak- pernik lainnya untuk acara tunangan, pada saat ia keluar kamar ia berpapasan dengan Susi.
" Yaelah yang sibuk....." Susi menggodanya" Mau ke mana weekend begini?"
Rika tertawa, lalu baru teringat, lebih baik ia mengajak Susi .
" Ikut yuk.., aku mau beli pernak-pernik di Mall"
Susi mengangguk antusias.
" Bentar ya aku ganti baju dulu"
Ia berlari kecil menuju kamarnya, Rika mengikutinya dari belakang.
Rika menunggu Susi ganti baju,di meja banyak sekali makanan kecil.
" Wah banyak banget nih kue darimana? "
Tanya Rika dan mengambil beberapa lalu dimakannya.
__ADS_1
" Iya tuh aku dapat kiriman dari kampung"
" Enak banget kerupuk karaknya, aku suka"
Ujar Rika sambil mengunyah makanan.
" Dasar lidah kampung, udah jadi sekretaris dengan gaji puluhan juta masih aja sukanya kerupuk karak...." Rika menonjok punggung Susi.
" Ha..ha..." keduanya tertawa bersama.
Mereka ke luar kamar dan menuju ruang tamu, menunggu mobil pak Ratno yang menjemputnya.
" Sus, kamu sudah nyaman ya di Accounting?"
tanya Rika tiba-tiba, membuat Susi heran.
" Udah sih, emang kenapa?"
" Ga apa - apa...." sejenak Rika terlihat ragu, lalu melanjutkan "Mungkin kamu mau pindah Divisi, saya butuh Asisten, repot banget sendirian"
" Bener ?" Susi bertanya antusias " Aku mau, kalau pindah jadi stafmu"
" Ya udah besok aku ijn sama Tuan dulu ya, semoga disetujui"
Susi senang, Ia menepuk pundak Rika dan berkata,
" Mudah-mudahan Tuan setuju ya ,senengnya kalau kita bisa kerja satu team"
Pak Ratno datang.Mereka segera memasuki mobil.
" Maaf ya mbak saya telat,ngisi bensinnya antri banget tadi" ujar pak Ratno meminta maaf.
" Ga apa-apa pak" Jawab Rika sopan.
Rika berbelanja banyak.Beberapa kali ia membuka buku catatannya takut ada yang terlupa.Untung ada Susi yang membantu memilih dan membawa barang-barang.Setelah semuanya dirasa lengkap Rika menelpon pak Ratno untuk membawa belanjaan ke mobil.
Sambil menunggu pak Ratno datang mereka duduk di bangku yang tersedia,
" Habis ini kita makan dulu yuk , lapar nih"
Ajak Rika
" Siap Bu Bos..." Susi menjawab sambil bercanda.Rika mencibir kesal.
" Tuh kan, ga jadi nih aku pindahin kamu"
" Eitss..maaf.. maaf " Keduanya tertawa.
__ADS_1
Pak Ratno yang ditunggunya muncul.Dia mengambil semua belanjaan Rika dan membawanya ke mobil.