Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab. 30 Kehidupan Baru


__ADS_3

Begitulah , Cristy menjalani kehidupan barunya sebagai seorang karyawati.Tiap hari ia naik kereta bawah tanah ke tempat kerjanya.Karena harus naik turun tangga stasiun kereta bawah tanah, mau tidak mau ia harus mengenakan pakaian yang lebih praktis dan sederhana.Make up-nya juga sederhana, bedak tipis dan lipstik warna nude .


Awalnya agak susah baginya untuk menjalani kehidupan barunya, tapi lama kelamaan ia mulai terbiasa dan merasa nyaman.


Bahkan ia punya hobi baru yaitu membaca buku.Hobi yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya waktu masih di Jakarta.Pulang kerja setelah membersihkan diri , ia duduk di bangku di pinggir sungai Main sambil membaca buku.Menjelang malam ia biasanya baru beranjak dari tempat duduknya.


Sore itu ketika ia baru saja mau duduk di bangku dan mengeluarkan sebuah buku dari tasnya seseorang datang menghampiri.


" Boleh saya duduk ?" Tanya orang itu ramah.


Rika menengadah dan memperhatikan orang yang bertanya, seorang laki-laki bule berbadan tegap, berwajah bersih tersenyum ramah kepadanya.Cristy menangangguk dan menggeser badannya memberi tempat kepada laki-laki itu.


Tanpa berkata apa-apa ia meneruskan membaca.Sejak hubungannya dengan Robert berakhir , ia malas beramah tamah dengan laki-laki.Sikapnya berubah dingin.Penampilannya juga polos , hanya memakai bedak tipis dan pelembab bibir, tanpa lipstik. Rambutnya hanya dikuncir kuda pake karet yang ia beli di minimarket.


Lama mereka berdua asyik dengan kesibukannya sendiri.Bule itu ternyata juga hobi membaca buku.


" Hmm..Hemm" Bule itu berdehem . Ia mengangkat wajahnya dan mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya kepada gadis yang masih asyik membaca di sampingnya.Gadis ini cuek sekali, pikirnya.Ragu - ragu dia mengulurkan tangannya,


" Namaku Carl, boleh kenalan?"


Cristy, tertegun sejenak.Lalu dengan agak malas menerima uluran tangan Carl.


" Cristy.." ucapnya datar.


" Dari Asia.." Carl bertanya lagi tanpa melepaskan tangannya.Cristy hanya mengangguk.Ia benar-benar malas untuk berbasa-basi, tetapi demi kesopanan ia terpaksa meladeni pertanyaan bule itu.


" Tolong lepaskan tanganku.." ujar Cristy.Carl tertawa dan melepaskan tangannya.


" Apakah kamu kuliah di sini ? " tanya Carl lagi sambil menatap Cristy, mungkin dia sedang mengira-ngira apakah Cristy seorang mahasiswi.


" Aku kerja..." jawab Cristy, lalu ia bangkit " maaf aku harus pulang "


" Hei, tunggu.Aku juga mau pulang, ayo kita bareng" Carl buru-buru bangkit dan mengikuti Cristy.Nekat banget nih orang, pikir Cristy.Tapi ia melanjutkan langkahnya.


" Bagaimana kalau minum kopi dulu ? " Carl menawarkan.Cristy menggeleng dan terus berjalan.Carl mau tidak mau juga ikut melangkah.Mereka berjalan berdampingan.

__ADS_1


Cristy mengambil jalan yang berlawanan dengan arah rumah tantenya, ia tidak ingin bule itu tahu di mana ia tinggal.


****


Hari yang sibuk di kantor.Cristy tenggelam dalam berkas-berkas yang harus diperiksa secepatnya.Telepon di mejanya berdering.


" Cristy , ada client yang harus kamu temui hari ini di ruang meeting" suara Pak Ray dari seberang.


" Baik pak" jawab Cristy .Begitu telepon ditutup Cristy segera keluar ruangan menuju ruang meeting.Dibukanya pintu ruangan dan ia melangkah masuk.


" Hai Cristy.." suara yang dikenalnya , lalu Cristy menoleh dan melihat Carl duduk di sofa . Sejenak ia tertegun, ternyata bule nekat itu.


" Selamat siang.." Cristy menjawab dengan nada formal.


" Ayolah jangan terlalu serius.." Carl berkata dan tersenyum.Dengan terpaksa Cristy membalas senyumnya. Bagaimanapun Carl adalah clientnya yang harus dihormati.


Setelah berbincang-bincang sejenak tentang masalah pekerjaan, Carl berkata.


" Cristy, aku akan menunggumu di sini nanti pulang bareng" Cristy diam saja.Tak ada alasan yang masuk akal untuk menolak ajakan Carl.


Mereka berjalan keluar.Carl menggandeng tangannya menuju parkiran, rupanya dia bawa mobil.


Carl membuka pintu untuknya, kemudian baru dia memutari mobil dan duduk di belakang kemudi.


"Akhirnya kita bisa bertemu di sini" Carl tampak sangat senang " Aku benar-benar ingin mengenalmu lebih jauh"


Cristy diam saja, ia hanya tersenyum tipis.


" Ke arah mana ? " Carl bertanya arah tempat tinggal Cristy.


" Lurus saja " jawabnya.Astaga, bagaimana aku bisa menghindarinya? Carl terus mengemudikan mobilnya dengan tenang.Sesekali ia menoleh ke samping, dilihatnya Cristy diam saja, duduk dengan tenang di kursinya.Ah gadis ini , benar-benar membuatnya penasaran.Cantik, pintar dan... dingin.


Sampai di rumah , Cristy mengucapkan terima kasih dan bergegas masuk rumah.


" Siapa dia..." tanya Tante Sofi yang melihat keponakannya itu pulang diantar mobil.

__ADS_1


" Client Tante.." jawab Cristy singkat.Tante Sofi tersenyum.


" Clientmu ganteng loh..." Tante Sofi berkata sambil mengacungkan jempolnya.Bermaksud menggoda Cristy, yang digoda seperti tidak menggubris ia berlalu dan masuk kamarnya.


Sampai kamar, Cristy langsung mandi dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Gara - gara menghindari Carl ia jadi pulang kemalaman dan tidak sempat ke taman untuk membaca buku.Ia mengeluarkan HP dari dalam tasnya.Baru saja ia pegang benda kecil itu berdering, ada panggilan dari no tidak dikenal.Ragu-ragu Cristy menjawab,


" Halo...? "


" Cristy, " suara Carl di seberang.


Cristy heran dari mana bule itu tahu no HP nya.


Mungkin dari Pak Ray...


Dengan terpaksa Cristy menjawab dan menanggapi obrolan Carl di telepon.Lama sekali Carl menelpon , membuat Cristy mengantuk.Tanpa sadar ia tertidur sambil memegang HP di tangannya.


Ia kaget ketika Tante Sofi membangunkannya untuk makan malam.


" Aduh nih gadis, teleponan sampai ketiduran.Ayo bangun " Tante menggoyangkan tubuhnya.Dalam hati ia merasa kasihan kepada keponakannya itu, ia pasti capai bekerja.Baru kali ini Cristy kerja dan kelihatannya mulai betah.Ada rasa bangga di hati Tante Sofi, Cristy sudah berubah seratus delapan puluh derajat dari saat ia masih di Jakarta.Tak sedikitpun ia mengeluh, walaupun pulang pergi bekerja harus naik kereta bawah tanah.Diam-diam tanpa sepengetahuan Cristy , tantenya menelpon Papanya di Jakarta, dan dia kaget sekaligus senang mendengarnya.


" Ternyata kamu bisa mendidiknya lebih baik dariku Sof" ujar Papa Sofi dengan gembira.


" Cristy anak yang cerdas mas , jadi dia mudah adaptasi di manapun, salahnya mas terlalu manjain dia" jawab Tante Sofi.


" Ya...ya..aku mengaku salah "


" Ha..ha..ha"


" Aku sebenarnya ingin sekali menengok putriku"


" Ga usah mas, nanti saja.Cristy lagi fokus bekerja nanti manjanya kumat lihat ada papanya"


" Ya sudah terserah kamu saja.Tolong jaga ia baik -baik"


Papanya mengalah dan menahan keinginannya untuk menengok putri tunggalnya itu.Biarlah anak itu belajar bekerja dan mandiri, di bawah pengawasan Tantenya.

__ADS_1


__ADS_2