
Rika dan suaminya sedang duduk di bangku taman.Calista sedang main bersama adiknya diawasi oleh dua orang baby sitter, Surti dan Tini.Tini adalah baby sitter baru yang merawat Calandra.
" Sayang, aku ingin makan di luar bersamamu" ujar Tuan sambil memeluk pundak istrinya.
" Malam ini mas? " tanya Rika.Tuan mengangguk.Rika diam, ia tampak ragu.
" Ayolah anak-anak aman bersama pengasuhya" bujuk Tuan lagi " Kamu juga butuh refreshing sayang, ya..? "
Benar juga apa yang dikatakan Tuan.Akhir -akhir ini Rika sangat sibuk dengan kedua anaknya.Walaupun masing-masing anak sudah punya baby sitter, tapi sebagai Ibu , Rika merasa harus selalu ada di samping mereka.
" Baiklah mas, nanti aku pompa ASI dulu buat Calandra" akhirnya Rika menjawab.
Suaminya tersenyum dan mengecup bibirnya.
" Aku hanya ingin membuatmu bahagia Sayang" kata Tuan lembut.Rika menatap suaminya,
" Saya sangat bahagia mas" ujarnya.
" Ya Sayang, aku kadang merasa bersalah, semuda ini kamu harus mengurus dua orang anak" Tuan berkata lagi dan mengetatkan pelukannya.Rika tersenyum tipis.Ia menyadari memang usianya masih muda.Selisih 12 tahunan dengan suaminya.Di usianya yang masih muda itu ia harus merawat anak tirinya.Lalu pada saat usia pernikahan belum genap setahun, ia melahirkan anak kandungnya.Untunglah suaminya sangat pengertian .Dia gaji dua orang baby sitter, untuk dua orang anaknya.Pembantu dan sopir juga siap kapanpun, sehingga untuk urusan merawat anak dan mengurus rumah Rika tidak merasa kewalahan.
" Aku juga merasa bersalah mas, kalau mas selalu mengatakan hal itu padaku" Rika memeluk suaminya dengan erat.Ia sangat mencintai suaminya.Bukan hanya sebagai pasangan, tetapi Rika juga menganggap seperti seorang Ayah. Kerinduanya kepada sosok seorang Ayah karena ia tumbuh besar tanpa kasih sayang Ayah , terobati ketika bersama dengan suaminya.
Mereka berpelukan erat.Sepasang kupu-kupu yang terbang rendah dan hinggap di kelopak bunga menjadi saksi bagaimana mesra dan hangatnya dua sosok insan manusia ini.
****
__ADS_1
Jam tujuh malam.Setelah mandi Rika memompa ASI dan menyerahkan kepada Tini untuk disimpan di kulkas.Kemudian ia bersiap-siap.Ia memakai baju yang baru dibelikan oleh Tuan tadi pagi.Suaminya itu sangat memanjakannya.Tiap pulang kerja ada saja barang yang dibelikan untuknya.
Sebuah gaun panjang warna coklat muda dengan detail renda kecil-kecil di bagian leher, sangat pas di tubuhnya.Ia lengkapi penampilannya dengan anting, gelang dan kalung berlian.Ia berputar beberapa kali di depan cermin lalu tersenyum.Tuan yang baru keluar dari kamar mandi memandang istrinya dengan kagum.Ia mendekat dan memeluk pinggang istrinya dengan erat.Diciumnya bibir Rika, lama , sampai membuat istrinya itu sulit bernafas.Tuan yang masih mengenakan piyama mandi, menyentakkan talinya, sekali sentak piyama itu terlepas.Tubuh polosnya merengkuh tubuh istrinya yang sudah rapi berdandan, dan dibaringkannya dengan hati-hati di tempat tidur.
" Bonekaku, kamu benar-benar seperti boneka, cantik dan menggemaskan" ucapnya dan menciumi semua bagian tubuh istrinya.
Rika mau protes, tapi bibirnya ditahan dengan bibir suaminya.Akhirnya terjadilah yang mesti terjadi.Dandanan Rika yang sudah rapi jadi berantakan.Untunglah Tuan membuka dan meletakkan gaunnya di sampingnya jadi tidak kusut untuk dipakai lagi.
" Mas..." hanya itu kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Lalu acara makan malampun molor satu jam lebih.
Tuan menggandeng tangan Rika turun ke lantai bawah dan langsung menuju mobil yang sudah siap.Masih ada sisa keringat di keningnya .
Mereka duduk di bangku belakang, tanpa berkata apa-apa.Hanya senyuman di bibir keduanya yang mampu membuat semua orang yang melihatnya merasa iri.
Mereka duduk berhadapan.Hidangan diantar dan diletakkan di atas meja.
Lobster mutiara, kesukaan Rika.Rika menatap suaminya lalu tersenyum , suaminya membalas senyumannya.Hmmm..seperti dua orang anak sekolah yang sedang jatuh cinta.
Tanpa berkata-kata mereka makan.Rika makan dengan lahap maklumlah habis bertempur. Tuan memandangnya sambil terus tersenyum.Rika cuek saja, ia asyik bergumul dengan lobsternya.
Rika menelan suapan terakhirnya, lalu meminum segelas air putih.
" Untunglah saya masih muda mas, kuat aja ngimbangin nafsu mas seperti itu" bisiknya setengah mengeluh.Tuan tertawa lepas.
__ADS_1
" Urusan kantor banyak banget sayang, bikin pusing, ya kamu akhirnya jadi sasaran empuk ku.Work hard play hard" kata Tuan sambil terus tertawa.
" Ah, alasan " Rika pura-pura bersungut-sungut.
Tuan memegang tangan istrinya.
" Kau tahu sayang, laki-laki itu berbeda dengan perempuan dalam masalah seperti itu.Kamu lambat laun akan menyadarinya"
" Ya mas, aku paham" Jawab Rika lembut dan memandang suaminya dengan penuh cinta.Ia hobi membaca buku, setelah menikah ia banyak membaca buku-buku mengenai kehidupan berumah tangga dan liku-likunya.Termasuk buku mengenai hubungan suami istri dalam perkawinan, makanya ia paham banget apa yang dimaksud suaminya, apalagi usia Tuan yang hampir memasuki 37 tahun saat ini berada dalam fase matang dan tentu saja mempunyai kebutuhan biologis yang sangat besar.Sebagai istri ia harus menjalankan kewajibannya , termasuk melayani suami .Apalagi Tuan sangat memanjakan dan mencintainya, tentu saja tidak ada alasan bagi Rika untuk tidak melayani suaminya sepenuh hati , patuh semua perintah dan permintaannya.
Memang kebutuhan biologis suami atau istri bukan menjadi faktor utama dalam membina hubungan rumah tangga yang harmonis, banyak faktor lain yang lebih menentukan, seperti saling mencintai dan menghargai, memberikan kepercayaan kepada pasangan, dan sebagainya.Tetapi kebutuhan biologis menjadi faktor dominan bagi seorang suami untuk lebih mecintai istrinya .Apalagi jika suami tersebut seorang yang sibuk mencari nafkah di luar dan juga tipe setia,maka seorang istri harus selalu siap sedia dan all out dalam memenuhi kebutuhan biologis suaminya.Lain kalau suami bukan tipe setia kebutuhannya akan disalurkan ke mana saja kepada perempuan lain yang ditemuinya di luar sana.
Demikian menurut beberapa buku yang pernah dibaca oleh Rika.
" Kok diam sayang" Suara suaminya membuyarkan lamunan Rika.
" Eh.. enggak mas" Rika tersenyum manis , lalu melanjutkan " Aku sangat beruntung punya suami seperti mas, Tuan Narendra yang sibuk menjalankan bisnisnya, dan sangat sayang pada istrinya" .
Tuan sangat senang mendengar perkataan istrinya.Dia mencium tangan Rika berkali-kali.
" Aku juga sangat beruntung punya kamu Sayang" ujarnya lembut, lalu menggandeng tangan istrinya meninggalkan restoran.
Hari sudah malam ketika mereka tiba di rumah.Rika masuk kamarnya lalu mencuci tangan dan kakinya.Kemudian ia berjalan keluar.
" Mau ke mana Sayang" tanya Tuan
__ADS_1
" Aku mau lihat Calista dan Calandra dulu mas " jawab Rika.
" Pergilah, tapi jangan lama-lama ya.Masih ada beberapa babak lagi nih" kata suaminya sambil tersenyum penuh arti.Rika mengangguk dan mengacungkan jempolnya.