Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 4 Asisten Sekretaris


__ADS_3

" Rika..hari ini kamu dampingi saya meeting ya, siapkan semuanya" kata Bu Mela lalu memberikan instruksi apa saja yang harus disiapkan pada saat akan meeting dan apa saja yang harus dikerjakan selama meeting berlangsung.


" Baik bu.." Rika mengangguk patuh dan dengan sigap menyiapkan semua permintaan Bu Mela.


" Jam 9 meeting dimulai"


" Baik bu .."


Sudah 6 bulan Rika menjadi asisten Bu Mela sehingga sudah memahami pekerjaannya.Bu Mela sepertinya juga cocok dengan pekerjaan Rika, jarang sekali ia komplain karena tidak puas.


Rika sudah bisa menikmati pekerjaannya,ia sangat senang. Gajinya sebagai Asisten Sekretaris jauh lebih besar dari masa training dulu.Ia bisa mengirim uang kepada Ibunya secara rutin dan cukup besar sehingga ia yakin Ibunya tidak kekurangan di kampung.Kostnya masih di tempat kost Susi tapi kamarnya terpisah karena ia sudah mampu membayar sewa kost untuk satu kamar.


****


Ruang meeting itu besar , meja panjang terletak di tengah ruangan dengan deretan kursi di sekelilingnya.Di ujung ruangan ,menempel tembok, ada layar monitor besar .Rika melangkahkan kakinya hati hati, agak gugup, mengingat ini pertama kalinya mendapat tugas mendampingi Bu Mela untuk meeting.Meeting bulanan ini diikuti oleh seluruh petinggi perusahaan dan dipimpin langsung oleh Direktur.Selama bekerja di sini Rika belum pernah bertemu Direktur,kata seniornya Direktur memang jarang ke kantor akhir akhir ini karena istrinya sedang sakit.


Satu persatu peserta meeting memasuki ruangan, mereka rata rata sudah senior dan semuanya berwajah serius.Beberapa mengobrol seputar pekerjaan sambil membuka buka berkas yang dibawa.Rika tidak melihat pak Tanu, tapi akhirnya ia menyadari kalau meeting ini diikuti Manager ke atas, sedangkan pak Tanu Supervisor .


" Selamat pagi Tuan..." semua yang hadir di ruang meeting serentak berdiri dan memberi salam ketika Direktur memasuki ruangan.


" Pagi...." Direktur , Tuan Narendra, seluruh karyawan biasa memanggilnya ' Tuan' menjawab datar dan segera duduk untuk memimpin rapat. Bicaranya tegas.Sesekali dia melemparkan pertanyaan ke peserta meeting.


Rika baru sekali ini melihat Tuan.Umurnya sekitar 35 tahun.Kulitnya bersih, tubuhnya tinggi dan tegap.Gagah , tampan dan matang.Semua orang yang melihatnya akan berpendapat demikian.Namun kali ini dia terlihat agak gelisah seperti sedang memikirkan sesuatu.Benar saja, beberapa saat setelah meeting berjalan ,tiba tiba Bu Mela yang duduk tepat di sebelah Tuan menerima panggilan telepon.Bu Mela berdiri dan keluar ruangan.Sesaat kemudian ia kembali masuk dan berbisik- bisik kepada Tuannya.Terlihat Tuan kaget dan langsung berdiri.


" Silakan lanjutkan meeting , Mela kamu yang memimpin "


Ujarnya sambil bergegas ke luar.


Meeting dilanjutkan , kali ini Bu Mela yang memimpin.Tak seorangpun berani menanyakan kenapa Tuan pergi meninggalkan ruangan.Rika sangat kagum pada Bu Mela, ia memimpin rapat dengan efektif.Semua peserta meeting tampak sangat hormat dan patuh padanya.


Sebelum mengakhiri meeting Bu Mela berkata dengan perlahan, wajahnya yang biasanya tanpa ekspresi berubah sedih.


" Nyonya hari ini kondisinya drop, kita doakan semoga beliau segera pulih dari sakitnya"

__ADS_1


Semua terkejut, wajah merekapun terlihat sedih.


Mereka tahu sudah lama Nyonya dirawat di rumah sakit.Kondisinya belakangan ini memang kurang baik.


Meeting berakhir , mereka kembali ke ruangan masing-masing.


" Rika, notulen meeting hari ini segera kamu print ya" Bu Mela memberikan instruksi setelah mereka kembali ke ruang sekretaris.


" Baik bu.." jawab Rika,hari ini ia belajar banyak hal, bagaimana para petinggi perusahaan menjalankan tugasnya memimpin Divisinya kemudian melaporkan ke atasan tertinggi yaitu Direktur.Notulen rapat yang sedang dikerjakan oleh Rika berisi informasi penting dan rahasia mengenai operasional perusahaan di kantor pusat.Rika sangat bersyukur berada di posisinya saat ini.


Tidak berapa lama ia menyelesaikan tugasnya dan menyerahkan hasilnya kepada Bu Mela.


" Terimakasih Rika, kamu sangat bisa diandalkan" ujar Bu Rika memuji setelah Ia membaca berkas yang di print oleh Rika.Rika tersenyum dan mengangguk.


Begitulah Bu Mela, asistennya harus bekerja dengan cepat dan tepat, tidak boleh ada kesalahan.Rika yang mulai terbiasa dengan ritme kerjanya,sudah paham apa yang menjadi kemauan atasannya.Setiap hari ia belajar bagaimana mengetik lebih cepat, bagaimana mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.Bagiamana mengatur jadwal meeting Tuan agar tidak bentrok dengan jadwal lainnya.


Pada saat awal-awal memang ia merasa stress.Tapi ia menyadari tak ada gunanya perasaan stress, toh ia sangat membutuhkan pekerjaan itu.Mau tidak mau dirinya harus belajar dan berlatih dengan giat .Selain mengetahui dan mempraktekkan hal -hal teknis, Rika juga banyak membaca buku tentang kesekretariatan.


****


Bu Mela mempersilahkan tamunya duduk di sofa.


" Rika, ikut saya diskusi dengan pak Ridwan"


" Baik bu"


Bertiga mereka diskusi.Pak Ridwan adalah Manager Operasional Mall, ada permasalahan yang hendak didiskusikan dengan Tuan, tetapi karena Tuan tidak ada Bu Mela yang menangani.


" Begini Bu Mela, ada tenant besar yang mengalami kesulitan bayar sewa akhir-akhir ini" Pak Ridwan mulai menuturkan masalah yang dihadapinya.Bu Mela memperhatikan penuturan nya dengan serius, sesekali ia bertanya.Rika sibuk mencatat beberapa hal yang menurutnya penting.


Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang turun drastis belakangan ini membuat beberapa penyewa di Mall terpukul, karena sewanya dihitung menggunakan dolar.Belum lagi bisnisnya yang melambat karena penurunan daya beli.Masalah yang cukup pelik.Kalau tenant besar itu mengakhiri kontrak sewanya, perusahaan rugi.Dalam waktu dekat belum tentu bisa mendapatkan tenant pengganti yang sama besar.


" Pak Ridwan punya calon pengganti tenant tersebut? " Bu Mela bertanya.

__ADS_1


" Belum ada Bu, susah cari penggantinya"


" Kalau kita iklankan di media massa bagaimana? "


" Di masa sulit seperti ini saya ga bisa jamin Bu " jawab pak Ridwan lesu.


" Kita kasih keringanan sajalah sampai kondisi membaik"


" Sampai berapa bulan Bu? "


" Tiga bulan "


" Baik bu, mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan kondisi berubah"


Pak Ridwan kelihatan lega, Bu Mela bisa membantu menyelesaikan permasalahannya.Bu Mela memang diberikan kewenangan untuk memutuskan beberapa masalah tanpa harus minta persetujuan Direktur.Tuan sangat mempercayai Bu Mela.


Pak Ridwan mengucapkan terima kasih dan pamit keluar ruangan.


Tanpa disuruh Rika segera mengetik catatan hasil diskusi itu dan mengirimkan ke email Bu Mela.


Menjelang jam 8 malam ia baru sampai di tempat kostnya.Ia mampir ke kamar Susi sebentar.Dilihatnya sahabatnya itu sedang makan.


" Makan apa Sus? aku belum makan nih lapar ".


" Pecel lele, enak loh, tadi aku beli di sebrang jalan"


" Mau.."


" Bentar ya, aku makan dulu .Nanti aku temenin belinya"


" Oke sip.Aku mandi dulu"


Rika bergegas menuju kamarnya untuk mandi.Badannya terasa capai dan perutnya lapar.

__ADS_1


__ADS_2