Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab. 23 Makan Malam


__ADS_3

Hari mulai gelap,angin bertiup makin kencang , Air laut yang terlihat hitam pekat ,sesekali terlihat ombak di permukaannya , putih bergulung -gulung seperti gulungan pita putih yang lebar dan panjang, memecah pantai menimbulkan deburan berirama.


Sebuah meja dengan dua kursi dihias sangat cantik.Kanan kirinya berdiri rangkaian bunga segar berwarna warni.Lampu berwarna biru bersinar temaram menerangi tengah-tengah area pesta makan malam itu.


Di seberang meja beberapa orang sibuk memasak dan memanggang.Berbagai menu lezat berjajar di meja prasmanan.


Calista sudah tidur pulas ditemani Surti.Rika bersiap di kamarnya,ia memakai gaun simpel kembang-kembang favoritnya. Rambutnya yang hitam dan tebal diikat tinggi menggunakan aksesoris berwarna gold.Make up tipis menyempurnakan penampilannya.


Tuan memandangnya sambil tersenyum.


" Kamu cantik sekali, sayang" Diciumnya bibir istrinya.Rika membalas ciuman suaminya.Tuan kaget sekaligus senang, Rika sudah bisa membalas ciumannya.Kemarin- kemarin istrinya itu hanya pasif menerima.Tuan semakin bergairah , pelukannya semakin erat.


" Udah mas, ayo " Rika mengingatkan , mereka harus segera menuju ke teras belakang tempat acara makan malam diadakan.Tuan melepaskan pelukannya dan menggandeng istrinya keluar kamar.


Mereka duduk berhadapan di meja, ada beberapa hidangan yang sudah disediakan.Seorang pembantu datang menghampiri dan menyalakan lilin yang terletak di tengah meja.


" Makanlah yang banyak sayang, biar anak kita cepat besar" ujar Tuan.


" Ya mas.Enak sekali makanannya, siapa yang masak ?" tanya Rika sambil menyuapkan sepotong udang ke mulutnya.


" Chef di hotel kita di Bali aku panggil ke sini"


jawab suaminya.Rika menoleh ke arah beberapa orang yang masih sibuk memasak.


" Oh rupanya mereka chef " Rika mengangguk maklum, pantas makanannya lezat sekali.


Semua pembantu dan penjaga vila juga ikut makan bersama, mereka mengambil makanan di meja prasmanan yang terletak di seberang meja Tuan dan Rika duduk.


" Selama kita di sini, mereka yang akan masak untuk kita" lanjut Tuan lagi.Rika diam saja, terserah sajalah apa kata Tuan, ia menurut.Ia yang lahir dan tumbuh besar di kampung tidak paham masalah ini.Ia memang suka memasak tapi masakan biasa saja, pasti rasanya berbeda dibandingkan masakan chef dari hotel berbintang.


Selesai makan para karyawan duduk menggerombol dan mengobrol di tepi pantai.Tuan sangat baik kepada para karyawan, baik yang kerja di kantor atau di rumah.Mereka diperlakukan seperti keluarganya.Berbagi kebahagiaan adalah sifat Tuan, acara makan malam yang diadakan untuk mensyukuri kehamilan Rika, semua karyawan yang bekerja di Vila juga diijinkan ikut menikmati.Itulah mengapa para karyawannya betah bekerja dengannya.


Tuan dan Rika masih duduk di mejanya.Tuan memegang dan mencium tangan istrinya.

__ADS_1


" Apakah kamu senang?" tanyanya.Rika mengangguk.


" Senang sekali mas" jawabnya.Tuan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.Sebuah kotak yang sepertinya terbuat dari perak.Dia menyerahkan kotak itu kepada istrinya.


Rika menerima dan membukanya.Matanya terbelalak, di dalam kotak itu ada satu set perhiasan, ada gelang, kalung , anting dan cincin.Pelan-pelan Rika mengambil kalung, dipegangnya hati-hati dengan kedua tangannya.Kalung berlian itu berkilauan di tangannya terkena cahaya lilin.Rika terkesima.


" Mas...ini semua untukku?" tanya Rika pelan ,seakan tak percaya.Tuan mengangguk.


" Ya, aku pesan khusus untukmu pada saat aku mau melamarmu.Karena didesain khusus agak lama prosesnya , baru selesai kemarin"


" Apakah ini tidak berlebihan ? " tanya Rika lagi.


" Tidak sayang, cintaku kepadamu melebihi harga semua perhiasan itu"Tuan menjawab.


" Terimakasih mas.." Rika bangkit dari kursi memeluk dan mencium suaminya.Tuan sangat bahagia dipeluk dan dicium seperti itu oleh Rika.


" Sayang, Rika., Aku sangat mencintaimu." Tuan berbisik di telinga Rika .


"Aku juga mencintaimu dengan seluruh jiwaku mas " Mereka terus berpelukan dan berciuman.Sesaat kemudian Tuan menunduk, keduanya tangannya merengkuh tubuh Rika lalu menggendongnya.Ia membawanya masuk ke kamar dan menyelesaikan malam itu dengan kemesraan yang sempurna.


****


Dokter memeriksa Rika dan menyuruhnya untuk berbaring di tempat tidur.Beberapa saat dokter memeriksa perut Rika, lalu memasangkan USG.


Terlihat di layar monitor gambar rahim Rika.Bergoyang- goyang sedikit gambarnya .Dokter menunjuk ke bintik kecil di dalam rahim.


" Nih, calon bayinya.Selamat Tuan dan Nyonya" ucap Dokter, lalu mencetak gambar hasil USG tersebut dan menyerahkannya kepada Tuan.


Tuan tersenyum bahagia, matanya berbinar memandang hasil USG itu.


" Wah..., terimakasih Dokter" Tuan menjabat tangan Dokter dengan erat.


" Jaga kesehatan ya Nyonya, harus banyak istirahat karena janin masih lemah.Saya kasih obat penguat janin dan vitamin" kata Dokter.Rika mengangguk.

__ADS_1


" Saya masih sering pusing dan mual Dok"ujar Rika.


" Ga apa-apa itu wajar.Nanti akan hilang setelah usia kehamilan tiga bulan ke atas" jawab Dokter tenang.Lalu dia berbisik kepada Tuan.


" Hati-hati kalau berhubungan dan jaga jangan sampai Nyonya kecapekan"Tuan mengangguk paham.Lalu mereka meninggalkan rumah sakit.


Di depan lobi rumah sakit sopir sudah menunggu dan turun membuka pintu mobil untuk majikannya.


Sampai villa Tuan membantu Rika turun dari mobil.


" Sayang, kamu istirahat ya.Aku mau ke kantor cabang" kata Tuan.Rika mengangguk, ia agak heran kenapa suaminya tidak ikut masuk kamar.Biasanya Tuan tidak akan melewatkan kesempatan untuk berduaan dengan Rika, apalagi ini sedang bulan madu.Tapi ia hanya mengangguk, ia ingin segera masuk dan istirahat di kamar.


Tuan kembali masuk ke mobil.Ia ingat pesan Dokter tadi untuk menjaga agar istrinya tidak kecapekan, makanya dia lebih baik ke kantor cabang untuk menghindari berduaan dengan Rika .Dia takut tidak bisa mengendalikan hasratnya kalau sudah berduaan dengan istrinya.


Bulan madunya jadi tidak berjalan sesuai rencana, tapi Tuan sangat bahagia dengan kehamilan Rika.Sempat ada rasa takut di hatinya kalau ia akan susah punya anak seperti pernikahannya dengan mendiang istrinya.Dulu mereka berdua sempat stress , dari hari ke hari, bulan ke bulan ,sampai bertahun-tahun berharap punya anak dan tak kunjung ada janin dalam perut istrinya.Diambilnya hasil USG dari rumah sakit tadi , dipandanginya dengan rasa bahagia.


" Anakku..." bisiknya membelai gambar itu.


****


Kantor cabang Narendra Grup berada di lantai teratas sebuah hotel bintang lima .Tuan masuk dari lift khusus yang langsung menuju ke ruangannya.


Beberapa orang tampak sudah menunggu.Dia memang sudah menghubungi beberapa stafnya untuk mengadakan meeting hari ini, dia ingin mengetahui perkembangan terakhir perusahaan di wilayah Bali.Sudah lama sekali dia tidak datang ke sini sejak mendiang istrinya sakit.


" Selamat siang Tuan.." mereka serentak berdiri menyambutnya.


" Siang.."


Meeting berlangsung cukup lama, mengingat ini pertama kalinya Tuan mempimpin meeting lagi di Cabang Bali .Banyak hal yang luput dari perhatiannya dan dibahas dalam meeting itu.


Beruntungnya, semua karyawannya adalah karyawan senior yang loyalitasnya tinggi kepada perusahaan sehingga tidak ada hal-hal yang menyimpang yang akan mengganggu jalannya perusahaan.


" Baiklah, terima kasih semua atas kerja kerasnya.Walaupun saya sudah lama tidak ke Bali, tampaknya semua baik-baik saja berkat kalian semua"

__ADS_1


Lalu Tuan mengakhiri meeting dan pulang ke villa.


__ADS_2