
Sepulang dari liburan ke kampung halamannya dan setelah dipikirkannya secara matang, Rika memutuskan untuk bicara dengan suaminya agar bisa diijinkan kembali bekerja di kantor.
" Anak-anak sudah besar mas, mereka sudah bisa mandiri"
Suaminya terdiam beberapa saat.Rika menatapnya dengan penuh harap.Ia bukan tipe sosialita yang menghabiskan waktu di luar rumah dengan kumpul-kumpul apalagi plesiran sesama sosialita.Waktu luangnya hanya dihabiskan dengan membaca buku dan kegiatan remeh remeh lainnya di rumah.Baby sitter ada dua, pembantu banyak sudah ada posnya masing-masing.
Seringkali ia merasa bosan, apalagi kalau Tuan sedang berada di rumah Cristy , rasa bosan dan cemburu semakin menyiksanya.Ingin sekali ia punya kegiatan yang produktif di luar rumah.
Tuan menghela nafas, berat memberikan ijin kepada istrinya untuk kembali bekerja.Dia ingin Rika menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, mendidik , merawat anak-anak dan mengurus rumah.
" Setengah hari saja ya, pas makan siang sampai sore.." dengan berat akhirnya Tuan memberikan ijin, ia sadar istrinya masih sangat muda butuh aktifitas produktif di luar rumah.
" Bener mas, boleh...? !!!" Rika berseru kegirangan lalu memeluk suaminya.Tidak apa-apa setengah hari, paginya ia masih tetap bisa antar jemput Calista sekolah, baru ke kantor.Sekalian bawa makan siang, jadi mereka bisa makan siang bareng di kantor.
Hari-hari selanjutnya terasa lebih menyenangkan.Bangun pagi mengurus suami yang mau berangkat ke kantor lalu mengurus anak-anak.Setelah rapi kemudian mengantar Calista ke sekolah, menemani Calandra bermain lalu menyiapkan bekal makan siang untuk dibawa ke kantor . Sebelum jam dua belas siang ia sudah rapi dengan baju kantornya, menjemput Calista pulang sekolah lalu bergegas pergi ke kantor.
" Slamat siang..." sapanya dengan ceria kepada setiap karyawan yang dijumpai.
"Siang Bu..."
"Siang Nyonya..."
" Siang Nyonya Besarku ..." Susi selalu menyambutnya dengan salam yang khas.Ia tertawa ,menepuk pundak sahabat karibnya itu lalu bergegas masuk ke ruangan suaminya.
" Sayang, kamu kelihatan gembira sekali..." Tuan menyambut kedatangannya.Tak salah keputusannya mengijinkan Rika kembali bekerja, wajahnya yang ceria membuatnya ikut bahagia.
" Ya mas, aku merasa duniaku telah kembali" Rika tertawa.
" Aku bahagia melihat kamu senang"
" Terimakasih mas, ayo kita makan dulu"
Rika mengambil piring yang tadi diambil dari pantri, lalu menyendok nasi untuk suaminya.
__ADS_1
" Besok ada meeting dengan PT.Armico, perusahaannya Cristy, apa kamu mau ikut? "
Tuan berkata sambil memasukkan sepotong ikan tuna ke mulutnya " Enak ini ikan tuna ,kamu yang masak ya? "
" Cristy sudah mulai kerja ? " Rika malah balas bertanya.Tuan tidak menjawab, hanya mengangguk pelan.Dia mengambil sepotong ikan tuna lagi .Rika menatap suaminya yang sedang memakan ikan tuna asam manis masakannya.Laki-laki itu makan dengan tenang.Hhhhh...apa kira-kira yang ada dalam pikiran suaminya, apakah dia merasa bangga bisa mengumpulkan dua orang istrinya dalam satu ruangan? Atau sebaliknya, dia akan melakukan perbandingan dan menakar kekurangan dan kelebihan para istrinya saat mereka berdekatan?
" Kenapa menatapku begitu...? " tanya suaminya masih dengan suaranya yang tenang dan lembut.
" Mas suka masakanku....? " Hanya pertanyaan itu yang meluncur dari mulutnya, sama sekali bukan pertanyaan yang berkecamuk dalam benaknya.Ia ingin marah, tapi kenapa mesti marah , pada siapa harus marah?
****
Sehabis mengantar Calista ke sekolah, Rika tidak langsung pulang.Ia pergi ke salon langganannya.Perawatan wajah dan ....ya, kenapa tidak? Merubah model rambutnya.Lalu membeli beberapa potong baju baru.
" Hmmmm... boleh juga..." bisiknya pada dirinya sendiri ketika ia berdiri di depan cermin, bersiap berangkat ke kantor dengan satu setel baju baru dan model rambut baru.Siap melakukan persaingan? Mungkin.Entah mengapa tiba-tiba timbul perasaan itu.
Benar saja, suaminya terkejut melihat penampilan barunya.
" Cantik banget istriku hari ini..." Tuan langsung memeluk dan menciumnya, dan di luar skenario dia menariknya ke ranjang legend di pojok ruang Direktur itu.
" Ah..." Suaminya tidak menggubris, dengan cepat membuka bajunya, karena buru-buru kancing paling atas lepas.
" Kalem mas, tuh kan kancingnya lepas..."
" Udah diam, ngapain mikirin kancing"
Akhirnya Rika pasrah, ia palah membantu suaminya melepaskan ikat pinggang.
" Rika...Rika.., cantik sekali kamu sayang...."
Lalu keduanya kembali terjebak dalam pusaran arus ajaib yang melambung tinggi, tinggi dan semakin tinggi untuk kemudian sama-sama terhempas dengan satu tarikan nafas penuh ke nik matan.
Rika buru-buru bangkit dan beranjak ke kamar mandi.Duh, ia ga bawa pengering rambut, sekenanya ia mencoba mengeringkan rambutnya dengan handuk.
__ADS_1
Telepon berdering.
" Ya Sus ? "
" Non Cristy sudah datang"
" Ya, tunggu di ruang meeting sebentar"
Cristy duduk menunggu di ruang meeting , kali ini ia datang sendiri karena Yana , sekretarisnya , ijin tidak masuk .Ia tampak segar mengenakan baju renda berwarna pastel dan bawahan warna senada sebatas lutut.Ia segera berdiri ketika dilihatnya Tuan memasuki ruang meeting.Namun tiba-tiba matanya meredup ketika melihat seseorang yang berjalan di belakang suaminya , sesaat tadi dikiranya Susi, sekretaris, tapi...
" Kak Cristy, senang melihatmu sudah sehat ..." Rika mengulurkan kedua tangannya dan memeluknya. Cristy menyambut pelukannya dengan kaku.
" Terimakasih banyak Rika..." Sejenak Cristy memperhatikan madunya yang siang ini tampak sangat segar dengan rambut, ah...masih basah? dan itu kancing bajunya lepas.Seorang Rika rasanya tidak mungkin berbuat teledor membiarkan kancing bajunya terlepas, kecuali kejadiannya baru saja.
" Baiklah kita mulai saja..." terdengar suara Tuan yang tenang dan penuh wibawa mengawali rapat segitiga itu.Rika menyerahkan dokumen ke hadapan suaminya.Sejenak Tuan mempelajari dokumen itu.Saat itu tanpa sengaja, tatapan mata Rika bertemu dengan Cristy yang juga sedang menatapnya.Rika tersenyum sopan, Cristy balas tersenyum, walau agak dipaksakan.
" Kalau melihat dari evaluasi yang cukup bagus ini,tentu saja kerja sama antara Narendra Grup dan PT.Armico akan dilanjutkan" Kembali terdengar suara suami mereka yang mendominasi ruangan.
Tuan berhenti sejenak , memandang Rika dan Cristy bergantian, dua orang wanita cantik di hadapannya adalah istri-istrinya.Rika dengan rambut yang agak basah dan pipi yang segar kemerahan.Cristy yang penuh percaya diri walaupun masih agak kurus.Tidak diragukan lagi,sesungguhnya dia adalah laki-laki yang paling bahagia, benarkah?
" Rika..., tolong siapkan surat perjanjian kerjasama yang baru"
Rika mengangguk.
" Baik mas..."
" Cristy , nanti surat perjanjian akan dikirim kalau sudah selesai"
" Terimakasih mas.Rika kerja lagi ya? "
" Iya, katanya bosan di rumah"
Mereka kembali terdiam.Baik Rika maupun Cristy tidak punya keinginan untuk berbasa-basi.
__ADS_1
" Baiklah mas , dan Rika, saya pamit dulu..." Cristy beranjak dari kursi.Tuan menghampiri dan memeluknya sekilas.
" Nanti malam ke rumah kan ? " bisiknya.Tuan mengangguk.Rika buru-buru pergi meninggalkan ruangan.Ia ingin cepat-cepat naik ke ruang Direktur dan makan, perutnya terasa sangat lapar.