Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 3 Karyawan Tetap


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh pak Tanu kemarin malam,pagi harinya Rika menghadap HRD.Ia agak gugup, lulus masa training atau ga ya? Kalaupun lulus ditempatkan di Divisi mana ya kira- kira? Apakah atasannya sebaik pak Tanu? Pekerjaan apa yang akan jadi tanggung jawabnya? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benaknya.Perlahan - lahan ia mengetuk pintu dengan tangan gemetar.


" Masuk..." terdengar suara dari dalam. Rika membuka pintu dan duduk di kursi di depan HRD.


" Rika Setyawati...?" HRD menatapnya sekilas kemudian membaca berkas yang ada di depannya


" Iya pak.." Rika menjawab lirih.


HRD masih terdiam, serius mempelajari berkas yang ada di depannya.Ih..sepertinya sengaja nih bikin aku deg degan, batin Rika.


Sesaat kemudian dia terlihat menuliskan sesuatu di berkas lalu menatap Rika.


" Hmmm.....nilai training kamu cukup bagus, kamu rajin,selalu serius dalam bekerja dan tidak pernah membuat kesalahan"


Rika menghela nafas, lega rasanya mendengar evaluasi bagus dari HRD.


" Terimakasih banyak pak.."


"Kamu akan ditempatkan menjadi asistennya Bu Mela" HRD berkata dengan mantap.Dia berdiri dan menyalami Rika.


" Selamat ya.."


"Te... terima kasih sekali lagi pak".Rika menjawab gugup.Bagaimana tidak gugup, ia tahu Bu Mela adalah sekretaris Direktur, wanita cantik yang terkenal sangat perfeksionis.Tidak boleh ada kata salah dalam kamusnya, semuanya harus tepat , benar dan sesuai dengan perintahnya.Rika dengar dari para seniornya bahwa di perusahaan ini Bu Mela adalah orang yang paling berkuasa dan paling dipercaya oleh Direktur.Perintahnya selalu ditakuti dan dipatuhi oleh seluruh karyawan.


Rika heran kenapa dirinya yang dipilih oleh Bu Mela menjadi asistennya? Ia masih baru , bahkan baru selesai menjalani masa training.Ada rasa takut tidak bisa bekerja dengan baik sesuai dengan perintah Bu Mela.


Rika keluar dari ruangan HRD dan berjalan masuk ke ruangannya dengan tertunduk.Susi yang melihatnya segera menghampiri.


" Rika, kamu kenapa?" Susi menepuk pundak Rika.Ia heran melihat Rika yang terlihat gugup dan sedih.


" Eh..ga apa apa kok" Rika memaksakan dirinya untuk tersenyum." Kamu ditempatkan di Divisi apa Sus?"


" Aku staff Accounting, aku senang, posisi itu yang aku inginkan, kamu di mana?"


Rika menarik nafas.


" Asisten Bu Mela" jawabnya pelan.Susi agak kaget, dari cerita seniornya ia tidak tahu siapa Bu Mela.


" Wah..kamu harus hati hati Rik, Bu Mela orang yang paling ditakuti "


" Itu dia..." Rika tambah kuatir

__ADS_1


" Tapi ga pa pa Rik, aku yakin kamu pasti bisa.Semangat dong Rika , ya..." Susi mencoba untuk membesarkan hati sahabatnya.


" Aku takut Sus, "


" Wajar kalau kamu takut, namanya juga awal-awal.Nanti kamu akan terbiasa"


" Bu Mela sangat berkuasa , kalau aku ga bisa bekerja dengan baik..." Rika tak meneruskan kata-katanya.


" Lah..kamu itu cerdas, lulusan dari kampus favorit, kamu pasti bisa"


Mereka menghentikan obrolannya ketika melihat pak Tanu memasuki ruangan . Dia langsung menghampiri Rika.


" Rika, ayo aku antar kamu ke ruang Bu Mela"


" Baik pak..." Rika mengangguk dan keluar mengikuti pak Tanu.Mereka menuju lift ke ruang Bu Mela yang berada di lantai 20.


****


Ruangan Bu Mela luas dan bagus.Ruangan ini sekaligus menjadi ruang tunggu untuk para tamu yang akan bertemu Direktur.Ada satu set sofa besar dan akuarium.Tampak ikan warna - warni dalam aquarium besar itu.Airnya bersih dan jernih.


Di seberangnya ada pintu besar tertutup rapat.Di atas pintu tertulis dengan ukiran warna gold ' DIREKTUR', Di sebelah kanan pintu ada lukisan abstrak seperti seorang perempuan .Oh, ini rupanya ruang Direktur perusahaan.Rika sangat takjub.Bagaimana rasanya ya jadi Direktur perusahaan ini?.


" Siang Bu Mela." Suara pak Tanu membuyarkan lamunan Rika


Pak Tanu dan Rika duduk di hadapan Bu Mela.


" Ini Rika ya...?" Bu Mela menatap Rika dengan seksama, memperhatikan wajah Rika lekat lekat .Lalu ia menghela nafas pelan.Tak seorangpun bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya.Raut mukanya nyaris tanpa ekspresi.


" Iya Bu.." Rika menjawab agak takut.


"Baiklah, kamu mulai bisa kerja di ruangan ini sekarang" Bu Mela memberikan insyarat pada pak Tanu untuk meninggalkan ruangan.


" Tugasmu setiap hari selalu banyak, kamu harus bisa bekerja dengan cepat " ujar Bu Mela to the point.Rika mengangguk.


" Kadangkala satu tugas belum selesai , tugas baru datang menyusul.Bagaimana caranya kamu membagi waktu untuk menyelesaikan semuanya, itu sangat penting"


Rika menyimak dengan serius semua perintah Bu Mela dan sesekali membuat catatan di bukunya.


Lalu Bu Mela memberikan setumpuk berkas yang harus diketik.


" Tolong ketik semua berkas ini, itu komputer kamu" Bu Mela menunjukkan satu set komputer " Di dekat komputer itu meja kamu" lanjut Bu Mela.Rika mengangguk, ia mengambil berkas yang diberikan oleh atasannya itu kemudian berjalan ke meja komputer.

__ADS_1


Ia mulai mengerjakan tugas pertamanya hari itu. Setumpuk berkas harus disalin di komputer.Rika mengetik dengan cekatan.Jari-jarinya bergerak dengan lincah menekan huruf demi huruf.Tak lama pekerjaannya selesai.


" Sudah selesai Bu, apakah ada lagi" Rika melapor ke atasannya.


" Tolong diemail ke saya"


" Baik bu"


Bu Mela menoleh ke arahnya.


" Rika..."


" Ya Bu ?"


" Berkas itu adalah hasil evaluasi bulanan dari seluruh kantor cabang.Coba kamu pelajari"


" Baik bu..."


Rika pikir hanya disuruh mengetik setumpuk berkas, ternyata harus mempelajarinya juga.Duh...apa ini ? berkas segini banyak.


" Cepat selesaikan ya, lalu kamu buat laporan ringkasnya.Sebelum jam 5 kamu kasih saya" suara Bu Mela membuatnya tersentak.


" Ba...Baik bu.."


Rika memajukan kursinya , ia ingin mengambil posisi duduk yang nyaman agar bisa berpikir jernih untuk menelaah berkas itu.Walaupun ia belum paham maksud dari laporan-laporan itu, tapi minimal ia harus bisa membuat ringkasan seperti yang diminta oleh atasannya.


Satu-persatu berkas itu dibacanya.Kadang ia harus mengulang membaca lagi karena belum mengerti maksudnya.Maklumlah ia baru 3 bulan bekerja dan baru hari ini ia melihat dan membaca laporan operasional kantor cabang seperti itu.Banyak hal-hal yang sama sekali baru dibacanya hari ini.


Setelah beberapa kali membaca ulang dan menyelesaikan setengah dari seluruh berkas yang harus dipelajarinya, baru ia mulai memahami dan mengerti maksud dan isi laporan -laporan tersebut.Sehingga sisa setengahnya bisa ia pahami lebih cepat.


Sebelum jam 5 ia berhasil menyelesaikan tugasnya.Rika sangat lega, tugas berat pertamanya bisa dikerjakan dengan baik.Ia print hasilnya dan diserahkan ke Bu Mela.


" Bu, ini resume laporannya" kata Rika.


Bu Mela membaca kertas yang diserahkan Rika.Seperti biasanya wajahnya yang cantik datar tanpa ekspresi.


" Terimakasih..." ucapnya, lalu ia menunjuk setumpuk berkas yang lainnya.


" Itu laporan dari grup Hotel dan Mall, kamu ketik dan pelajari juga ya"


" Baik bu.."

__ADS_1


Rika mengangguk patuh dan mengambil berkas yang ditunjuk Bu Mela.Ia tidak terlalu gugup lagi pada saat mengerjakan tugas yang kedua karena sedikit banyak sudah belajar dari tugas pertamanya.


Rika berdecak kagum, Narendra Grup besar sekali bisnisnya, ada Hotel, Mall , Developer, Ekspor Import, dan apalagi besok yang belum ia tahu?


__ADS_2