Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 2 Lulus


__ADS_3

Rika berteriak kegirangan di depan sebuah papan pengumuman.Semua nilai mata kuliahnya sudah keluar . Terpampang di papan pengumuman itu.Ada dua mata kuliah yang mendapatkan nilai C tapi tidak menjadi masalah yang penting lulus.Sebenarnya ia bisa mengulang untuk memperbaiki nilai, tapi ia tidak mau .Ingin ia lulus secepatnya dan mencari pekerjaan, ia tidak tega membiarkan Ibunya terlalu lama membiayai kuliahnya.


" Yes..lulus," Serunya sambil berlari kecil menuju ruang tata usaha untuk mengurus administrasi kelulusan.Rika sangat lega, akhirnya ia bisa menyelesaikan kuliahnya walaupun dengan susah payah karena uang kuliah yang dikirim oleh Ibunya sangat pas pasan.Ia harus menghemat uang itu untuk bayar kost, makan sehari hari, beli buku dan keperluan lainnya.Namun ia bersyukur sekarang sudah lulus .Ia sangat berterima kasih pada Ibunya, walaupun hidup sendirian karena Ayah Rika sudah meninggal sejak dia umur 9 tahun, tapi Ibunya berjuang sekuat tenaga dan bertekad agar anak satu-satunya bisa menempuh pendidikan tinggi.Rika tahu di kampungnya tak banyak anak sebayanya yang bisa kuliah, rata rata mereka akan menikah atau dipaksa menikah oleh orangtuanya saat lulus SMA atau bahkan SMP.Teman sebaya Rika sebagian besar sudah menikah dan punya anak.


****


Rika membuat lamaran kerja di beberapa perusahaan.Ia sangat berharap bisa diterima bekerja secepatnya.Karena kampus tempat kuliah Rika termasuk favorit , lulusannya biasanya tidak sulit untuk mendapatkan pekerjaan.


Dua minggu setelah wisuda Rika diterima bekerja di Narendra Grup,sebuah perusahaan besar di Jakarta.Rika sangat bersyukur dan berangkat ke Jakarta dengan penuh semangat.


Seperti perusahaan pada umumnya, karyawan baru masuk di Narendra Grup, dan belum punya pengalaman seperti Rika, tidak langsung diangkat jadi karyawan tetap.Ia akan ditraining dulu selama 3 bulan, tapi Rika cukup senang.Minimal ia sudah mendapatkan gaji pokok untuk membiayai hidupnya di kota.


Rika bekerja dengan serius, ia juga sangat patuh pada atasan, Ia ingin agar bisa menjalani masa training dengan baik dan segera diangkat menjadi karyawan tetap.


Rika menyewa kost di sebuah gang sempit, sewanya murah, walaupun agak jauh dari kantor.Setiap hari Ia harus bangun pagi pagi agar tidak terlambat.Selain jauh jalur yang dilaluinya juga macet.


" Kamu kost di daerah itu? jauh banget " tanya Susi , teman kerjanya.Rika mengangguk.


" Lebih murah, walaupun jauh.Aku ingin menyisihkan gajiku untuk Ibu di kampung" Jawab Rika jujur.


" Lebih baik kamu kost saja sama aku, satu kamar berdua biar lebih murah, tempatnya dekat dari kantor "Susi merasa kasihan dan menawarkan untuk kost bersama.


Rika menatap Susi, sambil berfikir.Benar juga ya, kost Susi dekat dari kantor tinggal jalan kaki, jadi Ia tidak harus keluar ongkos untuk naik angkot.Tapi kan risih ya, sekamar berdua.


" Ga usah risih, kita kan sama sama perantau.." kata Susi seakan bisa menebak pikiran Rika.


" Bener kamu ga apa apa Sus kalau aku sekamar sama kamu? " Susi menggeleng mantap.

__ADS_1


" Terimakasih banyak ya Sus.." Rika tersenyum girang dan memeluk Susi.Rika sangat senang Ia tidak harus berdiri berdesakan di angkot di sepanjang perjalanan yang macet menuju kantornya.Selain itu Ia juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk ongkos angkot.


****


Sore harinya sepulang kerja Rika langsung membenahi barangnya. Rika belum mempunyai banyak barang sehingga tidak butuh waktu lama semua barang-barang sudah di packing.Ia ingin malam ini juga pindah kost bersama Susi.Kalau malam seperti ini jalanan lancar sehingga ongkos taxi juga lebih murah.Walaupun barangnya tidak banyak tapi Rika tidak mungkin naik angkot karena ada kasur lipat,, lemari plastik dan tikar.Tempat kostnya tidak menyediakan barang-barang itu sehingga pada saat awal kost Rika membelinya.Rika ingin membawanya ke tempat kost yang baru sehingga ia tidak perlu membeli lagi.


Setelah berpamitan dengan Ibu kostnya Rika berdiri di depan gang menunggu taxi.Cukup lama ia berdiri.Mungkin karena jam pulang kantor , banyak karyawan yang pulang memakai jasa taxi sehingga agak sulit mencari yang kosong.Hari semakin gelap, belum Juda dapat taxi.Rika putus asa.Ia ingin balik lagi ke kamarnya, dan menunda kepindahannya besok saja.Ia takut kalau terlalu malam di jalan.


Baru saja ia mau berbalik,tiba tiba ada sebuah mobil menepi, kacanya diturunkan.


" Hai.. bukankah kamu Rika" Orang di belakang kemudi berteriak menegurnya.Rika kaget, Ia mendekatkan kepalanya ke arah mobil .


" Pak Tanu..?!" serunya.


" Mau ke mana malam malam ?"


" Ayo bareng saya aja,"


Rika mengangguk.Ia senang bisa nebeng pak Tanu, sehingga ia tidak perlu menunda untuk berpindah kost.Pak Tanu, Supervisor , yang menjadi leadernya selama masa training,atasannya langsung saat ini.Ternyata dia baru pulang tugas luar kantor dan kembali lagi ke kantor karena ada laporan yang harus diserahkan ke Manager hari ini juga.Kebetulan sekali arah kantor ,searah dengan kost Susi.


" Pas banget pak Tanu lewat, rezeki saya ini " Tanpa ragu Rika memasukkan barang-barang nya ke mobil.Setelah selesai kemudian ia duduk di samping pak Tanu.Rika akrab dengan pak Tanu karena dia orangnya ramah dan baik pada semua karyawan baru yang menjadi bawahannya.


" Ha..Ha..dasar kamu Rika maunya gratis" Pak Tanu mengoloknya bercanda.


Mereka tertawa bersama.


" Jauh sekali kamu kostnya , Rik"ujar pak Tanu sambil menjalankan mobilnya kembali.

__ADS_1


" Iya pak, makanya ini mau pindah"


" Oh ya Rika, saya lupa ngasih tahu kamu kan sudah 3 bulan , jadi besok kamu ke HRD ya"


" Baik pak..,...eh boleh nanya ga? Kalau sudah selesai masa training saya ditugaskan di mana?"


" Nanti HRD yang akan kasih tahu.."


" Jadi deg-degan saya pak, takut ga lulus training"


" Biasanya yang sudah diterima kerja, jarang yang ga lulus training.Kecuali...." Pak Tanu menghentikan kata-katanya, sepertinya dia sengaja ingin membuat Rika penasaran.


" Kecuali apa pak? "


" Kecuali yang ga rezeki..." ujar pak Tanu tertawa.Rika cemberut.


" Serius pak ,saya nanya"


" Kecuali yang sering tidak masuk,sering telat atau membuat masalah pada saat training"


" Oh , Baik pak.Semoga saja saya lulus" Ujar Rika agak lega.Rasana selama 3 bulan masa training ini ia tidak pernah tidak masuk kerja.Meskipun harus bangun pagi-pagi dengan badan yang capai dan harus berhimpitan di angkutan umum, ia selalu datang ke kantor tepat waktu.


Karena asyik mengobrol dan jalanan sepi tak terasa mobil sudah sampai di kost Susi.


" Makasih banyak ya pak"


Rika mengucapkan terima kasih dan turun dari mobil.Pak Tanu ikut turun dari mobil dan membantu Rika mengeluarkan barang-barangnya.

__ADS_1


__ADS_2