Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 8 Berteman


__ADS_3

Pagi harinya,menjelang jam makan siang, tiba-tiba Bu Mela memanggil Rika.Rika yang sedang bersiap-siap ke luar untuk makan siang mengurungkan niatnya dan menghampiri atasannya.


" Ya Bu..?"


" Kamu ke rumah Tuan yah"


" Untuk apa Bu? Bukannya tadi Bu Mela sudah ke sana?" Rika keheranan karena tadi pagi dilihatnya Bu Mela sudah ke rumah Tuan


" Calista minta kamu datang"


Astaga, jadi anak itu ingat janjinya untuk menemaninya bermain hari ini.Tanpa banyak bicara Rika mengangguk dan berlalu untuk mengambil tasnya.Diambilnya roti manis yang ada di mejanya,untung masih ada roti bisa buat ganjel karena tidak jadi makan siang.Sesaat kemudian berpamitan kepada Bu Mela.


Di bawah,Pak Ratno sudah menunggu di depan loby, siap mengantarnya.


" Siang pak Ratno.."


" Siang mbak.."


" Pak nih roti, makanlah pak Ratno pasti belum makan" Rika memberikan satu rotinya untuk pak Ratno, lalu Ia makan sisa yang satu lagi.


"Makasih mbak.."


Setibanya di rumah Tuan, Calista sudah menunggu di depan pintu.Matanya basah sepertinya habis menangis.


" Hallo sayang...."


" Tante...kenapa lama?" Calista protes , terdengar suaranya agak serak.


" Sayang, maaf ya.Jalanan macet..." Jawab Rika berbohong karena bingung mau jawab apa.Dipeluknya Calista dan digendong masuk.Rupanya Calista menunggu sejak pagi, karena Rika tak kunjung datang ia menangis.Baby sitternya tidak bisa membujuk untuk diam.Bahkan suara tangisnya semakin keras, terdengar oleh Tuan yang sedang berada di ruang kerjanya.Dia keluar menghampiri putrinya dan mencoba menenangkan, tidak berhasil juga.Dia tanyakan ke baby sitter apa yang terjadi.Setelah mendapat penjelasan dari baby sitter dia menelpon Bu Mela untuk menyuruh Rika datang.


Rika merasa bersalah, Ia benar-benar tidak menyangka kalau Calista akan ingat janjinya untuk datang dan bermain bersama lagi.Digendongnya gadis kecil itu, dan diusap- usap rambutnya.Makanan yang masih utuh di tangan baby sitter, diambil,disuapinya.

__ADS_1


" Sayang makan dulu ya, baru kita main..."


Calista mengangguk.Seperti kemarin, makannya habis tak bersisa dalam 5 menit ketika disuapi oleh Rika.Selesai makan Rika menemaninya bermain.Seorang pembantu datang menghampiri,membungkuk hormat dan berkata,


" Mbak Rika disuruh makan dulu sama Tuan.Saya sudah siapkan di meja"


Rika tertegun.Tidak disangka Tuan yang pendiam , kelihatan angker, dan seperti tidak mengacuhkan dirinya ternyata perhatian.Sebenarnya Rika tidak enak hati makan di rumah itu, tapi apa boleh buat dari pada urusannya panjang.Apalagi ia memang sudah lapar, hanya sempat makan roti.


Rika menuju ke meja makan yang ditunjukkan pembantu.Calista mengikuti dari belakang.


Tak ada siapapun di meja makan besar itu.Makan siang hanya disiapkan untuknya.Banyak sekali hidangan yang tersedia.Rika hanya mengambil nasi, sayur tumis dan dendeng daging.


Ada sepiring buah potong, Rika mengambil dan menyuapi Calista.Gadis kecil itu dengan patuh menghabiskan semuanya.Baby sitter yang mengawasinya kaget,


" Non Calista pintar sekali, mau makan buah,makannya banyak lagi" ujarnya " Terima kasih ya mbak Rika.."


Rika mengangguk, habis makan Ia mendudukkan Calista di pangkuannya.


Calista patuh dan menggandeng baby sitter ke


kamarnya.Rika bergegas ke luar rumah dan balik lagi ke kantor


Begitulah, akhirnya setiap hari Rika datang ke rumah Tuan untuk menemani putrinya.Calista jadi gampang makan, semakin hari berat badannya semakin naik.Ia juga tidak mudah merajuk lagi.Rika senang melihat perkembangan Calista, Ia iklas melakukan semuanya.


Semua pembantu dan baby sitter menghormati dan segan pada Rika.Gadis yang tidak banyak omong itu ternyata berhati lembut.Calista yang emosinya sedang tidak stabil karena ditinggal mamanya , seperti mendapat perlindungan dan kasih sayang.Hal ini yang membuat gadis kecil itu tenang dan tidak rewel lagi.


****


Siang itu, Rika tidak datang ke rumah Tuan,Kata Bu Mela Calista sedang diajak jalan-jalan oleh Non Cristy.


" Non Cristy ini sepertinya calon istri Tuan..."

__ADS_1


Bu Mela berbisik pada Rika, ia akhir - akhir ini memang bersikap lebih terbuka pada Rika.Sering membicarakan hal-hal di luar urusan kantor.


" Baguslah Bu, biar Calista ada yang ngurus.Saya kasihan melihatnya" kata Rika sambil sibuk mengetik .


" Iya sih, saya mengenal Non Cristy, kok saya kurang yakin ya ia bisa ngurusi Calista", ujar Bu Mela, lalu Ia menarik Rika untuk mendekat.Ia memutar layar monitor komputer ke arah Rika, sehingga Rika bisa melihat jelas foto yang ada di monitor.Seorang gadis yang sangat cantik.Kulitnya putih.Rambutnya yang terurai, jatuh bergelombang dengan sangat pantas di bahunya.Baju yang dikenakan pun terlihat pantas dan cocok di tubuhnya yang ramping.


" Itu Non Cristy Bu? tanya Rika, Bu Mela mengangguk.


" Cantik banget..." Rika berdecak kagum" Semoga saja ia bisa mengurus Calista dengan baik"


" Kita doakan saja.." balas Bu Mela seperti kurang semangat " Saya hanya berharap pengganti Nyonya orang yang baik, biar Tuan bahagia dan bisa ke kantor lagi kayak dulu"


" Iya Bu.."


" Sekarang ini Tuan jarang sekali ke kantor, Narendra Grup begini kompleks urusannya " Bu Mela setengah mengeluh.Rika bisa memahami perasaan Bu Mela.Tanggung jawan perusahaan hampir semuanya jatuh ke pundak Bu Mela.


" Dulu Tuan setiap hari ke kantor bahkan sering pulang malam, apalagi Nyonya juga sering membantu"


" Semoga setelah menikah dengan Non Cristy hal itu bisa terulang lagi Bu"


" Ga tahulah Rik, saya melihat Non Cristy bukan tipe pekerja keras.Ia terlalu glamor untuk bekerja"


Rika menoleh ke arah Bu Mela.Ia tahu atasannya itu bukan tipe yang suka bergosip, ia berkata seperti itu didorong oleh loyalitasnya yang begitu besar kepada perusahaan . Wajahnya penuh kekhawatiran.


Bu Mela mengenal Non Cristy sejak lama, Ia saudara jauh Nyonya.Nenek Nyonya dan Nenek Non Ctristy saudara sepupu.Meskipun mereka ada hubungan saudara, tapi wataknya jauh berbeda.Nyonya yang penyayang dan lembut, baik kepada siapapun, termasuk karyawan.Ia juga tidak pernah membeda-bedakan status dan kedudukan seseorang.


Nyonya juga suka bekerja keras, membantu Tuan bekerja di kantor.Ia bertindak sebagai wakil direktur.Berdua dengan Tuan mereka memimpin dan menjalankan perusahaan.


Sebaliknya Non Cristy, Bu Mela tahu ia lebih jalan-jalan dan shopping dibandingkan harus bekerja.Sikapnya juga terkesan angkuh.


Tuan memilih Non Cristy untuk menjadi pengganti mamanya Calista mungkin dengan pertimbangan Calista sudah mengenal tantenya itu, sehingga gadis kecil itu akan menerimanya dengan mudah.Selain itu karena masih ada hubungan saudara, harapannya Non Cristy akan menyayangi Calista seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2