Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab.58 Dewiku Selamanya


__ADS_3

Krisna sangat terbantu dengan kehadiran Rey.Dia yang selalu siaga mengantarkan Ibu dan Intan ke manapun.Membeli barang dan pernak - pernik untuk seserahan.Intan yang cekatan dan Rey yang sabar adalah duo tunggal andalannya untuk menyiapkan segalanya dalam waktu yang sangat mepet.


"Bang, sini lihat.Cek akhir dulu" Intan menarik tangannya menuju ruang tengah.Puluhan parcel berderet dengan rapi.Krisna tidak paham apa isinya, tapi semuanya dibungkus dalam bentuk yang indah , ada yang menyerupai angsa, bunga, sampai bentuk sepasang pengantin.


" Gimana Bang..? " Intan bertanya ketika dilihatnya Krisna hanya memandangi semua deretan parcel dengan mata takjub tanpa berkata-kata.


" Eh...hebat.. terima kasih ya.."


Krisna memeluk dan mencium adiknya, lalu menepuk-nepuk pundak Rey yang berjongkok di dekat Ibu membantu mengangkat sebuah bungkusan besar.


" Terimakasih Rey..."


" Iya Bang, sama-sama"


Krisna berjalan menuju kamarnya.Rasanya masih seperti mimpi, besok pagi mau menikah dengan Cristy.


****


Intan berdecak kagum begitu memasuki kawasan elit rumah Cristy.Deretan karangan bunga berjejer sampai beberapa meter di luar pintu gerbang.Pintu gerbang yang besar dan kokoh dihias dengan rangkaian bunga segar berwarna warni.Banyak dari jenis bunga yang baru dilihatnya sekarang, mungkin diimpor dari luar negeri.Masuk ke halaman lebih banyak lagi rangkaian bunga segar, membentuk beberapa formasi , ada bentuk seperti kupu-kupu, bintang, lingkaran, bentuk love.Paling dramatis adalah kanopi bunga yang menghubungkan halaman yang luas dengan pintu depan, rangkaiannya menjuntai setinggi dua meter, benar-benar seperti di negeri dongeng.


Rombongan calon pengantin laki-laki itu disambut oleh pihak keluarga calon pengantin wanita dan diarahkan menuju ruang tengah yang juga dipenuhi karangan bunga.Intan menyenggol lengan Ibu yang berjalan tenang memasuki ruangan.Ia mencoba menebak apa yang ada di pikiran orang tua tunggalnya itu, tapi Ibu terlihat tetap tenang , hanya seulas senyum terukir di bibirnya.


Acara akad nikah berlangsung khidmat.Setelah kata " SAH" terdengar menggema di ruangan, semua mata tertuju ke arah tangga.Tangga memutar yang besar itu dipenuhi dengan bunga-bunga.Cristy berjalan perlahan didampingi Tante Sofi, mengenakan kebaya berwarna merah panjang yang kontras dengan kulitnya yang putih.Ujung kebayanya menjuntai menyentuh lantai.Seperti seorang dewi yang turun dari langit, muncul diantara semerbak lautan bunga-bunga beraneka warna.

__ADS_1


Sang dewipun menjelma menjadi sesosok wanita yang bersimpuh di depan suaminya dan mencium tangannya.


****


Ketika tamu terakhirnya pamit, Cristy menggandeng tangan Krisna naik ke kamarnya


" Kita istirahat dulu Kris...mas..."


Krisna tersenyum , mengikuti langkah istrinya masuk kamar.


Cristy membuka satu persatu rangkaian bunga di kepalanya dan membersihkan wajahnya.


Krisna menatapnya lama, lalu dengan sekali gerakan tangannya meraih tubuhnya dan membaringkan di tempat tidur.


" Nanti malam saja , habis resepsi"


" Masih ada waktu..."


" Aku..."


Krisna tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk protes, bibirnya menyusuri area sensitif yang membuat jantungnya berdegup semakin kencang.Seperti mabuk ia bergerak liar di luar kendali, merespon sentuhan-sentuhan suaminya yang lembut penuh hasrat.Satu sentuhan di area yang paling sensitif membuatnya melayang tinggi dan menjerit tertahan, lalu ketika dengan gerakan mantap tapi halus Krisna memasuki ruang pribadinya, badannya bergetar.Dipeluknya leher suaminya erat.


" Mas....."

__ADS_1


" Dewiku, aku mencintaimu..."


Mereka sama-sama terjebak dalam pusaran yang memabukkan untuk kemudian terhempas dengan senyum mengembang di bibir masing-masing.


Ada rasa nyeri di bagian bawah perutnya, beberapa titik merah terlihat di sepreinya yang putih bersih.


" Kamu..masih...perawan....? kamu benar-benar seorang dewi..."


Krisna mencium keningnya dengan muka takjub hampir tidak percaya.


Cristy mengangguk, lalu mencium bi bir suaminya perlahan dan lama.Krisna menyambut dan membalas,lembut dan dalam, lalu semakin lama semakin cepat dan menggebu.Tanpa disadari keduanya kembali tenggelam dalam alunan indah yang membuat mereka melayang sangat tinggi.Pekikan tertahan dari Cristy mengakhiri alunan itu seiring dengan tubuhnya yang lunglai terbaring polos di sisi suaminya.


Terdengar ketukan di pintu, Krisna menyelimuti tubuh istrinya yang sudah terlelap, lalu buru-buru memakai bajunya dan membuka pintu.


" Cepatlah bersiap-siap, kita akan berangkat ke hotel" Tante Sofi berdiri di pintu, sekilas matanya melirik ke arah tempat tidur, lalu berbisik.


" Biarkan ia tidur dulu..."


Krisna mengangguk dan kembali melangkah ke tempat tidur.Ditatapnya istrinya yang masih tidur, wajahnya yang tanpa make up terlihat polos seperti bayi, dengan seulas senyum terukir di bibirnya.


T A. M. A. T


Terimakasih readers atas dukungannya.Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kemesraan Krisna dan Cristy serta serunya pasangan Rey dan Intan silakan baca " PURNAMA DI TENGAH BADAI "

__ADS_1


Sampai jumpa, semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.


.


__ADS_2