Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab.48 Tidak mau Menyakitimu


__ADS_3

" Aku mau lihat anak-anak dulu mas"


" Ga usah, ada Surti sama Tini"


" Mas bawa Surti dan Tini?"


Tuan tidak menjawab, dan ia juga tidak bisa bertanya lagi karena bi birnya sudah ditutup rapat dan dilu mat suaminya .Tubuh besar itu merengkuh dan membopongnya ketika ia baru saja ke luar dari kamar mandi.


Rika pasrah ketika suaminya meminta haknya, seperti kemarin-kemarin ia melayani dengan menggebu-gebu.Badannya yang segar karena tidurnya yang panjang membuat suaminya menyerah kewalahan.


" Ampun...ampun, Rika..." Tertawa-tawa suaminya memeluk dan menci uminya, setelah mereka sama-sama terhempas dari ketinggian yang memabukkan.


" Masak segitu aja ? " Rika pura-pura merengut.


Suaminya kembali tertawa.


" Aku pikir kamu marah sayang, maafkan aku ya.Jangan pernah pergi meninggalkan aku lagi.Dua hari aku ga pulang karena Cristy minta ditemani.Percayalah aku tidak pernah mencintainya, aku hanya iba"


" Bener iba? ga pernah berubah jadi kucing?"


" Ha..ha..kamu masih ingat saja kata-kataku dulu"


Tuan berhenti tertawa, lalu bangkit dan berkata, dengan serius.


" Kamu tahu aku belum pernah memberikan nafkah batin pada Cristy, dan tidak akan pernah, karena aku ga bisa"


" Apakah Cristy tidak minta?"


Suaminya menggeleng.Rika menghela nafas.


" Mas, aku sadar akulah yang mendorong mas untuk menikahi Cristy dan aku harus siap dengan resikonya"


" Kamu tidak cemburu ?"


" Pasti aku cemburu, aku perempuan biasa , tidak akan rela suaminya menyentuh perempuan lain.Tapi seperti yang aku bilang , kebahagiaan yang begitu besar yang mas berikan untukku selalu berhasil menutup rasa cemburuku"


Tuan menatap istrinya lekat-lekat dan dia tahu ada kesedihan yang disembunyikan di sudut mata hitam bulat itu..Dia menggeleng.


"Tidak, Cristy sudah sehat sepenuhnya, ia akan mudah menemukan seseorang sebagai suami seutuhnya, aku akan menceraikannya.


Aku tidak mau menyakitimu"


" Tolong dipikirkan masak-masak mas, terutama perasaan Cristy yang sangat mencintaimu"


" Aku menunggu waktu yang tepat untuk bercerai, kemarin waktu ia dengar kamu menelponku mau pulang kampung, ia nangis merasa bersalah, ia masih labil walaupun sudah sehat"

__ADS_1


" Aku tidak akan memaksa lagi, aku sudah kapok.Aku hanya ingin mas berpikir baik-baik. apapun keputusannya aku ikut"


" Sudah kapok kamu ya ? " Tuan tertawa.Rika tidak menjawab, ia memeluk suaminya erat.


Gimana ga kapok, berbagi suami itu sungguh menyakitkan, batinnya.


"Aku lapar, kita makan dulu mas...."


" Aku sudah makan"


" Kalau gitu aku mandi , lagi..." Rika cekikikan dan berjalan menuju kamar mandi.


" Habis mandi kita jalan ya.."


" Ke mana..? " Rika menjawab sambil berteriak dari kamar mandi.


" Terserah kamu.." Tuan balas berteriak.


" Ke Mall..?"


" Bosan, lagian kan harus ke kota, jauh.."


" Ke.."


" Udah jangan teriak-teriak, aku masuk aja ya..."


****


Pemandangan di sekitar candi di lereng gunung itu sangat indah, nyaris seperti lukisan.Hutan pinus yang hijau menyelimuti keseluruhan lereng.Seperti selimut tebal raksasa yang melindungi gunung dari dinginnya kabut yang masih menggantung walaupun hari sudah siang.Jalan setapak berliku-liku menanjak , mengitari hutan, berawal dari area candi pertama dan berakhir di area candi yang paling atas, candi ke sembilan.Agar para pengunjung tidak terlalu capai, ada kuda yang bisa disewa untuk mengelilingi seluruh area candi.Tetapi tampaknya para pengunjung banyak yang lebih suka jalan kaki sambil menikmati udara yang sejuk dan indahnya pemandangan.


" Mau naik kuda atau jalan kaki? " tanya Rika.


" Anak-anak naik kuda aja, kita jalan kaki.Nanti ketemu di atas" jawab suaminya sambil menunjuk ke atas, arah candi sembilan.


" Jauh loh mas, naik terus lagi jalannya.Kita naik kuda aja ya? "


" Ga apa-apa kalau ga kuat sampai candi ke sembilan ya balik lagi"


" Bener nih..? "


Tuan mengangguk, merangkul bahunya mengajak jalan.


Calandra dan Calista sudah lebih dulu naik kuda didampingi Surti dan Tini dan masing-masing seorang pawang yang memegang kuda.


" Bagus sekali pemandangannya"

__ADS_1


" Saya dulu suka jalan kaki dari rumah ke sini"


" Masak ? Jauh kan ? "


" Ga terlalu jauh, kan lewat jalan pintas, lagian kalau ramai - ramai sama teman kan ga terasa"


" Pantas kamu kuat sekali, dari dulu suka jalan kaki" Tuan tersenyum menggoda.


" Apaan sih " Rika mencubit lengan suaminya, yang dicubit berhenti melangkah mengusap-usap lengannya dan berkata,


" Kita lebih baik nginap di hotel sekitar sini, pingin ganti suasana"


" Ah, modus itu"


Lalu mereka tertawa bersama.Beberapa orang yang lewat menoleh dan saling berbisik-bisik dalam bahasa daerah.


" Apa katanya ? " tanya Tuan.Rika mengangkat bahu dan menggandeng tangan suaminya mengajaknya kembali berjalan.


Tak berapa lama kemudian Tuan mengajak berhenti.Ia terengah-engah.


" Aku capai, ini sudah candi ke berapa? "


" Baru candi ke tiga" Rika ingin tertawa, tapi ga tega melihat wajah suaminya merah padam kecapekan.Ia menarik tangan suaminya memasuki salah satu warung tenda yang berjejer di sepanjang area candi untuk minum dan istirahat, lalu menelpon Surti untuk membawa anak-anak berkumpul di situ.


Malamnya mereka menginap di hotel sekitar lokasi wisata itu.Hotel yang cukup bagus dan bersih.


" Ini hotel terbagus di sini mas, tapi jangan dibandingkan dengan hotel di kota"


" Ya ga apa-apa.Aku capai sekali.Semalam aku ga bisa tidur memikirkan kamu, tadinya mau langsung menyusulmu tapi takut mengganggu Ibu malam-malam datang"


" Kasian, aku tidur terus sepanjang malam"


"Tega sekali kamu" Tuan bergerak memeluk tubuh istrinya lalu menciumnya dengan gemas.


" Sudah mas istirahat saja.." Rika menggerakkan tubuhnya mencoba menghindar, tapi pelukan suaminya semakin erat.


" Janji dulu kamu ga akan pernah ninggalin aku"


Rika mengangguk, hatinya tersentuh.Ia menyesal pergi secara mendadak bersama anak-anak, terbayang bagaimana semalam suaminya itu panik dan sedih.Suami yang selama ini selalu mencintai dan memanjakannya dengan sepenuh hati, tiba -tiba ditinggal pergi, walaupun dengan alasan ingin menenangkan diri.Terdorong oleh rasa cemburu, ia sudah menjadi egois.Apalagi mendengar pengakuan jujur bahwa suaminya tidak pernah melakukan hubungan intim dengan Cristy, hubungannya dengan istri keduanya itu masih tetap sama seperti awal menikah yaitu didasari oleh rasa iba.


" Kok palah bengong sih..." suara Tuan membuyarkan lamunannya.


" Aku minta maaf mas, janji tidak akan pernah ninggalin lagi, aku sangat mencintaimu " Ia membenamkan wajahnya di dada suaminya.Tuan mengusap rambutnya lembut, lalu menunduk dan mencium kedua pipinya.


Hawa dingin di sekitar hotel menerobos masuk dari sela-sela ventilasi yang ditutup kawat nyamuk.

__ADS_1


" Dingin sekali ya, lebih dingin dari vila kita di puncak" Tuan menarik selimut dan semakin mengetatkan pelukannya.Rika jadi terbawa suasana, bergerak perlahan melepaskan diri, lalu mendorong lembut tubuh suaminya yang miring ke arahnya sehingga posisinya menjadi terlentang


" Mas tiduran aja, biar aku yang melayanimu" bisiknya penuh arti.Suaminya tersenyum bahagia.


__ADS_2