
Sabtu pagi, suasana kost Rika sepi seperti biasa.Penghuninya lebih suka berdiam diri di kamar masing masing.Tempat kost putri yang terletak di kawasan strategis itu cukup besar, bersih dan rapi. Peraturan dari Ibu kost juga ketat .Tidak boleh menerima tamu di kamar, baik laki - laki ataupun perempuan.Ada pembatasan jam berkunjung, lewat jam 8 malam sudah tidak boleh menerima tamu.Rika betah kost di situ, karena merasa aman dan tidak bising.
Pagi itu setelah selesai mandi, ia duduk membaca buku di sofa kecil di kamarnya, kemarin sepulang kerja a mampir ke toko buku membeli beberapa buah buku.Dari dulu ia suka membaca, tetapi sewaktu masih kuliah , tidak banyak buku yang bisa dibeli, paling - paling hanya mengandalkan membaca buku di perpustakaan. Makanya sekarang Rika seakan kalap kalau masuk toko buku pasti beli buku sebanyak yang ia mau, dan sudah sangat bahagia weekend end begini dihabiskan dengan membaca buku.
Tiba - tiba terdengar ketukan di pintu.
" Rika..." Ibu kost memanggil.
Rika bangkit membuka pintu.
" Eh..Ibu, maaf ada apa?"
" Ada yang nyari kamu tuh.." kata Ibu kost
" Siapa Bu.?" Rika bingung, seingatnya Ia tidak janji dengan siapapun hari ini.
" Ga tahu, temui saja" jawab Ibu kost dan berlalu meninggalkan Rika.
" Baik bu, terima kasih.."
Rika segera ganti baju dan menuju ruang tamu. " Pagi Rika..." Ternyata pak Tanu
" Pagi pak..." Rika agak kaget" Kok ga telpon dulu, untung saya ga pergi"
Rika tersenyum dan duduk di hadapan tamunya.
" Ah saya tahu kamu ga pernah pergi ke mana mana" Pak Tanu mengolok - oloknya sambil tertawa.Rika ikut tertawa.
" Iya juga sih , " ia menjawab polos, lalu lanjutnya,
" Pak Tanu sendiri ga ke mana mana?"
" Saya biasanya pulang ke Bandung, tapi hari ini engga, capai sekali, tadi malam kan habis tahlilan 3 hari Nyonya" Rika mengangguk maklum.
" Oh Pak Tanu asli Bandung?"
" Iya, eh..jalan yuk Rik"
" Ke mana?"
" Ke Puncak, enak di sana adem.Udaranya juga segar kamu pasti suka"
__ADS_1
Rika mengangguk antusias, Ia memang belum pernah ke Puncak. Kata orang memang hawanya sejuk, seperti di kampung, pikirannya.
" Boleh sama Susi pak?" Rika bertanya.Ia ingin sekali ke Puncak tapi tidak mau kalau hanya berdua Pak Tanu.
" Boleh..."
" Asyikkk...." Rika berseru kegirangan seperti anak kecil.Ia pamit sebentar untuk pergi ke kamar Susi.
****
Rika dan Susi sangat senang, mereka menikmati pemandangan sepanjang jalan.Kebun teh yang luas menghijau sangat menyejukkan mata.Semakin ke atas udara semakin dingin, walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.Setelah beberapa kilometer jalanan berliku dan menanjak, kini mulai menurun, akhirnya mereka berhenti di sebuah taman bunga yang sangat luas.
" Wow..indahnya" Serentak mereka berseru.Sejauh mata memandang hanya hamparan bunga warna warni.Ada bunga mawar yang ditanam berkelompok, membentuk taman yang indah.Tak jauh dari taman bunga mawar ada bunga dahlia yang juga ditanam berkelompok menjadi taman bunga dahlia.
Di tengah - tengah, di tanah lapang yang luas ada bunga kecil kecil berwarna warni disusun rapi membentuk burung cenderawasih dan ekornya.Banyak pengunjung sedang berfoto - foto di area itu.Susi mengajak Rika untuk foto.Rika sebenarnya segan.
" Ayo Rika, foto" Susi menarik tangannya.
" Malas aku , kamu saja ya.Sini aku yang fotoin"
" Kamu ga asyik banget sih" Susi cemberut.Akhinya Rika mengalah.
Mereka berpose bersama.Pak Tanu yang mengambil fotonya.
Bangku- bangku disediakan agar pengunjung bisa menikmati pemandangan taman sambil duduk santai.Mereka bertiga duduk di sebuah bangku .
" Indah sekali pak..." Rika berkata.
" Kalian senang?" tanya pak Tanu
" Senang banget, terima kasih ya pak" serentak Rika dan Susi menjawab.
" Ini seperti taman surga.." celetuk Susi.
" Emang kamu pernah ke surga?" Pak Tanu menimpali, membuat keduanya tertawa ngakak.
" Tuan juga punya villa besar di Puncak, ga jauh dari sini.Dulu kita sering diundang kalau Tuan atau Nyonya merayakan ulang tahun.Tapi semenjak Nyonya sakit , ga pernah ada acara lagi di sana" Pak Tanu bercerita.
" Kapan kita bisa diajak ke sana lagi ya?" Susi bertanya.
" Mungkin nanti kalau Tuan sudah hilang kesedihannya" jawab pak Tanu.
__ADS_1
Mereka kembali berjalan menyusuri seluruh area taman.Sepanjang jalan tak henti -hentinya Susi dan Rika terkagum kagum.Sebenarnya tersedia kendaraan untuk mengelilingi taman, tapi mereka memilih berjalan kaki.
" Lebih baik jalan kaki saja bisa menikmati semua sudutnya" ujar Susi.Rika mengangguk setuju.Mereka sampai di sebuah kolam kecil.Banyak orang sedang berjongkok di pinggir kolam memberi makan ikan.Susi dan Rika takjub, ikan-ikan besar warna-warni bergerombol berebut makanan.
Seorang anak kecil menawarkan sebungkus makanan ikan.
" Ini kak, makanan ikan.sebungkus lima ribu"
Susi mengambil sebungkus dan membayarnya.Ia menaburkan ke kolam.Tak berapa lama rombongan ikan mendekat.Susi dan Rika kegirangan, mereka bahkan bisa menyentuh kepala ikan itu.
" Ha..ha..kena kepalanya" seru Susi dan Rika girang.Pak Tanu hanya tersenyum memperhatikan dua orang gadis yang melompat-lompat girang seperti anak kecil.Polos sekali keduanya.Mereka memang jarang sekali pergi berlibur, paling -paling juga ke Mall dan nonton.
Puas memberi makan ikan mereka melanjutkan perjalanan.Ada menara pandang tak jauh dari kolam ikan tersebut.Menara pandang itu cukup tinggi, ada tangga melingkar untuk menaikinya.
" Naik yuk" Rika menggandeng Susi.Susi agak ragu.
" Kuat ga ya, tinggi naiknya"
" Pelan-pelan aja"
Akhirnya mereka memutuskan untuk naik ke menara.Meskipun susah payah, mereka bisa mencapai puncaknya.
" Wow bagusnya..." Seru Rika.Dari atas menara itu, bisa terlihat semua sudut taman.Bunga berwarna warni menggerombol sesuai dengan jenisnya.Ada barisan tanaman semak-semak yang membentuk lingkaran berliku seperti labirin.Tak bosan mereka berlama-lama di atas menara.
" Pada ga lapar apa ya?" Pak Tanu mengingatkan keduanya.Mereka tertawa dan segera menuruni tangga.Hari sudah siang perut juga terasa lapar.Mereka menuju ke sebuah rumah makan yang tersedia di kawasan taman bunga itu.
Menjelang malam , mereka pulang.Setelah puas berkeliling taman.
****
" Rika, sepertinya Pak Tanu suka sama kamu" ujar Susi sambil tiduran di kamar Rika.
"Tuh kan kamu mulai ngaco" Rika bersungut -sungut.
" Beneran deh, dia perhatian banget sama kamu.Terus waktu kita ke Puncak tadi berapa kali aku liat dia ngeliatin kamu terus"
" Sudahlah, aku belum mikirin punya pacar"
" Apalagi yang kamu cari Rika? Karir bagus, umur juga sudah cukup"
" Kamu sendiri..?." Rika memiringkan kepalanya ke arah sahabatnya dengan wajah lucu.Akhirnya mereka tertawa bersama.Susi juga menyadari Ia sendiri juga masih jomblo.
__ADS_1
Obrolan beralih topik, rupanya mereka sama sama mengindari pembicaraan mengenai pacar.Sampai malam mereka ngobrol segala hal dibahas, beralih topik dari satu ke topik lainnya hingga malam makin larut dan Susi tertidur di kamar Rika.