Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 13 Menemani lagi


__ADS_3

Hari yang sibuk.Rika dan Susi tenggelam dalam kesibukan masing-masing.Pekerjaan seperti tidak ada habisnya.


Pintu ruangan terbuka, Tuan masuk sambil menuntun putrinya.


" Calista...?!" Rika menghentikan pekerjaannya , terkejut dengan kedatangan gadis kecil itu.Baru kali ini Tuan membawanya ke kantor.


Calista berlari memeluk Rika.Tuan langsung membuka pintu ruangannya dan bergegas masuk.Meninggalkan putrinya di pelukan Rika.


Calista senang sekali, tadinya ia tidak mau diajak ke kantor.Tapi setelah memasuki ruangan sekretaris dan bertemu Rika, ia sangat senang.


" Tante..."


" Udah makan belum?" Calista menggeleng.Rika menyuruh Susi pesan makanan lewat aplikasi online.


" Calista mau makan apa? "


" Burger..."


" Jangan burger sayang, nasi , sayur dan ikan saja ya? " Rika membujuk Calista agar mau makanan yang lebih bergizi dibandingkan burger .Calista mengangguk.


Sambil menunggu makanan datang Rika mendudukkan Calista di sofa.


" Tante...Papa habis marah" mata bulatnya melotot lucu dan tangannya bergerak- gerak. Ia melongok sekilas ke arah ruangan Papanya.Rika mencubit pipinya dengan gemas.


" Ih...makanya kamu jangan nakal"


" Marahnya ga sama ....Calista, tapi ....sama Tante.... Cristy" Gadis kecil itu berkata polos, kata - katanya sengaja diputus- putus dengan mimik muka menggemaskan .Rika tersenyum geli melihat tingkah Calista, tapi juga kaget, oh rupanya Tuan habis berantem, makanya dia bawa Calista ke kantor.


" Sudah.. sudah...nih Calista gambar di sini ya sayang, Tante kerja dulu.Nanti kalau makanannya datang Tante suapin"


Calista mengangguk patuh.Ia mulai menggambar di kertas yang diberikan Rika.


Rika kembali bekerja , sesaat kemudian Tuan keluar menemui putrinya.Dia heran Calista anteng menggambar sendirian.Biasanya kalau di rumah ia harus ditemani baby sitter, itu juga ga bisa lama, sedikit-sedikit merengek dan ngambek.


" Wah, anak papa pintar.Gambar apa tuh..?" Tuan duduk di samping putrinya.

__ADS_1


" Calista lagi gambar Tante Cristy.Nih udah jadi, bagus kan ? " Gadis kecil itu meyerahkan kertasnya kepada papanya.


" Bagus, cuma ini kurang , belum ada mulutnya" ujar Tuan.


" Calista ga mau kasih mulut.Biar ga bisa marah-marah " Calista menjawab dan merapatkan bibirnya cemberut.Tuan gemas, lalu mencubit pipinya.


" Ha...Ha..anak Papa..." Dalam hatinya dia merasa geli sekaligus kagum dengan kemampuan imajinasi Calista .Ia seorang anak yang cerdas , imaginasinya bagus, rasa tidak sukanya kepada Cristy bisa ia ungkapkan dalam sebuah gambar.


Makanan yang dipesan datang.Rika meninggalkan pekerjaannya dan membawa makanan itu mendekati Calista dan Tuan.


" Makan sama Papa ya ? " Tuan mau mengambil makanan dari tangan Rika .Buru-buru Calista menggeleng.


" Ga, ga mau.Maunya sama Tante" Tangan mungilnya menunjuk ke arah Rika.Tuan mengalah, dia masuk ke ruangannya.Rikamendekat dan duduk di sofa di samping Calista, lalu menyuapi nya dengan telaten.Gadis kecil itu makan dengan lahap . Makannya habis tak bersisa.


" Hebat... makannya habis.Tante punya coklat tapi makannya nanti ya, Calista terusin gambarnya dulu"


" Calista mau makan coklat sekarang.."Calista merajuk.


" Nanti kamu muntah, biar makanan diperut turun dulu" Rika meraba perut Calista.Mengelus dari atas ke bawah, mencoba menjelaskan agar Calista mengerti maksud ucapannya.


" Oh..biar turun ke sini?" Calista menunjuk perutnya.


Rika tertawa,


Gadis kecil itu mengangguk paham.Lalu meneruskan menggambar.


Rika kembali ke mejanya.Telepon berdering, Rika buru-buru mengangkat.Manager proyek yang sedang mengerjakan proyek apartemen baru yang menelpon.Cukup lama Rika berbicara.Ketika telepon ditutup , ia menoleh ke arah Calista, gadis kecil itu tertidur di sofa sambil memeluk kertas gambarnya.


Rika bangkit dan menggendongnya.Mengetuk pintu ruangan Tuan akan menidurkan di tempat tidur kecil di ruangannya.


Tuan yang sedang tertunduk lesu di mejanya tersentak kaget mendengar ketukan di pintu.Dilihatnya Rika menggendong putrinya yang sedang tertidur.Ia tahu Rika hendak menidurkannya di ranjang kecil di ruangannya.Ia bergegas membantu Rika membuka pintu lebar-lebar, lalu cepat- cepat menuju ke arah ranjang untuk merapikan bantal dan sprei agar putrinya bisa tidur dengan lebih nyaman.


Hati-hati Rika membaringkan Calista di tempat tidur.Sejenak ia menatap wajah kecil itu,ia tersenyum memandang wajah polosnya tertidur pulas.Ada kain lebar di pojok ranjang, ia ambil untuk menyelimuti Calista agar tidak kedinginan.


Rika bergegas keluar, saat ia akan membuka pintu Direktur memanggilnya,

__ADS_1


" Ya Tuan? "


" Calista patuh sekali sama kamu Rik, terima kasih ya"


" Sama - sama Tuan, saya merasa sedih setiap melihat Calista.Saya juga ditinggal Ayah dari kecil"


" Kamu tulus menyayangi Calista.Anak kecil tahu , makanya ia nurut sama kamu" ujar Tuan dengan lirih.


" Saya sedang bingung dengan Cristy sepertinya ia belum bisa menyayangi Calista" lanjutnya. Rika diam saja, ia tahu Tuan hanya ingin mengeluarkan uneg-unegnya.


" Saya akan menunda tanggal pernikahan...." suara Tuan terdengar sangat sedih.Rika menunduk.Ia bisa merasakan kesedihan Tuannya.Betapa berat ditinggal istri yang dicintai.Seorang diri harus merawat putri yang masih kecil.Sementara urusan kantor juga tak kalah berat.Tunangannya yang diharapkan bisa menyayangi putrinya dan menganggapnya sebagai anak sendiri, ternyata belum bisa memenuhi harapan dirinya.Tuan pasti sedih dan bingung, batin Rika.


Bangun tidur , Calista tidak mau diajak pulang.Ia masih di ruangan Rika.Duduk di sofa memainkan bonekanya sendirian.Ia tidak rewel sama sekali.Saat merasa haus ia baru menghampiri Rika minta dibuatkan susu.Ia minum susu dari botol sambil tiduran di sofa.Setelah susunya habis ia kembali bermain boneka.Bosen main boneka , ia menggambar lagi.Tiba-tiba ia seperti teringat sesuatu,


" Tante.. coklatnya mana? "


Rika tertawa, anak ini ingatannya luar biasa.Ia janji memberikan coklat sehabis makan.Ia pikir Calista sudah lupa, tapi ternyata tidak.Untung coklat itu masih disimpan.Rika mengambil coklat dari dalam lacinya.


" Ini sayang...." Calista menerimanya dengan riang ,lalu memakannya sambil menggambar.


Tuan ke luar lagi menghampiri dan mau mengajaknya pulang.


" Pulang yuk, sudah sore"


Calista menggeleng, ia terus menggambar.


" Calista mau pulang bareng Tante..." katanya.Rika mau tidak mau menghentikan pekerjaannya dan bersiap - siap untuk pulang.Kalau ia tidak segera pulang , Calista pasti masih menunggunya.Ia takut gadis kecil itu sakit karena kecapekan main di kantor.


" Ya udah yuk pulang" Rika berkata .Tentu saja Calista menurut.


Akhirnya mereka turun bareng menuju lobi.Calista dan Tuan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya.Rika masih berdiri di lobi melambaikan tangannya.Dari balik jendela mobil, Calista membalas lambaian tangannya,wajahnya terlihat gembira.


Rika menghela nafas panjang setelah mobil ke luar dari gerbang kantor.Capai sekali ia hari ini.


Berdua dengan Susi mereka melangkahkan kakinya meninggalkan lobi berjalan kaki menuju tempat kostnya.

__ADS_1


" Kayaknya cocok kamu jadi mamanya Calista.." Ujar Susi setelah mereka agak jauh dari kantor.


" Hush.." Rika meletakkan jari di mulutnya.


__ADS_2