Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab. 33 Jakartaku


__ADS_3

Cristy merasa lega begitu pesawat lepas landas dari bandara. Selamat tinggal Frankfurt.


Banyak pengalaman dan pelajaran yang ia dapat dari kota sibuk itu.Ia bahkan tidak menyangka bisa 'terdampar dan survive' di sini.


Carl , sahabatku, kenangan dan ciuman perpisahan yang manis.Sepenggal perjalanan hidup di negeri orang.Cristy tersenyum sendiri.


Jauh di lubuk hatinya Cristy sebenarnya masih betah untuk tinggal di Frankfurt.Tapi pertemuan dengan Tuan di Heidelberg beberapa waktu lalu, sangat mengganggu pikirannya.Entah mengapa ia tiba-tiba merasa rindu untuk pulang ke Jakarta.Kerinduan yang lama ia pendam.Rindu kepada Papa dan Mama, kepada sahabatnya dan pada suasana di kota kelahirannya.


Penerbangan yang lama sekitar 14 jam dari Frankfurt ke Jakarta, diisi dengn membaca buku, tidur , bangun ,makan.Lalu membaca buku lagi, tidur lagi dan makan lagi.


Sore hari pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta.


Cristy teringat terakhir kalinya naik pesawat dari Bali , pada saat mendarat hatinya kosong tanpa tujuan.Sampai ia ditegur pramugari.Konyol banget aku waktu itu, pikirnya.


Cristy bangkit dari kursinya dan bergegas keluar dari pesawat.Udara Jakarta yang panas menyambutnya.Walaupun sudah hampir jam lima sore tapi sinar matahari masih garang menyengat.


Pak Yadi , sopirnya, tersenyum menyambutnya di pintu keluar.


" Non Cristy, selamat datang kembali di Jakarta" kata Pak Yadi, tangannya dengan sigap mengambil barang bawaan Cristy.


" Terimakasih pak"


Cristy menghempaskan tubuhnya di mobilnya yang sejuk . Perjalanan ke rumahnya macet.Maklumlah jam pulang kantor.Tapi Cristy sangat menikmati, inilah kota kelahirannya.Frankfurt bebas macet, udaranya juga lebih sejuk, tetap saja Cristy merasa asing di sana.


" Macet Non, sabar ya" ujar pak Yadi.


" Iya pak, memang macet mau diapain"


" Kalau di Frankfurt ga macet ya Non?"


" Frankfurt bebas macet pak.Kendaraan pribadi tidak sebanyak di sini.Orang lebih suka naik angkutan umum"


" Apakah Non Cristy juga naik angkutan umum?"


" Ya, saya naik angkutan umum"


" Wah..hebat Non Cristy" Pak Yadi berdecak kagum.Dia tidak bisa membayangkan majikannya yang biasanya ke mana-mana naik mobil pribadi yang nyaman, harus naik angkutan umum.


Sepanjang perjalanan, mereka terus mengobrol.Pak Yadi sangat senang, majikannya sekarang mau menimpali obrolannya dan jauh lebih ramah.

__ADS_1


****


Papanya sangat senang Cristy mau kembali ke Jakarta.Ditambah lagi dengan perubahan sikap dan perilaku putri tunggalnya itu yang sangat jauh berbeda dengan yang dulu.Maka Pak Gunawan tidak segan-segan untuk memberikan kepercayaan kepadanya menjadi Direktur di salah satu perusahaan miliknya.


" Kamu istirahat dulu sayang, mulai minggu depan kamu pegang perusahaan kita PT.Armico" kata Pak Gunawan.


" Yang benar Pa? " Cristy bertanya kaget, seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Papanya.Pak Gunawan mengangguk.


" Kamu sudah dewasa, sudah saatnya Papa memberimu kepercayaan"


" Tapi Pa, Cristy belum punya pengalaman"


" Kamu sudah dua tahun bekerja di Jerman, apa itu bukan pengalaman ?" Papa tersenyum dan menepuk pundaknya.


Akhirnya Cristy mengangguk.Benar kata Papanya, ia sudah dewasa dan punya pengalaman kerja di luar negeri.Apalagi dengan latar belakang pendidikannya , tidak ada alasan baginya untuk menolak keinginan dari orang tuanya itu.


****


Hari pertama kerja di perusahaannya sendiri, Cristy masih merasa canggung.Maklum selama ini tak pernah sekalipun ia datang ke kantor .Tahunya ia hanya jalan-jalan, belanja dan bersenang-senang.


Cristy termenung duduk di kursi.Ia memikirkan apa yang akan dilakukannya hari itu.Ia memanggil sekretarisnya.


" Ya Bu ? " Yana , sekretaris datang menghampirinya.


" Yana Bu"


" Baiklah Yana, aku ingin mendengar laporanmu mengenai perkembangan terakhir perusahaan ini"


Walaupun Papanya sudah bercerita panjang lebar mengenai PT.Armico tetapi Cristy ingin mendengar langsung dari karyawan yang bekerja di perusahaan, agar ia dapat lebih memahami tentang perusahaannya.Yana bercerita panjang lebar dan memberikan beberapa berkas penunjang.Mereka mengobrol dengan serius cukup lama.


" Baiklah, terima kasih Yana " ujar Cristy " Oh ya tolong furniture dan interior ruangan saya diganti ya" Cristy mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.Menurutnya ruangan Papanya suram dan kurang modern.Ia ingin interior ruangannya diganti agar lebih cerah dan bernuansa feminim serta modern.


" Baik bu, nanti saya panggil interior desainer" jawab Yana lalu mengangguk hormat dan berlalu dari ruangan.


Cristy cukup senang dengan Yana, sekretarisnya itu sangat berpengalaman dan cekatan.Ia berharap Yana bisa membantunya mengelola perusahaan.


****


Tidak sulit buat Cristy untuk segera memahami jalannya perusahaan.Pengalaman kerja dan pendidikannya membantunya cepat beradaptasi dan bekerja dengan baik dalam jabatannya sebagai pimpinan tertinggi perusahaan.Karakternya yang sudah banyak berubah juga disukai para karyawannya.Desas-desas di belakangnya yang awalnya mendiskreditkan dirinya lambat laun menghilang.

__ADS_1


" Bu hari ini ada jadwal meeting dengan Direktur Narendra Grup.Perusahaan itu akan melakukan evaluasi terhadap kerja samanya dengan perusahaan kita" Pagi -pagi Yana melaporkan kegiatannya hari ini.Narendra Grup? Direktur Narendra Grup? Mas Narendra? Entah mengapa jantung Cristy jadi berdebar-debar mendengar nama itu.


" Jam berapa..?" Agak gugup ia bertanya kepada Yana


" Jam dua Bu"


" Baiklah, bawakan berkasnya ke sini saya mau pelajari dulu"


" Baik bu"


Yana berlalu dan tak lama lagi kembali dengan membawa setumpuk berkas.


Meski agak deg-degan Cristy harus mempelajari berkas yang diberikan sekretarisnya itu.Ia tidak ingin terlihat bodoh di depan Direktur Narendra Grup.Apalagi statusnya sekarang adalah pimpinan tertinggi PT.Armico.Ia harus selalu berusaha menjaga brand image perusahaannya.


Ketika jam makan siang tiba, Yana membawakan makan siang untuknya.Cristy memakannya dengan cepat lalu kembali menekuni berkasnya.


Pintu terbuka, seseorang masuk ke dalam.Saking seriusnya bekerja Cristy sampai tidak mendengar ada orang yang memasuki ruangannya.


" Selamat siang Bu .."


Cristy mendongak dengan terkejut.


" Papa...!! " serunya.


" Serius sekali putriku ini bekerja.Gajimu papa naikin dua kali lipat" ucap Gunawan bercanda.


" Ih, Papa ah" Cristy cemberut.


" Jangan marah Bu .." Papa masih menggodanya " Papa cuma mau lihat kamu senang tidak kerja di sini"


" Ya senang lah Pa.Masak kerja di perusahaan sendiri ga senang ? "


" Baiklah, Papa senang mendengarnya"


" Oh ya Pa.Mengenai kerjasama dengan Narendra Grup, pada saat mereka minta bertemu untuk melakukan evaluasi biasanya bagaimana?"


Cristy mengalihkan topik pembicaraan ke masalah pekerjaan.


Pak Gunawan terdiam, sejenak dia tampak berpikir.

__ADS_1


" Narendra Grup..kita ada beberapa kerjasama dengan Grup perusahaan itu.Biasanya evaluasi lancar.Tuan Narendra orang yang baik.Apalagi masih ada hubungan famili dengan kita" Pak Gunawan menjelaskan dengan panjang lebar.


Cristy mendengarkan penuh perhatian.Ia teringat apa yang dikatakan Yana tadi pagi mengenai Direktur Narendra Grup, Yana dan Papa punya pendapat yang hampir sama.


__ADS_2