
Susi diangkat sebagai asisten Rika.Mereka senang sekali bisa bekerja dalam satu team.Susi dengan cepat menguasai pekerjaannya.Karena mereka berteman sudah lama jadi tidak ada miskomunikasi dalam pekerjaan sehari-hari.
Rika sangat bersyukur Tuan menyetujui permintaannya untuk mengangkat Susi menjadi asistennya.Tampaknya Tuan sudah sangat mempercayai Rika.Meeting- meeting pentingpun dia jarang hadir, cukup mewakilkan Rika.Tuan sepertinya masih belum bisa melupakan kesedihannya ditinggal Nyonya.Kehadiran Non Cristy rupanya belum mampu mengobati kesedihannya.Apalagi Calista yang masih sering merajuk dan kembali susah makan.Untuk itu Tuan memilih untuk kerja dari rumah sambil menemani putrinya.
" Sus, tolong kamu siapkan draft perjanjian dengan PT.Delta ya, besok aku meeting di luar dengan perusahaan itu" Ujar Rika.Susi mengangguk.
Telepon di meja Rika berdering,
" Bu... permintaan ekspor dari Rusia, kuotanya masih kurang, gimana ini?" terdengar suara Kepala Divisi Pabrik.
" Saya sedang usahakan kerja sama dengan PT.Delta, tunggu besok ya" jawab Rika
" Baik bu..."
Rika berpaling pada Susi.
" Sus, kalau besok saya gagal membuat kesepakatan dengan PT.Delta kamu ada saran ga kira-kira bagaimana untuk memenuhi kuota ekspor kita ?"
Mereka berdiskusi untuk mencari pemecahan masalahnya.Beberapa alternatif solusi dibicarakan.Hingga menjelang sore mereka masih diskusi.Akhirnya mereka sepakat mengundang beberapa vendor.
" Mungkin mengundang beberapa vendor yang pernah bekerjasama dengan kita adalah solusi yang paling masuk akal.Tolong cari data vendornya..." perintah Rika.Susi mengiyakan. Ia membuka file di komputer , kemudian sibuk mencari- cari di lemari file.Ia ambil beberapa diantaranya, dan dibawa ke meja untuk dipelajari.
Ternyata berat ya beban tugas Rika, pikirnya.Mendapat kepercayaan dari Tuan untuk mengurus perusahaan besar dengan beban kerja sebanyak ini Rika tidak pernah mengeluh.Ia bekerja dengan tekun tanpa bayak omong.Susi salut pada sahabatnya itu.Pantas saja ia sering pulang larut malam.
Pekerjaan menumpuk seakan tak ada habisnya.Apalagi yang punya perusahaan sedang ada masalah keluarga.Tidak bisa konsentrasi dalam bekerja dan banyak mengandalkan sekretarisnya.Beruntung Rika sangat bisa diandalkan.Apalagi sekarang dibantu dengan Susi , teman baiknya.Mereka seperti the dream team.
****
Besoknya Rika ke luar kantor untuk meeting dengan PT.Delta.Ia mengajak Susi untuk menemaninya.
Beruntung setelah pembicaraan yang alot hampir seharian penuh, tercapai kesepakatan kerjasama.Rika merasa lega.Pulang meeting ia mengajak Susi makan di Mall.
__ADS_1
" Ayo kita ke Mall, makan sambil refreshing.." Rika menggandeng tangan sahabatnya.Susi menurut.Mereka berdua mencari tempat makan yang cocok.Restoran yang dimaksud ada di ujung koridor.Mereka berjalan santai melewati beberapa toko.Saat lewat di sebuah toko yang menjual tas branded, Rika menghentikan langkah.Di dalam toko ia melihat Non Cristy bersama dengan laki- laki yang makan bersama waktu itu.Non Cristy menggandeng mesra tangan laki-laki disampingnya.Tangan satu lagi menenteng beberapa paper bag, sepertinya tas yang baru dia beli.Rika cepat- cepat menarik tangan Susi untuk segera berlalu dari situ.
Setelah sampai restoran yang dituju dan memesan makanan, Susi bertanya,
"Ada apa Rik, kamu kelihatannya gelisah?"
"Tunangannya Tuan,aku udah dua kali melihatnya jalan bareng laki-laki lain"
Susi terkejut, ia memang belum pernah bertemu dengan tunangan Tuan.Waktu acara pertunangan yang diundang hanya karyawan senior.Rika meletakkan jarinya di mulut, memberikan kode agar temannya itu diam.Tapi matanya melirik ke arah koridor.Susi menoleh ke koridor, mengikuti pandangan mata Rika,dilihatnya seorang perempuan cantik bergandengan mesra dengan laki-laki.
" Waduh...." ucapnya setelah kedua orang itu berjarak agak jauh.
" Itu dia, aku kasian pada Tuan.Dipermainkan begitu dia ga tahu.Dia masih terlalu larut dalam kesedihan"
" Ternyata ia bukan perempuan baik -baik ya"
Makanan yang mereka pesan datang.Mereka terdiam.
" Hmm....enak banget makanannya"
Rika mengangguk,
" Makan yang banyak Sus, pekerjaan kita berat "
" Kamu yang bayar kan ini? " tanya Susi bercanda.Rika tertawa,
" Udah makan aja.." jawabnya.Mereka tertawa kompak.
Sehabis makan mereka balik lagi ke kantor.
Mereka harus secepatnya menyiapkan kontrak kerja dengan PT.Delta, agar kerja samanya segera bisa direalisasikan.
__ADS_1
" Sus, tolong kontrak kerjasama dengan PT.Delta yang sudah final kamu print ya.Aku mau diskusi dengan Kepala Divisi Pabrik"
" Baiklah..." Susi mengangguk.
Setelah itu Rika segera memanggil Kepala Divisi Pabrik untuk membicarakan masalah eksport ke Rusia , proyek besar ini harus digarap dengan serius, nilainya mencapai ratusan miliar.
Pak Hirsan, Kepala Divisi Pabrik, datang ke ruang sekretaris.Berdua Rika mereka diskusi di sofa.Rika memperlihatkan kontrak kerjasama.
" Ini pak Hirsan, bacalah.Habis ini akan saya bawa ke rumah Tuan untuk ditanda tangani"
Pak Hirsan membaca dengan seksama.
" Bagus mbak Rika, saya sangat setuju"
" Baiklah pak.Tolong persiapan di pabrik ya, agar kerjasamanya nanti berjalan dengan baik"
" Baik mbak"
Pak Hirsan pamit dan keluar ruangan.
Rika dan Susi bersiap-siap, mereka akan pulang, tapi sebelumnya mampir dulu ke rumah Tuan untuk minta tanda tangan.
Jam 9 malam Rika dan Susi baru sampai ke kostnya.
" Susi...maaf ya, kerjaan banyak ..Apa kamu kuat ? " Rika bertanya serius pada sahabatnya.
" Tenang aja , Bos.Aku senang kerja sama denganmu.Tidak membosankan dan bisa banyak belajar..."
" Baiklah.. takutnya kamu ga kuat, karena beban kerjanya berat..."
Mereka menuju kamarnya masing-masing dan langsung istirahat.
__ADS_1