Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 7 Calista


__ADS_3

Suasana kantor sudah kembali normal, tetapi Tuan semakin jarang ke kantor.Bu Mela yang bolak balik ke rumahnya untuk mengantar berkas yang harus ditandatangani, ataupun meeting membahas masalah yang urgen.Hari itu Bu Mela ijin, anaknya sakit.Ada berkas yang harus ditandatangani Tuan.Bu Mela menelpon Rika untuk pergi ke rumah Tuan.


Rika segera menyiapkan berkas yang dimaksud atasannya itu, lalu bergegas ke luar diantar sopir kantor.


Ini pertama kalinya Ia datang sendiri ke rumah besar itu.


Suasana sepi ketika ia memasuki pintu utama.Seorang pembantu menyilakan masuk dan mengantar ke ruang kerja Tuan.


Hati - hati ia memasuki ruangan.Tuan sedang duduk di meja , serius memperhatikan monitor laptop di depannya, tidak berpaling sedikitpun ke arah Rika.


" Selamat pagi Tuan...." Rika memberi salam dengan takut-takut


" Hmm.." Tuannya hanya bergumam


" Mohon maaf mau minta tanda tangan..." Rika berkata dengan lirih, suaranya agak gemetarr, ia gugup,mengingat ini pertama kalinya Ia berbicara langsung dengan Tuan.


Kemudia Ia menyerahkan beberapa berkas yang harus ditandatangani.Tuan memeriksa sejenak , lalu membubuhkan tandatangan di tempat yang sudah ditandai oleh Rika.Tak berapa lama semuanya selesai.


Sejenak Tuan menatap Rika dan menyodorkan semua berkas yang sudah selesai ditandatangan.Tak ada sepatah katapun ke luar dari mulutnya.


Rika buru - buru pamit.Ia tidak mau berlama-lama berhadapan dengan Tuan.Sebagai karyawan baru ia belum mengenal Tuan dengan baik, dimatanya saat itu Tuan adalah orang yang sangat berwibawa bahkan terkesan angker,dan itu membuatnya takut.Ia bernafas lega begitu ia keluar dari ruang kerja Tuan.Cepat-cepat ia melangkahkan kakinya, ia harus segera balik ke kantor karena Bu Mela tidak ada, takutnya ada urusan urgent yang harus segera ditangani oleh sekretaris.


Ketika sampai pintu depan, tiba - tiba seorang gadis kecil menghampiri dan menarik ujung roknya.


" Tan..Te..." Mata bulatnya memandangi Rika dengan ramah. Ini mungkin putri Tuan,kasihan sekali sekecil ini harus ditinggal mamanya, batin Rika.Rika membungkuk dan mengusap kepalanya lembut.


" Hai sayang, lagi main apa?"


" Lagi main Barbie...Tante habis dari papa ya?"


" Iya sayang, sekarang Tante mau pulang ya? Daaaah?" Rika melambaikan tangannya dan melangkah mau keluar.Langkahnya terhenti ketika gadis kecil itu menarik tangannya.

__ADS_1


" Tante temenin aku main dulu sebentar, yah....?Wajahnya menengadah memandang Rika, penuh harap.


Seorang baby sitter tergopoh - gopoh menghampiri.


" Non Calista..maemnya dihabiskan dulu." Ia berjongkok dan mencoba menyuapkan sesendok makanan.Namanya Calista, pikir Rika, nama yang cantik.


Calista menggeleng.


" Ga mau , Calista kenyang"


Baby sitternya menghela nafas.Semenjak mamanya meninggal Calista susah sekali makan, badannya semakin kurus.Ia juga jadi cengeng, sedikit-sedikit merajuk.Semua keinginannya harus dituruti, kalau tidak dia akan menangis histeris.


" Tante...Ayo..." Calista kembali menarik tangan Rika.Rika bingung, bagaimana ini ?.Ia harus kembali ke kantor secepatnya, tapi kalau menolak takutnya Calista ngambek.


" Tante temenin, tapi maemnya dihabiskan ya?"


Rika terpaksa memenuhi permintaan gadis kecil ini, tidak tega rasanya menolak.Calista mengangguk cepat.Ia menyorongkan mulutnya ke arah sendok yang disodorkan baby sitternya.


Tak sampai lima menit makanan Calista habis.Rika terus menemaninya bermain.Setengah jam kemudian sepertinya gadis kecil itu mulai mengantuk.


" Calista, bobok dulu ya sayang.Besok kita main lagi..." bujuk Rika lembut.Beruntung Calista menurut.Ia menganggukkan kepalanya.


" Janji ya besok kita main lagi...?" Ia bertanya tapi nadanya seperti memerintah.Namanya juga Putri bos besar kecil- kecil sudah bisa perintah orang, batin Rika tersenyum.


" Janji...." Rika menjawab asal - asalan.Paling besok juga lupa, pikirnya.Tak dapat dibayangkan kalau setiap hari Ia harus menemani Calista main, pasti Bu Mela akan marah.Belum lagi Rika takut dan segan pada Tuan, tak mau berlama- lama berada di sekitarnya.


Rika buru-buru ke luar rumah menuju mobil yang menunggunya.Wajahnya terlihat sedih.


" Ada apa mbak..." Pak Ratno , Sopir yang mengantarnya bertanya dengan heran.


" Tadi saya diajak main dulu sama Calista, saya sedih pak, anak sekecil itu sudah ditinggal mamanya"

__ADS_1


" Iya, kasihan sekali Non Calista.Kayaknya tambah kurus juga badannya" Pak Ratno yang sudah cukup lama bekerja mengenal dengan baik keluarga Tuan.


" Masa pak?"


" Iya mbak, dulunya badannya gemuk dan segar.Semenjak mamanya sakit, jadi kurus.Apalagi sekarang mamanya meninggal , semakin kurus badannya".


Rika menghela nafas.Ia kembali teringat beberapa tahun lalu saat Ayahnya baru saja meninggal.Selain sedih karena ditinggal Ayah, ia juga sedih karena banyak teman-teman nya yang mengolok- olok dan membully.Ia tidak bisa berbuat apa-apa, tidak mungkin mengadu ke Ibu, takut menambah kesedihan orang tuanya.Kenangan itu sangat membekas di hatinya sampai sekarang.Ia bisa merasakan yang dirasakan oleh Calista, walaupun kasusnya berbeda.Calista orang tuanya kaya raya , Baby sitter dan pembantu siap mendampinginya setiap saat.Berbeda dengan dirinya, miskin dan hidup di kampung.Banyak anak kecil teman sebaya yang mengejek.Namun intinya tetap sama , betapa sangat berat ditinggalkan orang tua.


****


Rika balik ke kantor dan melanjutkan untuk melanjutkan pekerjaannya.Ketika ia sedang sibuk mengetik, Bu Mela menegurnya.


" Lama sekali kamu di rumah Tuan"


" Maaf Bu, tadi saya bertemu putrinya Tuan.Ia minta ditemani main .Saya ga tega menolak"


" Oh, ya sudah.Kasihan sekali Calista, anak itu butuh sosok seorang mama yang bisa menemani dan menyayanginya sepenuh hati"


" Iya Bu"


" Dulunya ia sangat ceria dan badannya gemuk.Sejak mamanya sakit lalu meninggal, ia jadi cengeng dan kurus"


" Pak Ratno juga bilang begitu Bu"


" Memang iya Rik.Semua merasa kasihan padanya"


Rika menghela nafas . Semoga anak kecil itu baik - baik saja, dan bisa melalui masa kecilnya dengan normal sebagaimana anak - anak seusianya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2