
Rika menyipitkan matanya dan menunduk.Ia tak mau menatap suaminya.Takut ketahuan kalau hatinya sedang resah, mendengar suaminya makan malam bersama mantan tunangannya.Walaupun resah tapi ia tidak mau terkesan berlebihan mengingat kebersamaan suaminya dengan Cristy secara kebetulan di acara ramai-ramai pula.
" Gimana kabarnya ? " ia bertanya dengan hati-hati, mencoba menekan perasaannya sendiri.
Tuan hanya mengangguk dan tak mau membahas lagi, rupanya dia paham perasaan istrinya . Diraihnya kedua tangan Rika dan diciumnya bertubi-tubi.
" Ga ketemu dua hari rasanya dua tahun" katanya masih terus menciumi tangannya.
" Mas mulai lebay..." Rika tertawa.
"Terusin lagi yuk..." suaminya menatapnya dan tersenyum penuh arti.Dia berdiri dari kursinya dan mendekati Rika, lalu kedua tangannya merengkuh tubuh istrinya dan menggendongnya ke kamar.Rika memeluk leher suaminya dengan manja dan pasrah saja ketika tubuhnya dibaringkan dengan hati -hati di tempat tidur.
****
Siang itu Cristy sangat sibuk di kantor.Banyak berkas yang harus ia tandatangan.Lalu meeting internal dengan beberapa Divisi.Ketika menjelang sore tiba-tiba kepalanya terasa pusing.Perutnya sangat mual.Ia bergegas ke kamar mandi dan menumpahkan semua isi perutnya.
" Bu..Ibu kenapa? " Yana panik menghampiri.
" Ga apa-apa, mungkin masuk angin" jawab Cristy , pusingnya sudah agak reda dan mualnya hilang.
" Saya panggil dokter ya Bu ? '
" Ga usah, saya mau pulang aja"
" Baik bu "
Yana dengan sigap membereskan tas dan barang bawaan Cristy lalu menuntun atasannya itu keluar ruangan.
" Sudah ga apa-apa Yan, saya sendiri aja" katanya ketika Yana mau mengantarnya masuk lift.Yana dengan khawatir menatapnya, lalu menyerahkan tas dan bawaannya.
" Bener ibu ga apa-apa? "
Cristy mengangguk dan memasuki lift.
Ketika lift bergerak perlahan, menuju lobi, rasa pusing di kepala Cristy kembali menyerang.Ia memegangi kepalanya.
" Kok tambah pusing gini ya? "
Ia menggeleng-gelengkan kepala mencoba mengusir rasa pusing.
Sampai lobi kakinya gemetar dan pusingnya semakin menjadi, ia sempoyongan.
" Bu Cristy ..!"
Seru seorang resepsionis dan menangkap tubuhnya yang nyaris terjatuh.
__ADS_1
Pak Yadi yang sudah siap di depan lobi terkejut dan segera berlari menghampiri Cristy, lalu dipapah memasuki mobil.
" Langsung ke rumah sakit ya Non? " tanya pak Yadi.
" Ga pa, pulang aja.Saya cuma masuk angin"
Jawab Cristy sambil mengoleskan minyak angin ke bahu, leher dan tengkuknya.Terasa nyaman, pusingnya juga berkurang.
Ketika mobil memasuki halaman rumahnya, rasa pusingnya sudah hilang dan ia langsung masuk kamar lalu tidur.
Pulas sekali ia tertidur, baru bangun ketika terdengar HP berdering.
" Sudah malam..." gumamnya dan beranjak mengambil HP di mejanya.Carl ?
" Hai Cristy..." suara khasnya menyapa dari seberang.
Cristy tersenyum.Sudah lama Carl tidak menelepon, ada rasa kangen mendengar suaranya.
" Carl..., I miss you" jawabnya spontan.
" Really...?!.." suara Carl bersemangat.Cristy tertawa.
" Iyalah kangen, kamu udah lama ga nelpon"
" Aku takut mengganggu.Cristy, aku mau liburan ke Bali, kamu temani aku ya ?"
" Cristy., kamu masih di situ?" suara Carl mengagetkan membuatnya tergagap.
" Ya..ya.."
" Ya..? maksudnya kamu mau menemaniku? "
Cristy terkejut mendengar perkataan Carl.Aduh kenapa aku bilang, ya.Carl jadi salah paham.Bagaimana ini , terlanjur.Ga mungkin ia meralat kata-katanya.
" Gini Carl, aku lihat jadwalku dulu ya" ia menjawab diplomatis.
" Aku akan menunggumu sampai jadwalmu kosong.Sampai ketemu di Bali"
Eh, lah.Cristy kebingungan, mencari kata-kata yang tepat , tapi Carl sudah keburu menutup telepon.
Cristy termenung di sisi tempat tidur.Bali yang memberikan kenangan terburuk.Sudah mampukah ia kembali mendatangi tempat itu?.Ia yang hampir mati bunuh diri di salah satu kamar mandi hotel tempatnya menginap.Dua tahun lebih peristiwa itu sudah berlalu tapi rasanya baru kemarin, ketika ia pelan-pelan membenamkan kepalanya ke bathtub dan air mulai memasuki hidung dan mulutnya lalu ia tersedak.
" Uhukk..." Cristy kembali tersedak.Diminumnya air putih di atas meja.Habis dalam sekali teguk.Lalu ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mandi , ia merasa lebih segar.Ia ke luar kamar dan menuju meja makan, perutnya terasa lapar.
__ADS_1
" Baru makan Cristy? " Papanya yang duduk di ruang tengah menegur " Kata pak Yadi kamu sakit"
" Agak pusing tadi Pa, di kantor banyak kerjaan"
Jawab Cristy menghampiri papanya, sambil membawa sepiring buah potong.
" Jangan terlalu diforsir.Lebih baik kamu cari asisten"
" Ya Pa.Nantilah kalau untuk cari asisten, ga tiap hari juga pekerjaan banyak.Yana cukup cekatan" Jawabnya sambil mengunyah sepotong melon." Papa mau buah ? "
" Ga Papa udah kenyang"
" Pa..." Cristy meletakkan piringnya yang sudah kosong di meja dan beringsut mendekati Papanya, orang tua itu menatap ke arahnya.
" Apa...? " tanyanya lembut.
" Cristy mau liburan ke Bali ya?"
Pak Gunawan tertegun sejenak.Dia tahu kisah tragis yang dialami anaknya itu beberapa tahun lalu di Bali.Dia tampak menghela nafas.
" Kamu ga apa-apa ke Bali, lagi ? " tanyanya hati-hati.
" Ga apa-apa.Cristy sudah lupa kok, lagian Bali kan luas Pa belum tentu ketemu sama Robert.Setelah Cristy pikir-pikir, ada baiknya ga jadian sama dia.Coba kalau udah nikah tahu-tahu dikhianati, lain lagi ceritanya kan..." Cristy tertawa getir.
Pak Gunawan mengusap lembut kepala putrinya dan mencium ujung rambutnya.Dia sangat sayang pada putri tunggalnya itu.
" Terserah kamu saja kalau begitu.Sama siapa kamu ke Bali ? "
" Sama Carl.."
Lagi-lagi Pak Gunawan tertegun.Kali ini Cristy tertawa lepas.
" Ha..ha.tenang Pa, saya cuma sahabatan sama Carl.Lagian kenapa sih Papa ga suka sama dia?"
" Papa ga mau kamu dipermainkan,orang sana kan hubungannya bebas, hubungan sesama jenis saja dibolehkan" Papanya berkata sungguh-sungguh.
" Ga semua orang seperti itu Pa.Carl ga begitu" Cristy tertawa lagi, dipeluknya Papanya erat.Orang tua itu masih terdiam, mulutnya cemberut.Cristy semakin erat memeluk Papanya.
" Papaku yang baik hati, jangan cemberut dong.Kalau ga diijinin ke Bali aku juga ga akan pergi"
" Hmmm...." Pak Gunawan menghela nafas.Ga tega juga kalau melarang putrinya pergi.Setiap hari ia bekerja serius di kantor.Perusahaan juga semakin berkembang semenjak dipegang oleh Cristy.Ia memang sangat jauh berubah semenjak kepulangannya dari luar negeri.
" Papa ga melarang....tapi ada syaratnya.Satu kamu harus lupain Robert, kalau bertemu sama dia nanti di sana ga boleh sedih lagi"
" Tenang Pa, aku janji.." Cristy tersenyum" Terus yang kedua apa? jangan banyak-banyak syaratnya"
__ADS_1
" Ga , ga banyak.Yang kedua pulangnya kamu ajak Carl ketemu Papa"
" Apa....?"