
Carl tidak henti-hentinya berdecak kagum.Menyaksikan pertunjukan tari Kecak di pantai Uluwatu.Berlatar belakang pantai dan langit menjelang sun set.Sungguh suatu keajaiban alam yang sulit ditemukan di tempat lain.
Sekelompok orang bertelanjang dada,membentuk pola melingkar tampak melakukan gerakan ritmis sambil bersuara " Cak...cak...cak.." yang terdengar kompak sehingga seperti iringan musik alami yang membuat kagum para penonton.
Setelah beberapa saat seseorang terlihat menyalakan api yang terletak di tengah-tengah lingkaran.Penonton semakin riuh dan bertepuk tangan.Lalu muncul seorang pemain lainnya yang mengenakan costum seperti monyet besar dan menari-nari mengitari api yang berkobar.
"Luar biasa, hebat...!! " Carl kembali berkata " alur ceritanya ada di sini ya ? " tangannya menunjuk leaflet yang dibagikan oleh petugas di pintu masuk loket pembelian tiket.
" Ya, kisah cinta Rahwana yang menginginkan permaisuri seorang Raja Rama bernama Shinta"
Langit semakin gelap dan pertunjukan pun berakhir.Mereka bangkit dari tempat duduknya, berbaris antri mengikuti arus penonton yang cukup padat.
Carl melingkarkan tangannya ke bahu Christy, melewati pohon-pohon pinus sepanjang pintu keluar arena pertunjukan.Tiba-tiba terdengar seseorang menjerit.
" Aduh...kaca mataku...." seorang wanita terlihat shock menunjuk ke atas pohon pinus, ke arah seekor monyet dengan ekornya yang panjang.Monyet itu tampak memegang sebuah kaca mata, meringis penuh kemenangan.
" Maaf Bu, mesti hati-hati kalau di sini, banyak monyet yang suka iseng" Cristy berbisik mencoba menenangkan wanita itu.Wanita itu mengangguk lalu kembali berjalan dengan lesu.
" Kita langsung ke hotel ya" Cristy menoleh ke arah Carl.
" Ga makan dulu ? " tanya Carl lembut.Cristy menggeleng.Kepalanya terasa pusing, ia ingin cepat- cepat sampai hotel dan berbaring di kamar.
" Baiklah, nanti makan malam di hotel saja"
Carl mengalah.
Sampai hotel rasa pusing di kepalanya semakin menjadi.Beberapa hari terakhir ini memang ia sering merasa pusing.Badannya gampang capai, mungkin akibat kerjaan kantor yang selalu menumpuk dan kurang istirahat, pikirnya.
Cristy membuka pintu kamarnya lalu bergegas menuju kamar mandi.Berendam air panas mungkin akan mengurangi rasa pusingnya.
Setelah mandi, rasa pusingnya agak berkurang.Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
" Kenapa akhir-akhir ini aku sering pusing ya?.Apa cuma karena capai? nanti aku ke dokter kalau udah di Jakarta " , pikirnya.Lalu tanpa disadari ia tertidur, dan baru bangun ketika Carl menelpon mengajak makan malam di restoran hotel.
__ADS_1
****
"Danau yang sangat indah.." begitu komentar Carl ketika mereka berdua duduk di sebuah bangku di pinggir danau yang terletak di daerah Bedugul, Bali.Berbeda dengan Pantai Uluwatu yang udaranya panas, daerah sekitar danau ini sangat sejuk.Tepian danau dibuat taman agar pengunjung bisa nyaman menikmati keindahan danau.Bunga warna warni ditanam rapi mengelilingi jalan setapak yang ada di taman.
Ada juga bunga-bunga yang ditanam membentuk taman kecil , menjadi spot foto yang bagus .Selain itu ada pula arena bermain untuk anak-anak.Pagi itu banyak sekali anak-anak bermain dan berlarian di taman.
Gedebuk....., seorang anak kecil terjatuh persis di depan mereka duduk.Refleks Cristy bangkit dan meraih anak itu.Hmmm...seorang gadis kecil yang cantik, bibirnya bergerak-gerak menahan tangis.
" Cup...cup..jangan nangis ya" Cristy menepuk-nepuk bahunya.
Seorang wanita tergopoh -gopoh menghampiri.
" Cheril, ya ampun...." si gadis kecil berlari ke dalam pelukannya, ternyata mamanya.
" Sudah...sudah ga boleh nangis.." Wanita itu menggendong dan menenangkan anaknya,lalu menoleh ke arah Cristy.
" Terimakasih ya.." Cristy mengangguk dan membuka mulut mau mengatakan sesuatu, tapi urung begitu dilihatnya di belakang wanita itu sekarang sudah berdiri sosok yang tidak ingin dilihatnya selama hidup.
" Cheril jatuh Pa..." Wanita itu menoleh ke arah sosok yang berdiri tegak seperti patung.Sesaat bibirnya bergumam.
Robert menarik tangannya yang sudah telanjur telulur, bibirnya tersenyum kaku.
" Ayo sayang..." ujarnya pelan dan segera berlalu sambil menggandeng tangan istrinya.
Cristy masih memeluk pinggang Carl, tanpa sadar matanya terus mengawasi langkah keluarga kecil itu.Dadanya penuh, seakan mau meledak, menumpahkan air melalu sudut-sudut matanya.Tidak, jangan, jangan sampai nangis.
Ia menghela nafas panjang, mengurangi rasa nyeri dan sesak di dada.Luka itu masih ada.
Rupanya Carl bisa menebak apa yang sedang terjadi, didorongnya lembut bahu Christy, mengajak duduk kembali.
Untuk beberapa saat mereka sama-sama terdiam.
" Hmmmm...maaf Carl" Cristy tersadar , bibirnya tersenyum tipis.
__ADS_1
" Apakah ..dia..yang membuatmu jadi kayak gini? " Carl bertanya dengan hati-hati.
" Kayak gini gimana? " Cristy pura-pura merengut.
" Yah..gitu.. maaf..maaf" Carl buru-buru meraih tangan Cristy dan menciumnya " Sudah..lupakan.."
" Yah..benar Carl, namanya Robert.Kejadiannya sudah lama.Aku sudah berusaha melupakannya, tapi pas ketemu lagi , dan dia kelihatan bahagia bersama istri dan anaknya, aku masih ga rela, konyol ya?" Cristy tertawa kecil seakan mentertawakan dirinya sendiri.
" Satu-satunya cara agar kamu melupakannya adalah harus berusaha jatuh cinta lagi" ujar Carl, lalu tangannya menunjuk dadanya sendiri.
" Denganku...ha...ha.."
" Ih..." Cristy memukul lengannya.Tawa Carl semakin keras.Sekelompok gadis ABG yang melintas tidak jauh dari mereka menoleh.Menatap dengan pandangan kagum ke arah mereka.
" Tuh..liat, gadis-gadis itu pasti berpikir betapa serasinya kita" Carl berkata , masih dengan tertawa.
" Gombal kamu Carl"
Cristy ingat sesuatu, syarat dari Papanya waktu ia minta ijin ke Bali adalah mempertemukan Carl dengan Papa.Cristy tidak tahu apa maksud Papa ingin bertemu dengan Carl.Bukankah Papa yang ketakutan kalau ia dekat dengannya?
Ia sendiri ragu-ragu apakah tidak berlebihan kalau mengajak Carl ke rumah? Ia tidak ingin memberikan harapan palsu padanya.Sampai saat ini saja, luka di hatinya belum sembuh.Ia tidak mau menjadikan Carl hanya sebagai pelarian.Apalagi belakangan ini sejak pertemuannya lagi dengan Tuan, sosok terlarang itu sering hadir dalam bayang -bayang kesendiriannya.Memberikan rasa nyaman yang tidak dirasakan ketika bersama dengan Carl.Cristy menggelengkan kepala.Oh, no !!
Ah..Papa ada -ada saja, tanpa sadar ia mendesah.
" Nah benar kan kamu setuju denganku ? " ujar Carl membuyarkan lamunannya.
Cristy menggeleng.
" Bukan" jawabnya cepat-cepat" Habis dari Bali kamu langsung pulang? "
" Ga, aku ada famili di Jakarta mau nengok sekalian.Kita bisa bareng ke Jakarta kan ? "
Cristy mengangguk, ia lega bisa memenuhi permintaan Papanya tanpa harus secara khusus meminta Carl datang ke Jakarta.
__ADS_1
.