
Hari pertunanganpun tiba.Rika berangkat lebih awal untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.Ia datang diantar pak Ratno.
Memasuki rumah besar itu, mobil pak Ratno langsung berhenti di depan pintu masuk , Rika turun buru-buru.Ia masih mengenakan celana panjang dan T- Shirt , karena harus bolak balik dulu mengecek semuanya, kalau langsung pakai gaun takut gerakannya terganggu.Tiba di ruang tengah tempat acara akan berlangsung, dilihatnya Calista sedang menangis di pangkuan baby sitternya.
" Sayang, kenapa menangis?" Rika mendekat.Calista menoleh ke arahnya , tangisnya berhenti.
" Tante..." Ia berlari memeluk Rika.Rika menggendong dan mengusap rambutnya.Kelihatannya gadis kecil ini agak kurusan.
" Kamu kurus lagi sayang, makan yang banyak ya..."
" Calista ga mau makan..." Ia menggeleng- gelengan kepalanya dengan cepat.
" Ayolah...makan ya.." Rika berkata lembut .Ia menghampiri baby sitter dan memintanya untuk membuatkan makanan buat Calista, diambilnya kain gendongan di kursi.Ia ingin menyuapi Calista sambil digendong.
Akhirnya Calista mau juga menghabiskan makanannya.Seperti biasa habis makan Ia mengantuk.Rika membiarkannya tidur digendongan.
__ADS_1
Kemudian ia berkeliling , melanjutkan mengecek persiapan acara.
Dekorasi berupa rangkaian bunga yang berbentuk tanda love terpasang di tengah ruangan, di atas panggung kecil yang dilapisi karpet.Di tempat itu nanti Tuan akan bertukar cincin dengan calon istrinya.Kemudian Rika melanjutkan mengecek persiapan katering.Ia tampak berbicara dengan petugas katering.Calista tetap nyaman tidur dalam gendongannya.Setelah itu Rika berbicara dengan petugas sound sistem.Semua persiapan sepertinya lancar dan sesuai yang diharapkan.
Rika duduk di kursi, untuk istirahat.Ia baru menyadari kehadiran Tuan di ruangan itu,
" Maaf tuan..." Rika mengangguk hormat.
" Calista tidur ya? Sini biar saya tidurkan di kamarnya" Tuan menghampiri.Rika melepaskan kain gendongan dengan hati - hati takut Calista terbangun.Tuan mengulurkan kedua tangannya untuk meraih tubuh putrinya.Jarak mereka sangat dekat, Rika gugup, tangannya agak gemetar, Calista nyaris terlepas dan jatuh.Buru- buru Rika memeluk tubuh gadis kecil itu, bersamaan dengan gerakan Tuan mau merengkuh putrinya.Wajah mereka tak sengaja saling bersentuhan, sejenak Tuan tertegun.Rika kaget, wajahnya berubah pucat.
" Maaf..." ujar Tuan meminta maaf .Dia buru- buru menggendong putrinya dan membawanya ke kamar.
****
Acara pertunangan itu berlangsung sederhana. Tamu yang hadir tidak banyak hanya kerabat dekat dan beberapa karyawan kantor walaupun sederhana tetapi cukup meriah, alunan musik lembut mengiringi sepanjang acara.Makanan lezat dari katering terbaik terhidang melimpah di meja prasmanan.
__ADS_1
Non Cristy tampak sangat cantik malam itu, mengenakan dress panjang warna perak, high heels 12 cm warna senada serta riasan minimalis menyempurnakan penampilannya.Semua tamu memandangnya dengan kagum.Sempurna, hanya itu kata- kata yang cocok untuk menggambarkan penampilannya.Tuan tampil mengenakan setelan jas warna biru dongker, aura kewibawaannya terpancar. Walaupun umurnya sudah di atas 30 tahun, tapi wajahnya terlihat segar dan gagah.
Berdua mereka menuju panggung yang disediakan.Sejenak sebelum memakaikan cincin ke jari manis Non Ctristy, dia tertegun.Wajahnya berubah sedih.Mungkin ingat mendiang istrinya.Tapi tak lama dia bisa menguasai perasaannya dan memakaikan cincin cepat-cepat.
Sebaliknya Non Cristy tampak tersenyum bahagia.Ia memakaikan cincin ke jari manis Tuan dengan mesra .Hadirin bertepuk tangan.Mereka meninggalkan panggung, Non Cristy menggandeng lengan Tuan dengan manja.
Rika tersenyum , lega rasanya acara berlangsung dengan lancar.Ia berlalu dan menuju meja makan.Ia ingin makan banyak, beberapa hari ini ia stress menyiapkan acara hingga sering lupa makan.Rika duduk sendirian di meja dan makan dengan lahap.
Satu persatu para tamu beranjak pulang.Rika bangkit dari duduknya dan ingin pamitan untuk segera pulang.Tiba-tiba Tuan melambaikan tangan menyuruhnya mendekat.
" Christy, ini Rika sekretaris di kantor, ia yang menyiapkan semua acara ini" Tuan mengenalkan Rika pada calon istrinya.Rika mengulurkan tangannya disambut Non Cristy.
" Terimakasih Rika.." Non Cristy menjabat tangannya dengan erat.
"Sama-sama Non.Ini sudah menjadi tugas saya.Tuan saya pamit dulu..."
__ADS_1
Rika bergegas ke luar.Hatinya yang masih polos bertanya-tanya kenapa bisa ya Non Cristy tetap manja dan mesra sama Tuan, sedangkan di belakangnya ia juga bermesraan dengan laki-laki lain.Apakah Tuan benar-benar tidak tahu kelakuan calon istrinya? Senaif itukah Bos besarnya itu? Bagaimana nanti dengan Calista kalau mereka sudah menikah, akankah Non Cristy bisa mengurusnya? Berbagai pikiran berkecamuk di benak Rika.Ah...pusing, biarlah itu urusan pribadi Tuan.Lalu ia mempercepat langkahnya, menuju mobil Pak Ratno yang masih setia menunggunya.Rika masuk ke mobil dan menghempaskan tubuhnya.
Ia capai sekali, tanpa sadar ia tertidur di mobil dan terbangun saat mobil berhenti di depan tempat kost.