
Berita rencana pernikahan Bos besar Narendra Grup dan sekretarisnya segera tersebar luas.Ada beberapa yang heran secepat itu Tuan memutuskan menikah dengan sekretarisnya setelah putus dengan Non Cristy. Tetapi sebagian besar merasa senang karena Bos besarnya sudah menemukan perempuan yang cocok untuk menjadi pengganti mendiang istrinya .
Kali ini semua persiapan pernikahan diurus oleh Kepala Desa di kampung Rika.Kepala Desa mendapat instruksi dari Bupati.Bupati ini adalah teman sekolah dari pak Hamdi,Kepala Kantor Cabang Narendra Grup.Pada saat pencalonan Bupati, Narendra Grup juga memberikan support dan pendanaan.Untuk itu Bupati berusaha memberikan bantuan yang terbaik melalu bawahannya yaitu Kepala Desa.
Kampung Rika dihias dengan meriah.Janur dan umbul- umbul dipasang dari gerbang masuk kampung sampai ke rumah.Semua warga kampung turun tangan membantu, dipimpin langsung oleh Kepala Desa.Ada rasa bangga di hati mereka, konglomerat terbesar di Jakarta mau menikah dengan gadis desa yang berasal dari kampungnya.
Hotel dan Guest House di kota terdekat juga sudah di booking seluruhnya.Untuk menginap para tamu undangan dan keluarga calon pengantin.
Meskipun acara diselenggarakan di kampung tapi kokinya di datangkan dari hotel di kota.Demikian juga dengan pelaminan dan tukang rias.Bisa dibilang ini adalah pernikahan termegah abad ini di seantero Kabupaten.
Rika , Calista dan Tuan tiba sehari sebelum acara.Mereka dijemput iring-iringan mobil.Mobil Bupati dan stafnya berada paling depan.Kemudia disusul mobil Hamdi dan stafnya.Selanjutnya mobil Camat dan Kepala Desa .
Iring -iringan itu langsung menuju rumah Rika.Berbagai pertunjukan kesenian tradisional menyambut dari gerbang masuk kampung .Warga kampung juga ikut menyambut di gerbang utama ,berjalan di belakang iring-iringan mobil yang melaju dengan pelan.
Sampai di rumah Rika.Rombongan berhenti dan duduk di deretan kursi yang telah tersedia.Menu makanan lezat dihidangkan.Seperti tak ada habisnya makanan silih berganti diedarkan oleh para petugas katering.
****
Keesokan harinya, acara akad nikah dan resepsi
Rika dirias mengenakan baju daerah yaitu kain dan kebaya.Ia terlihat sangat cantik.Sedangkan Tuan mengenakan baju beskap dan kain , serasi dengan pengantin wanita.Calista juga tak kalah cantik, ia memakai baju yang senada dengan Rika.Bertiga mereka duduk di pelaminan.Tamu undangan yang hadir hari ini lebih banyak dari kemarin.Makanan yang disajikan lebih banyak dan lebih beragam.
Semua tampak menikmati pestanya,baik yang datang dari Jakarta ataupun warga kampung.
Setelah memberikan selamat kepada kedua mempelai mereka pulang dan mendapatkan souvernir mewah.Ada gelang mutiara indah untuk tamu perempuan,untuk tamu kaki-laki ada jam tangan , sedangkan untuk anak anak mendapatkan mainan .
__ADS_1
Menjelang tengah malam, pesta baru berakhir.Calista sudah tidur duluan bersama Ibu.Rika dan Tuan masuk ke kamar.Kamar pengantin yang luas dihias dengan bunga - bunga dan disemprot wewangian.
Tuan perlahan memeluk Rika,
" Terimakasih Rika, sudah bersedia menjadi istriku " dikecupnya lembut kening Rika.Rika balas memeluk Tuan, suaminya.Ia sangat bahagia .Rasa bahagia yang memenuhi seluruh rongga dadanya.Baru kali ini ia merasakan kebahagiaan sebesar itu.
" Terimakasih, suamiku.Sudah memberikan kebahagiaan yang sangat besar".
Kemudian ia beringsut mau ke kamar mandi.Setelah rumahnya direnovasi , ada kamar mandi di dalam kamarnya.
Sejenak ia membersihkan dirinya di kamar mandi dan berganti baju.Dilihatnya Tuan juga sudah berganti baju dan duduk di atas tempat tidur.
" Sayang, ." Tuan melambaikan tangannya menyuruh Rika mendekat.Rika patuh, ia sadar mulai malam ini ia sudah menjadi milik Tuan sepenuhnya.Tuan kembali memeluknya dan membaringkan tubuhnya dengan hati-hati di tempat tidur.Rika memejamkan mata, walaupun ia pasrah tapi ada rasa takut di hatinya.Ia sama sekali belum pernah pacaran apalagi disentuh oleh laki-laki.Tuan tahu itu, Rika masih sangat polos.Tuan yang umurnya sudah matang tahu bagaimana memperlakukannya, hingga Rika merasa nyaman.Perlahan tapi pasti tangannya bergerak lembut.Sampai pada suatu saat Rika menjerit perlahan dan Tuan mendesah puas mengakhiri permainannya.
" Rika..., aku mencintaimu" Ia memeluk tubuh polos Rika.Rika tersenyum, ia bahagia bisa membuat Tuan, suaminya bahagia.
Keesokan harinya , Rika bangun pagi-pagi.Tuan masih tidur pulas.Seulas senyum masih tersisa di bibirnya.Rika memandangi Tuan besarnya , suaminya.Ia ingat waktu itu ia sangat takut kalau harus menghadap Tuan yang terkesan angker, tapi sekarang dia justru menjadi suaminya.Seperti bermimpi rasanya, karena ia tidak pernah membayangkan bakal menjadi Nyonya Narendra, konglomerat kenamaan di tanah air.Rika hanya menjalani kehidupan nya seperti air mengalir, tidak pernah berharap yang muluk-muluk.Takdir rupanya berkata lain, Bos besarnya jatuh hati padanya.Siapa yang bisa menolak takdir?
Rika ke luar kamar, pergi ke kamar Calista .Putri kecilnya masih tertidur .Udara kampung yang sejuk, membuat tidurnya pulas.Rika tidak ingin mengganggunya.Ia berjalan menuju dapur.Seperti biasa' Ibu sedang memasak di dapur.Ada yang lain dengan dapur ibunya, ia memasak tidak pakai tungku lagi, melainkan menggunakan kompor gas.Dapurnya jadi lebih bersih, Ibu juga tidak capai harus menganngkut kayu bakar dan menunggu cukup lama agar api bisa menyala.
Rika memeluk Ibunya dari belakang,
" Ibu,...." Ibu yang sedang memasak menoleh dan tersenyum,
" Ibu bahagia Nduk.."
__ADS_1
" Ya Bu, semua berkat doa Ibu.."
" Anak Ibu satu-satunya sudah menjadi seorang istri.Ibu tidak silau melihat harta suamimu, tapi ibu silau oleh kebaikan hatinya.Semoga dia selalu bisa membuat kamu bahagia".
" Ya Bu.." Rika mengambil cangkir dan menuang air panas dari panci, membuat kopi untuk suaminya.Dibawanya secangkir kopi itu ke kamar.Tuan sudah bangun,Rika meletakkan kopi di meja,
" Kopinya mas..."
Suaminya tidak menjawab, bukannya minum kopi yang disediakan,dia palah memeluk dan mencium Rika.Dengan tangan kiri, dikuncinya pintu.Rika pasrah ketika Tuan merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan berniat ingin mengulang permainannya semalam.Kerinduannya kepada sosok seorang istri yang sudah lama dipendam, membuat dia tidak ingin melewatkan setiap kesempatan . Tiba-tiba terdengar suara Calista mengetok pintu,
" Papa.." Rika dan Tuan buru-buru merapikan pakaiannya , lalu Rika membuka pintu.Calista menerobos masuk .
" Calista.." Tuan memeluk mengayunkan tubuh mungilnya lalu di lempar ke atas tempat tidur.Calista tertawa senang,
" Ayo Pa, lempar lagi." Kali ini Rika yang akan memeluknya dan melempar ke tempat tidur, tapi Calista menghindar, dan berlari ke sudut .Rika mengejarnya,
" Ketangkap kamu putri kecil." Rika menangkap Calista dan menggelitiki perutnya, anaknya tertawa kegelian.
Ibu masuk ke kamar membawa sepiring nasi dan gendongan kain panjang ,
" Cucu nenek ayo makan dulu" Ibu mengulurkan kain gendongan ke arah Calista , ia menurut dan menggelendot manja di gendong Ibu.Sejak bertemu dengan Ibu Calista punya hobi baru yaitu makan sambil digendong .
Ibu membawa Calista keluar rumah, ia sepertinya paham ingin memberikan waktu buat sepasang pengantin baru itu untuk berduaan.
Tuan mengedipkan matanya ke arah Rika.Rika tersenyum malu dan mengunci pintu.Cepat-cepa Tuan meneruskan petualangannya yang sempat di break oleh Calista.Serangan fajar kembali dimulai, keduanya kembali tenggelam dalam pusaran kenikmatan yang seperti candu, ingin lagi dan lagi.
__ADS_1
.