Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab.57 Tambatan Hati


__ADS_3

" Untuk akad nikah di rumah saja ya.Rumah ini besar , nanti akan Tante sulap jadi tempat akad seperti istana di negeri dongeng.Tangganya dihias dengan bunga segar dari bawah sampai ke atas, masuk ke kamarmu.Pintu gerbang,terus masuk ke halaman, lalu pintu depan dan ruang tengah tempat berlangsungnya akad nikah juga dipenuhi bunga segar"


" Nuansa apa ya? Kalau putih rasanya terlalu mainstream....gimana kalau merah tua, pasti semarak, ya warna merah, melambangkan pengantin yang penuh energi"


Tante Sofi berkata dengan semangat, ia baru saja datang tapi sudah sibuk membeberkan rencananya.Cristy hanya mengangguk.


" Terserah Tante, aku ikut saja"


" Tante sudah menghubungi WO yang bisa diandalkan, nanti sore mereka akan datang"


" Untuk resepsi, kamu maunya di hotel atau resort? "


" Terserah saja, yang penting di dalam kota"


" Kalau gitu di hotel saja ya, Tante banyak mendapatkan tawaran resort tapi sebagian besar di luar kota"


" Hi...hi...kamu yang mau nikah, aku yang semangat gini sih..." Tante Sofi cekikikan.Cristy ikut tertawa.


" Salah siapa dulu pernikahannya ga mau dirayain.."


" Dulu kan Papamu belum sukses kayak sekarang, Tante ga enak..." Tante Sofi kembali cekikikan, lalu ia menatap keponakannya.


" Lagian kamu mendadak banget sih mau nikahnya, emang calon suamimu kayak gimana Tante mau lihat, sampai kamu klenger begitu"


Cristy tertawa, ia mencubit lengan Tantenya.


" Apaan sih Tante..." Tapi tak urung tangannya mengeluarkan HP dan memperlihatkan fotonya berdua dengan Krisna.


Tante Sofi mendekatkan kepalanya, melongok ke layar HP.Lalu ia berseru tertahan dan menutup mulut dengan kedua tangannya.


" Wow., mirip aktor idola Tante, tapi ini badannya lebih kekar.Pantas kamu langsung bertekuk lutut.Carl lewat jauh....!!"


" Carl...? ...Apakah dia tahu aku akan menikah?"


" Tahu, Tante langsung kasih tahu habis ditelepon papamu"


" Aku harus minta maaf sama dia"

__ADS_1


" Kamu harus mengundangnya.."


" Baiklah, sebenarnya aku ga ingin"


" Kamu undang saja, dia sudah baik sama kamu"


Cristy mengangguk.Benar kata Tante Sofi lebih baik Carl diundang.Dia adalah teman setianya di luar negeri.Bersamanya ia merasakan ketenangan , membantunya untuk bisa melewati masa-masa sulit.Cristy tidak memberi tahu saat ia menikah dengan Tuan Narendra, ia akan mengundangnya untuk pernikahannya kali ini.


" Apa ? Kamu mau menikah ? " suara Carl terdengar berat di seberang sana pada saat Cristy menelpon.Beberapa saat kemudian terdiam.


" Halo Carl, kamu masih di situ..?"


" Hai...aku pingsan"


" Ha..ha..kamu memang luar biasa, pingsan saja bisa ngomong"


Terdengar suara Carl tertawa.


" Nah gitu dong tertawa ..."


" Aku tertawa mendengar kamu tertawa"


" Dengar Carl, aku juga sangat beruntung punya sahabat sepertimu"


" Kenapa kamu tidak mau mencoba menerimaku? mungkin awalnya sahabat"


" Aku minta maaf Carl, kamu sangat baik padaku, tolong jangan disebut lagi , aku sudah mengatakan berkali-kali"


" Ya , aku tahu..." Lalu kembali terdiam.


" Halo Carl ? kamu mau datang kan ? "


" Tentu,..."


****


" Terimakasih mas..."

__ADS_1


" Untuk...? "


"Kesetiaan mas..."


" Minta hadiah ...."


" Mas mau apa? semuanya sudah punya, aku bingung mau ngasih hadiah apa"


Tuan tersenyum, dirabanya perut istrinya.


"Ini hadiah terindah yang kamu berikan..."


Rika memegang tangan suaminya, menciumnya dengan sepenuh hati.


" Aku masih merasa bersalah pada Cristy"


" Kamu ga salah apa-apa"


Tuan mendekatkan wajahnya, mencium bi bir istrinya dengan lembut.


" Cristy akan segera menikah...."


" Kapan..? "


" Itu ada undangannya di meja.."


" Kita datang kan mas, aku..."


Rika tidak bisa meneruskan kata-katanya.Suaminya kembali mencium bi birnya.Kali ini lebih dalam, penuh hasrat yang tidak bisa dibendung.Tangannya mulai bergerak liar menyelusup celah bajunya.


" Pelan-pelan mas, hati-hati kata dokter"


Sesaat kemudian Tuan memperlambat gerakannya.Halus dan tenang, hingga keduanya terhanyut.


Rika sangat senang mendengar kabar Cristy mau menikah.


Ia sempat merasa bersalah pada saat suaminya menceraikan madunya itu, karena ia tahu betapa Cristy sangat mencintai suaminya.

__ADS_1


Rupanya Cristy sudah mendapatkan tambatan hati yang lain.Cristy yang cantik, cerdas dan kaya raya tentunya akan mudah menemukan pengganti suaminya.


__ADS_2