Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab . 35 Berdua


__ADS_3

Kadangkala di saat kita memutuskan dan berkata biarlah ikuti saja seperti air mengalir.Maka lebih sering yang terjadi adalah aliran air itu akan berpihak kepada kita.Begitulah Cristy, tiba-tiba keinginannya untuk makan siang bersama Tuan Narendra dapat terwujud tanpa disangka-sangka.


Suatu siang ia mendapatkan undangan dari Asosiasi para pengusaha untuk menghadiri rapat koordinasi yang akan diadakan di sebuah hotel.


Acara yang diadakan di Bandung selama dua hari itu, dihadiri oleh para pengusaha dari seluruh tanah air.Karena Cristy tergolong baru, belum banyak yang ia kenal.Ia hanya mengikuti dan menyimak saja jalannya acara.


Sebagian besar peserta adalah laki-laki.Waktu rehat coffe break banyak yang menghampiri dan menegurnya.


" Oh, putrinya pak Gunawan.Selamat bergabung ya.Saya Pak Zidan, saya kenal baik saya Papamu" seorang laki-laki setengah baya menegurnya.Cristy mengangguk sopan.Pak Zidan memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.Cristy merasa risih.Tapi ia berusaha bersikap wajar.Yah...beginilah salah satu resiko terjun ke dunia bisnis.


"Hai Pak Zidan, di sini rupanya.Pantas betah ada yang bening" seseorang lainnya menghampiri.


" Pak Krisna, ini Cristy putrinya pak Gunawan" Pak Zidan memperkenalkan Cristy kepada temannya yang baru datang.


" Cristy, senang bertemu denganmu.Bagaimana kabar Papamu?"


Lama kelamaan makin banyak yang berdiri di sekeliling Cristy.Ia mencoba melayani obrolan mereka dengan sabar.Aduh..ini rehat lama amat sih ya, pikirnya.


****


Pada saat istirahat makan siang Cristy memutuskan untuk makan siang di roof top.Ia tidak ingin makan siang di restoran yang disediakan, takut kayak tadi pas rehat.Dikelilingi bapak-bapak.Ia memesan makanan dan minta diantar di roof top.


Ada beberapa meja yang tersedia di situ.Suasana sepi hanya ada dirinya di situ.Yah, namanya acara para pengusaha,mereka lebih suka makan siang di restoran dan bertemu dengan banyak relasi untuk melakukan lobi-lobi bisnis.Cristy belum merasa nyaman untuk melakukan hal ini, lebih baik dia menyendiri dan makan di roof top yang lokasinya di lantai paling atas, agak jauh dari lokasi acara.


Makanan yang dipesan datang.Karena sudah lapar ia langsung makan dengan lahap.Ketika ia masih asyik menikmati makanannya, sesorang datang dan langsung duduk di meja dihadapannya.Cristy menoleh, ia ingin menyapa, ia harus tetap berbasa-basi kepada semua peserta acara rapat.


" Mas Narendra...? " Cristy tersentak kaget sekaligus senang melihat siapa yang datang.Tuan juga tampak terkejut.


" Cristy kamu datang juga? " Tuan mendekati mejanya dan duduk di hadapannya.

__ADS_1


Cristy mengangguk dan berdiri ,menyalami Tuan dengan erat.


"Ya mas, aku masih agak canggung makan siang gabung mereka.Mas sudah makan ?"


" Belum, ini lagi nunggu pesanan"


Seperti biasa Tuan terlihat tenang dan kalem.Cristy heran sama dirinya sendiri, setiap melihat Tuan, rasanya dia semakin bertambah tenang dan matang.Apalagi saat ini ,saat ia merasa asing di tempat ini bertemu dengan Tuan membuatnya merasa tentram.


" Maaf ya mas, aku teruskan makan"


" Ya ga apa-apa.Bentar lagi juga datang pesananku" Baru saja Tuan selesai bicara datang seorang pelayan membawa makanan yang dipesan Tuan.Mereka makan sambil terus mengobrol.Cristy sangat senang, ia tidak menyangka bisa makan siang bersama Tuan.


Sekali -sekali ia mencuri pandang kepada pengusaha tampan itu.


" Mas nanti pas makan malam tolong temani aku makan di sini lagi ya, aku risih dikelilingi bapak-bapak" kata Cristy waktu mereka selesai makan.Ia agak berat sebenarnya mengatakan hal ini, takut Tuan menolak.Tapi tak disangka dia mengangguk.


" Terimakasih ya mas..." tanpa sadar Cristy memegang tangan Tuan.Untung saja Tuan santai saja, tidak berusaha menarik tangannya dari pegangan Cristy, kalau tidak betapa malunya diriku, batin Cristy.


****


Karena acaranya molor, maklumlah banyak hal yang harus dibahas, maka makan malam baru bisa dilakukan jam 10.Sudah sangat terlambat sebenarnya.Tapi Cristy palah senang karena dengan begitu tidak ada acara lagi setelah makan malam, sehingga bisa bebas waktunya untuk makan malam bersama Tuan.


Cristy langsung menuju roof top.Ia duduk menunggu Tuan.Belum pesan makanan , nanti saja bareng pesannya.Tak lama Tuan datang.


"Mas mau makan apa?" tanya Cristy.


" Terserah kamu saja.Aku udah lapar banget"


Dengan cepat Cristy pesan makanan untuk berdua.

__ADS_1


Angin malam yang sejuk bertiup perlahan.Cristy melipat tangannya.Matanya melihat ke atas. Langit cerah,bulan sabit bersinar kekuningan,tenang dan teduh.


Tiba-tiba terdengar HP Tuan berdering.


" Sayang, ya.Ini lagi mau makan malam.Ya...., Calista.. baik-baik ya di rumah, jaga adik...Ha..ha.." Tuan tertawa bahagia.Rupanya dari istri dan anaknya.Aduh...kok aku jadi canggung begini ya..


Makanan datang.Pelayan menaruh piring satu persatu ke meja.Cristy membantu meletakkan di hadapan Tuan dengan hati-hati.Lalu mereka menikmati makanannya masing-masing.


" Kamu mesti membiasakan diri bergaul dengan para peserta lainnya.Biar nambah relasi" Tuan berkata memecah keheningan.


" Ya mas, ini pertama kalinya aku ikut acara.Nanti-nanti pasti terbiasa"


"Ya aku percaya kamu bisa beradaptasi dengan cepat.Bagaimana hubunganmu dengan bule di Jerman itu? " tiba-tiba Tuan bertanya.


" Pak Gunawan pasti pingin kamu segera menikah"


Cristy tertawa kecil.


"Papa paranoid ga mau punya mantu bule"


" Wajar kalau Papamu melarang, dia pasti pingin kamu melanjutkan pegang perusahaan, kalau kamu nikah sama bule, mungkin kamu akan dibawa ke luar negeri.Kamu kan cantik, cerdas, punya kedudukan pasti banyak laki-laki di Jakarta ini yang mau melamarmu" Tuan mengucapkan kata-katanya terdengar bukan seperti pujian, tetapi lebih kepada saran dari seorang Ayah kepada anaknya.


"Memang banyak mas laki-laki di Jakarta, tapi yang matang dan baik seperti mas, susah nyarinya" entah darimana tiba-tiba Cristy punya kekuatan untuk berkata seperti itu.Tuan seperti tertegun.Ia sejenak menghentikan makannya dan menatap Cristy, dengan tatapan yang sulit diartikan.Cristy terdiam, mengatupkan bibirnya rapat-rapat.Ia takut Tuan marah.Tapi ternyata tidak.


" Yah...nanti kamu pasti bakal ketemu laki-laki yang kamu impikan" jawab Tuan kalem.


" Susahnya yang matang itu rata-rata sudah berkeluarga, atau duda, kamu kan ga mau"


Tuan terkekeh.Cristy ikut tertawa.Bisa juga ini Tuan Narendra becanda.Mungkin penat seharian rapat, dia ingin mengendorkan urat syarafnya.

__ADS_1


" Ga mau dong mas, enak aja.." Cristy tertawa ringan, ia agak rileks.Lagian kenapa juga sih serius amat.Kayak yang lagi ngadepin client yang mau investasi saja.


__ADS_2