
Rika terbangun dari tidurnya.Hari sudah agak siang, matanya yang masih mengantuk terasa silau kena sinar matahari yang menerobos masuk dari balik hordeng.
" Sudah siang .." gumamnya lalu masuk ke kamar mandi.Selesai mandi cepat-cepat ia keluar kamar dan masuk ke kamar anaknya.
Calista ternyata sudah tidak ada di kamarnya.Ia turun ke lantai bawah.Gadis kecil itu sedang minum susu bersama Surti, baby sitternya.
" Hai sayang, pinter udah bangun" Rika mencium kedua pipi Calista yang mulai gembul.
" Surti tolong siapkan baju-baju Calista kita mau ke Bali " ujar Rika pada Surti " Bajumu juga, kamu ikut"
" Baik Nyonya"
Surti berlalu untuk menjalankan perintah Nyonyanya.Rika beranjak ke meja makan.Ia minum jus dan makan sepotong roti
lalu naik lagi ke kamarnya.Dilihatnya Tuan sudah bangun dan sedang mandi.Selesai Tuan mandi mereka turun untuk sarapan.
" Jam berapa kita berangkat mas" tanya Rika sambil menyendokkan nasi untuk suaminya.
" Habis sarapan kita berangkat, kita kesiangan ini" jawab Tuan.Rika tersenyum.Siapa suruh tidur jam 3 pagi ? batinnya.Tuan menoleh ke arah Rika dan tertawa ,
" Kamu sih ngajakin terus" ujarnya
" Kok aku ?"
Tuan masih tertawa, Rika mencubit lengan suaminya.Ia yang masih muda dan polos selalu kehabisan kata-kata kalau digoda suaminya.
Sehabis sarapan mereka menuju bandara.Tak harus menunggu dan berjejalan dengan orang lain yang mau naik pesawat, karena mereka punya pesawat pribadi yang parkir di tempat khusus di bandara.
" Tuan, Nyonya dan Nona kecil silakan.." beberapa orang tampak menyambut di pintu pesawat.Seperti biasa Calista langsung berlari masuk ke dalam kabin dan duduk di kursinya.Ia didampingi oleh Surti.
Tuan dan Rika duduk berdampingan.Pesawat mulai lepas landas.Calista bersorak,
" Hore...kita udah di atas" serunya.Mereka tertawa serentak.Gadis kecil ini selalu terlihat bahagia di samping papa dan mamanya.Tiba-tiba perut Rika terasa mual.Kepalanya pusing, badannya mulai berkeringat dingin.
" Kenapa sayang? " tanya Tuan khawatir.
" Ga tahu, mungkin masuk angin" jawab Rika.Ia mengambil minyak angin dari tasnya.Perutnya semakin mual, ia bergegas ke toilet dan menumpahkan isi perutnya.Tuan menyusul dan memapahnya keluar . Perutnya agak lega tapi kepalanya masih pusing.
Tuan mendorong sandaran kursi agar Rika nyaman berbaring.
__ADS_1
" Udah enakan?" tanya Tuan.Rika mengangguk.
Lalu ia tertidur dan baru bangun pada saat pesawat sudah mendarat.
Sebuah mobil sudah siap menjemput dan membawa mereka ke villa.Di mobil perut Rika kembali mual.Ia mengambil kantong plastik yang dibawanya dari pesawat dan muntah lagi.
Calista dan Tuan terlihat sangat khawatir.
"Mama..." ucap gadis kecil itu lirih.
Rika tidak menjawab, ia masih mual.Sepanjang jalan Rika terus muntah dan baru merasa lega setelah mobil berhenti di depan sebuah villa.Ia buru-buru turun untuk menghirup udara segar.
Vila itu besar sekali.Terletak persis di pinggir pantai.Teras belakangnya langsung menghadap ke laut.Ada beberapa anak tangga yang menghubungkan teras dengan laut.Rika menuruni tangga dan melepaskan sepatunya.Segar sekali kakinya menyentuh air laut.Tiba-tiba kepalanya pusing lagi, ia masuk ke dalam dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Seorang pembantu membawakan teh manis hangat.Ia minum beberapa teguk.Lalu kembali berbaring.Tubuhnya terasa lemas.Ia kembali tertidur.
****
Hari sudah sore ketika Rika membuka matanya.Tuan duduk di sampingnya dan memandangnya dengan cemas.
" Masih pusing ? " tanyanya.Rika menggeleng.
" Tidur saja dulu, sebentar lagi dokter datang" kata Tuan sambul mengusap rambutnya.
" Calista mm ke mana mas? " Rika tidak melihat putrinya dari tadi.
" Sama Surti, sudah kamu tidur aja" jawab Tuan.Tak lama dokter datang.
" Halo Tuan Narendra, kenapa istrimu? " dokter Adit menyapa Tuan dengan ramah .Lalu ia memeriksa Rika.
" Sakit apa istriku Dit? " tanya Tuan
" Istrimu sehat . Nyonya tolong buang air kecil , lalu celupkan ini ya" Dokter Adit memberikan sebuah tespack dan menyuruh Rika ke kamar mandi.Rika menurut.Sesaat kemudian ia keluar dan menyerahkan tespack ke Dokter Adit.
Dokter Adit memeriksa sekilas lalu tersenyum.
" Selamat Nyonya hamil , Tuan" ujarnya
Tuan dan Rika sangat senang mendengarnya.
__ADS_1
" Hamil Dok ? " tanyanya untuk meyakinkan.
" Ya, untuk lebih pastinya datanglah ke Dokter kandungan di Rumah Sakit besok.Ini saya kasih obat anti mual dan vitamin" Dokter memberikan obat dan pamit .
" Calista akan punya adik" kata Tuan dengan bahagia, ia tidak menyangka kalau Rika hamil secepat itu.Menikah dengan Andini, sudah lima tahun tidak bisa punya anak.Setelah menjalani program bayi tabung berkali-kali baru bisa hamil Calista.Tapi dengan Rika, belum genap dua bulan menikah , ia sudah hamil.Tuan memeluk dan mencium istrinya, rasa bahagianya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
" Jaga bayi kita baik-baik ya sayang, kamu harus banyak istirahat" bisiknya di telinga Rika.Istrinya tersenyum dan mengangguk.Lalu Tuan ke luar kamar dan memanggil Yati, pembantunya di Vila.Dia ingin Yati yang menjaga dan melayani Nyonya selama di vila.Tuan tidak mau istrinya capai, semua kebutuhannya akan disediakan oleh Yati.
Rika bangkit dan mau ke luar kamar.Setelah minum obat anti mual yang diberikan oleh Dokter Adit, perutnya sudah tidak mual.Ia ingin menikmati pemandangan laut dari teras vila.Yati datang dan memberikan segelas teh hangat dan sepiring buah potong.
" Calista mana Bi? " tanya Rika.
" Main sama Tuan Nyonya" jawab Yati.
Rika mengangguk dan berkata.
" Kamu boleh meninggalkan saya Bi"
" Baik Nyonya " lalu pembantunya berlalu.Rika berdiri merentangkan kedua tangannya lalu menarik nafas dalam-dalam .Udara pantai yang segar memasuki paru-parunya.Tenang sekali di sini, berbeda dengan Jakarta yang selalu hiruk pikuk.
Calista berlari-lari menghampirinya, Papanya mengikuti dari belakang.
" Mama Calista mau punya adik " ujarnya dan duduk di sebelah mamanya.Rika tersenyum mengusap kepala putrinya.
" Iya sayang"
" Calista sayang sama adik? " tanya Papanya.Putrinya mengangguk mantap.Tuan merengkuh tubuhnya dan mendudukkan di pangkuannya.
" Calista pintar, sudah besar, mau jadi kakak" ujar Tuan.Mereka terus mengobrol sambil menikmati indahnya matahari yang mau tenggelam.Vila itu dibangun di kawasan pantai dengan desain yang sempurna.Sehingga saat pagi hari bisa melihat matahari terbit dan sore bisa menikmati matahari tenggelam.
Beberapa orang tampak sedang menyiapkan peralatan memasak untuk outdoor.Malam ini Tuan ingin merayakan kebahagiaannya karena kehamilan istrinya.
" Mereka sedang apa mas? " tanya Rika heran.
" Mau masak di luar sayang, kita makan malam di teras".Jawab Tuan sambil tersenyum.Rika mengangguk senang.
.
..
__ADS_1