
Akad nikah antara Cristy dan Tuan dilangsungkan dengan sangat sederhana.Dihadiri oleh keluarga inti kedua mempelai, Pak RW dan Pak RT yang bertindak sebagai saksi dan seorang penghulu.
Rika turut hadir dalam acara itu untuk memberikan dukungan moral kepada suaminya agar tidak merasa bersalah.
Sehabis akad , setelah Cristy mencium tangan Tuan, kemudian ia mencium tangan Rika.
" Terimakasih Rika.... terima kasih...." Rika tersenyum, menggenggam tangan Cristy erat.
" Semoga Kak Cristy bahagia, aku panggil Kak ya....? " ujarnya tersenyum.Cristy mengangguk dan menatap wajah madunya itu dengan penuh rasa hormat.
" Seharusnya aku yang memanggilmu Kak, walaupun umurmu jauh lebih muda dariku"
Mereka tertawa bersama.
" Ayo kita makan...." Cristy menggamit lengan Rika mengajaknya ke meja makan.Pernikahan sederhana versi Pak Gunawan yang kaya raya , tetap saja menyediakan menu makanan lezat yang melimpah yang dipesan dari restoran ternama.
Rika makan dengan lahap, menikmati semua hidangan yang disediakan, tidak terlihat kesedihan di wajahnya sebagai seorang istri yang dimadu.Ia juga membiarkan Cristy melayani suaminya mengambilkan makanan.
Beberapa kali Tuan menoleh ke arahnya yang dibalas Rika dengan tersenyum.Tuan menghela nafas lega.Dia duduk di sebelah pak Gunawan, sedangkan Cristy di sebelah Rika.
Setelah acara selesai, Rika pulang diantar pak Ratno.Sedangkan suaminya tentu saja bermalam di rumah Cristy, istri keduanya.Tadinya suaminya mau mengantarnya pulang.
" Aku pulang sama pak Ratno saja mas, temani Kak Cristy.Ini kan ...malam... pertamanya.." katanya setengah berbisik dan buru-buru keluar menuju mobil.
Sampai rumah Rika langsung mandi, berendam dengan air hangat untuk menenangkan pikirannya.
Ia tidak mau membayangkan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya bersama Cristy saat ini.Bukankah dirinya yang mendorong suaminya untuk poligami?
****
Cristy merasa sangat bahagia bisa menikah dengan laki-laki yang ia cintai.Sebenarnya ia sangat menyadari kalau hal ini tentu membuat Rika sedih , tapi ia ingin sekali merasakan kebahagiaan di sisa umurnya yang entah tinggal berapa lama.Ia pun cukup lega ketika melihat Rika begitu tenang dan tidak menampakkan kesedihannya sepanjang acara akad nikah tadi.Cristy sangat berterima kasih dan salut kepada madunya itu.
Cristy masuk kamar dan mengganti bajunya dengan baju tidur.Baju tidur sederhana , bukan baju tidur yang disiapkan untuk malam pertama seorang pengantin baru.Ia tidak berharap banyak dari suaminya, berada di dekatnya apalagi bisa tidur dalam satu kamar saja membuatnya merasakan kebahagiaan yang begitu besar.
Setelah berbasa-basi dengan Pak Gunawan Tuan menyusul istri keduanya memasuki kamar.
" Mas...." Cristy menyambutnya di depan pintu.Memeluk pinggangnya erat.
" Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu, mas"
Sejenak Tuan tertegun, tidak tahu harus berbuat apa.Aneh rasanya dipeluk oleh wanita lain selain Rika.Tapi sesaat kemudian dia menyadari harus memperlakukan istrinya itu dengan baik.Jangan membuat Cristy sedih mas, itu pesan Rika.
__ADS_1
Tuan merengkuh tubuh Cristy dan mengusap bahunya.
" Istirahatlah, kamu pasti capai"
Cristy mengangguk dan berjalan ke arah tempat tidur.Ia memang merasa sangat capai.Dari pagi ia bersiap-siap, mengecek semua perlengkapan , di make up oleh perias pengantin dan mengikuti seluruh rangkaian acara akad nikah.Ia sampai di pinggir tempat tidur ketika tiba-tiba kepalanya terasa pusing.
" Aduh....." ia memegang kepalanya yang semakin berdenyut dan sekelilingnya seperti berputar.Ia masih sempat merasakan ada cairan kental keluar dari hidungnya, lalu semuanya gelap.
****
Rika sedang bersiap -siap untuk mengantar Calista sekolah ketika mobil Tuan memasuki halaman rumah.
" Mas...." ujarnya dan mencium tangan suaminya.
" Cristy masuk rumah sakit, tadi malam ia drop.Ini aku baru pulang dari rumah sakit"
" Rumah sakit...? " Rika kaget.Ia baru menyadari kalau penyakit madunya itu sangat serius, kelelahan sedikit saja bisa berakibat fatal.
" Iya, mungkin kecapekan, selesai acara ia masuk kamar , mimisan lalu pingsan.Sampai sekarang belum sadar.Aku menunggunya dari tadi malam" Tuan menjelaskan panjang lebar mungkin untuk memberi tahu istrinya itu bahwa sedikitpun dia belum menjamah istri barunya.
Rika mengangguk, wajahnya terlihat sedih.
" Kasihan sekali Kak Cristy...Mas mau makan ? "
" Tidak, aku sudah sarapan tadi di kantin rumah sakit"
" Aku antar Calista dulu ya mas..."
Lalu ia berlalu dan menghampiri Calista yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
" Ayo sayang..."
Rika menuntun tangan putrinya menuju mobil pak Ratno yang sudah siap menunggu.
" Pagi, Nyonya..., Non Calista..." Pak Ratno menunduk hormat dan membuka pintu mobil.
"Pagi pak...."
Pak Ratno baru saja mau menutup pintu mobil ketika Tuan menghampiri dan berdiri di samping pintu mobil, kepalanya melongok ke dalam .
" Habis ngantar Calista langsung pulang ya.." ujarnya.
__ADS_1
" Ya mas..."
" Daag Calista...."
" Daaag Papa...."
Tuan menutup pintu mobil dengan hati-hati.
" Papa dari mana sih ma, pagi - pagi baru datang ? " tanya Calista, sesaat setelah mobil melaju meninggalkan rumah.
" Oh...itu...ehm..dari ....dari...kantor, lagi banyak urusan" Rika gugup belum siap dengan pertanyaan polos dari putrinya.
Sepanjang jalan Rika diam, ia hanya sekali -sekali menimpali obrolan Calista.Pikirannya gundah.Hari ini ia memulai satu babak baru dalam kehidupan pernikahan yang dijalaninya dengan suaminya.Keluarga baru dengan ritme yang baru.
Sehabis mengantar Calista ia langsung balik ke rumah seperti pesan suaminya.Rumah terlihat sepi. Hanya terdengar sayup-sayup suara si kecil Calandra yang sedang bermain di taman belakang bersama pengasuhya.
Rika langsung masuk ke kamar , dilihatnya suaminya sedang tidur dengan baju yang dikenakan tadi pagi.Wajahnya kelihatan lelah.Ia meraih selimut dan bermaksud menyelimutinya. Tiba-tiba suaminya membuka mata dan menarik tangannya yang terangkat memegang selimut.Seketika badannya jatuh menindih dada suaminya .Tuan memeluk dan menciumnya.
" Mas ga kerja ? " ujar Rika mencoba bangkit melepaskan diri.
" Ga, kepalaku pusing.Aku ingin istirahat"
" Mau kopi mas...?"
Suaminya menggeleng, lalu kembali meraih tubuh istri pertamanya itu.
" Mau...ini..." ujarnya , lalu berguling ke kiri sambil terus memeluk Rika sehingga posisinya berada di atasnya.Perlahan dibukanya baju Rika , rupanya agak kerepotan karena Rika memakai blus tanpa kancing.Rika memahami hasrat suaminya dan langsung membuka blusnya dengan menarik ujungnya dan meloloskan melalui kepala.
" Susah amat bukanya, model baju kayak gini jangan dipakai lagi" keluh suaminya.Rika hanya tertawa kecil dan melempar blusnya jauh - jauh ke lantai.Lalu mendekap erat tubuh kekar suaminya.Membalikkan badannya sehingga kini posisinya berada di atas.Kamu milikku mas, kamu milikku, bisiknya.Pagi itu ia yang memegang peran.Suaminya sangat heran sekaligus bahagia.Dia pasrah menerima serangan fajar Rika yang sangat agresif tanpa memberikan kesempatan untuk melakukan serangan balasan.Sampai akhirnya keduanya sama-sama berseru dengan suara yang hanya bisa dipahami oleh keduanya, menandai babak serangan fajar itu sudah mencapai titik tertinggi.
" Mas, kembalilah ke rumah sakit , temani Kak Cristy"
Rika berbisik perlahan berbaring di samping suaminya setelah permainan usai dan mereka kembali menginjak bumi.
" Iya nanti malam, aku gantian dengan Pak Gunawan siang ini dia yang di rumah sakit"
Suaminya mencium bibirnya dengan lembut.
" Kamu luar biasa sayang..."
Rika tersenyum malu-malu.
__ADS_1
.