
" Aku akan melamar Cristy Bu ..."
" Cristy ... Cristy siapa..? "
" Ya Cristy , Bu ,yang pernah ke sini"
Ibu menatap putranya dengan tatapan aneh, jangan -jangan anakku sudah ga waras.
Krisna tertawa dan memeluk pundak Ibu.
" Bener Bu, aku masih waras.Aku akan melamarnya secepatnya, aku mau minta ijin Ibu"
" Ibu pasti mengijinkan, tapi... apakah Cristy mau...? "
" Ibu...aku sudah bicara sama Cristy , ia mau.Papanya menunggu kedatangan Ibu"
" Sejak kapan kamu dekat sama Cristy?"
Krisna kembali tertawa.
" Sudah lama Bu, tiga bulanan"
" Krisna, Ibu bahagia kamu akan menikah dengan wanita yang kamu cintai, tapi status keluarganya jauh di atas kita, apakah kamu sudah pikirkan?"
Krisna terdiam, hal itu juga yang menjadi beban pikirannya.Bagaimana nanti kehidupan sehari-harinya dalam rumah tangga, mampukah ia menyesuaikan dengan gaya hidup calon istrinya itu? Apakah Cristy mau tinggal dirumahnya yang sederhana?
Ibu meluruskan duduknya dan menatap Krisna dengan lembut, seakan menyesali ucapannya.
" Ya sudah, tidak usah dirisaukan.Kamu laki-laki yang baik, kalau memang Cristy itu jodohmu semuanya akan berjalan baik dan lancar"
****
Cristy baru selesai meeting dengan para karyawannya ketika Krisna memasuki ruangannya.
Wajahnya tersenyum cerah melihat laki-laki itu merubah penampilannya.Rambutnya dipotong pendek, rapi dan terlihat sangat segar.
__ADS_1
" Krisna...!!"
Krisna mengecup pipinya sekilas lalu duduk.
" Apakah kamu suka..? " Dia mengusap-usap kepalanya dan tersenyum malu.
" He em...."
" Sayang, besok malam Ibuku mau ke rumah melamarmu..."
" Benarkah...? "
Krisna mengangguk.Dia menatap wanita yang duduk di depannya lekat-lekat, yang ditatap jadi salah tingkah.
"Aku tidak menyangka akan bisa menikah denganmu, tahukan kamu, kadang-kadang aku berpikir ini hanyalah mimpi dan semuanya akan berakhir pada saat aku terbangun.."
" Kamu sudah mengatakan hal ini puluhan kali"
" Mungkin aku akan mengatakannya seribu kali...."
" Aku bosan mendengarnya.."
Krisna, kamu begitu manis. Tanpa sadar aku jadi lupa diri dan bisa menyukaimu begitu rupa.Kamulah orang yang tepat yang dengan mudah bisa menghapus kesedihan yang aku rasakan, bisiknya dalam hati.
" Setelah lamaran, aku pingin segera melangsungkan akad nikah, kamu sudah selesai masa iddahnya kan? "
" Adikku enam bulan lagi akan menikah, lebih baik kita sebelumnya, gimana kalau bulan depan? "
Cristy tersentak kaget.
" Secepat itukah...? "
" Kita sudah sama-sama dewasa , sayang, kenapa harus berlama-lama? "
Cristy diam, ia tampak berpikir.Secepat itukah ia akan menikah , menyerahkan hidupnya kepada laki-laki yang baru dikenalnya beberapa bulan? Sebenarnya ia belum yakin dengan perasaannya sendiri, apakah ia benar-benar menyukai Krisna atau hanya sekedar pelampiasannya karena ditinggalkan oleh Tuan Narendra.Kalau hanya sekedar pelampiasan kenapa ia harus lari kepada Krisna, kenapa bukan Carl yang punya segalanya dan yang sudah sangat dikenalnya dengan baik.
__ADS_1
Tanpa sadar ia menghela nafas, membuat Krisna tersenyum pahit.
" Kamu ..belum...siap ?" tanyanya getir.Cristy gelagapan.
" Eh..tidak.. tidak, maksudku, aku setuju saja..."
Ya...inilah keputusan yang harus ia ambil.Ia tidak boleh terombang-ambing oleh keraguannya sendiri, ia tidak mau mengecewakan Krisna.Bagaimanapun Krisna sudah sangat baik memperlakukannya.Ia juga tahu Krisna laki-laki yang bertanggung jawab.Sudah beberapa kali ia datang ke rumahnya.Ia melihat bagaimana Krisna menjadi tulang punggung keluarga, membiayai kuliah adiknya , banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.Laki-laki yang layak ia jadikan tempat bersandar melabuhkan harapannya membina kehidupan berumah tangga.
****
" Papa sangat bahagia dengan keputusanmu untuk menikah"
" Papa yakin Krisna adalah laki-laki yang cocok untuk menjadi suamimu"
Pak Gunawan memeluk putrinya, mengusap -usap rambutnya seperti anak kecil.Cristy membenamkan wajahnya di dada papanya, terasa sangat tenang dan damai.
" Kau tahu, semakin hari kebahagiaan Papa semakin bertambah, sejak kamu sembuh dari sakit, kembali bekerja dan sekarang mau menikah..."
" Papa ingin menggelar pesta pernikahan yang mewah untukmu, putri Papa satu-satunya"
Cristy melepaskan diri dari pelukan papanya.
" Krisna ingin pestanya sederhana saja Pa"
" Tidak sayang, nanti Papa yang bicara sama Krisna, dia pasti bisa mengerti"
Cristy tidak berani membantah lagi.Ia tahu papanya hanya ingin membuat dirinya bahagia.
" Waktunya mepet Pa , semampunya saja ya, jangan memaksakan diri"
" Kamu tenang saja, Papa sudah telepon tantemu, besok ia nyampai Jakarta.Sofi yang akan ngurusin semuanya"
Cristy mendongak kaget.
" Benarkah Tante Sofi mau ke Jakarta ?!! Wah..aku senang banget Pa"
__ADS_1
" Ya, Papa tahu ia bisa diandalkan"
Cristy lega, ia senang tantenya akan datang ke Jakarta mengurus acara pernikahannya yang akan diadakan tidak lama lagi.Waktu yang mepet dan keinginan Pak Gunawan untuk menggelar pesta pernikahan mewah, rasanya mustahil bisa dilaksanakan.Tante Sofilah harapannya, ia yang akan menangani semuanya.