Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab. 41 Pengorbanan


__ADS_3

Pak Gunawan duduk bersimpuh di hadapan Tuan dan Rika.Air matanya mengalir deras membasahi kedua pipi keriputnya.


" Tolonglah saya Tuan dan Nyonya saya tidak punya siapa-siapa lagi kecuali anak saya yang tidak tahu tinggal berapa lama lagi sisa hidupnya...."


Pak Gunawan, seorang yang sangat terpandang dan kaya raya.Mempunyai puluhan perusahaan dengan ribuan karyawan.Sosoknya selalu dihormati dimanapun berada oleh siapapun dan kapanpun.Bersimpuh di bawah kaki dengan tangisan yang memilukan.


Dengan hati-hati Tuan memegang bahu Pak Gunawan dan mendudukkan di kursi.Dia merasa sangat tidak enak melihat orang yang jauh lebih tua bersimpuh dan menangis di kakinya.


Rika yang juga berlinang air mata, mengulurkan sekotak tisu ke hadapan tamunya itu.


Sesaat suasana masih hening hanya terdengar suara Pak Gunawan yang masih terisak -isak.


" Maafkan saya.....Tuan dan Nyonya....nyawa sayapun..... akan saya berikan kepada kalian asal dapat..... memenuhi permintaan saya"


Tuan masih terdiam.Pikirannya kacau, sedih sekaligus marah.Sedih mendengar berita Cristy yang mengidap penyakit mematikan.Dia ingat bagaimana dulu istrinya juga mengidap penyakit serupa dan perjuangan untuk bertahan berakhir sia-sia.Marah karena Pak Gunawan melibatkan keluarganya dalam masalah yang dihadapinya.Pak Gunawan tidak ada hak apapun untuk menyeretnya dalam masalah ini, dia tidak ada kaitan dan hubungan sama sekali.


" Saya harus diskusi dengan istri saya dulu Pak...." akhirnya hanya kata-kata itu yang berhasil dia ucapkan untuk menyudahi situasi yang sangat tidak menyenangkan saat itu.


****


" Aku tidak mau Rika, aku tidak punya kewajiban apapun untuk memenuhi permintaannya" Tuan berkata dengan gusar.


" Mas.... tolong dengarkan aku" Rika mengusap lembut bahu suaminya " seandainya aku berada di posisi pak Gunawan aku juga akan melakukan hal yang sama.Beruntung dan bersyukur bukan aku , bukan kita, yang ada di posisi itu, sudah seharusnya kita bantu dia dan penuhi permintaannya"


" Aku pasti akan bantu berapapun uang yang diperlukan untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang, agar penyakit Cristy bisa sembuh" Tuan bersikukuh.


Rika menghela nafas,lalu berkata dengan hati-hati.

__ADS_1


" Mas kan dengar tadi Cristy anak tunggal, transplantasi bisa dilakukan dengan saudara kandung.Sudah dicoba test juga dengan Pak Gunawan tapi tidak cocok , jadi sudah tidak ada harapan....."


Tuan membuang nafas.dia berbalik menatap istrinya dan mencium bibirnya.Menarik tubuhnya ke tempat tidur.Rika berontak dan membuka mulut ingin mengatakan sesuatu, tapi tenaga suaminya bukanlah tandingannya.Akhirnya ia pasrah ketika tubuh suaminya mengungkungnya di atas tempat tidur.Tangannya membuka kancing bajunya satu persatu, melemparkan begitu saja ke lantai.


" Sudah jangan dibahas...." gumam laki-laki itu dan mulai melancarkan serangannya.


Rika melayani suaminya dengan sepenuh hati, sampai larut malam mereka baru terlelap kelelahan.


****


Pagi yang cerah, matahari sudah merangkak naik ,Rika bangun dan bergegas ke kamar mandi.Setelah mandi ia ke luar kamar menemui anak-anaknya yang sedang bermain di taman bersama baby sitternya.


" Calista....Calandra...." serunya.Dua orang anaknya berlarian menyambutnya.


" Mama....."


" Sudah makan sayang ? "


" Mama makan dulu boleh ? "


" Iya mama makan dulu, nanti sakit..." ujar Calista.


Rika meninggalkan anak-anaknya dan segera kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya.Ternyata Tuan sudah bangun dan sudah bersiap hendak turun.Rika tersenyum, menggandeng tangan suaminya dengan mesra.


" Makan dulu mas..." Tuan mengangguk , berdua menuruni anak tangga satu persatu.


" Gimana mas..." Rika kembali bertanya dengan sangat hati-hati ketika mereka berdua sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


" Aku memikirkan perasaanmu, apa kamu tidak cemburu ? " kata Tuan sambil menerima piring berisi nasi dan lauk pauk yang disodorkan istrinya.


Rika terdiam.Ia memperhatikan suaminya yang makan dengan lahap.Diambilnya sepiring buah potong, dimakannya sepotong-sepotong.


" Cemburu ? Pastilah mas.....Tapi aku yakin cinta suamiku kepadaku sangat besar sehingga tidak mungkin berpaling"


Tuan tertawa.


" Kamu tidak takut ? Bukankah seorang laki-laki itu seperti kucing, tidak akan tahan melihat ikan yang tersaji di depannya....." Tawa Tuan semakin keras.Rika mencubit lengan suaminya.


" Ih...mas..ah...Aku tahu mas bukan laki-laki seperti itu "


" Yakin....? " suaminya masih saja menggodanya.


Tapi Rika senang setidaknya ada langkah maju dibandingkan dengan kemarin, suaminya marah dan ketus ketika diskusi di kamar setelah kepulangan Pak Gunawan.


" Yakin mas..." ia mengangguk mantap " Yang penting syaratku cuma satu, hanya keluarga kita dan keluarga pak Gunawan yang tahu pernikahan keduamu ini"


Tuan terdiam.Wajahnya kembali tegang.


" Aku yakin Cristy akan sangat bahagia bisa menikah denganmu mas dan itu akan memperpanjang umurnya.Jangan pikirkan perasaanku aku sudah sangat bahagia dengan yang aku punya sekarang.Seorang suami yang sangat mencintai aku , anak-anak yang sehat dan lucu, apalagi yang aku cari ? "


" Beri aku waktu...." akhirnya Tuan berkata.Dia bangkit dan berjalan ke taman menghampiri anak-anaknya.Rika mengikuti dari belakang.Dari belakang diperhatikannya punggung suaminya.Laki-laki itu sangat gagah dan tegap.Sanggupkah ia berbagi dengan orang lain, meskipun itu atas dorongan dari dirinya sebagai istrinya?.Sampai berapa lama ia rela berbagi, bagaimana kalau Cristy benar-benar bahagia dan berumur panjang.Akankan ia akan tetap rela dan sabar.Ia memang punya segalanya seperti yang tadi ia ucapkan kepada suaminya.Cinta seorang suami, anak-anak yang sehat dan harta yang melimpah.Tapi apakah perasaan seorang istri yang cintanya dibagi bisa dengan mudah ditutup oleh semua hal itu?


Tidak, pasti tidak bisa.


Tapi bayangan Pak Gunawan yang menangis tersedu-sedu di kakinya, mengorbankan harga dirinya untuk meminta suaminya melamar anaknya menepis semua egonya.Jika seorang pak Gunawan yang terhormat rela berkorban untuk anaknya , kenapa dirinya yang bukan siapa-siapa tidak bisa berkorban sebagai sama -sama seorang wanita.Ia justru salut padanya.Bisa saja gadis itu menerima pinangan Carl , yang menurut pak Gunawan berasal dari keluarga kaya di Jerman dan sangat mencintainya.Tapi itu tidak dilakukan karena cinta tidak bisa dihitung secara matematis.Berapa kekayaan atau berapa tinggi jabatan dan kekuasaan lalu akan dapat seberapa besar cinta.Tidak, cinta adalah sesuatu yang abstrak tidak mengenal hitungan.

__ADS_1


Meskipun dulu Cristy sudah pernah menyakitinya, tapi ia sudah melupakan semuanya.Apalagi dari cerita suaminya yang pernah beberapa kali ketemu lagi setelah kepulangannya dari luar negeri, Cristy benar-benar sudah berubah.Untuk itu Rika yakin dengan keputusannya dan mendorong suaminya untuk mengabulkan permintaan pak Gunawan.Ia mencoba membuang jauh - jauh pikiran negatif yang menguasai perasaannya.Walaupun ia masih takut membayangkan apa yang akan terjadi ke depan, berbagi suami.


"


__ADS_2