Matahari Jingga

Matahari Jingga
Bab 39 Kencan di Jakarta ?


__ADS_3

Setelah menemani Carl keliling Bali, Cristy balik ke Jakarta.Kembali dengan rutinitasnya di kantor.Pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya, membuat hari-harinya terasa sangat cepat.Sore itu ia masih sibuk memeriksa laporan bulanan dari semua divisi ketika HP nya berdering.Carl.


" Hai, Carl, masih di Jakarta ? "


" Masihlah, apa kamu begitu sibuk sampai ga inget telepon aku ? "


Cristy tertawa.


" Maaf Carl"


" Bagaimana kalau kita jalan-jalan ? aku ingin kamu temani keliling Jakarta sebelum aku balik"


Cristy terdiam sejenak.Tiba-tiba ia ingat permintaan Papanya.


" Boleh, nanti jemput ke rumahku ya jam tujuh"


" Sip..." suara Carl terdengar sangat senang.


Cristy mengirimkan alamat rumahnya melalui pesan singkat.Lalu segera membereskan berkas-berkasnya di meja dan bergegas keluar ruangan.Ia ingin segera sampai rumah dan memberi tahu Papanya agar bersiap-siap karena Carl mau datang.


****


Sore itu pak Gunawan sedang duduk santai di teras samping ketika Cristy menghampiri dan langsung duduk di sampingnya.


" Tumben udah pulang jam segini "


" Ya Pa, Carl mau datang, katanya Papa mau ketemu"


" Oh.., jam berapa ?" Pak Gunawan bertanya dengan antusias.


" Nanti sekitar jam tujuh.Papa kenapa sih mau ketemu dia? " suara Cristy terdengar khawatir, takutnya nanti Papa bicara yang tidak-tidak sama Carl.Pak Gunawan tersenyum.


" Ga apa-apa, Papa cuma mau nitip dokumen untuk Tantemu, biar langsung sampai ga takut nyasar"


Cristy mengangguk lega.


" Oh..."


" Tanah yang di Bogor warisan nenek sudah selesai diurus sama notaris.Papa mau kirim salinan akta nya untuk Tantemu"


" Ya sudah, kirain Papa mau ngomong apa"


" Ha..ha.., ga lah.Emang mau ngomong apa? Kalau kamu suka sama dia boleh kok, asalkan dia mau tinggal di sini" Papa tertawa.


Cristy menggeleng.


" Aku ga ada apa-apa sama dia"


" Orang seperti apa yang kamu cari ? ingat..."


" Mulai Papa nih..malas ah" Cristy buru-buru memotong perkataan Papanya dan berlalu masuk ke dalam rumah.Meninggalkan orang tuanya yang menatap punggungnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Jam tujuh kurang sepuluh menit Carl datang.Mengenakan kemeja lengan pendek warna putih dan celana panjang biru tua.Tampak gagah dan segar.Pak Gunawan yang menyambutnya di teras depan tersenyum, matanya menyiratkan kekaguman.

__ADS_1


" Hallo Carl....."


"Hallo Tuan...."


Mereka bersalaman dengan hangat.Cristy membiarkan mereka ngobrol berdua.Ia sendiri masih di kamar, baru selesai ganti baju.Malam ini ia mengenakan dress polos selutut warna cream, kalung mutiara sepanjang dada untuk mempermanis penampilan.Make up tipis natural yang membuatnya terlihat segarIa tersenyum sendirian menatap pantulan dirinya di cermin.Cantik, sangat cantik palah.Lalu ia turun ke dapur mengambil minuman , dan berjalan menghampiri mereka yang masih asyik mengobrol.


" Minumnya Carl...." ujarnya sambil meletakkan lemon tea dingin di meja.


" Wah.. terima kasih" Carl menatapnya sesaat , senyumnya tidak bisa disembunyikan.


Pak Gunawan bangkit.


" Saya ambil dulu dokumen yang tadi saya katakan"


" Baik Tuan..."


" Kamu cantik sekali....." Carl meraih tangannya dan menciumnya setelah Pak Gunawan pergi.


Cristy hanya tersenyum dan membiarkan Carl menciumi tangannya.


" Kita berangkat ? "


" Tunggu Papamu tadi mau ambil dokumen yang mau dititip buat Tantemu"


" Apakah tidak membuatmu repot? "


" Tidak, aku senang melakukanya"


Pak Gunawan muncul dan langsung menyerahkan sebuah bungkusan berwarna coklat kepada Carl.


" Sama-sama Tuan"


Lalu mereka pamit dan berjalan menuju mobil Carl.Cristy sengaja berjalan cepat-cepat di depan Carl agar dia tidak menggandeng tangannya, bisa salah paham nanti Papa.


Mereka berkendara sepanjang Jl.Gatot Subroto, kemudian belok kanan ke arah Jl.Jend.Sudirman , memutar sampai Monumen National lalu ke arah Kuningan.


" Gimana Jakarta tidak kalah sama Frankfurt kan? " tanya Cristy dengan bangga.


"Kagum saya.The Greater Jakarta, jalan besarnya yang lebar dan sangat panjang, gedung pencakar langitnya luar biasa"


" Makanan khasnya juga macam-macam.Kamu mau makan apa? "


" Apa saja ? "


" Ada yang berkuah seperti sup, soto betawi atau nasi goreng ? atau bakso ? atau...."


Carl tertawa.


" Bagaimana kalau kita coba semuanya? "


" Hah... meledak perut.."


Lalu keduanya tertawa bersama.Carl melirik penuh arti.

__ADS_1


" Aku bahagia bersamamu Cristy , kenapa kamu masih menolakku? "


Cristy terdiam.Tak mau menjawab.Baginya sudah cukup senang kalau hubungannya dengan Carl sebatas teman, tidak lebih.Tetapi sikapnya yang selalu baik dan sopan, tutur sapanya yang teratur , sampai kapan ia bisa terus bertahan.


" Carl, sudahlah....." Cristy mengibaskan tangannya.Carl terdiam.


" Oh ya, itu depan restorannya , dikit lagi, tuh yang ada neon sign besar" Cristy menunjuk sebuah restoran khas Nusantara dengan nama restoran yang terpampang jelas di neon sign.Perlahan Carl berbelok memasuki halaman restoran yang bangunannya unik berupa rumah joglo.


Ruangannya sangat luas, ada ruang terbuka dengan taman dan saung -saung dari bambu yang berdiri di atas kolam ikan.


" Wow, so cozy..." gumam Carl.


Seorang pelayan mendekat dan mengantarkan mereka ke sebuah saung yang masih kosong.


" Silakan Nona dan Tuan...."


Setelah mereka duduk, pelayan memberikan buku menu.


Carl memeriksa buku menu dengan antusias.


Menu yang tertulis dalam bahasa Indonesia disertai dengan terjemahan bahasa Inggris.


" Kelihatannya semua enak....Aku mau pesan Coto Makassar,apa bedanya dengan soto yang lain ya? huruf depannya pakai C bukan S ? "


Cristy tertawa.


" Hampir sama, itu semacam soto daging dengan kuah sup yang sangat gurih, terbuat dari rempah-rempah dan kacang tanah yang disangrai"


Carl mengangguk-angguk, dia masih sibuk melihat menu.


" Minumnya .... jus.., ah jus kurang special.Bandrek saja, bandrek adalah minuman hangat dengan rasa khas jahe ..." ujarnya pelan membaca keterangan yang ada di menu.


"Baiklah, bandrek.Mau coba tahu sumedang? enak loh, gurih, crispi di luar , di dalamnya lembut"


" Boleh... Boleh "


" Ok, aku soto lamongan saja lengkap pakai perkedel, dan satu porsi sate paru.Minumnya sama bandrek"


Cristy menyerahkan pesanannya kepada pelayan .


" Terimakasih Nona dan Tuan...." Pelayan mengangguk hormat dan segera berlalu untuk menyiapkan pesanan.


" Ngomong-ngomong kapan kamu balik ? " tanya Cristy setelah pelayan pergi.


" Besok sore, aku akan selalu merindukanmu" jawab Carl tersenyum lembut, tangannya lagi-lagi meraih tangan Cristy dan menciumnya.


" Titip salam buat Tante aku ya, kalau nanti kamu ke rumahnya" Cristy mencoba tetap bersikap wajar.


" Iya...sudah pasti.Kamu ga berpikir untuk liburan ke sana? "


" Nanti , sekarang-sekarang ini aku sangat sibuk"


" Baiklah aku akan menunggumu, menunggu kamu membalas cintaku" Carl menatapnya lurus membuat Cristy gugup.

__ADS_1


" Carl....aku...aku sudah bilang"


" Aku tahu, tapi aku yakin suatu saat hatimu akan terbuka untukku" Bisik Carl sangat lembut.Cristy tersenyum getir.Ah Carl, kamu begitu baik dan pengertian.


__ADS_2