
Rika sedang menemani putrinya yang sedang berenang bersama dengan Surti.Ia duduk di pinggir kolam.Calista tampak sangat senang bermain air.
Ada prosotan kecil khusus anak- anak di pinggir kolam.Bolak-balik Calista menaiki prosotan itu dan turun meluncur dan mencebur ke kolam.
" Mama..." serunya sambil melambaikan tangan.Rika balas melambai dan tersenyum, ia perhatikan anak sambungnya itu dari kejauhan.Tubuh Calista terlihat gemuk dan berisi.Kulitnya putih,kedua pipinya gembul , kalau tertawa tampak lesung pipit di kedua pipinya.Giginya putih dan tersusun rapi.Cantik dan sangat menggemaskan.Ia sangat menyayangi gadis kecil itu. Sebentar lagi Calista punya adik.Siapa namanya ya? sampai saat ini Rika dan suaminya belum ketemu nama yang cocok untuk calon bayinya.
Adik Calista....Ca..., Calandra, Calandra? yesss...!!!., Rika berseru dalam hati.Sepertinya Calandra nama yang cocok untuk anak keduanya.Calandra yang artinya penuh kebahagiaan dan keceriaan.Rika tersenyum puas, mudah-mudahan suaminya juga menyetujuinya.Rika bangkit akan masuk ke dalam rumah.Tiba -tiba pinggangnya sakit.Mungkin terlalu lama duduk, pikirannya.Tapi semakin lama terasa semakin sakit.Ia memanggil Surti yang masih di kolam renang.
" Surti, tolong.." Surti segera menghampiri.Ia gugup melihat Nyonyanya terlihat kesaksian.
" Cari Pak Ratno kita ke rumah sakit.Bawa tas perlengkapan yang ada di kamar"
Surti segera memanggil pak Ratno .Calista menemani Mamanya dengan cemas.
Tak lama Surti muncul bersama Pak Ratno dan seorang pembantu . Mereka memapah Rika langsung menuju mobil.Tas perlengkapan yang sudah disiapkan Rika beberapa hari yang lalu, sudah dimasukkan mobil oleh Surti.
Rika masuk ke dalam mobil dengan hati-hati, ia ditemani seorang pembantunya.Mobil melaju cepat ke arah rumah sakit.
" Mas... tolong menyusul ke rumah sakit.Aku...aku mau melahirkan" Rika menelpon suaminya di kantor.
Tuan yang sedang sibuk bekerja di kantor, panik.Ia segera berlari ke luar dan turun ke lobi.
" Ayo Makmur, cepat sedikit nyetirnya" perintahnya kepada Pak Makmur.
" Baik Tuan" Pak Makmur mengangguk, padahal tanpa disuruhpun ia sudah berusaha mengemudikan mobilnya lebih cepat.
Maklum jalanan Jakarta, selalu macet.Jadi walaupun Pak Makmur berusaha , tetap saja tersendat.
__ADS_1
" Aduh.Macet lagi" ujar Tuan semakin panik " Cari jalan alternatif "
" Baik Tuan "
Pak Makmur sibuk berpikir,ada jalan alternatif tapi sempit sekali dan berbelok - belok agak berbahaya kalau tiba-tiba di tikungan muncul motor dari arah yang berlawanan, mobil bisa penyok.
Tapi karena dia ingin tuannya sampai ke rumah sakit secepatnya, ia membelokkan mobilnya keluar dari jalan protokol.Jalan di depannya kecil dan hanya muat satu mobil.Pak Makmur sudah hapal jalanan di daerah itu.Ia mengikuti jalan kecil itu dengan hati - hati.Setelah melewati puluhan belokan tajam yang membuat jantungnya berdebar-debar, akhirnya mobil itu keluar dari gang sempit .Untung saja tidak berpapasan dengan kendaraan lainnya.Mobil kembali melaju di jalan besar yang tak jauh dari rumah sakit.
Tuan segera turun dan berlari masuk begitu mobil berhenti di depan rumah sakit.
Rika sudah terbaring di ruang bersalin didampingi dokter kandungan, dokter anak dan beberapa perawat.Rika tersenyum senang melihat suaminya sudah datang.Ia akan melahirkan untuk pertama kali.Ada rasa gugup dan takut, tetapi ketika melihat kehadiran suami disisinya ia merasa lebih tenang.
Proses persalinan berjalan lancar.Dua jam sejak kedatangan Rika di rumah sakit , bayinya lahir dengan selamat.Seorang bayi laki-laki yang sehat.
Rika tersenyum bahagia , dokter memberikan anaknya untuk segera disusui.Tuan dan Rika takjub menyaksikan bayi merah yang baru lahir itu secara refleks bisa mencari dan menemukan sumber kehidupannya yaitu air susu ibu di dada ibunya.Setelah puas menyusu , dokter mengambilnya untuk dimandikan dan dipakaikan baju.
" Calandra mas, anak yang selalu penuh keceriaan dan kebahagiaan, juga terdengar serasi dengan nama kakaknya, Calista" jawab Rika.Sejenak Tuan memandang istrinya lalu menoleh lagi pada si kecil.Dia tampak berpikir sejenak , lalu mengangguk.
" Baiklah, Calandra.Selamat datang anakku" bisik Tuan di telinga bayinya dan mengusap kepala mungil bayinya.
****
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit Rika dan bayinya diperbolehkan pulang.Calista ikut menjemput adiknya di rumah sakit, karena ia tak henti-hentinya merengek mau ikut.
" Adiknya kecil banget" Mata anak itu berbinar melihat ajaibnya seorang makhluk mungil yang tertidur pulas di gendongan mamanya.
" Dulu kamu juga kecil begini sayang" Rika mencoba menjelaskan " Karena Calista makannya pinter, sekarang sudah besar"
__ADS_1
" Adik makannya apa? " Calista bertanya penasaran.
" Air Susu Ibu, nih " Rika menjawab dan menunjuk dadanya.Calista mengangguk mengerti.
Mereka tiba di rumah dan masuk ke kamar.Kamar Calandra sudah disiapkan dan dihias dengan bagus.Box bayi mungil berwarna biru dihiasi dengan gambar -gambar lucu.Temboknya di tutup wall paper dengan warna senada dengan box bayi.Di samping box bayi ada sofa besar yang terlihat mewah dan nyaman.
Ada beberapa mainan dan aksesoris yang dipasang untuk mempermanis kamar.
Perlahan Rika meletakkan Calandra di boxnya.Lalu ia duduk di sofa dan menghela nafas lega.
Seorang pembantu datang membawa segelas jus buah, Rika meminumnya sekali teguk.
Tuan menghampiri dan duduk disampingnya di sofa, dia mengusap rambut Rika dengan lembut.
" Cape ya sayang ? " tanyanya.Rika menggeleng.
" Besok ada babby sitter baru yang akan merawat Calandra.Lebih baik kamu istirahat di kamar biar aku yang jaga, nanti kalau bangun mau minum ASI , aku kasih tahu"
Ujar Tuan lagi.Rika mengangguk, ia memang butuh istirahat setelah tenaganya terkuras sehabis melahirkan.Ia menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Calandra .Ada pintu tembus yang menghubungkan kedua kamar itu yang memudahkannya mengawasi bayinya.
Rika merebahkan badannya di tempat tidur.Perasaan bahagia memenuhi rongga dadanya.Kebahagiaan yang sempurna, suami yang sangat mencintai dan seorang anak yang baru lahir dari rahimnya.Ditambah seorang anak sambung yang sangat disayanginya.
Rika tertidur sangat pulas.Ia baru terbangun setelah Tuan masuk ke kamar sambil menggendong Calandra yang menangis.
Rika meraih anaknya dan memberinya ASI sampai bayi mungil itu kenyang dan tertidur dalam gendongannya.Rika bangkit dan masuk ke kamar Calandra untuk menidurkannya.
Lalu ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Dinikmatinya air hangat yang mengucur dari shower membasahi tubuhnya.Rasanya segar sekali.Cukup lama ia menikmati kesendiriannya di kamar mandi.
__ADS_1